KITAB PUISI
Alkitab merupakan
salah satu buku yang paling berpengaruh di dunia. Menjelaskan
pertanyaan-pertanyaan besar mengenai kehidupan. Buku ini menginspirasi banyak
orang untuk melakukan hal-hal yang besar
Semua kitab
dan ayat di ALKITAB (Kejadian – Wahyu) adalah sederajat. Ayat-ayat tersebut
disusun dengan cara yang sangat ajaib dan tentu saja jika bukan campur tangan
Tuhan, ALKITAB tidak akan pernah sampai ke tangan kita hari ini. Karena Firman
Tuhan merupakan Tuhan sendiri (Yohanes 1:1), maka ayat-ayat, pasal-pasal, dan
kitab-kitab di dalam ALKITAB tidak mungkin saling bertentangan satu sama
lain.
Kitab puisi
dalam Alkitab (Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung) bukan sekadar
karya sastra, tetapi merupakan ekspresi iman, pergumulan hidup, dan refleksi
teologis umat Allah.
Puisi lahir
dari realitas hidup: 1. Penderitaan (Ayub), 2. Kegagalan hidup (Pengkhotbah),
3. Kehidupan sehari-hari (Amsal), 4. Cinta manusia (Kidung Agung). 5. Hubungan
pribadi dengan Tuhan (Mazmur). Jadi puisi: bukan teori, tetapi refleksi
pengalaman nyata manusia di hadapan Allah
Kitab puisi
adalah: “bahasa hati iman” dalam Alkitab. Ia tidak hanya memberi
informasi teologis, tetapi: Membentuk cara berpikir, mengarahkan kehidupan, memperdalam
relasi dengan Tuhan
Secara umum
terdiri dari:
1.
Ayub →
penderitaan & keadilan Allah
2.
Mazmur → doa,
pujian, ibadah
3.
Amsal → hikmat
praktis
4.
Pengkhotbah →
makna hidup
5.
Kidung Agung →
cinta & relasi
KARAKTER
SETIAP KITAB
1.
Ayub mengajarkan
hikmat, bawasanya Allah adalah Hakim yang adil, sekalipun yang dialami manusia
seperti Ayub seakan akan tidak adil.
- Tema: penderitaan orang benar
- Pertanyaan: Mengapa orang
benar menderita?
- Pendekatan: dialog & puisi
filosofis
2.
Mazmur mengajarkan
hikmat untuk senantiasa taat kepada semua perintah sesuai petunjuk
hukum-hukumNya.
- 150 pasal puisi
- Jenis:
- Pujian
- Ratapan
- Syukur
- Hikmat
- Fungsi: ibadah & doa
3.
Amsal mengajarkan
hikmat bahwa orang benar akan diberkati, sedangkan orang fasik pasti
dihukum.
- Hikmat praktis
- Fokus:
- Moral
- Etika
- Kehidupan sehari-hari
4.
Pengkhotbah mengajarkan
hikmat bahwa pada akhirnya akan ada penghakiman Allah.
- Tema: kesia-siaan hidup (“vanity”)
- Pendekatan: refleksi filosofis
- Kesimpulan: takut akan Tuhan
5. Kidung
Agung mengajarkan hikmat, bawasanya Tuhan adalah Hikmat kasih sumber segala
kasih
- Puisi cinta
- Interpretasi:
- Literal (cinta manusia)
- Alegoris (Allah & umat)
SHARE
KITAB PUISI:
1.
Kitab Ayub:
"Jangan
takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar cara untuk menang. Tuhan tidak
pernah salah menempatkan hamba-Nya dalam ujian—karena Dia tahu kita kuat,
bahkan saat kita merasa lemah."
Kitab Ayub
berbicara tentang seorang tokoh bernama Ayub yang hidup saleh namun mengalami
penderitaan yang berat, sebelum akhirnya dipulihkan oleh Tuhan.
Share
Bertahan Dalam Penderitaan:
a. Mengenal
b. Menawarkan
bantuan
c. Mendampingi
d. Libatkan
Tuhan
e. Percaya
Tuhan buka jalan
2.
Kitab Mazmur
"Saat
hatimu resah dan jalan terasa gelap, ingatlah: Tuhan adalah Gembala yang setia.
Ia tidak pernah tertidur dan takkan membiarkan langkahmu tersesat. Tenanglah,
karena dalam diam-Nya, Ia sedang bekerja untukmu."
Kitab Mazmur
adalah kitab yang berisi tentang banyak nyanyian dan doa. Nyanyian ini berasal
dari berbagai tokoh Alkitab. Kitab Mazmur ditulis oleh banyak penulis dari
berbagai latar belakang dan lintas generasi, sekalipun mungkin mempunyai
seorang penyunting. Penulis-penulis kitab Mazmur yang disebut antara lain
adalah: Musa, Daud, Salomo, Asaf, Heman, dan bani Korah (kelompok).
Share
Hati Nurani:
a. Terbuka
b. Komitmen
c. Respon
d. Perubahan
e. Hikmat
3.
Kitab Amsal
"Jangan
hanya kejar apa yang terlihat indah di mata, tapi kejarlah hikmat—karena dari
sanalah datangnya kehidupan yang sejati. Orang bijak bukan yang tahu segalanya,
tapi yang mau belajar dari segala hal."
Kitab Amsal
merupakan kitab yang berisi tentang nasihat-nasihat atau pengajaran tentang
hidup yang benar dan sepatutnya. Kitab ini ditulis oleh banyak penulis dari
berbagai etnis dan latar belakang profesi, tetapi Salomo adalah penulis
utamanya.
Share Pedoman
Hidup:
a. Hidup
benar
b. Hidup
yang diberkati
c. Hidup
Bijaksana
d. Hidup
dalam Roh Kudus
e. Hidup
Kudus
4.
Kitab Pengkhotbah
"Segala
sesuatu ada waktunya—waktu untuk menangis, dan waktu untuk tertawa. Jangan
buru-buru kecewa, karena apa yang tampak sia-sia hari ini bisa jadi bagian dari
rencana besar yang belum selesai ditulis."
Kitab
Pengkhotbah adalah sebuah kitab yang membahas tentang pengajaran-pengajaran
dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai “pengkhotbah”. Secara tradisional
diakui bahwa Salomo adalah penulis dari kitab pengkhotbah dan bahwa dialah yang
disebut sebagai “pengkhotbah” di kitab tersebut.
Share
Training Berulang-Ulang Sampai Yang Sia-Sia Menjadi Indah:
a. Jangan
Menyerah
b. Berbeda
c. Semangat
d. Penguasaan
Diri
e. Sadar
(Jangan Menunda Waktu)
5.
Kitab Kidung Agung
Kitab
Kidung Agung: "Kamu berharga, bahkan lebih indah dari bunga di musim semi.
Jangan ragukan dirimu hanya karena dunia tak melihat nilaimu. Dalam mata yang
benar, kamu selalu mempesona."
Kidung Agung
adalah kitab yang berisi tentang kisah dua sejoli yang sedang memadu kasih. Ini
adalah kitab percintaan yang ditulis dalam bentuk syair. Kisah dalam kitab
Kidung Agung ini adalah Salomo sendiri dengan kekasihnya, yakni gadis Sulam.
Share
Melayani Dengan Rasa Cinta:
a. Mati
b. Setia
sampai akhir
c. Dahsyat
d. Pengampunan
e. Pernikahan
1.
AYUB
Judul kitab
ini diambil dari tokoh utama yang diceritakan oleh kitab ini yaitu Ayub. Nama
Ayub berasal dari kata Ibrani IYOB dari akar kata AYAB yang artinya ‘memusuhi’
(to be hostile to), ‘menjadi musuh’ (to be an enemy), ‘aku ingin menjerit’ (I
will exclaim), ‘membenci’ (hatred), ‘celaka’ (the cry of woe). Arti
sesungguhnya sulit dipastikan karena kurangnya bukti-bukti otentik. Namun yang
pasti nama Ayub mengingatkan kita akan aib yang harus ditanggung Ayub yang
saleh dan berintegritas tinggi, sehingga ia disangka orang terkena tulah dari
Allah.
Kisah Ayub
terjadi kira-kira pada zaman Abraham, sekitar 1900 SM. Mengisahkan tentang
seorang saleh bernama Ayub yang diizinkan Tuhan untuk kehilangan segala harta
benda & kesehatannya supaya imannya dimurnikan. Ketiga temannya (Zofar,
Bildad, Elifas) menuduh Ayub telah berdosa besar sehingga ia dihukum Tuhan.
Elihu, teman Ayub yang lain mengatakan bahwa hal-hal yang terjadi itu terlalu
tinggi untuk dimengerti.
Akhirnya,
Tuhan sendiri menjawab keluhan-keluhan Ayub; Ia mengingatkan Ayub bahwa Ia
tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab Ayub & bahwa hikmat Tuhan itu
terlalu tinggi untuk dimengerti manusia. Pada akhir kisah, Tuhan memulihkan
seluruh harta, anak & kesehatan Ayub.
Kristus
dalam Tipologi dalam kitab Ayub adalah Kristus digambarkan dalam
beberapa cara di dalam kitab Ayub. Ayub mengakui adanya seorang Penebus
(19:25-27) dan berdoa untuk meminta seorang Penengah (9:33; 33:23). Dia tahu
bahwa dirinya membutuhkan seseorang yang dapat menjelaskan misteri
“penderitaan,” yang hanya dapat dijawab di dalam Kristus, yang memperkenalkan
kepada kita penderitaan dan jawaban terhadap dakwaan-dakwaan setan, yang
menentang Allah, dan mengalahkannya (Ibrani 2:14- 18; 4:15; Roma
8:32-34).
Kisah
tentang Ayub telah banyak membuat banyak orang Kristen berpikir bahwa Tuhan
berteman dengan iblis, dalam kitab Ayub 1:6-12 di mana Tuhan berbicara dengan
iblis, seolah mendiskusikan perihal mengenai Ayub, beberapa orang mengatakan
iblis adalah pesuruh Tuhan yang ditugaskan untuk mencobai kita. Sungguh
pemahaman yang keliru. Peristiwa di dalam Ayub 1:6-12 ditafsirkan bahwa Tuhan
bekerja sama atau mengijinkan iblis untuk mencelakai Ayub. Kita percaya bahwa
Tuhan yang kita sembah tidak berubah dulu, sekarang, dan selamanya (Ibrani
13:8). Dan sampai selamanya TUHAN adalah sumber segala yang baik, iblis adalah
sumber segala yang jahat, dan mereka tidak bersabahat satu dengan yang
lain
Kalau bukan
TUHAN yang mengijinkan Ayub menderita, lalu apa atau siapa yang menyebabkan dia
menderita begitu hebat?
Kita perlu
tahu bahwa Tuhan atau pun iblis tidak dapat bekerja di dalam hidup kita jika
kita tidak mengijinkannya? Firman Tuhan katakan di dalam Titus 2:11, “Karena
kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.” Tentu Anda
setuju dengan saya bahwa YESUS telah datang ke dunia 2000 tahun lalu untuk
menebus dosa seluruh dunia (Yohanes 1:29) dan membawa pendamaian antara Bapa
dengan manusia (2 Korintus 5:19, Kolose 1:20). Melalui YESUS, Bapa telah
memberikan keselamatan bagi semua orang.
Mari kita
lihat dasar ketakutan Ayub. Ayub 1:4-5
Kita tahu
Ayub takut terhadap siapa? Ya benar, Ayub takut terhadap Tuhan. Ayub berpikir
bahwa jika dia tidak menguduskan anak-anaknya setiap hari, maka Tuhan akan
menghukum mereka. Sejujurnya, ini yang terjadi dengan kebanyakan orang Kristen.
Mereka takut kepada TUHAN. Takut dalam konteks jangan-jangan Tuhan akan
memberikan yang buruk, bagaimana jika nanti TUHAN menghalangi kita dari berkat,
atau Tuhan bisa saja tidak memberikan kesembuhan kepada kita. Sungguh, kita
mengesampingkan Pribadi TUHAN yang adalah kasih jika kita berpikir seperti
ini.
Ayub 3:25
Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah
yang mendatangi aku.
Mari kita
sedikit melintas waktu ke zaman Ayub. Menurut perkiraan para ahli, kitab Ayub
ditulis sekitar 600 tahun Sebelum Masehi. Ada juga yang mengatakan 1500 tahun
Sebelum Masehi. Sungguh waktu yang jauh sebelum Yesus datang ke dunia dan
sangat jauh sebelum Alkitab ada.
Kisah Ayub
menggambarkan keintiman seorang manusia dan Tuhan. Di mana di tengah tekanan
yang besar, dengan terbukanya mengatakan apa saja kepada Tuhan seperti tanpa
ada pembatas. Mulai dari mengeluh, mengasihi diri sendiri, berprasangka buruk,
menuduh, sampai mengutuk Tuhan. Namun sisi lain, Tuhan setia ada di sana, tetap
menyatakan kasih-Nya, dan sabar menantikannya percaya kepada-Nya.
Kita bisa
membacanya dengan jelas, bagaimana selama berpuluh-puluh pasal Ayub terus
menerus mempertanyakan, menyalahkan, bahkan menantang Tuhan. Ayub marah dan
kecewa kepada Tuhan. Ayub “salah alamat”. Ayub berpikir Tuhan yang menyebabkan
semuanya itu. Siapa yang paling diuntungkan dalam situasi ini? Sudah jelas
iblis. Iblis yang menyebabkan penderitaan Ayub, tetapi Ayub menyalahkan
Tuhan.
Tidakkah
kita mulai melihat gejala ini mirip dengan sebagian orang Kristen di zaman
sekarang? Mereka menganggap Tuhan yang bertanggung jawab untuk segala sesuatu
yang buruk yang terjadi di dalam hidup mereka? Padahal Yakobus 1:17 dengan
jelas mengatakan, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang
sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya
tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”
Tapi, inilah
yang sesungguhnya iblis inginkan terjadi. Iblis begitu ingin anak-anak Tuhan
memiliki gambaran yang salah mengenai Bapa Sorgawi. Di sinilah celahnya. Ketika
kita ketakutan akan sesuatu, pada dasarnya kita sedang mengharapkan yang buruk
yang kita pikirkan itu terjadi.
Ayub membuka
opininya tentang Tuhan di Ayub 1:21, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil,
terpujilah nama Tuhan!” Lalu di tengah kesesakannya, Ayub mulai mengasihani
diri (Ayub 7:19-21), “Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan
membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Kalau aku berbuat dosa,
apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau
menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku? Dan mengapa
Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku?
Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi
aku tidak akan ada lagi.”
Apa alasan
Ayub mengungkapkan semua keluh kesahnya? Dari mana Ayub memiliki opini seperti
itu mengenai Tuhan? Ayub menjawabnya, “Dari kata orang …”
Sama seperti
kita. Mungkin kita hanya mendengar tentang Tuhan dari apa kata orang lain, dari
hamba Tuhan, dari radio, televisi, buku, atau lainnya. Tidak ada yang salah
dengan hal itu, selama sesuai dengan yang tertulis di dalam Firman Tuhan. Namun
jangan berhenti di situ. Ayub pun tidak berhenti dari mendengar kata orang, dia
melanjutkan, “tetapi sekarang mataku sendiri memandang engkau.”
Pernyataan
di atas menunjukkan bahwa Ayub membangun hubungan pribadinya dengan Tuhan dan
dengan cara itu Ayub mendapatkan opini tentang Tuhan yang jauh lebih baik. Ayub
menyadari bahwa Tuhan tidak seperti yang pernah dia dengar dari orang lain dan
tidak seperti yang pernah dia ucapkan. Itu sebabnya di ayat 6 Ayub mengatakan,
“Aku mencabut perkataanku dan menyesal …”
Kita belajar
dari kisah Ayub di atas. Milikilah waktu pribadi bersama Tuhan, meluangkan
waktu untuk merenungkan kebenaran-Nya, dan mendengar suara-Nya, agar kita
mengenal-Nya secara pribadi, bukan sekadar dari kata orang.
2.
MAZMUR
Dalam Bahasa
Ibrani, kitab Mazmur berjudul Tehilim atau Sefer Tehilim (Kitab-kitab Tahlil)
atau disingkat Tilim (Kidung pujian). Septuaginta memberi nama Psalmoi (Mazmur)
yaitu lagu-lagu atau puisi-puisi yang dinyanyikan dengan iringan musik. Kata
Psalmos berasal dari psallein artinya ‘memetik senar’ pengiring lagu.
Sekalipun
sebagian besar teks Mazmur tidak menunjukkan siapa penulisnya, namun judulnya
sering memberi petunjuk tentang penulisnya. Para penulis itu diantaranya :
Ethan menulis 1 Mazmur yaitu psl. 89; Musa menulis 1 Mazmur yaitu psl. 90;
Salomo menulis 2 Mazmur yaitu psl. 72 dan 127; Korah menulis 12 Mazmur yaitu
psl. 42, 44-49, 84-85, 87-88; Asaf menulis 12 Mazmur yaitu psl. 50,
73-83 dan Daud menulis 73 Mazmur.
Mazmur
dibagi menjadi 5 bagian:
1. Hubungan
manusia & ciptaan dengan Tuhan (pasal 1-41)
2. Hubungan
Bangsa Israel dengan Tuhan (pasal 42-72)
3. Bait
Allah & takhta Tuhan (pasal 73-89)
4.
Perjalanan iman manusia dalam hidup di dunia (pasal 90-106)
5. Ucapan
syukur kepada Tuhan atas firman-Nya pada manusia (pasal 107-150)
Tipologi
Kristsus dalam kitab Mazmur adalah: Banyak dari ayat-ayat Mazmur menceritakan
tentang Mesias dan berbicara tentang kemanusiaan dan pekerjaan Kristus.
Di tengah
melandanya ketakutan dan kekuatiran, Tuhan berbicara secara spesifik di dalam
hati saya mengenai dua pasal di atas, Mazmur 23 dan Mazmur 91. Supaya setiap
kita membaca, merenungkan, dan menghafalkannya. Perhatikan, bukan hanya membaca
saja, tetapi MENGHAFALKANNYA.
Dua pasal di
atas menuliskan mengenai janji Tuhan yang sangat luar biasa bagi setiap orang
percaya. Mazmur 23 bercerita mengenai Gembala Yang Baik, yang menjaga,
memelihara, dan menuntun kita, domba-domba-Nya. Sementara, Mazmur 91
menceritakan mengenai penjagaan dan penyertaan Tuhan bagi kita di tengah bahaya
dan kegelapan.
Tuhan ingin
kita tidak takut dan gentar, karena Dia senantiasa bersama-sama dengan kita. Di
tengah masalah, Tuhan ingin kita memandang kepada-Nya. Jadikan dua pasal ini
doa kita setiap hari, pagi saat bangun tidur (Mazmur 23) dan malam sebelum
tidur (Mazmur 91). Membaca dua pasal ini tidak lama, hanya memakan waktu
sekitar 3-5 menit saja.
Jika kita
sudah berkeluarga, bacalah dua pasal ini bersama keluarga kita. Kalau anak kita
masih terlalu kecil untuk membaca, bacakanlah untuk mereka setiap hari. Saat
kita membacanya, kita dapat mengganti kata “aku”, “engkau”, atau “kamu” pada
setiap ayat dengan nama kita atau anggota keluarga kita.
Melalui
pembacaan dua pasal di atas, Tuhan ingin kita juga mengingat bahwa kita tidak
sendiri. Ada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita.
Jangan isi
pikiran kita dengan hal-hal negatif. Isilah dengan kebenaran Firman Tuhan yang
memerdekakan. Sementara kita membaca, merenungkan, menghafal, dan mempercayai
dua pasal di atas, saya percaya terobosan besar terjadi dalam kehidupan kita.
Terobosan karir, bisnis, finansial, keluarga, studi, pelayanan, kesehatan, dan
lain sebagainya
3.AMSAL
Artinya
“peribahasa”. Sebagian besar kitab ini ditulis Salomo. Kitab ini banyak berisi
tentang peribahasa-peribahasa bijak yang dikisahkan sebagai nasihat seorang
bapak kepada anaknya.
Amsal
memperoleh namanya dari isinya yaitu pepatah atau peribahasa yang menyampaikan
kebenaran dengan cara yang ringkas dan tajam. Kata Ibrani Mashal (terjemahan
Indonesia: misal atau perumpamaan) yang juga berarti ‘paralel’ , ‘serupa’,
‘perbandingan’. Amsal merujuk pada suatu perbandingan atau tamsil yang
menggaris bawahi peribahasa moral. Sebagai pepatah ringkas, sebuah Amsal
merujuk pada suatu antitesis. Judul ini berasal dari fakta bahwa tulisan ini
adalah ringkasan pengajaran moral dan spiritual yang dirancang untuk
memungkinkan seseorang dapat hidup bijaksana
Menurut 1
Raja-raja 4:32, Salomo menggubah 3000 amsal dan 1005 lagu. Sekalipun dia memang
menulis sebagaian besar dari kitab Amsal ini, paruh terakhir menunjukkan bahwa
dia bukan satu-satunya penulis kitab ini. Rinciannya yaitu Salomo menulis psl.
1-24, koleksi Hizkia psl. 25-29, koleksi Agur psl. 30 dan koleksi Lemuel psl.
31.
Kitab ini
terdiri dari 3 bagian:
1. Nasihat
untuk orang muda (pasal 1-9)
2. Nasihat
untuk umum (pasal 10-24)
3. Nasihat
untuk pemimpin (pasal 25-31)
Tipologi
Kristus dalam kitab Amsal. Di mana kebajikan digambarkan sebagai seseorang dan
ditampilkan dengan sempurna. Itulah Allah (8:22-31), yang merupakan sumber
kehidupan biologi dan rohani (3:18; 8:35-36), yaitu kebenaran dan morall
(8:8-9) dan diberikan bagi semua yang mau menerimanya (8:1-6, 32-35). Kebajikan
ini hadir dalam daging di dalam pribadi Kristus “di dalam Dialah tersembunyi
segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kolose 2:3). “Tetapi oleh Dia, kamu
berada di dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita.
Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.” (1 Korintus 1:30 cf. 1
Korintus 1:22-24)
Amsal 8:13
Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan,
kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu
muslihat:
Ketika kita
takut akan Tuhan, Firman Tuhan mengatakan kita akan membenci kejahatan. Sangat
masuk akal. Ibaratnya, jika kita menyelam ke dalam sebuah kolam, kita dapat
pastikan seluruh tubuh kita pasti basah. Sama halnya dengan hadirat Tuhan. Kita
tidak mungkin “menyelam” ke dalam hadirat Tuhan, tetapi tidak menjadi semakin
serupa dengan Tuhan. Benar?
Logikanya,
jika kita mengenal Tuhan, kita pasti mencintai apa yang Tuhan cintai dan membenci
apa yang Tuhan benci. Jika kita mencintai yang Tuhan benci dan membenci yang
Tuhan cintai, saya meragukan kita mengenal Dia dengan benar.
Kehidupan
Yesus sendiri membuktikan hal di atas. Yesus mendeklarasikan bahwa Dia dan Bapa
adalah satu. Yohanes 5:19 mengatakan, “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari
diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang
dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”
Renungan
hari ini dapat menjadi bahan refleksi bagi kita. Melihat lagi bagaimana kita
menjalani kehidupan kita selama ini. Apakah kita sedang menjalani kehidupan
yang takut akan Tuhan atau kita sedang semakin menjauh dari Tuhan?
4.
PENGKOTBAH
Diberi nama
“pengkhotbah” karena memang berisi tentang pemikiran seseorang yang berkhotbah
di hadapan orang banyak, yaitu Salomo (pengarangnya). “Sia-sia” adalah kata
favorit sang pengkhotbah (30 kali). Kitab ini mengisahkan bahwa segala hal
(hikmat, kerja keras, kenikmatan dunia, harta kekayaan) itu sia-sia di luar
Tuhan.
Nama
Pengkhotbah berasal dari judul yang diberikan oleh Septuaginta. Istilah Yunani:
ecclesiastes, berarti ‘perhimpunan’ yang berasal dari kata ekklesia yaitu yang
dipanggil keluar untuk berhimpun bersama (kaum beriman). Judul Ibrani Qoheleth
berarti ‘seseorang yang berbicara dalam suatu qahalayak ramai’ yang biasanya
disebut ‘pengkhotbah’.
Tipologi
Kristus dalam Pengkhotbah adalah Karena Kristus sendiri penghubung manusia
kepada Tuhan, di mana manusia menemui keutuhan dan kepuasan, atau hidup dan
hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10; 7:37-38), kekosongan yang dialami
dalam hidup ini hanya dapat diisi melalui hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus.
Aspirasi manusia untuk mendapatkan kepuasan dan hidup yang berarti, hanya
ditemui di dalam Juruselamat.
Tuhan Ada di
Setiap Musim Kehidupan (Pengkhotbah 3:1-14)
Ada begitu
banyak perkara yang sudah kita lewati dalam hidup kita. Mungkin ada
perkara-perkara bodoh yang kita lakukan dan ada juga perkara-perkara baik yang
memberikan dampak bagi banyak orang.
Mengenai
hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan, saya tidak ada nasihat selain segera
perbaiki, bangkit dari kejatuhan kita, dan jadi lebih baik di masa mendatang.
Saya percaya Tuhan ingin agar kehidupan kita selalu naik, bukan turun.
Mengenai
hal-hal baik yang kita lakukan, gali dan kembangkan. Saya percaya segala
sesuatu yang baik yang kita lakukan di dalam Tuhan akan menjadi dampak luar
biasa bagi banyak orang jika kita tekuni
Allah ada di
setiap musim kehidupan. Ia ada bersama kita ketika kita sehat maupun sakit,
ketika kenyang maupun lapar, ketika sedih mau mau pun senang, ketika memperoleh
maupun kehilangan, ketika berkarya maupun tidak. Oleh karena itu, mari kita
berterima kasih kepada Allah, bersyukur kepada-Nya
Segala
sesuatu ada waktunya, dan itu berarti tidak ada yang permanen, tetap dan abadi.
Mungkin kita pernah marah atau benci, tetapi perasan itu harus segera diganti
dengan mengasihi. Tak boleh ada kebencian permanen pada seseorang. Tak boleh
ada kemarahan abadi pada sesama. Tak boleh ada dendam kesumat sepanjang waktu
terhadap orang lain. Perasaan-perasaan negatif itu harus diganti dengan
perasaan-perasaan positif seperti mengasihi, memaafkan, mengampuni, melepaskan.
Hal-hal yang negatif tidak boleh menetap dalam hati kita dan menjadi racun
dalam diri kita. Juga, tak boleh hanya menyimpan, mengumpulkan, menumpuk untuk
diri, dan lupa berbagi, memberi pada sesama dan peduli pada orang lain. Tak
boleh terus menangis, bersedih, tetapi harus digantikan dengan bergembira. Tak
boleh kita hanya mau bicara, dan tak mau berdiam diri untuk mendengar orang
lain. Segala perasaan kita, pikiran kita, pendapat kita, sikap kita, pendirian
kita, mesti cair, fleksibel, longgar untuk mengalami perubahan dan pembaharuan.
Karena tanpa kerelaan untuk mau berubah, tak akan ada pembahauan dalam hidup
kita. Cukup Allah saja yang bersifat tetap, kekal, permanen, abadi, sedangkan
hati kita, diri kita harus mau mengalami perubahan agar menjadi semakin baik dan
benar.
Ada
yang pernah menangis, ada yang pernah tertawa, ada yang pernah
terluka, ada yang pernah sembuh, ada yang pernah berhasil, ada yang gagal, ada
yang pernah kenyang, ada yang pernah lapar. Mungkin kita pernah berkuasa, dan
lalu kita kehilangan kekuasaan itu. dst. Apa pun itu, kalau kita masih ada
hingga kini, itu bukti bahwa Allah sangat mengasihi kita. Ia setia menyertai
kita hingga kini.
Hidup
sia-sia adalah kalau kita tidak mengenal isi hati Tuhan, dan tidak melakukan
misi kasih-Nya dalam kehidupan.
5. KIDUNG
AGUNG
Berkaitan
dengan judul kitab ini Ryrie menulis: kitab ini diberi judul dengan beberapa
cara: Judul Ibraninya di ayat 1, Kidung dari segala Kidung yang artinya ‘paling
indah atau kidung terindah’. Judul Inggrisnya juga diambil dari ayat 1, idung
Salomo yang menunjuk sang penulis dan canticles (Latin) yang artinya ‘kidung
pujian’.
Merupakan
sebuah lagu cinta pernikahan. Singkatnya, buku ini mengisahkan tentang cinta
Salomo pada istri-istri yang dinikahinya (700 istri & 300 selir). Kitab ini
merupakan gambaran murninya cinta Kristus pada gereja-Nya.
Tema kitab
ini yaitu cinta kasih. Hal ini nyata dari isi kitab Kidung Agung yang adalah
kidung cinta yang penuh dengan beragam metafora dan ibarat yang dirancang untuk
melukiskan cara pandang Allah tentang kasih dan pernikahan: keindahan cinta
suami-istri.
Kitab ini
juga menunjukkan bahwa Tuhan menghargai pernikahan sebagai sesuatu yang suci di
hadapan-Nya, sebagai gambaran kasih-Nya pada jemaat-Nya.
Tipologi
Kristus dalam Kitab kidung Agung adalah Kidung ini menggambarkan kasih Kristus
kepada Orang-Orang Percaya.
Banyak orang
berkata bahwa Kidung Agung adalah kitab yang tidak senonoh. Tentu saja itu
pemikiran yang salah. Kidung Agung merupakan salah satu kitab paling jujur dan
romantis yang pernah ditulis oleh seorang pria kepada wanita yang dicintainya.
Kidung Agung merupakan tulisan-tulisan yang dibuat oleh Salomo di masa
kejayaannya ketika dia sedang jatuh cinta. Dan kitab ini juga merupakan
gambaran tentang kasih YESUS kepada mempelai-NYA, yaitu kita. Itu sebabnya
ALKITAB sering menggambarkan bahwa YESUS adalah mempelai pria dan gereja (kita)
adalah mempelai wanitanya (Matius 25:1-13). Banyak hal tentang cinta yang dapat
kita pelajari melalui kitab ini: JATUH CINTA ITU KEPUTUSAN
Kidung Agung
8:4b Mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum
diingininya?
Kidung Agung
8:6 Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu,
karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya
adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Jangan
bangkitkan cinta sebelum waktunya, karena cinta kuat seperti maut. Teman, sama
seperti emosi lainnya, perasaan jatuh cinta merupakan keputusan. Perasaan sakit
hati dan jatuh cinta tidak hadir di dalam hati Anda tanpa kerjasama dari Anda.
Anda yang memutuskan untuk jatuh cinta atau sakit hati. Perasaan tersebut
muncul di hati Anda karena Anda terus menerus memikirkannya. Jadi Anda yang
bertanggungjawab atas perasaan tersebut. Banyak orang berkata “Saya sebenarnya
tidak menginginkan jatuh cinta, tapi ya apa boleh buat, cinta datang tiba-tiba”
Teman, ini adalah pernyataan yang sama sekali tidak bertanggungjawab. Cinta dan
benci/sakit hati dan perasaan lainnya adalah hal yang kita bangkitkan. Jadi
kita bisa memilih untuk tidak jatuh cinta atau sakit hati.
Bagi yang
masih muda, pertimbangkan ini sematang mungkin. Semua kisah percintaan di dalam
Alkitab terjadi di antara usia 25-35 tahun dan lebih. Alkitab tidak pernah
salah. Usia 25-35 tahun adalah usia matang bagi pria ataupun wanita untuk
memiliki cinta. Pisau berguna untuk memotong buah, kertas, atau daging, tapi di
tangan anak kecil, pisau itu menjadi alat yang sangat membahayakan bagi si anak
tersebut ataupun orang lain di sekitarnya. Cinta di saat yang tepat dapat
membuat hidup seseorang jadi lebih baik, sebaliknya, cinta di tangan anak
kecil, hanya akan membawa sakit hati, kepahitan, dan kekecewaan.
Kidung Agung
6:9 Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak
ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan
menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya.
Salomo
merupakan raja Israel yang memiliki istri dan selir paling banyak. Bahkan
ayahnya, Raja Daud, dikalahkan oleh Salomo dalam hal ini. Namun tahukah Anda
bahwa sekalipun Salomo memiliki banyak wanita di dalam hidupnya, namun dia
hanya jatuh cinta kepada satu wanita saja? Mungkin Anda berpikir dan berkata
kepada saya, “Memangnya Salomo tidak mencintai istri atau selirnya yang
lain?”
Manusia
hanya bisa jatuh cinta kepada satu orang saja. Jika Anda bertemu dengan orang
yang mengatakan dia jatuh cinta kepada dua atau tiga orang atau lebih, itu
artinya dia tidak sedang jatuh cinta kepada pasangan-pasangannya. Dia sedang
jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Ya, sekali lagi saya katakan, manusia hanya
bisa jatuh cinta kepada satu orang saja. Entah itu kepada dirinya sendiri atau
pun kepada orang lain.
Bagi yang
sudah memiliki pasangan atau sedang mencari pasangan hari ini. Mari kita untuk
setia hanya kepada satu orang saja. Berikan cinta kita kepada orang yang tepat
dan di saat yang tepat. Jika mencintai seseorang, berikanlah cinta sepenuhnya
kepada orang tersebut, sampai tidak ada lagi yang tersisa yang bisa kita
berikan untuk orang lain.
Sebagai
contoh: Kita tahu alasan paling dasar kenapa orang selingkuh? Karena orang
tersebut tidak mencintai pasangannya sepenuh hati. Masih ada cinta yang bisa
dia sisakan untuk diberikan bagi orang lain, dalam hal ini adalah
selingkuhannya. Dan pada dasarnya orang tersebut tidak sedang mencintai
pasangannya atau pun selingkuhannya, melainkan dia sedang mencintai dirinya
sendiri. Akhir kata saya ingin katakan, tidak ada yang salah dengan jatuh cinta
di saat kita sudah dewasa dan sudah saatnya memiliki pasangan, hanya saja
jangan sampai cinta itu menjatuhkan kita dari TUHAN
Firman Tuhan
katakan dalam Kidung Agung 2:5 untuk tidak membangkitkan cinta pada waktunya.
Kenapa? Alasannya sederhana, Kidung Agung 8:6 menjelaskan, ” … karena cinta
kuat seperti maut.”
Sebagian
anak TUHAN mungkin kuat ketika diperhadapkan dengan urusan menyontek, korupsi,
mencuri, atau membunuh, namun jika sudah bicara urusan cinta, biasanya
cenderung “terjun bebas” alias tidak ada rem-nya. Tidak sedikit yang berpikir,
“Kesempatan tidak datang dua kali.”
Jatuh cinta
bisa membuat seseorang kehilangan akal sehatnya. Tidak sedikit orang yang
meninggalkan TUHAN, entah dengan cara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi,
hanya karena jatuh cinta. Bahkan, media massa pun melaporkan kisah-kisah di
mana orang bunuh diri hanya karena cinta. Oh, sungguh bodoh!
“Saya tahu
saya salah, tapi saya sudah terlajur jatuh cinta, bagaimana cara meredamnya?”
Sama seperti orang obesitas (kelebihan berat badan yang tidak wajar). Tidak ada
orang yang dilahirkan obesitas. Obesitas adalah pilihan. Yang artinya, Anda
bisa memilih untuk menjadi kurus. Begitu juga jatuh cinta. Kita tidak tiba-tiba
jatuh cinta. Faktanya adalah kita memilih untuk jatuh cinta (JATUH CINTA ITU
PILIHAN). Dengan kata lain, kita bisa memilih untuk tidak jatuh cinta.
Jangan
terburu-buru jatuh cinta (SABAR MENCARI PASANGAN), apalagi jatuh cinta hanya
karena ada kesempatan atau pun karena merasa memiliki banyak kesamaan.
Percayalah, bukan hal-hal itu yang membuat hubungan suami-istri bertahan sampai
maut memisahkan.
Pastikan
ketika kita mencintai seseorang, kita memilihnya berdasarkan Firman Tuhan.
Artinya, kita memilihnya sesuai standar Tuhan (SEPADAN DAN SEIMAN), kita
mencintainya dengan cara TUHAN (PASANGAN YANG MENCINTAI TUHAN), dan
mendapatkannya dengan cara TUHAN (JATUH CINTA HANYA KE SATU ORANG).
Jangan
menjadi bodoh dan mengorbankan TUHAN hanya karena kita sedang jatuh cinta.
Sebaliknya, jadikan Firman Tuhan sebagai dasar kita jatuh cinta. Ketika kita
jatuh cinta kepada ORANG yang tepat, di WAKTU yang tepat, dan dengan CARA yang
tepat, dijamin kita akan sangat menikmati masa-masa jatuh cinta kita dalam
damai dan sukacita, bukan dengan ketakutan dan perasaan tertuduh
Kitab puisi bukan sekadar indah secara bahasa, tapi:
BalasHapus-Mengajarkan hikmat bagi pembacanya
-Menggambarkan kedalaman hati manusia
-Menuntun pada relasi yang lebih dekat dengan Tuhan
Kitab Puisi hari ini yang dibaca: (Mazmur pasal 1-5)
HapusKitab puisi yang dibaca hari ini: (Mazmur5-10)
HapusHari ini pasal 10-15
HapusJumat,Sabtu,Minggu and Senin pasal 15-35
HapusHari ini pasal 35-40
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKitab puisi mengajarkan bahwasannya:
BalasHapus1.mengajarkan cara menghikmati kebenaran dari firman tuhan
2.mengingat sejarah alkitab
3.menuruti ajaran dari firman tuhan
Alkitab adalah buku terbaik di dunia. Dalam Alkitab tidak hanya berisi tentang cerita fiksi tapi sebuah realita. Salah satu bagian dari Alkitab adalah kitab-kitab puisi. Kitab puisi terdiri dari kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung. Kitab-kitab ini berisi sebuah kenyataan dan pelajaran yang dapat memberi kita kekuatan untuk terus berjalan dalam kebenaran Tuhan.
BalasHapusMazmur 1-5
HapusLirik lagu: Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di Padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Iya menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Kebajikan dan kemurahan belakang akan mengikuti aku seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.
HapusKitab puisi ini mengajarkan banyak hal dimana dalam stiap kitab dari ayub,mazmur,amsal,dan juga pengkhotbah mempunyai makna tersendiri melalui suara manusia atau orang-orang yang di pakai Tuhan pada waktu itu untuk menjawab setiap segala situasi keadaan manusia baik senang sakit hingga bimbang .
BalasHapusKitab puisi yang sudah di baca dari ayub 1-15 dan masih berlanjt
HapusLagu Mulia Nama-Nya (maz 96:1-5)
HapusNyanyikanlah lagu baru
Tentang kasih setiamu
Agungkanlah namanya selalu
Sbab besar kemuliaannya
Seluruh bumi lihatlah karyanya
Mulia Namanya
Mulia Namanya …
Ayub 15-20
HapusAyub 20-25
HapusSabtu-senin ..
HapusBaca ayub 25-40
Hari ini kita ayub sudah selesai di baca ,lanjut kitab mazmur pasal 1-15
HapusRabu-kamis-jumat-sabtu-minggu
HapusLanjt maz pasal 16-45
Shalomm Fi sayang Tuhan fi sayang Tuhan
BalasHapusSalah satu bagian dari Alkitab adalah kitab-kitab puisi. Kitab puisi terdiri dari kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung. Kitab-kitab ini berisi sebuah kenyataan dan pelajaran yang dapat memberi kita kekuatan untuk terus berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan.
Gbu Family
Alkitab merupakan salah satu buku yang sangat berpengaruh bagi Dunia.
BalasHapusKitab puisi terdiri dari Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung agung, Kitab puisi adalah Bahasa hati Iman. Kitab Puisi sangat memperkaya pemahaman Rohani dan bukan hanya sekedar karya sastra tapi menunjukkan ekspresi iman, pergumulan hidup serta memperdalam relasi dengan Tuhan
Kitab Puisi: Ayub Pasal 1-6
HapusYang di dapat hari ini: kitab Puisi yang terdiri dari beberapa kitab, Mengajarkan kita juga mengerti dan memahami jati diri kita, Pribadi kita, karakter kita, bukan cuma sekedar materi tetapi harus di praktekkan, kitab Puisi juga bisa membantu kita mengungkapkan Apa yang menjadi isi Hati kita 🙏
HapusJudul lagu: Tenang bersama Tuhan.(Mazmur 62:2-3)
HapusHanya dekat Allah saja aku tenang
Dari pada-Nyalah keslamatanku
Hanya Dia gunung batuku
Dan keselamatanku
Kota bentengku aku tidak goyah
Ayub Pasal 7-11
HapusAyub Pasal 11-25
HapusJumat, Sabtu, Minggu, Senin Ayub 25-36
HapusHari ini Ayub 36-40
HapusHari ini bacaan kitab Ayub sudah selesai, lanjut mazmur 1-10
HapusMazmur 11-16
HapusKitab Puisi adalah bahasa HATI IMAN.
BalasHapusALKITAB menjelaskan pertanyaan' mengenai kehidupan yang seringkali manusia pertanyakan, dan juga menginspirasi orang untuk melakukan hal yang benar, salah satu bagian dari kitab yaitu kitab puisi bagian alkitab yang memberi petuah dan nasihat bagaimana untuk berperilaku, bagaimana doa dan pujian, serta ibadah, menganarkan hikmat yang praktis, juga cinta dan relasi, tentang penderitaan dan keadilan yang Allah lakukan, dan terakhir arti dari makna hidup manusia yg sesungguhnya, semua ditulis dalam tulisan Alkitab sebelum kita mengalami nya, Tuhan terlebih dulu memberikan petuah, agar kita tahu apa yg harus kita lakukan jika kita berada dalam salah satu posisi tersebut, MAKA ALLITAB ADALAH KITAB YANG PALING SUCI DAN TULISANNYA AJAIB, memberikan kekuatan bagi orang yang merasa lerih lesu, dan tidak punya arah.
Today : Mazmur 36 - 39
HapusSaya senang bisa berbagi sesuatu yang baik dengan teman' saya, berpuisi dan mengungkapkan kasih lewat kata', bgitu juga ketika membaca kitab mazmur ada puisi dari dalam hati yg dilamtunkan dengan kata yg penuh arti, setiap hari kita butuh Tuhan, dan kota harus setia pada panggilannya, sehingga kita percaya bahwa ada upah yg Tuhan sediakan bagi kita
HapusLagu Maz 27 " Pada-Nya aku berlindung"
HapusTuhan adalah terangku dan Keselamatan ku, kepada siapakah aku harus takut?
Tuhan Kau benteng hidupku
Terhadap siapakah ku harus gemetar?
Satu hal yang ku minta kepada Tuhan, itu yang kuingini diam di rumah Tuhan
Seumur hidupku menyaksikan kemurahan Tuhan
Dan menikmati baitnya
Dengarlah Tuhan seruan hatiku...
bacaan kitab puisi: rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu, senin, selasa, rabu : mazmur 40-70
HapusMengenai hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan, saya tidak ada nasihat selain segera perbaiki, bangkit dari kejatuhan kita, dan jadi lebih baik di masa mendatang. Saya percaya Tuhan ingin agar kehidupan kita selalu naik, bukan turun. TUHAN tidak ingin anak-anaknya hidup dalam kebodohan dan kesia-siaan belaka, maka ia membuat tulisan yang dapat mengajarkan kepada kita supaya hidup untuk tetap mencintai Tuhan sepenuhnya, kepada siapakah kita jatuh cinta hari?? jangan sampai salah dalam memusatkan cinta kita, karena JATUH CINTA ADALAH KEPUTUSAN, yang benar adalah CINTA KEPADA BAPA lebih dari segala yang sia-sia ada di dunia.
HapusAlkitab merupakan salah satu buku yang paling berpengaruh di dunia. Menjelaskan pertanyaan-pertanyaan besar mengenai kehidupan. Buku ini menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang besar. Kitab puisi adalah: “bahasa hati iman” dalam Alkitab. Ia tidak hanya memberi informasi teologis, tetapi: Membentuk cara berpikir, mengarahkan kehidupan, memperdalam relasi dengan Tuhan
BalasHapusSecara umum terdiri dari:
1. Ayub → penderitaan & keadilan Allah
2. Mazmur → doa, pujian, ibadah
3. Amsal → hikmat praktis
4. Pengkhotbah → makna hidup
5. Kidung Agung → cinta & relasi.
Kitab puisi adalah: “bahasa hati iman” dalam Alkitab. Ia tidak hanya memberi informasi teologis, tetapi: Membentuk cara berpikir, mengarahkan kehidupan, memperdalam relasi dengan Tuhan
BalasHapusterdiri dari:
1. Ayub → penderitaan & keadilan Allah
2. Mazmur → doa, pujian, ibadah
3. Amsal → hikmat praktis
4. Pengkhotbah → makna hidup
5. Kidung Agung → cinta & relasi
amsal 13-14
Hapusyang saya dapat hari ini: saya bisa mengungkapkan secara tulus atau dari hati kata" yang bisa menyemangati teman"
HapusJudul Lagu "bentuk hatiku"
HapusAjarku rendah hati
Di hadapanMu
Jauhkan dari yang jahat
Bentuk hati ku s'perti Mu
Bukan pada pengertian ku
Di setiap jalanku ku akui
Sbab ku percaya padaMu
Dan kau luruskan arah hidupku
KITAB PUISI
BalasHapusAlkitab merupakan salah satu buku yang paling berpengaruh di dunia. Menjelaskan pertanyaan-pertanyaan besar mengenai kehidupan. Buku ini menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang besar
d. Pengampunan
a. Jangan Menyerah
d. Perubahan
a. Mengenal
b. Berbeda
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusAlkitab, kitab puisi adalah bagian dari Perjanjian Lama yang berisi tulisan-tulisan dalam bentuk syair, nyanyian, doa, hikmat, dan perenungan tentang kehidupan serta hubungan manusia dengan Allah. Kitab-kitab ini tidak terutama menceritakan sejarah seperti Kejadian atau Raja-raja, tetapi lebih mengekspresikan perasaan, pengalaman iman, penderitaan, hikmat, dan penyembahan kepada Tuhan. Bahasa yang digunakan sering memakai kiasan, perbandingan, dan gambaran yang indah.
BalasHapusDervan bauronga
BalasHapusSelasa, april 14, 2026
Mazmur penuh dengan ucapan syukur kepada Tuhan atas kebaikan-Nya.
Contoh: Mazmur 107:1 — “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik...”
Banyak mazmur ditulis saat penderitaan, tetapi tetap menunjukkan iman dan harapan.
Contoh: Mazmur 23 — Tuhan sebagai gembala yang menuntun dan melindungi.
Maz 16:11
BalasHapusmelalui kitab puisi saya belajar bagaimana jadi seorang yang kuat mengahapi cobaan(Ayub)dan dari Amsal saya mendapat hikmat untuk terus mensyukuri setiap didikan
HapusAlkitab adalah buku terbaik yang berisi kebenaran nyata, bukan sekadar cerita. Salah satu bagiannya adalah kitab-kitab puisi yang menjadi ungkapan hati iman dan memberi pelajaran untuk membentuk hidup serta memperdalam hubungan dengan Tuhan.
BalasHapusKitab puisi terdiri dari:
Ayub (penderitaan & keadilan Allah),
Mazmur (doa & pujian),
Amsal (hikmat hidup),
Pengkhotbah (makna hidup),
Kidung Agung (cinta & relasi).
Melalui kitab-kitab ini, kita belajar kebenaran yang menguatkan kita untuk tetap berjalan dalam kehendak Tuhan.
Pesan:
Jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya, karena cinta kuat seperti maut.
Pembacaan hari ini kitab amsal 8:1-36
BalasHapusKitab puisi bukan hanya sekadar kumpulan tulisan, tetapi merupakan karya seni yang menyampaikan pesan secara indah dan mendalam.
BalasHapus- Kitab Ayub = penderitaan & keadilan Allah.
- Kitab Mazmur = doa & pujian
- kitab Amsal = Hikmat hidup
- kitab pengkhotbah = makna hidup
- kitab kidung agung =cinta & relasi
Maka sebab itu dari kitab tersebut kita dapat berjalan di dalam kehendak TUHAN.
Yg aku dpt hari ini :
BalasHapus>Bisa berpantun di kitab kidung Agung 1:5 biar aku hitam tapi aku manis
>Bisa sharing sama kak Giska dan kak Rutte bersama kak Nova
>Ungkapan hati hari ini bisa membuat Tesy legah
Tugas lagu aku ambil di kidung Agung
BalasHapus(Judul lagu:kasih-Mu
Sekalipun dunia berlalu
segala menjadi Sia-sia
Namun satu yang kupegang
Kasih-MuTuhan kekal selamanya
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTugas lagu aku ambil di kidung agung
BalasHapus(Judul: kasih hatiku)
Rasa sayange, oh kekasih hatiku,
kasihmu mengalir lembut seperti embun pagi.
Rasa sayange oh kekasih hatiku,
jiwaku bersukacita dan tenang dihatiku.
1. Amsal 21:23
BalasHapus“Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.”
2. Amsal 21:24
“Si congkak dan si sombong pengolok itulah namanya, ia bertindak dalam kecongkakan yang meluap-luap.”
3. Amsal 21:25
“Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.”
TUGAS HARI INI
BalasHapusKITAB AMSAL 📖
Kitab Amsal mengajarkan banyak hal untuk kita yg pertama tentang hikmat dari hikmatlah kita akan menjadi orang yang bijaksana sana.
Yang kedua takut akan Tuhan dari kita belajar takut akan Tuhan kita bisa menjauhi sgl kejahatan dunia.
Yang ketiga nasehat dari nasehatlah kita menjadi pribadi yang benar di mata Tuhan supaya kita tidak keliru dengan dakwaanh si iblis
Yang keempat didikan dari didikanlah kita menjadi pribadi yang kuat di dalam Tuhan
Yang kelima Alkitab yg menjadi pedoman kita yg menuntun dan mengarahkan ke jln yg benar
Shalomm
BalasHapusTanggal 06-04-2026 sampai 20-04-2026
Amsal pasal 1 sampai pasal 20
Bay= karina sembiring
BalasHapusTugas Kitab Puisi 📖
BalasHapusWow sangat sungguh luar biasa kitab puisi PD hari ini....
Jadi setelah aku membaca kitab puisi ternyata ada banyak hal yg Tuhan nyatakan.
Dan banyak hal berbicara tentang cinta manusia ternyata kita ngak asal asalan memilih pasangan cinta itu kuat seperti maut kenapa hari² ini anak² muda banyak jauh di hal yg salah karna cinta, karena sebelum diinginkan jangan membangkitkan cinta
Aku pelajari dari cinta adalah klw kita selalu memprioritaskan seseorang dari pada Tuhan maka kita adalah orang yg bodoh kenapa aku katakan kita adalah org yg bodoh karna kita sedang didakwa oleh si ibliss memang cinta itu dibuat Tuhan tapi jangan sampai kita salah memproritaskan seseorang dari kasih Tuhan yang paput kita terima sng cinta-Nya Tuhan
Klw aku melihat di hari2 ini banyak orang lebih mengutamakan cinta dari PD Tuhan makanya bnyk org di hari skrg gila karna cinta depresi karna cinta banyak orang gangguan jiwa karna cinta dan penolakan
Alkitab 📖 adalah sumber umat kristen yg sangat berpengaruh bagi setiap orang bahkan ALKITAB bisa mengubah kehidupan seseorang untuk menjadi baik dari sebelumnya dan membentuk kita membawa cari pikiran kita cara hdup kita agar tinggal di jln yg benar sesuai ALKITAB dan hubungan kita dengan Tuhan
Kitab amsal:moral, etika, perubahan
KITAB AMSAL 📖
BalasHapusPasal 1 sampai pasal 17 sudah di baca
Banyak hal yg aku dpt tentang hikmat, takut Tuhan bahkan kita jdi org yg bijaksana hidup dengan Tuhan
Jauh hi kejahatan tinggal jln yg benar
KITAB MAZMUR 📖
BalasHapusPasal 1 sampai pasal 5 sudah di baca
KITAB KIDUNG AGUNG 📖
BalasHapusPasal 1 dan 2
Shalomm hari ini saya membaca
BalasHapusAmsal 21-1:31 dan Amsal 22:1-29
By= Karina Tamariska Br Sembiring
Pembacaan hari ini
BalasHapusKitab Ayub Pasal 1 Ayat 1-22
KITAB PENGKHOTBAH
BalasHapusPasal 1 dan 2