PAK KELAS 10 - BAB 5 | HIDUP DALAM KASIH DAN PELAYANAN - 2026

 

BAB 5

HIDUP DALAM KASIH DAN PELAYANAN

Bacaan Alkitab: 1 Korintus 13:4–7, 1 Yohanes 4:7–12, Efesus 4:29–32, Markus 10:45

Yohanes 13:34–35 “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi...”

MEMAHAMI KASIH KRISTIANI

Kasih merupakan salah satu dasar utama kehidupan Kristen.

Allah terlebih dahulu mengasihi manusia.

1 Yohanes 4:19 “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.”

Kasih Kristiani bukan hanya perasaan. Kasih harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kasih berarti:

  • peduli;
  • menghargai;
  • menolong;
  • mengampuni;
  • bersedia berkorban;
  • menghormati;
  • tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

TELADAN KASIH YESUS

Yesus merupakan teladan utama dalam mengasihi manusia.

Yesus:

  • menerima orang yang membutuhkan pertolongan;
  • memperhatikan orang yang menderita;
  • mengampuni;
  • melayani;
  • mengajarkan kebenaran;
  • menunjukkan belas kasih;
  • merendahkan diri untuk melayani.

Yohanes 13:34–35

Yesus memberikan perintah agar murid-murid-Nya saling mengasihi.

Kasih menjadi salah satu tanda kehidupan seorang murid Kristus.

KASIH YANG TIDAK MEMENTINGKAN DIRI

Kasih Kristiani berbeda dengan sikap yang hanya mencari keuntungan pribadi. Kasih yang berpusat pada diri:

  • “Saya menolong kalau saya mendapatkan sesuatu.”
  • “Saya baik kepada orang yang baik kepada saya.”
  • “Saya mau mengampuni kalau orang tersebut meminta maaf terlebih dahulu.”

Kasih Kristiani:

  • menolong dengan tulus;
  • menghargai orang lain;
  • mau mengampuni;
  • peduli kepada orang yang membutuhkan;
  • tidak mencari pujian;
  • mengutamakan kebaikan.

KASIH MENURUT 1 KORINTUS 13

Bacalah 1 Korintus 13:4–7. Kasih memiliki karakter:

1. Sabar

Tidak mudah marah dan tidak mudah menyerah terhadap orang lain.

2. Murah hati

Mau berbuat baik kepada orang lain.

3. Tidak iri hati

Tidak merasa terganggu ketika orang lain berhasil.

4. Tidak sombong

Tidak menganggap diri lebih baik daripada orang lain.

5. Tidak mencari keuntungan diri sendiri

Kasih tidak hanya berpusat pada kepentingan pribadi.

6. Tidak menyimpan kesalahan orang lain

Kasih membuka ruang untuk pengampunan.

7. Bersukacita karena kebenaran

Kasih tidak membenarkan kesalahan, tetapi bersukacita ketika kebenaran dilakukan.

KASIH DAN PENGAMPUNAN

Mengasihi sesama tidak selalu mudah, terutama ketika kita disakiti.

Namun Yesus mengajarkan pentingnya pengampunan.

Efesus 4:32

Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang ramah, penuh kasih, dan saling mengampuni.

Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu benar.

Mengampuni berarti:

melepaskan keinginan untuk membalas dan memilih jalan kasih serta kebaikan.

KASIH DAN PELAYANAN

Kasih yang tidak diwujudkan dalam tindakan akan sulit dirasakan oleh orang lain.

Karena itu: Kasih → Kepedulian → Tindakan → Pelayanan → Dampak

Pelayanan adalah salah satu cara nyata untuk menyatakan kasih Allah.

Contoh pelayanan:

Di rumah

  • membantu orang tua;
  • memperhatikan anggota keluarga;
  • membantu saudara.

Di sekolah

  • membantu teman belajar;
  • menghargai guru;
  • membangun pertemanan yang sehat;
  • menolong teman yang mengalami kesulitan.

Di gereja

  • membantu kegiatan;
  • menggunakan talenta;
  • melayani sesuai kemampuan.

Di masyarakat

  • peduli lingkungan;
  • membantu kegiatan sosial;
  • menunjukkan kepedulian kepada orang yang membutuhkan.

Di dunia digital

  • membuat konten positif;
  • memberikan komentar yang membangun;
  • tidak menyebarkan kebencian;
  • tidak melakukan cyberbullying.

MELAYANI DENGAN KERENDAHAN HATI

Yesus memberikan teladan bahwa kepemimpinan dan pelayanan bukan tentang mencari kedudukan.

Markus 10:45

Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani.

Karena itu, seorang Kristen dipanggil untuk memiliki hati seorang pelayan.

Sikap seorang pelayan:

  • rendah hati;
  • bertanggung jawab;
  • dapat dipercaya;
  • mau belajar;
  • tidak mencari pujian;
  • peduli kepada orang lain;
  • bersedia bekerja sama.

KASIH DALAM KEHIDUPAN DIGITAL

Media sosial dapat menjadi tempat untuk menunjukkan kasih, tetapi juga dapat menjadi tempat munculnya konflik.

Sebelum memposting atau berkomentar, tanyakan:

T — True: Apakah benar?

A — Appropriate: Apakah pantas?

K — Kind: Apakah disampaikan dengan kasih?

S — Safe: Apakah aman dan tidak merugikan orang lain?

Seorang Kristen dipanggil untuk menjadi terang juga dalam dunia digital.

Efesus 4:29

Perkataan kita seharusnya membangun dan memberi manfaat bagi orang yang mendengarnya.

Kasih Kristiani tidak berhenti ketika kita keluar dari gereja. Kasih juga harus terlihat dalam cara kita berkomunikasi di dunia digital.

KOMITMEN

“Saya mau belajar mengasihi seperti Kristus mengasihi. Saya mau menggunakan perkataan, kemampuan, waktu, dan tindakan saya untuk melayani dan menjadi berkat bagi keluarga, sekolah, gereja, masyarakat, dan dunia digital.”

RANGKUMAN

1.    Allah adalah sumber kasih.

2.    Yesus merupakan teladan utama dalam mengasihi manusia.

3.    Murid Kristus dipanggil untuk saling mengasihi.

4.    Kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

5.    Kasih berkaitan erat dengan pelayanan.

6.    Mengampuni merupakan salah satu bentuk kasih.

7.    Pelayanan harus dilakukan dengan kerendahan hati.

8.    Kasih Kristiani juga harus diterapkan dalam dunia digital.

TUGAS HARI INI:

1.    Seorang siswa melihat unggahan temannya. Beberapa orang memberikan komentar yang mengejek dan merendahkan. Ia tergoda untuk ikut memberikan komentar karena takut dianggap berbeda dari kelompoknya. Apa yang seharusnya dilakukan siswa tersebut? Apakah ikut mengejek dapat disebut sebagai bentuk kasih? Bagaimana prinsip Yohanes 13:34–35 diterapkan dalam situasi tersebut? Bagaimana cara memberikan komentar yang membangun? Apa dampak perkataan kita terhadap kehidupan orang lain?

2.    Apakah mengasihi berarti kita harus selalu menyetujui semua tindakan orang lain? Berikan jawaban berdasarkan prinsip kasih dalam Alkitab.

Komentar

  1. 1. siswa tersebut sebaiknya tidak ikut mengejek, walaupun takut dianggap beda dari teman-temannya. ikut mengejek bukan bentuk kasih, karena bisa menyakiti orang lain. sesuai Yohanes 13:34–35, kita harus saling mengasihi seperti Yesus mengasihi kita jadi, komentarnya bisa diganti dengan kata-kata yang sopan dan membangun, misalnya memberi dukungan atau menyampaikan pendapat tanpa merendahkan. perkataan kita bisa membuat orang lain merasa dihargai atau malah terluka.

    2. tidak, mengasihi bukan berarti kita harus selalu menyetujui semua tindakan orang lain. kalau tindakannya salah, kita tetap bisa mengasihi dengan cara menegur atau mengingatkan dengan baik, bukan malah membenci atau merendahkannya.

    BalasHapus
  2. 1. tidak ikut dalam memberikan komentar yang jelek. ikut mengejek tidak termasuk kasih. Untuk tidak mementingkan diri sendiri. Mengomentari nya dengan pujian atau positif. kita bisa membuat hidup orang itu baik jika memberi komentar yang baik, dan buruk jika kita memberi komentar yang buruk.

    2. Menurut Efesus 4:32

    Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang ramah, penuh kasih, dan saling mengampuni.
    Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu benar.

    BalasHapus
  3. Nama:Sintya Sihombing
    Kelas:10
    1.Sebaiknya tidak ikut mengejek, karena mengejek bukan bentuk kasih. Terapkan Yohanes 13:34–35 dengan saling menghargai dan memberi komentar yang baik. Perkataan kita bisa membangun atau menyakiti orang lain.
    2.Tidak. Mengasihi bukan berarti menyetujui semua tindakan. Kita tetap bisa menegur kesalahan dengan baik dan penuh kasih.

    BalasHapus
  4. 1. Seharusnya siswa itu tidak mengejek.
    Tidak, mengejek dan merendahkan orang lain dapat menyakiti perasaan dan bukan bentuk kasih.
    Prinsip dari ayat tsb mengajarkan kita agar saling mengasihi. Cara nya gunakan kata kata yang sopan, positif, dan memberi semangat. Dampaknya bisa membangun kepercayaan diri dan memberiksn semangat, tetapi perkataan yg kasar dapat menyakiti hati dan merasa rendah diri.

    2.Tidak. Mengasihi bukan berarti kita harus menyetujui semua tindakan orang lain. Kasih berarti menghargai serta peduli kepada orang tersebut, tetapi tetap berani mengingatkan jika tindakannya salah atau merugikan.
    Berdasarkan prinsip kasih dalam Alkitab, kita harus menyampaikan kebenaran dengan sopan, sabar, dan tidak merendahkan.

    BalasHapus
  5. 1. siswi tersebut seharusnya tidak mengomentari yang buruk buruk juga, melainkan memberi support kepada teman nya. seperti firman Tuhan di kitab Yohanes 13:34-35, kita harus saling mengasihi sesama manusia. Jikalau siswi tersebut ikutan mengejek temannya, temannya pasti akan merasakan sakit hati.


    2.Tidak, jikalau prinsip orang lain tidak sesuai dengan firman Allah, iti sama saja dengan melanggar firman Allah.

    BalasHapus
  6. 1. Sebagai siswa seharusnya tidak saling mengejek. Tidak, mengejek dan merendahkan orang lain dapat menyakiti perasaan dan bukan bentuk kasih.
    Prinsip dari ayat tsb mengajarkan kita agar saling mengasihi. Cara nya gunakan kata kata yang sopan, positif, dan memberi semangat. Dampaknya bisa membangun kepercayaan diri dan memberiksn semangat, tetapi perkataan yg kasar dapat menyakiti hati dan merasa rendah diri.

    2.Tidak. Mengasihi bukan berarti kita harus menyetujui semua tindakan orang lain. Kasih berarti menghargai dan peduli kepada orang tersebut, tetapi tetap berani mengingatkan jika tindakannya salah atau merugikan.Dan menurut prinsip kasih dalam Alkitab, kita harus menyampaikan kebenaran dengan sopan, sabar, dan tidak merendahkan. jadi, kita dapat tidak setuju terhadap suatu tindakan tanpa membenci orangnya.

    BalasHapus
  7. 1.A.menasihati kawan yang mengejrk tersebut agar tidak memberikan komen ujaran kebencian
    B. tidak
    C. dengan mengajarkan teman teman yg mengejek tsb untuk saling mengasihi
    D. dengan memberikan komentar positif seperti pujian dan memberikan komentar penyemangat.
    E.orang tersebut akan kepikiran tentang komentar yang kita berikan

    2.tidak,mengasihi bukan berarti kita harus selalu menyetujui semua tindakan orang lain. kalau tindakan mereka salah, kita harus bisa mengasihi dengan cara menegur atau mengingatkan dengan baik, bukan malah membenci atau merendahkannya.

    BalasHapus
  8. 1.Langkah yang tepat untuk di lakukan siswa itu harusnya tidak ikut mengejek, Walaupun berbeda pendapat dengan teman teman lainnya, prinsip yang perlu di terapkan dari Yohanes 13 :34-35 karena kasih itu adalah, Kasih berarti:
    peduli;
    menghargai;
    menolong;
    mengampuni;
    bersedia berkorban;
    menghormati;
    tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

    2.Tidak, Mengasihi sesama itu adalah Memperlakukan sesama manusia seperti diri sendiri, termasuk mengampuni dan berbuat baik kepada musuh, Bukan selalu menyetujui semua tindakan orang lain

    BalasHapus
  9. 1. daripada berkomentar jelek mending tidak usah komen, karna pada Yohanes 13:34-35 berisi bahwa kita harus saling mengasihi, dan jika kita ingin berkomentar berikan lah komentar yang menyemangatkannya karna apa yang kita katakan kepada siapa pun akan sangat berdampak pada mental orang lain
    2. tidak selalu karna jika tindakan tersebut mengarah ke hal yang negatif kasih tidak membenarkan hal tersebut

    BalasHapus

Posting Komentar