PAK KELAS 10 - BAB 6 | MENJADI PRIBADI YANG DEWASA DALAM IMAN - 2026



BAB 6

MENJADI PRIBADI YANG DEWASA DALAM IMAN

Bacaan Alkitab: Efesus 4:11–16, 1 Korintus 13:11 , Ibrani 5:12–14, Galatia 5:22–23, Roma 12:2, Filipi 1:6

Efesus 4:13 “...mencapai kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.”

Menjadi dewasa bukan hanya persoalan bertambahnya usia.

Seseorang mungkin sudah berusia dewasa, tetapi masih sulit bertanggung jawab, mudah marah, sulit menerima nasihat, atau tidak mampu mengendalikan diri.

Dalam kehidupan Kristen, kedewasaan memiliki dimensi yang lebih dalam.

Kedewasaan iman berarti semakin mengenal Kristus, semakin menyerupai Kristus, dan semakin mampu menjalankan kehendak-Nya. Karena itu, pertumbuhan iman merupakan proses seumur hidup.

APAKAH ARTINYA MENJADI DEWASA?

Kedewasaan dapat dilihat dari beberapa aspek.

1. Dewasa secara fisik

Berkaitan dengan pertumbuhan tubuh.

2. Dewasa secara intelektual

Mampu berpikir kritis dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang baik.

3. Dewasa secara emosional

Mampu mengenali dan mengendalikan emosi.

4. Dewasa secara sosial

Mampu menghargai dan bertanggung jawab terhadap orang lain.

5. Dewasa secara spiritual

Memiliki hubungan yang semakin dekat dengan Tuhan dan hidup berdasarkan iman.

Prinsip:

Kedewasaan bukan sekadar bertambah umur, tetapi bertambah kualitas hidup.


G. KEDEWASAAN DALAM KRISTUS

Efesus 4:13 berbicara tentang mencapai kedewasaan penuh dan pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

Ini berarti kehidupan orang percaya tidak berhenti pada tahap: “Saya sudah percaya kepada Yesus.” Tetapi terus bergerak menuju:

“Saya semakin mengenal Kristus dan hidup semakin menyerupai Kristus.”

CIRI-CIRI PRIBADI YANG DEWASA DALAM IMAN

1. Bertanggung jawab

Tidak selalu menyalahkan orang lain.

2. Mampu mengendalikan diri

Tidak membiarkan emosi menguasai tindakan.

3. Mau menerima nasihat

Menyadari bahwa dirinya masih perlu belajar.

4. Mampu membedakan yang benar dan salah

Tidak sekadar mengikuti tekanan lingkungan.

5. Memiliki integritas

Perkataan dan tindakan sesuai.

6. Mengutamakan kasih

Tidak mudah membenci atau membalas kejahatan.

7. Setia kepada Tuhan

Tetap berpegang pada iman dalam berbagai keadaan.

8. Mau melayani

Tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.


I. BAYI ROHANI DAN ORANG DEWASA DALAM IMAN

Ibrani 5:12–14 menggunakan gambaran pertumbuhan untuk menjelaskan kehidupan iman.

Bayi rohani

  • mudah dipengaruhi;
  • belum memahami kebenaran dengan baik;
  • mudah menyerah;
  • bergantung pada orang lain;
  • sulit membedakan yang benar dan salah.

Dewasa dalam iman

  • memahami Firman Tuhan;
  • mampu membedakan yang baik dan yang buruk;
  • bertanggung jawab;
  • memiliki keteguhan iman;
  • mampu mengambil keputusan berdasarkan kebenaran.

Pertanyaan penting:

Apakah usia iman kita sama dengan kedewasaan iman kita?

PROSES PERTUMBUHAN IMAN

Pertumbuhan iman membutuhkan proses.

FIRMAN TUHAN

DOA

BELAJAR

PENGALAMAN

KETAATAN

KARAKTER

KEDEWASAAN IMAN

Tidak ada pertumbuhan instan. Kita bertumbuh sedikit demi sedikit ketika terus berjalan bersama Tuhan.

ROMA 12:2 – PEMBARUAN PIKIRAN

Roma 12:2 mengajarkan agar orang percaya mengalami pembaruan budi.

Kedewasaan iman dimulai dari cara berpikir yang diperbarui oleh Tuhan. Kita belajar:

  • tidak mengikuti semua tren;
  • tidak mudah dipengaruhi;
  • berpikir kritis;
  • mempertimbangkan nilai kebenaran;
  • mencari kehendak Allah.

Prinsip: Pikiran yang diperbarui menghasilkan kehidupan yang diperbarui.

KEDEWASAAN DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN

Remaja dan pemuda akan semakin banyak menghadapi pilihan. Misalnya:

  • memilih teman;
  • memilih lingkungan;
  • penggunaan media sosial;
  • pendidikan;
  • pekerjaan;
  • pelayanan;
  • hubungan dengan orang lain;
  • penggunaan waktu dan uang.

Pribadi yang dewasa tidak hanya bertanya: “Apa yang saya mau?”

Tetapi juga: “Apakah pilihan saya sesuai dengan kehendak Tuhan dan membawa kebaikan?”

KEDEWASAAN DAN PENGUASAAN DIRI

Galatia 5:22–23 mencantumkan penguasaan diri sebagai salah satu buah Roh.

Penguasaan diri berarti mampu mengendalikan diri sehingga tidak dikuasai oleh:

  • kemarahan;
  • keinginan sesaat;
  • tekanan teman;
  • perkataan yang tidak terkendali;
  • penggunaan teknologi secara berlebihan;
  • atau keputusan yang impulsif.

Contoh:

Seseorang mengirim komentar yang menyakitkan kepada kita.

Kita mungkin ingin langsung membalas.

Tetapi kedewasaan mengajarkan: berhenti → berpikir → berdoa → memilih respons yang benar.

KEDEWASAAN DALAM MEDIA SOSIAL

Media sosial menjadi bagian dari kehidupan generasi muda.

Kedewasaan Kristen terlihat dari kemampuan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Pribadi yang dewasa:

  • berpikir sebelum mengunggah;
  • memeriksa informasi;
  • tidak menyebarkan fitnah;
  • menghargai privasi orang lain;
  • tidak ikut perundungan;
  • tidak mudah terpancing;
  • menggunakan media digital untuk hal yang membangun.

Pertanyaan: “Jika Yesus melihat apa yang saya lakukan di dunia digital, apakah saya dapat mempertanggungjawabkannya?”

KEDEWASAAN DAN HUBUNGAN DENGAN SESAMA

Kedewasaan iman terlihat dari cara kita memperlakukan orang lain. Orang yang dewasa belajar:

  • menghargai perbedaan;
  • mendengarkan;
  • meminta maaf;
  • memberikan pengampunan;
  • tidak egois;
  • menjaga perkataan;
  • dan bertanggung jawab terhadap hubungan.

Kasih bukan hanya perasaan. Kasih diwujudkan melalui tindakan.

KOMITMEN

“Saya mau terus bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa di dalam Kristus, bertanggung jawab dalam setiap tindakan, mampu mengendalikan diri, mengasihi sesama, dan mengambil keputusan berdasarkan Firman Tuhan.”

RANGKUMAN

1.    Kedewasaan bukan hanya tentang usia.

2.    Kedewasaan mencakup aspek fisik, intelektual, emosional, sosial dan spiritual.

3.    Orang Kristen dipanggil untuk bertumbuh menuju kedewasaan dalam Kristus.

4.    Kedewasaan iman terlihat melalui karakter dan tindakan.

5.    Orang yang dewasa mampu bertanggung jawab atas keputusan dan tindakannya.

6.    Penguasaan diri merupakan bagian dari buah Roh.

7.    Firman Tuhan menolong kita mengalami pembaruan pikiran dan kehidupan.

8.    Kedewasaan terlihat dalam cara kita memperlakukan sesama.

9.    Media sosial juga menjadi tempat untuk menunjukkan kedewasaan karakter.

10.                       Pertumbuhan menjadi dewasa dalam Kristus merupakan proses yang terus berlangsung.

TUGAS HARI INI:

1.    “Dewasa dalam Menghadapi Konflik” Dua orang teman mengalami kesalahpahaman. Salah satu dari mereka langsung mengunggah komentar di media sosial untuk mempermalukan temannya. Temannya kemudian ingin membalas. Namun ia memilih untuk berbicara secara langsung dan menyelesaikan masalah dengan baik. Siapakah yang menunjukkan kedewasaan? Mengapa membalas di media sosial dapat memperbesar masalah? Bagaimana seharusnya seorang Kristen menghadapi konflik? Buah Roh apa yang diperlukan? Apa yang akan kamu lakukan jika mengalami situasi yang sama?

2.    “Apakah seseorang dapat disebut dewasa jika ia mampu mengambil keputusan sendiri tetapi tidak mau bertanggung jawab atas keputusannya?” Jelaskan berdasarkan prinsip iman Kristen.

Komentar

  1. 1. A. yg mau ngomong langsung permasalahan mereka
    B. karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C. Kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
    D. mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya

    2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  2. 1.A.Yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
    B.Karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
    2. menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  3. 1. A.yang ingin berbicara langsung permasalahan mereka
    B. Karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
    2. Menurutku, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tetapi tidak mau bertanggung jawab. Di dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibat dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  4. 1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
    B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
    2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  5. 1.A.yang ingin ngomong langsung permasalahan mereka
    B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.

    2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang itu bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  6. 1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka.
    B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
    2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  7. 1. A. yagn mau ngomong langsung permasalahan mereka
    B. karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C. Kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
    D. mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya
    2. menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  8. Nama:Sintya Natasya Putri Hasiani Sihombing
    Kelas:10-J
    1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka.
    B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.
    2. Menurut akuu pribadi, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  9. RAJA
    1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
    B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya

    2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  10. 1.A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka
    B.karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah pribadi mereka.
    C.kasih, damai sejahtera, kesabaran, dan lemah lembut
    D.mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya dengan kepala dingin


    2. Menurut saya, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus
  11. 1. A.yang mau ngomong langsung permasalahan mereka.
    B. karena masalah mereka berdua bisa dilihat oleh semua orang di sosmed,dan membuat teman teman dari kubu mereka berdua bisa ikut ikutan ke dalam masalah.
    C. kasih, damai sejahtera, kesabaran, lemah lembut.
    D. mengajak bertemu orang yang salah paham dan menyelesaikan masalah nya.

    2. Menurut oliv, belum bisa disebut dewasa kalau seseorang bisa mengambil keputusan sendiri tapi tidak mau bertanggung jawab. Dalam iman Kristen, kita harus berani bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jadi, kalau sudah mengambil keputusan, kita juga harus siap menerima akibatnya dan belajar dari kesalahan.

    BalasHapus

Posting Komentar