DARI KEGAGALAN MENJADI PEMULIHAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 

DARI KEGAGALAN MENJADI PEMULIHAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-98, Tahun 2026: 2 Tawarikh 10-13

Yohanes 21:15-17 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Kegagalan sering membuat seseorang merasa tidak layak dan kehilangan harapan. Hal ini juga dialami oleh Petrus. Ia pernah menyangkal Yesus tiga kali saat Yesus menghadapi penderitaan.

Namun kisah Petrus tidak berakhir dalam kegagalan. Setelah kebangkitan, Yesus menjumpainya dan memulihkan hidupnya. Tiga kali Yesus bertanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?”, bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk memulihkan hati Petrus.

Yesus tidak hanya mengampuni Petrus, tetapi juga mempercayakan tugas kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Ini menunjukkan bahwa Tuhan bukan hanya memulihkan, tetapi juga memakai kembali orang yang pernah jatuh.

Kehidupan Petrus menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir. Ia yang pernah takut dan menyangkal, kemudian menjadi pemberita Injil yang berani. Tuhan melihat masa depan kita, bukan hanya masa lalu kita.

Seperti barang yang rusak lalu diperbaiki dan kembali digunakan. Bahkan kadang menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Demikian juga Tuhan sanggup memulihkan hidup kita.

Kegagalan bukan akhir dari hidup kita. Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih. Tuhan masih mau memakai kita untuk rencana-Nya. Kasih kepada Tuhan membawa pemulihan.

Petrus dipulihkan setelah menyangkal Yesus. Seperti barang rusak yang diperbaiki menjadi berguna kembali. Tuhan memberi kesempatan baru.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

 

Komentar

  1. Kegagalan bukan akhir dari hidup kita.

    BalasHapus
  2. Kegagalan bukan akhir dari hidup kita. Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih. Tuhan masih mau memakai kita untuk rencana-Nya. Kasih kepada Tuhan membawa pemulihan.

    BalasHapus
  3. Amen, Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih.

    BalasHapus
  4. kehidupan Petrus menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir. Ia yang pernah takut dan menyangkal, kemudian menjadi pemberita Injil yang berani. Tuhan melihat masa depan kita, bukan hanya masa lalu kita

    BalasHapus
  5. Tuhan melihat masa depan kita, bukan hanya masa lalu kita. Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih. Tuhan masih mau memakai kita untuk rencana-Nya.

    BalasHapus
  6. Tuhan bukan hanya memulihkan, tetapi juga memakai kembali orang yang pernah jatuh.

    BalasHapus
  7. Kegagalan sering membuat seseorang merasa tidak layak dan kehilangan harapan. Hal ini juga dialami oleh Petrus. Ia pernah menyangkal Yesus tiga kali saat Yesus menghadapi penderitaan.

    BalasHapus
  8. dea yosifa artasasta sagalaRabu, April 08, 2026 8:17:00 AM

    Seperti barang yang rusak lalu diperbaiki dan kembali digunakan. Bahkan kadang menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Demikian juga Tuhan sanggup memulihkan hidup kita.

    BalasHapus
  9. Kegagalan bukan akhir dari hidup kita. Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih. Tuhan masih mau memakai kita untuk rencana-Nya. Kasih kepada Tuhan membawa pemulihan

    BalasHapus
  10. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Tuhan bukan hanya mengampuni, tetapi juga memulihkan dan tetap mempercayakan kita untuk dipakai dalam rencana Nya

    BalasHapus
  11. kehidupan Petrus menjadi bukti bahwa kegagalan bukan akhir. Ia yang pernah takut dan menyangkal, kemudian menjadi pemberita Injil yang berani. Tuhan melihat masa depan kita, bukan hanya masa lalu kita Rachel Tiara Boru sijabat

    BalasHapus
  12. Demikian juga Tuhan sanggup memulihkan hidup kita.
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  13. Tuhan melihat masa depan kita, bukan hanya masa lalu kita.

    BalasHapus
  14. Petrus dipulihkan setelah menyangkal Yesus. Seperti barang rusak yang diperbaiki menjadi berguna kembali. Tuhan memberi kesempatan baru.

    BalasHapus
  15. Tuhan mampu mengubah dan memulihkan. Bahkan Tuhan memakai kita menjadi alat kemuliaan-Nya.

    BalasHapus
  16. Yesus tidak hanya mengampuni Petrus, tetapi juga mempercayakan tugas kepadanya

    BalasHapus
  17. Kegagalan bukan akhir dari hidup kita. Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih. Tuhan masih mau memakai kita untuk rencana-Nya. Kasih kepada Tuhan

    BalasHapus
  18. Balasan
    1. Kegagalan bukan akhir dari hidup kita. Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih. Tuhan masih mau memakai kita untuk rencana-Nya. Kasih kepada Tuhan membawa pemulihan.

      Hapus
  19. Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih. Tuhan masih mau memakai kita untuk rencana-Nya...

    BalasHapus
  20. Firman yang memberkati luar biasa, pemulihan terjadi oleh karena kasih dan penerimaan.

    BalasHapus
  21. “Tuhan mampu mengubah dan memulihkan. Bahkan Tuhan memakai kita menjadi alat kemuliaan-Nya. ..”

    BalasHapus
  22. zefanya robintang LumbantoruanJumat, April 10, 2026 8:37:00 AM

    Tuhan mengampuni dan memulihkan dengan kasih

    BalasHapus
  23. Kegagalan sering membuat seseorang merasa tidak layak dan kehilangan harapan.

    BalasHapus

Posting Komentar