BAB 6
MENJADI
PRIBADI YANG DEWASA DALAM IMAN
Bacaan
Alkitab: Efesus 4:11–16, 1 Korintus 13:11 , Ibrani 5:12–14, Galatia 5:22–23, Roma
12:2, Filipi 1:6
Efesus
4:13 “...mencapai
kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan
Kristus.”
Menjadi
dewasa bukan hanya persoalan bertambahnya usia.
Seseorang
mungkin sudah berusia dewasa, tetapi masih sulit bertanggung jawab, mudah
marah, sulit menerima nasihat, atau tidak mampu mengendalikan diri.
Dalam
kehidupan Kristen, kedewasaan memiliki dimensi yang lebih dalam.
Kedewasaan
iman berarti semakin mengenal Kristus, semakin menyerupai Kristus, dan semakin
mampu menjalankan kehendak-Nya. Karena itu, pertumbuhan iman merupakan proses seumur hidup.
APAKAH
ARTINYA MENJADI DEWASA?
Kedewasaan
dapat dilihat dari beberapa aspek.
1. Dewasa
secara fisik
Berkaitan
dengan pertumbuhan tubuh.
2. Dewasa
secara intelektual
Mampu
berpikir kritis dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang baik.
3. Dewasa
secara emosional
Mampu
mengenali dan mengendalikan emosi.
4. Dewasa
secara sosial
Mampu
menghargai dan bertanggung jawab terhadap orang lain.
5. Dewasa
secara spiritual
Memiliki
hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan dan hidup berdasarkan iman.
Prinsip:
Kedewasaan
bukan sekadar bertambah umur, tetapi bertambah kualitas hidup.
G.
KEDEWASAAN DALAM KRISTUS
Efesus 4:13
berbicara tentang mencapai kedewasaan penuh dan pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus.
Ini berarti
kehidupan orang percaya tidak berhenti pada tahap: “Saya sudah percaya kepada
Yesus.” Tetapi terus bergerak menuju:
“Saya
semakin mengenal Kristus dan hidup semakin menyerupai Kristus.”
CIRI-CIRI
PRIBADI YANG DEWASA DALAM IMAN
1.
Bertanggung jawab
Tidak selalu
menyalahkan orang lain.
2. Mampu
mengendalikan diri
Tidak
membiarkan emosi menguasai tindakan.
3. Mau
menerima nasihat
Menyadari
bahwa dirinya masih perlu belajar.
4. Mampu
membedakan yang benar dan salah
Tidak
sekadar mengikuti tekanan lingkungan.
5.
Memiliki integritas
Perkataan
dan tindakan sesuai.
6.
Mengutamakan kasih
Tidak mudah
membenci atau membalas kejahatan.
7. Setia
kepada Tuhan
Tetap
berpegang pada iman dalam berbagai keadaan.
8. Mau
melayani
Tidak hanya
memikirkan kepentingan diri sendiri.
I. BAYI
ROHANI DAN ORANG DEWASA DALAM IMAN
Ibrani
5:12–14 menggunakan gambaran pertumbuhan untuk menjelaskan kehidupan iman.
Bayi
rohani
- mudah dipengaruhi;
- belum memahami kebenaran dengan
baik;
- mudah menyerah;
- bergantung pada orang lain;
- sulit membedakan yang benar dan
salah.
Dewasa
dalam iman
- memahami Firman Tuhan;
- mampu membedakan yang baik dan
yang buruk;
- bertanggung jawab;
- memiliki keteguhan iman;
- mampu mengambil keputusan
berdasarkan kebenaran.
Pertanyaan
penting:
Apakah
usia iman kita sama dengan kedewasaan iman kita?
PROSES
PERTUMBUHAN IMAN
Pertumbuhan
iman membutuhkan proses.
FIRMAN
TUHAN
↓
DOA
↓
BELAJAR
↓
PENGALAMAN
↓
KETAATAN
↓
KARAKTER
↓
KEDEWASAAN
IMAN
Tidak ada
pertumbuhan instan. Kita bertumbuh sedikit demi sedikit ketika terus berjalan
bersama Tuhan.
ROMA 12:2
– PEMBARUAN PIKIRAN
Roma 12:2
mengajarkan agar orang percaya mengalami pembaruan budi.
Kedewasaan
iman dimulai dari cara berpikir yang diperbarui oleh Tuhan. Kita belajar:
- tidak mengikuti semua tren;
- tidak mudah dipengaruhi;
- berpikir kritis;
- mempertimbangkan nilai
kebenaran;
- mencari kehendak Allah.
Prinsip: Pikiran
yang diperbarui menghasilkan kehidupan yang diperbarui.
KEDEWASAAN
DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN
Remaja dan
pemuda akan semakin banyak menghadapi pilihan. Misalnya:
- memilih teman;
- memilih lingkungan;
- penggunaan media sosial;
- pendidikan;
- pekerjaan;
- pelayanan;
- hubungan dengan orang lain;
- penggunaan waktu dan uang.
Pribadi yang
dewasa tidak hanya bertanya: “Apa yang saya mau?”
Tetapi juga:
“Apakah pilihan saya sesuai dengan kehendak Tuhan dan membawa kebaikan?”
KEDEWASAAN
DAN PENGUASAAN DIRI
Galatia
5:22–23 mencantumkan penguasaan diri sebagai salah satu buah Roh.
Penguasaan
diri berarti mampu mengendalikan diri sehingga tidak dikuasai oleh:
- kemarahan;
- keinginan sesaat;
- tekanan teman;
- perkataan yang tidak terkendali;
- penggunaan teknologi secara
berlebihan;
- atau keputusan yang impulsif.
Contoh:
Seseorang
mengirim komentar yang menyakitkan kepada kita.
Kita mungkin
ingin langsung membalas.
Tetapi kedewasaan
mengajarkan: berhenti → berpikir → berdoa → memilih respons yang benar.
KEDEWASAAN
DALAM MEDIA SOSIAL
Media sosial
menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.
Kedewasaan
Kristen terlihat dari kemampuan menggunakan media sosial secara bertanggung
jawab.
Pribadi
yang dewasa:
- berpikir sebelum mengunggah;
- memeriksa informasi;
- tidak menyebarkan fitnah;
- menghargai privasi orang lain;
- tidak ikut perundungan;
- tidak mudah terpancing;
- menggunakan media digital untuk
hal yang membangun.
Pertanyaan:
“Jika Yesus melihat apa yang saya lakukan di dunia digital, apakah saya dapat
mempertanggungjawabkannya?”
KEDEWASAAN
DAN HUBUNGAN DENGAN SESAMA
Kedewasaan
iman terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain. Orang yang dewasa
belajar:
- menghargai perbedaan;
- mendengarkan;
- meminta maaf;
- memberikan pengampunan;
- tidak egois;
- menjaga perkataan;
- dan bertanggung jawab terhadap
hubungan.
Kasih bukan
hanya perasaan. Kasih diwujudkan melalui tindakan.
KOMITMEN
“Saya mau terus bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa di dalam Kristus,
bertanggung jawab dalam setiap tindakan, mampu mengendalikan diri, mengasihi
sesama, dan mengambil keputusan berdasarkan Firman Tuhan.”
RANGKUMAN
1.
Kedewasaan
bukan hanya tentang usia.
2.
Kedewasaan
mencakup aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual.
3.
Orang
Kristen dipanggil untuk bertumbuh menuju kedewasaan dalam Kristus.
4.
Kedewasaan
iman terlihat melalui karakter dan tindakan.
5.
Orang
yang dewasa mampu bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya.
6.
Penguasaan
diri merupakan bagian dari buah Roh.
7.
Firman
Tuhan menolong kita mengalami pembaruan pikiran dan kehidupan.
8.
Kedewasaan
terlihat dalam cara kita memperlakukan sesama.
9.
Media
sosial juga menjadi tempat untuk menunjukkan kedewasaan karakter.
10.
Pertumbuhan
menjadi dewasa dalam Kristus merupakan proses yang terus berlangsung.
TUGAS
HARI INI:
1. “Dewasa dalam Menghadapi Konflik” Dua orang teman mengalami
kesalahpahaman. Salah satu dari mereka langsung mengunggah komentar di media
sosial untuk mempermalukan temannya. Temannya kemudian ingin membalas. Namun ia
memilih untuk berbicara secara langsung dan menyelesaikan masalah dengan baik. Siapakah
yang menunjukkan kedewasaan? Mengapa membalas di media sosial dapat memperbesar
masalah? Bagaimana seharusnya seorang Kristen menghadapi konflik? Buah Roh apa
yang diperlukan? Apa yang akan kamu lakukan jika mengalami situasi yang sama?
2. “Apakah seseorang dapat disebut
dewasa jika ia mampu mengambil keputusan sendiri tetapi tidak mau bertanggung
jawab atas keputusannya?” Jelaskan berdasarkan prinsip iman Kristen.

1. A. yg mau ngomong langsung permasalahan mereka
BalasHapusB. karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C. Kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
D. mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
1.A.Yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
BalasHapusB.Karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
2. menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
1. A.yang ingin berbicara langsung permasalahan mereka
BalasHapusB. Karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
2. Menurutku, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tetapi tidak mau bertanggung jawab. Di dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibat dan belajar dari kesalahan.
1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
BalasHapusB.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
1.A.yang ingin ngomong langsung permasalahan mereka
BalasHapusB.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang itu bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka.
BalasHapusB.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
1. A. yagn mau ngomong langsung permasalahan mereka
BalasHapusB. karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C. Kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
D. mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
2. menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
Nama:Sintya Natasya Putri Hasiani Sihombing
BalasHapusKelas:10-J
1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka.
B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
2. Menurut akuu pribadi, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
RAJA
BalasHapus1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
BalasHapusB.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah pribadi mereka.
C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, dan lemah lembut
D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya dengan kepala dingin
2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.
1. A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka.
BalasHapusB. karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
C. kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
D. mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
2. Menurut oliv, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.