
BAB 5
HIDUP DALAM KASIH DAN PELAYANAN
Bacaan
Alkitab: 1 Korintus 13:4–7, 1 Yohanes 4:7–12, Efesus 4:29–32, Markus 10:45
Yohanes
13:34–35 “Aku
memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi...”
MEMAHAMI
KASIH KRISTIANI
Kasih
merupakan salah satu dasar utama kehidupan Kristen.
Allah
terlebih dahulu mengasihi manusia.
1 Yohanes
4:19 “Kita
mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”
Kasih
Kristiani bukan hanya perasaan. Kasih harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kasih
berarti:
- peduli;
- menghargai;
- menolong;
- mengampuni;
- bersedia berkorban;
- menghormati;
- tidak membalas kejahatan dengan
kejahatan.
TELADAN
KASIH YESUS
Yesus
merupakan teladan utama dalam mengasihi manusia.
Yesus:
- menerima orang yang membutuhkan
pertolongan;
- memperhatikan orang yang
menderita;
- mengampuni;
- melayani;
- mengajarkan kebenaran;
- menunjukkan belas kasih;
- merendahkan diri untuk melayani.
Yohanes
13:34–35
Yesus
memberikan perintah agar murid-murid-Nya saling mengasihi.
Kasih
menjadi salah satu tanda kehidupan seorang murid Kristus.
KASIH
YANG TIDAK MEMENTINGKAN DIRI
Kasih
Kristiani berbeda dengan sikap yang hanya mencari keuntungan pribadi. Kasih
yang berpusat pada diri:
- “Saya menolong kalau saya
mendapatkan sesuatu.”
- “Saya baik kepada orang yang
baik kepada saya.”
- “Saya mau mengampuni kalau orang
tersebut meminta maaf terlebih dahulu.”
Kasih
Kristiani:
- menolong dengan tulus;
- menghargai orang lain;
- mau mengampuni;
- peduli kepada orang yang
membutuhkan;
- tidak mencari pujian;
- mengutamakan kebaikan.
KASIH
MENURUT 1 KORINTUS 13
Bacalah 1
Korintus 13:4–7. Kasih memiliki karakter:
1. Sabar
Tidak mudah
marah dan tidak mudah menyerah terhadap orang lain.
2. Murah
hati
Mau berbuat
baik kepada orang lain.
3. Tidak
iri hati
Tidak merasa
terganggu ketika orang lain berhasil.
4. Tidak
sombong
Tidak
menganggap diri lebih baik daripada orang lain.
5. Tidak
mencari keuntungan diri sendiri
Kasih tidak
hanya berpusat pada kepentingan pribadi.
6. Tidak
menyimpan kesalahan orang lain
Kasih
membuka ruang untuk pengampunan.
7.
Bersukacita karena kebenaran
Kasih tidak
membenarkan kesalahan, tetapi bersukacita ketika kebenaran dilakukan.
KASIH DAN
PENGAMPUNAN
Mengasihi
sesama tidak selalu mudah, terutama ketika kita disakiti.
Namun Yesus
mengajarkan pentingnya pengampunan.
Efesus
4:32
Kita
dipanggil untuk menjadi pribadi yang ramah, penuh kasih, dan saling mengampuni.
Mengampuni
bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu benar.
Mengampuni
berarti:
melepaskan
keinginan untuk membalas dan memilih jalan kasih serta kebaikan.
KASIH DAN
PELAYANAN
Kasih yang
tidak diwujudkan dalam tindakan akan sulit dirasakan oleh orang lain.
Karena itu: Kasih
→ Kepedulian → Tindakan → Pelayanan → Dampak
Pelayanan
adalah salah satu cara nyata untuk menyatakan kasih Allah.
Contoh
pelayanan:
Di rumah
- membantu orang tua;
- memperhatikan anggota keluarga;
- membantu saudara.
Di
sekolah
- membantu teman belajar;
- menghargai guru;
- membangun pertemanan yang sehat;
- menolong teman yang mengalami
kesulitan.
Di gereja
- membantu kegiatan;
- menggunakan talenta;
- melayani sesuai kemampuan.
Di
masyarakat
- peduli lingkungan;
- membantu kegiatan sosial;
- menunjukkan kepedulian kepada
orang yang membutuhkan.
Di dunia
digital
- membuat konten positif;
- memberikan komentar yang
membangun;
- tidak menyebarkan kebencian;
- tidak melakukan cyberbullying.
MELAYANI
DENGAN KERENDAHAN HATI
Yesus
memberikan teladan bahwa kepemimpinan dan pelayanan bukan tentang mencari
kedudukan.
Markus
10:45
Yesus datang
bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.
Karena itu,
seorang Kristen dipanggil untuk memiliki hati seorang pelayan.
Sikap
seorang pelayan:
- rendah hati;
- bertanggung jawab;
- dapat dipercaya;
- mau belajar;
- tidak mencari pujian;
- peduli kepada orang lain;
- bersedia bekerja sama.
KASIH
DALAM KEHIDUPAN DIGITAL
Media sosial
dapat menjadi tempat untuk menunjukkan kasih, tetapi juga dapat menjadi tempat
munculnya konflik.
Sebelum
memposting atau berkomentar, tanyakan:
T — True: Apakah benar?
A — Appropriate: Apakah pantas?
K — Kind: Apakah disampaikan dengan kasih?
S — Safe: Apakah aman dan tidak merugikan
orang lain?
Seorang
Kristen dipanggil untuk menjadi terang juga dalam dunia digital.
Efesus
4:29
Perkataan
kita seharusnya membangun dan memberi manfaat bagi orang yang mendengarnya.
Kasih
Kristiani tidak berhenti ketika kita keluar dari gereja. Kasih juga harus
terlihat dalam cara kita berkomunikasi di dunia digital.
KOMITMEN
“Saya mau belajar mengasihi seperti Kristus mengasihi. Saya mau
menggunakan perkataan, kemampuan, waktu, dan tindakan saya untuk melayani dan
menjadi berkat bagi keluarga, sekolah, gereja, masyarakat, dan dunia digital.”
RANGKUMAN
1.
Allah
adalah sumber kasih.
2.
Yesus
merupakan teladan utama dalam mengasihi manusia.
3.
Murid
Kristus dipanggil untuk saling mengasihi.
4.
Kasih
harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
5.
Kasih
berkaitan erat dengan pelayanan.
6.
Mengampuni
merupakan salah satu bentuk kasih.
7.
Pelayanan
harus dilakukan dengan kerendahan hati.
8.
Kasih
Kristiani juga harus diterapkan dalam dunia digital.
TUGAS
HARI INI:
1. Seorang siswa melihat unggahan
temannya. Beberapa orang memberikan komentar yang mengejek dan merendahkan. Ia
tergoda untuk ikut memberikan komentar karena takut dianggap berbeda dari
kelompoknya. Apa yang seharusnya dilakukan siswa tersebut? Apakah ikut mengejek
dapat disebut sebagai bentuk kasih? Bagaimana prinsip Yohanes 13:34–35
diterapkan dalam situasi tersebut? Bagaimana cara memberikan komentar yang
membangun? Apa dampak perkataan kita terhadap kehidupan orang lain?
2. Apakah mengasihi berarti kita harus
selalu menyetujui semua tindakan orang lain? Berikan jawaban berdasarkan
prinsip kasih dalam Alkitab.
1. siswa tersebut sebaiknya tidak ikut mengejek, walaupun takut dianggap beda dari teman-temannya. ikut mengejek bukan bentuk kasih, karena bisa menyakiti orang lain. sesuai Yohanes 13:34–35, kita harus saling mengasihi seperti Yesus mengasihi kita jadi, komentarnya bisa diganti dengan kata-kata yang sopan dan membangun, misalnya memberi dukungan atau menyampaikan pendapat tanpa merendahkan. perkataan kita bisa membuat orang lain merasa dihargai atau malah terluka.
BalasHapus2. tidak, mengasihi bukan berarti kita harus selalu menyetujui semua tindakan orang lain. kalau tindakannya salah, kita tetap bisa mengasihi dengan cara menegur atau mengingatkan dengan baik, bukan malah membenci atau merendahkannya.
1. tidak ikut dalam memberikan komentar yang jelek. ikut mengejek tidak termasuk kasih. Untuk tidak mementingkan diri sendiri. Mengomentari nya dengan pujian atau positif. kita bisa membuat hidup orang itu baik jika memberi komentar yang baik, dan buruk jika kita memberi komentar yang buruk.
BalasHapus2. Menurut Efesus 4:32
Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang ramah, penuh kasih, dan saling mengampuni.
Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu benar.
Nama:Sintya Sihombing
BalasHapusKelas:10
1.Sebaiknya tidak ikut mengejek, karena mengejek bukan bentuk kasih. Terapkan Yohanes 13:34–35 dengan saling menghargai dan memberi komentar yang baik. Perkataan kita bisa membangun atau menyakiti orang lain.
2.Tidak. Mengasihi bukan berarti menyetujui semua tindakan. Kita tetap bisa menegur kesalahan dengan baik dan penuh kasih.
1. Seharusnya siswa itu tidak mengejek.
BalasHapusTidak, mengejek dan merendahkan orang lain dapat menyakiti perasaan dan bukan bentuk kasih.
Prinsip dari ayat tsb mengajarkan kita agar saling mengasihi. Cara nya gunakan kata kata yang sopan, positif, dan memberi semangat. Dampaknya bisa membangun kepercayaan diri dan memberiksn semangat, tetapi perkataan yg kasar dapat menyakiti hati dan merasa rendah diri.
2.Tidak. Mengasihi bukan berarti kita harus menyetujui semua tindakan orang lain. Kasih berarti menghargai serta peduli kepada orang tersebut, tetapi tetap berani mengingatkan jika tindakannya salah atau merugikan.
Berdasarkan prinsip kasih dalam Alkitab, kita harus menyampaikan kebenaran dengan sopan, sabar, dan tidak merendahkan.
1. siswi tersebut seharusnya tidak mengomentari yang buruk buruk juga, melainkan memberi support kepada teman nya. seperti firman Tuhan di kitab Yohanes 13:34-35, kita harus saling mengasihi sesama manusia. Jikalau siswi tersebut ikutan mengejek temannya, temannya pasti akan merasakan sakit hati.
BalasHapus2.Tidak, jikalau prinsip orang lain tidak sesuai dengan firman Allah, iti sama saja dengan melanggar firman Allah.
1. Sebagai siswa seharusnya tidak saling mengejek. Tidak, mengejek dan merendahkan orang lain dapat menyakiti perasaan dan bukan bentuk kasih.
BalasHapusPrinsip dari ayat tsb mengajarkan kita agar saling mengasihi. Cara nya gunakan kata kata yang sopan, positif, dan memberi semangat. Dampaknya bisa membangun kepercayaan diri dan memberiksn semangat, tetapi perkataan yg kasar dapat menyakiti hati dan merasa rendah diri.
2.Tidak. Mengasihi bukan berarti kita harus menyetujui semua tindakan orang lain. Kasih berarti menghargai dan peduli kepada orang tersebut, tetapi tetap berani mengingatkan jika tindakannya salah atau merugikan.Dan menurut prinsip kasih dalam Alkitab, kita harus menyampaikan kebenaran dengan sopan, sabar, dan tidak merendahkan. jadi, kita dapat tidak setuju terhadap suatu tindakan tanpa membenci orangnya.
1.A.menasihati kawan yang mengejrk tersebut agar tidak memberikan komen ujaran kebencian
BalasHapusB. tidak
C. dengan mengajarkan teman teman yg mengejek tsb untuk saling mengasihi
D. dengan memberikan komentar positif seperti pujian dan memberikan komentar penyemangat.
E.orang tersebut akan kepikiran tentang komentar yang kita berikan
2.tidak,mengasihi bukan berarti kita harus selalu menyetujui semua tindakan orang lain. kalau tindakan mereka salah, kita harus bisa mengasihi dengan cara menegur atau mengingatkan dengan baik, bukan malah membenci atau merendahkannya.
1.Langkah yang tepat untuk di lakukan siswa itu harusnya tidak ikut mengejek, Walaupun berbeda pendapat dengan teman teman lainnya, prinsip yang perlu di terapkan dari Yohanes 13 :34-35 karena kasih itu adalah, Kasih berarti:
BalasHapuspeduli;
menghargai;
menolong;
mengampuni;
bersedia berkorban;
menghormati;
tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
2.Tidak, Mengasihi sesama itu adalah Memperlakukan sesama manusia seperti diri sendiri, termasuk mengampuni dan berbuat baik kepada musuh, Bukan selalu menyetujui semua tindakan orang lain
1. daripada berkomentar jelek mending tidak usah komen, karna pada Yohanes 13:34-35 berisi bahwa kita harus saling mengasihi, dan jika kita ingin berkomentar berikan lah komentar yang menyemangatkannya karna apa yang kita katakan kepada siapa pun akan sangat berdampak pada mental orang lain
BalasHapus2. tidak selalu karna jika tindakan tersebut mengarah ke hal yang negatif kasih tidak membenarkan hal tersebut