BUKAN SIAPA KITA, TETAPI BERSAMA SIAPA KITA - NEHEMIA PASARIBU | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 


BUKAN SIAPA KITA, TETAPI BERSAMA SIAPA KITA

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-206, Tahun 2026: Yehezkiel 7-10

Roma 8:31 “Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?”

Dalam kehidupan, kita sering merasa minder karena melihat keterbatasan diri. Kita bertanya, "Apakah saya cukup mampu? Apakah saya cukup pintar? Apakah saya cukup berpengaruh?" Dunia sering menilai seseorang dari siapa dirinya, apa jabatannya, atau apa yang dimilikinya.

Namun, Firman Tuhan mengajarkan sebuah kebenaran yang lebih dalam: keberhasilan hidup bukan terutama ditentukan oleh siapa kita, tetapi oleh bersama siapa kita.

Musa hanyalah seorang gembala, tetapi bersama Tuhan ia memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Daud hanyalah seorang gembala muda, tetapi bersama Tuhan ia mengalahkan Goliat. Para murid Yesus adalah orang-orang biasa, namun setelah hidup bersama Kristus dan dipenuhi Roh Kudus, mereka dipakai Tuhan untuk mengubah dunia.

Kekuatan mereka bukan berasal dari kemampuan pribadi, melainkan dari penyertaan Allah. Demikian juga dalam hidup kita. Mungkin kita merasa lemah, kurang berpengalaman, atau menghadapi tantangan yang besar. Namun jika Tuhan menyertai kita, tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Karena itu, jangan hanya berfokus pada keterbatasan diri. Fokuslah pada kebesaran Tuhan yang menyertai setiap langkah kita. Ketika kita berjalan bersama-Nya, Dia memberikan hikmat saat kita bingung, kekuatan saat kita lemah, pengharapan saat kita putus asa, dan damai sejahtera saat menghadapi badai kehidupan.

Firman Tuhan, bukan mengajarkan bahwa orang percaya tidak akan menghadapi tantangan, melainkan menegaskan bahwa tidak ada kuasa apa pun yang dapat menggagalkan rencana Allah bagi mereka yang hidup di dalam Kristus.

1. Penyertaan Allah lebih besar daripada kemampuan manusia

Paulus tidak berkata, "Jika kita kuat..." atau "Jika kita mampu..." Ia berkata, "Jika Allah di pihak kita..."

Fokusnya bukan pada kemampuan manusia, tetapi pada kebesaran Allah. Dunia sering mengukur seseorang dari pendidikan, jabatan, kekayaan, atau pengaruhnya. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa kemenangan sejati tidak bergantung pada siapa kita, melainkan pada Allah yang menyertai kita.

2. Bersama Tuhan, ketakutan berubah menjadi keberanian

Ungkapan "Siapakah yang akan melawan kita?" bukan berarti tidak ada lawan, tetapi tidak ada lawan yang dapat mengalahkan rencana Allah.

Daud adalah contoh nyata. Secara manusia ia tidak sebanding dengan Goliat. Namun Daud tidak datang dengan mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia berkata:

"Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam..." (1 Samuel 17:45).

Daud menang bukan karena siapa dirinya, tetapi karena siapa yang menyertainya.

3. Identitas orang percaya ada di dalam Kristus

Roma 8 mengajarkan bahwa orang percaya adalah anak-anak Allah, dipimpin oleh Roh Kudus, dan dikasihi dengan kasih yang tidak dapat dipisahkan oleh apa pun (Roma 8:14–39).

Karena itu, identitas kita bukan dibangun atas prestasi atau kegagalan, tetapi atas hubungan kita dengan Kristus. Bersama Dia, kita memperoleh pengharapan, kekuatan, dan keberanian menghadapi setiap musim kehidupan.

Tema "Bukan siapa kita, tetapi bersama siapa kita" mengajak kita untuk:

  • Tidak mengandalkan kemampuan sendiri, tetapi bersandar kepada Tuhan.
  • Tetap percaya ketika menghadapi tantangan karena Allah menyertai kita.
  • Membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa dan Firman.
  • Menjalani hidup sebagai penyembahan yang memuliakan Allah dalam setiap keputusan dan tindakan.

Orang yang berjalan bersama Tuhan mungkin tetap menghadapi pergumulan, tetapi ia tidak pernah berjalan sendirian.

Keberhasilan hidup bukan ditentukan oleh siapa kita menurut ukuran dunia, tetapi oleh siapa yang menyertai kita. Ketika Allah di pihak kita, keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi karya-Nya. Penyertaan Tuhan memberikan keberanian kepada yang lemah, hikmat kepada yang bingung, dan pengharapan kepada yang putus asa.

Hari ini, jangan bertanya, "Siapa saya?" tetapi bertanyalah, "Apakah saya berjalan bersama Tuhan?" Sebab ketika Tuhan ada di pihak kita, penyertaan-Nya lebih besar daripada segala tantangan yang kita hadapi.

"Kemenangan hidup tidak dimulai dari siapa kita, tetapi dari keyakinan bahwa Allah berjalan bersama kita. Bersama Tuhan, orang biasa dapat dipakai untuk melakukan perkara-perkara yang luar biasa." 

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar