STAPIN 2026 | KITAB PUISI


  KITAB PUISI

Alkitab merupakan salah satu buku yang paling berpengaruh di dunia. Menjelaskan pertanyaan-pertanyaan besar mengenai kehidupan. Buku ini menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang besar 

Semua kitab dan ayat di ALKITAB (Kejadian – Wahyu) adalah sederajat. Ayat-ayat tersebut disusun dengan cara yang sangat ajaib dan tentu saja jika bukan campur tangan Tuhan, ALKITAB tidak akan pernah sampai ke tangan kita hari ini. Karena Firman Tuhan merupakan Tuhan sendiri (Yohanes 1:1), maka ayat-ayat, pasal-pasal, dan kitab-kitab di dalam ALKITAB tidak mungkin saling bertentangan satu sama lain. 

Kitab puisi dalam Alkitab (Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung) bukan sekadar karya sastra, tetapi merupakan ekspresi iman, pergumulan hidup, dan refleksi teologis umat Allah.

Puisi lahir dari realitas hidup: 1. Penderitaan (Ayub), 2. Kegagalan hidup (Pengkhotbah), 3. Kehidupan sehari-hari (Amsal), 4. Cinta manusia (Kidung Agung). 5. Hubungan pribadi dengan Tuhan (Mazmur). Jadi puisi: bukan teori, tetapi refleksi pengalaman nyata manusia di hadapan Allah

Kitab puisi adalah: “bahasa hati iman” dalam Alkitab. Ia tidak hanya memberi informasi teologis, tetapi: Membentuk cara berpikir, mengarahkan kehidupan, memperdalam relasi dengan Tuhan

Secara umum terdiri dari:

1.   Ayub → penderitaan & keadilan Allah

2.   Mazmur → doa, pujian, ibadah

3.   Amsal → hikmat praktis

4.   Pengkhotbah → makna hidup

5.   Kidung Agung → cinta & relasi


KARAKTER SETIAP KITAB

1. Ayub mengajarkan hikmat, bawasanya Allah adalah Hakim yang adil, sekalipun yang dialami manusia seperti Ayub seakan akan tidak adil. 

  • Tema: penderitaan orang benar
  • Pertanyaan: Mengapa orang benar menderita?
  • Pendekatan: dialog & puisi filosofis

2. Mazmur mengajarkan hikmat untuk senantiasa taat kepada semua perintah sesuai petunjuk hukum-hukumNya. 

  • 150 pasal puisi
  • Jenis:
    • Pujian
    • Ratapan
    • Syukur
    • Hikmat
  • Fungsi: ibadah & doa

3. Amsal mengajarkan hikmat bahwa orang benar akan diberkati, sedangkan orang fasik pasti dihukum. 

  • Hikmat praktis
  • Fokus:
    • Moral
    • Etika
    • Kehidupan sehari-hari

4. Pengkhotbah mengajarkan hikmat bahwa pada akhirnya akan ada penghakiman Allah. 

  • Tema: kesia-siaan hidup (“vanity”)
  • Pendekatan: refleksi filosofis
  • Kesimpulan: takut akan Tuhan

5. Kidung Agung mengajarkan hikmat, bawasanya Tuhan adalah Hikmat kasih sumber segala kasih 

  • Puisi cinta
  • Interpretasi:
    • Literal (cinta manusia)
    • Alegoris (Allah & umat)

SHARE KITAB PUISI:

 1. Kitab Ayub:

"Jangan takut gagal, karena dari kegagalan kita belajar cara untuk menang. Tuhan tidak pernah salah menempatkan hamba-Nya dalam ujian—karena Dia tahu kita kuat, bahkan saat kita merasa lemah."

Kitab Ayub berbicara tentang seorang tokoh bernama Ayub yang hidup saleh namun mengalami penderitaan yang berat, sebelum akhirnya dipulihkan oleh Tuhan.

 Share Bertahan Dalam Penderitaan:

a.  Mengenal

b. Menawarkan bantuan

c.   Mendampingi

d. Libatkan Tuhan

e.  Percaya Tuhan buka jalan

 

2. Kitab Mazmur

"Saat hatimu resah dan jalan terasa gelap, ingatlah: Tuhan adalah Gembala yang setia. Ia tidak pernah tertidur dan takkan membiarkan langkahmu tersesat. Tenanglah, karena dalam diam-Nya, Ia sedang bekerja untukmu."

Kitab Mazmur adalah kitab yang berisi tentang banyak nyanyian dan doa. Nyanyian ini berasal dari berbagai tokoh Alkitab. Kitab Mazmur ditulis oleh banyak penulis dari berbagai latar belakang dan lintas generasi, sekalipun mungkin mempunyai seorang penyunting. Penulis-penulis kitab Mazmur yang disebut antara lain adalah: Musa, Daud, Salomo, Asaf, Heman, dan bani Korah (kelompok).

 Share Hati Nurani:

a.  Terbuka

b.  Komitmen

c.   Respon

d.  Perubahan

e.  Hikmat

 

3. Kitab Amsal

"Jangan hanya kejar apa yang terlihat indah di mata, tapi kejarlah hikmat—karena dari sanalah datangnya kehidupan yang sejati. Orang bijak bukan yang tahu segalanya, tapi yang mau belajar dari segala hal."

Kitab Amsal merupakan kitab yang berisi tentang nasihat-nasihat atau pengajaran tentang hidup yang benar dan sepatutnya. Kitab ini ditulis oleh banyak penulis dari berbagai etnis dan latar belakang profesi, tetapi Salomo adalah penulis utamanya.

 Share Pedoman Hidup:

a.  Hidup benar

b.  Hidup yang diberkati

c.   Hidup Bijaksana

d.  Hidup dalam Roh Kudus

e.  Hidup Kudus

 

4. Kitab Pengkhotbah

"Segala sesuatu ada waktunya—waktu untuk menangis, dan waktu untuk tertawa. Jangan buru-buru kecewa, karena apa yang tampak sia-sia hari ini bisa jadi bagian dari rencana besar yang belum selesai ditulis."

Kitab Pengkhotbah adalah sebuah kitab yang membahas tentang pengajaran-pengajaran dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai “pengkhotbah”. Secara tradisional diakui bahwa Salomo adalah penulis dari kitab pengkhotbah dan bahwa dialah yang disebut sebagai “pengkhotbah” di kitab tersebut.

 Share Training Berulang-Ulang Sampai Yang Sia-Sia Menjadi Indah:

a.  Jangan Menyerah

b.  Berbeda

c.   Semangat

d.  Penguasaan Diri

e.  Sadar (Jangan Menunda Waktu)

 

5. Kitab Kidung Agung

Kitab Kidung Agung: "Kamu berharga, bahkan lebih indah dari bunga di musim semi. Jangan ragukan dirimu hanya karena dunia tak melihat nilaimu. Dalam mata yang benar, kamu selalu mempesona."

Kidung Agung adalah kitab yang berisi tentang kisah dua sejoli yang sedang memadu kasih. Ini adalah kitab percintaan yang ditulis dalam bentuk syair. Kisah dalam kitab Kidung Agung ini adalah Salomo sendiri dengan kekasihnya, yakni gadis Sulam.

 Share Melayani Dengan Rasa Cinta:

a.  Mati

b.  Setia sampai akhir

c.   Dahsyat

d.  Pengampunan

e.  Pernikahan

 

1. AYUB 

Judul kitab ini diambil dari tokoh utama yang diceritakan oleh kitab ini yaitu Ayub. Nama Ayub berasal dari kata Ibrani IYOB dari akar kata AYAB yang artinya ‘memusuhi’ (to be hostile to), ‘menjadi musuh’ (to be an enemy), ‘aku ingin menjerit’ (I will exclaim), ‘membenci’ (hatred), ‘celaka’ (the cry of woe). Arti sesungguhnya sulit dipastikan karena kurangnya bukti-bukti otentik. Namun yang pasti nama Ayub mengingatkan kita akan aib yang harus ditanggung Ayub yang saleh dan berintegritas tinggi, sehingga ia disangka orang terkena tulah dari Allah. 

Kisah Ayub terjadi kira-kira pada zaman Abraham, sekitar 1900 SM. Mengisahkan tentang seorang saleh bernama Ayub yang diizinkan Tuhan untuk kehilangan segala harta benda & kesehatannya supaya imannya dimurnikan. Ketiga temannya (Zofar, Bildad, Elifas) menuduh Ayub telah berdosa besar sehingga ia dihukum Tuhan. Elihu, teman Ayub yang lain mengatakan bahwa hal-hal yang terjadi itu terlalu tinggi untuk dimengerti. 

Akhirnya, Tuhan sendiri menjawab keluhan-keluhan Ayub; Ia mengingatkan Ayub bahwa Ia tidak mempunyai kewajiban untuk menjawab Ayub & bahwa hikmat Tuhan itu terlalu tinggi untuk dimengerti manusia. Pada akhir kisah, Tuhan memulihkan seluruh harta, anak & kesehatan Ayub. 

Kristus dalam Tipologi dalam kitab Ayub adalah  Kristus digambarkan dalam beberapa cara di dalam kitab Ayub. Ayub mengakui adanya seorang Penebus (19:25-27) dan berdoa untuk meminta seorang Penengah (9:33; 33:23). Dia tahu bahwa dirinya membutuhkan seseorang yang dapat menjelaskan misteri “penderitaan,” yang hanya dapat dijawab di dalam Kristus, yang memperkenalkan kepada kita penderitaan dan jawaban terhadap dakwaan-dakwaan setan, yang menentang Allah, dan mengalahkannya (Ibrani 2:14- 18; 4:15; Roma 8:32-34). 

Kisah tentang Ayub telah banyak membuat banyak orang Kristen berpikir bahwa Tuhan berteman dengan iblis, dalam kitab Ayub 1:6-12 di mana Tuhan berbicara dengan iblis, seolah mendiskusikan perihal mengenai Ayub, beberapa orang mengatakan iblis adalah pesuruh Tuhan yang ditugaskan untuk mencobai kita. Sungguh pemahaman yang keliru. Peristiwa di dalam Ayub 1:6-12 ditafsirkan bahwa Tuhan bekerja sama atau mengijinkan iblis untuk mencelakai Ayub. Kita percaya bahwa Tuhan yang kita sembah tidak berubah dulu, sekarang, dan selamanya (Ibrani 13:8). Dan sampai selamanya TUHAN adalah sumber segala yang baik, iblis adalah sumber segala yang jahat, dan mereka tidak bersabahat satu dengan yang lain 

Kalau bukan TUHAN yang mengijinkan Ayub menderita, lalu apa atau siapa yang menyebabkan dia menderita begitu hebat? 

Kita perlu tahu bahwa Tuhan atau pun iblis tidak dapat bekerja di dalam hidup kita jika kita tidak mengijinkannya? Firman Tuhan katakan di dalam Titus 2:11, “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.” Tentu Anda setuju dengan saya bahwa YESUS telah datang ke dunia 2000 tahun lalu untuk menebus dosa seluruh dunia (Yohanes 1:29) dan membawa pendamaian antara Bapa dengan manusia (2 Korintus 5:19, Kolose 1:20). Melalui YESUS, Bapa telah memberikan keselamatan bagi semua orang. 

Mari kita lihat dasar ketakutan Ayub. Ayub 1:4-5 

Kita tahu Ayub takut terhadap siapa? Ya benar, Ayub takut terhadap Tuhan. Ayub berpikir bahwa jika dia tidak menguduskan anak-anaknya setiap hari, maka Tuhan akan menghukum mereka. Sejujurnya, ini yang terjadi dengan kebanyakan orang Kristen. Mereka takut kepada TUHAN. Takut dalam konteks jangan-jangan Tuhan akan memberikan yang buruk, bagaimana jika nanti TUHAN menghalangi kita dari berkat, atau Tuhan bisa saja tidak memberikan kesembuhan kepada kita. Sungguh, kita mengesampingkan Pribadi TUHAN yang adalah kasih jika kita berpikir seperti ini. 

Ayub 3:25 Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. 

Mari kita sedikit melintas waktu ke zaman Ayub. Menurut perkiraan para ahli, kitab Ayub ditulis sekitar 600 tahun Sebelum Masehi. Ada juga yang mengatakan 1500 tahun Sebelum Masehi. Sungguh waktu yang jauh sebelum Yesus datang ke dunia dan sangat jauh sebelum Alkitab ada. 

Kisah Ayub menggambarkan keintiman seorang manusia dan Tuhan. Di mana di tengah tekanan yang besar, dengan terbukanya mengatakan apa saja kepada Tuhan seperti tanpa ada pembatas. Mulai dari mengeluh, mengasihi diri sendiri, berprasangka buruk, menuduh, sampai mengutuk Tuhan. Namun sisi lain, Tuhan setia ada di sana, tetap menyatakan kasih-Nya, dan sabar menantikannya percaya kepada-Nya. 

Kita bisa membacanya dengan jelas, bagaimana selama berpuluh-puluh pasal Ayub terus menerus mempertanyakan, menyalahkan, bahkan menantang Tuhan. Ayub marah dan kecewa kepada Tuhan. Ayub “salah alamat”. Ayub berpikir Tuhan yang menyebabkan semuanya itu. Siapa yang paling diuntungkan dalam situasi ini? Sudah jelas iblis. Iblis yang menyebabkan penderitaan Ayub, tetapi Ayub menyalahkan Tuhan. 

Tidakkah kita mulai melihat gejala ini mirip dengan sebagian orang Kristen di zaman sekarang? Mereka menganggap Tuhan yang bertanggung jawab untuk segala sesuatu yang buruk yang terjadi di dalam hidup mereka? Padahal Yakobus 1:17 dengan jelas mengatakan, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” 

Tapi, inilah yang sesungguhnya iblis inginkan terjadi. Iblis begitu ingin anak-anak Tuhan memiliki gambaran yang salah mengenai Bapa Sorgawi. Di sinilah celahnya. Ketika kita ketakutan akan sesuatu, pada dasarnya kita sedang mengharapkan yang buruk yang kita pikirkan itu terjadi. 

Ayub membuka opininya tentang Tuhan di Ayub 1:21, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” Lalu di tengah kesesakannya, Ayub mulai mengasihani diri (Ayub 7:19-21), “Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku? Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi.” 

Apa alasan Ayub mengungkapkan semua keluh kesahnya? Dari mana Ayub memiliki opini seperti itu mengenai Tuhan? Ayub menjawabnya, “Dari kata orang …” 

Sama seperti kita. Mungkin kita hanya mendengar tentang Tuhan dari apa kata orang lain, dari hamba Tuhan, dari radio, televisi, buku, atau lainnya. Tidak ada yang salah dengan hal itu, selama sesuai dengan yang tertulis di dalam Firman Tuhan. Namun jangan berhenti di situ. Ayub pun tidak berhenti dari mendengar kata orang, dia melanjutkan, “tetapi sekarang mataku sendiri memandang engkau.” 

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa Ayub membangun hubungan pribadinya dengan Tuhan dan dengan cara itu Ayub mendapatkan opini tentang Tuhan yang jauh lebih baik. Ayub menyadari bahwa Tuhan tidak seperti yang pernah dia dengar dari orang lain dan tidak seperti yang pernah dia ucapkan. Itu sebabnya di ayat 6 Ayub mengatakan, “Aku mencabut perkataanku dan menyesal …” 

Kita belajar dari kisah Ayub di atas. Milikilah waktu pribadi bersama Tuhan, meluangkan waktu untuk merenungkan kebenaran-Nya, dan mendengar suara-Nya, agar kita mengenal-Nya secara pribadi, bukan sekadar dari kata orang. 

 

2. MAZMUR 

Dalam Bahasa Ibrani, kitab Mazmur berjudul Tehilim atau Sefer Tehilim (Kitab-kitab Tahlil) atau disingkat Tilim (Kidung pujian). Septuaginta memberi nama Psalmoi (Mazmur) yaitu lagu-lagu atau puisi-puisi yang dinyanyikan dengan iringan musik. Kata Psalmos berasal dari psallein artinya ‘memetik senar’ pengiring lagu. 

Sekalipun sebagian besar teks Mazmur tidak menunjukkan siapa penulisnya, namun judulnya sering memberi petunjuk tentang penulisnya. Para penulis itu diantaranya : Ethan menulis 1 Mazmur yaitu psl. 89; Musa menulis 1 Mazmur yaitu psl. 90; Salomo menulis 2 Mazmur yaitu psl. 72 dan 127; Korah menulis 12 Mazmur yaitu psl. 42, 44-49, 84-85, 87-88;  Asaf menulis 12 Mazmur yaitu psl. 50, 73-83 dan Daud menulis 73 Mazmur. 

Mazmur dibagi menjadi 5 bagian: 

1. Hubungan manusia & ciptaan dengan Tuhan (pasal 1-41) 

2. Hubungan Bangsa Israel dengan Tuhan (pasal 42-72) 

3. Bait Allah & takhta Tuhan (pasal 73-89) 

4. Perjalanan iman manusia dalam hidup di dunia (pasal 90-106) 

5. Ucapan syukur kepada Tuhan atas firman-Nya pada manusia (pasal 107-150) 

Tipologi Kristsus dalam kitab Mazmur adalah: Banyak dari ayat-ayat Mazmur menceritakan tentang Mesias dan berbicara tentang kemanusiaan dan pekerjaan Kristus. 

Di tengah melandanya ketakutan dan kekuatiran, Tuhan berbicara secara spesifik di dalam hati saya mengenai dua pasal di atas, Mazmur 23 dan Mazmur 91. Supaya setiap kita membaca, merenungkan, dan menghafalkannya. Perhatikan, bukan hanya membaca saja, tetapi MENGHAFALKANNYA. 

Dua pasal di atas menuliskan mengenai janji Tuhan yang sangat luar biasa bagi setiap orang percaya. Mazmur 23 bercerita mengenai Gembala Yang Baik, yang menjaga, memelihara, dan menuntun kita, domba-domba-Nya. Sementara, Mazmur 91 menceritakan mengenai penjagaan dan penyertaan Tuhan bagi kita di tengah bahaya dan kegelapan. 

Tuhan ingin kita tidak takut dan gentar, karena Dia senantiasa bersama-sama dengan kita. Di tengah masalah, Tuhan ingin kita memandang kepada-Nya. Jadikan dua pasal ini doa kita setiap hari, pagi saat bangun tidur (Mazmur 23) dan malam sebelum tidur (Mazmur 91). Membaca dua pasal ini tidak lama, hanya memakan waktu sekitar 3-5 menit saja.

Jika kita sudah berkeluarga, bacalah dua pasal ini bersama keluarga kita. Kalau anak kita masih terlalu kecil untuk membaca, bacakanlah untuk mereka setiap hari. Saat kita membacanya, kita dapat mengganti kata “aku”, “engkau”, atau “kamu” pada setiap ayat dengan nama kita atau anggota keluarga kita. 

Melalui pembacaan dua pasal di atas, Tuhan ingin kita juga mengingat bahwa kita tidak sendiri. Ada Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita. 

Jangan isi pikiran kita dengan hal-hal negatif. Isilah dengan kebenaran Firman Tuhan yang memerdekakan. Sementara kita membaca, merenungkan, menghafal, dan mempercayai dua pasal di atas, saya percaya terobosan besar terjadi dalam kehidupan kita. Terobosan karir, bisnis, finansial, keluarga, studi, pelayanan, kesehatan, dan lain sebagainya  

 

3.AMSAL

Artinya “peribahasa”. Sebagian besar kitab ini ditulis Salomo. Kitab ini banyak berisi tentang peribahasa-peribahasa bijak yang dikisahkan sebagai nasihat seorang bapak kepada anaknya. 

Amsal memperoleh namanya dari isinya yaitu pepatah atau peribahasa yang menyampaikan kebenaran dengan cara yang ringkas dan tajam. Kata Ibrani Mashal (terjemahan Indonesia: misal atau perumpamaan) yang juga berarti ‘paralel’ , ‘serupa’, ‘perbandingan’. Amsal merujuk pada suatu perbandingan atau tamsil yang menggaris bawahi peribahasa moral. Sebagai pepatah ringkas, sebuah Amsal merujuk pada suatu antitesis. Judul ini berasal dari fakta bahwa tulisan ini adalah ringkasan pengajaran moral dan spiritual yang dirancang untuk memungkinkan seseorang dapat hidup bijaksana 

Menurut 1 Raja-raja 4:32, Salomo menggubah 3000 amsal dan 1005 lagu. Sekalipun dia memang menulis sebagaian besar dari kitab Amsal ini, paruh terakhir menunjukkan bahwa dia bukan satu-satunya penulis kitab ini. Rinciannya yaitu Salomo menulis psl. 1-24, koleksi Hizkia psl. 25-29, koleksi Agur psl. 30 dan koleksi Lemuel psl. 31. 

Kitab ini terdiri dari 3 bagian: 

1. Nasihat untuk orang muda (pasal 1-9) 

2. Nasihat untuk umum (pasal 10-24)

3. Nasihat untuk pemimpin (pasal 25-31) 

Tipologi Kristus dalam kitab Amsal. Di mana kebajikan digambarkan sebagai seseorang dan ditampilkan dengan sempurna. Itulah Allah (8:22-31), yang merupakan sumber kehidupan biologi dan rohani (3:18; 8:35-36), yaitu kebenaran dan morall (8:8-9) dan diberikan bagi semua yang mau menerimanya (8:1-6, 32-35). Kebajikan ini hadir dalam daging di dalam pribadi Kristus “di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” (Kolose 2:3). “Tetapi oleh Dia, kamu berada di dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.” (1 Korintus 1:30 cf. 1 Korintus 1:22-24) 

Amsal 8:13 Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat:  

Ketika kita takut akan Tuhan, Firman Tuhan mengatakan kita akan membenci kejahatan. Sangat masuk akal. Ibaratnya, jika kita menyelam ke dalam sebuah kolam, kita dapat pastikan seluruh tubuh kita pasti basah. Sama halnya dengan hadirat Tuhan. Kita tidak mungkin “menyelam” ke dalam hadirat Tuhan, tetapi tidak menjadi semakin serupa dengan Tuhan. Benar? 

Logikanya, jika kita mengenal Tuhan, kita pasti mencintai apa yang Tuhan cintai dan membenci apa yang Tuhan benci. Jika kita mencintai yang Tuhan benci dan membenci yang Tuhan cintai, saya meragukan kita mengenal Dia dengan benar. 

Kehidupan Yesus sendiri membuktikan hal di atas. Yesus mendeklarasikan bahwa Dia dan Bapa adalah satu. Yohanes 5:19 mengatakan, “Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” 

Renungan hari ini dapat menjadi bahan refleksi bagi kita. Melihat lagi bagaimana kita menjalani kehidupan kita selama ini. Apakah kita sedang menjalani kehidupan yang takut akan Tuhan atau kita sedang semakin menjauh dari Tuhan? 

 

4. PENGKOTBAH 

Diberi nama “pengkhotbah” karena memang berisi tentang pemikiran seseorang yang berkhotbah di hadapan orang banyak, yaitu Salomo (pengarangnya). “Sia-sia” adalah kata favorit sang pengkhotbah (30 kali). Kitab ini mengisahkan bahwa segala hal (hikmat, kerja keras, kenikmatan dunia, harta kekayaan) itu sia-sia di luar Tuhan. 

Nama Pengkhotbah berasal dari judul yang diberikan oleh Septuaginta. Istilah Yunani: ecclesiastes, berarti ‘perhimpunan’ yang berasal dari kata ekklesia yaitu yang dipanggil keluar untuk berhimpun bersama (kaum beriman). Judul Ibrani Qoheleth berarti ‘seseorang yang berbicara dalam suatu qahalayak ramai’ yang biasanya disebut ‘pengkhotbah’. 

Tipologi Kristus dalam Pengkhotbah adalah Karena Kristus sendiri penghubung manusia kepada Tuhan, di mana manusia menemui keutuhan dan kepuasan, atau hidup dan hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10; 7:37-38), kekosongan yang dialami dalam hidup ini hanya dapat diisi melalui hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus. Aspirasi manusia untuk mendapatkan kepuasan dan hidup yang berarti, hanya ditemui di dalam Juruselamat. 

Tuhan Ada di Setiap Musim Kehidupan (Pengkhotbah 3:1-14) 

Ada begitu banyak perkara yang sudah kita lewati dalam hidup kita. Mungkin ada perkara-perkara bodoh yang kita lakukan dan ada juga perkara-perkara baik yang memberikan dampak bagi banyak orang. 

Mengenai hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan, saya tidak ada nasihat selain segera perbaiki, bangkit dari kejatuhan kita, dan jadi lebih baik di masa mendatang. Saya percaya Tuhan ingin agar kehidupan kita selalu naik, bukan turun. 

Mengenai hal-hal baik yang kita lakukan, gali dan kembangkan. Saya percaya segala sesuatu yang baik yang kita lakukan di dalam Tuhan akan menjadi dampak luar biasa bagi banyak orang jika kita tekuni 

Allah ada di setiap musim kehidupan. Ia ada bersama kita ketika kita sehat maupun sakit, ketika kenyang maupun lapar, ketika sedih mau mau pun senang, ketika memperoleh maupun kehilangan, ketika berkarya maupun tidak. Oleh karena itu, mari kita berterima kasih kepada Allah, bersyukur kepada-Nya 

Segala sesuatu ada waktunya, dan itu berarti tidak ada yang permanen, tetap dan abadi. Mungkin kita pernah marah atau benci, tetapi perasan itu harus segera diganti dengan mengasihi. Tak boleh ada kebencian permanen pada seseorang. Tak boleh ada kemarahan abadi pada sesama. Tak boleh ada dendam kesumat sepanjang waktu terhadap orang lain. Perasaan-perasaan negatif itu harus diganti dengan perasaan-perasaan positif seperti mengasihi, memaafkan, mengampuni, melepaskan. Hal-hal yang negatif tidak boleh menetap dalam hati kita dan menjadi racun dalam diri kita. Juga, tak boleh hanya menyimpan, mengumpulkan, menumpuk untuk diri, dan lupa berbagi, memberi pada sesama dan peduli pada orang lain. Tak boleh terus menangis, bersedih, tetapi harus digantikan dengan bergembira. Tak boleh kita hanya mau bicara, dan tak mau berdiam diri untuk mendengar orang lain. Segala perasaan kita, pikiran kita, pendapat kita, sikap kita, pendirian kita, mesti cair, fleksibel, longgar untuk mengalami perubahan dan pembaharuan. Karena tanpa kerelaan untuk mau berubah, tak akan ada pembahauan dalam hidup kita. Cukup Allah saja yang bersifat tetap, kekal, permanen, abadi, sedangkan hati kita, diri kita harus mau mengalami perubahan agar menjadi semakin baik dan benar. 

Ada yang  pernah menangis, ada yang pernah tertawa, ada yang pernah terluka, ada yang pernah sembuh, ada yang pernah berhasil, ada yang gagal, ada yang pernah kenyang, ada yang pernah lapar. Mungkin kita pernah berkuasa, dan lalu kita kehilangan kekuasaan itu. dst. Apa pun itu, kalau kita masih ada hingga kini, itu bukti bahwa Allah sangat mengasihi kita. Ia setia menyertai kita hingga kini. 

Hidup sia-sia adalah kalau kita tidak mengenal isi hati Tuhan, dan tidak melakukan misi kasih-Nya dalam kehidupan.

 

5. KIDUNG AGUNG 

Berkaitan dengan judul kitab ini Ryrie menulis: kitab ini diberi judul dengan beberapa cara: Judul Ibraninya di ayat 1, Kidung dari segala Kidung yang artinya ‘paling indah atau kidung terindah’. Judul Inggrisnya juga diambil dari ayat 1, idung Salomo yang menunjuk sang penulis dan canticles (Latin) yang artinya ‘kidung pujian’. 

Merupakan sebuah lagu cinta pernikahan. Singkatnya, buku ini mengisahkan tentang cinta Salomo pada istri-istri yang dinikahinya (700 istri & 300 selir). Kitab ini merupakan gambaran murninya cinta Kristus pada gereja-Nya. 

Tema kitab ini yaitu cinta kasih. Hal ini nyata dari isi kitab Kidung Agung yang adalah kidung cinta yang penuh dengan beragam metafora dan ibarat yang dirancang untuk melukiskan cara pandang Allah tentang kasih dan pernikahan: keindahan cinta suami-istri. 

Kitab ini juga menunjukkan bahwa Tuhan menghargai pernikahan sebagai sesuatu yang suci di hadapan-Nya, sebagai gambaran kasih-Nya pada jemaat-Nya. 

Tipologi Kristus dalam Kitab kidung Agung adalah Kidung ini menggambarkan kasih Kristus kepada Orang-Orang Percaya. 

Banyak orang berkata bahwa Kidung Agung adalah kitab yang tidak senonoh. Tentu saja itu pemikiran yang salah. Kidung Agung merupakan salah satu kitab paling jujur dan romantis yang pernah ditulis oleh seorang pria kepada wanita yang dicintainya. Kidung Agung merupakan tulisan-tulisan yang dibuat oleh Salomo di masa kejayaannya ketika dia sedang jatuh cinta. Dan kitab ini juga merupakan gambaran tentang kasih YESUS kepada mempelai-NYA, yaitu kita. Itu sebabnya ALKITAB sering menggambarkan bahwa YESUS adalah mempelai pria dan gereja (kita) adalah mempelai wanitanya (Matius 25:1-13). Banyak hal tentang cinta yang dapat kita pelajari melalui kitab ini: JATUH CINTA ITU KEPUTUSAN 

Kidung Agung 8:4b Mengapa kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya? 

Kidung Agung 8:6 Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN! 

Jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya, karena cinta kuat seperti maut. Teman, sama seperti emosi lainnya, perasaan jatuh cinta merupakan keputusan. Perasaan sakit hati dan jatuh cinta tidak hadir di dalam hati Anda tanpa kerjasama dari Anda. Anda yang memutuskan untuk jatuh cinta atau sakit hati. Perasaan tersebut muncul di hati Anda karena Anda terus menerus memikirkannya. Jadi Anda yang bertanggungjawab atas perasaan tersebut. Banyak orang berkata “Saya sebenarnya tidak menginginkan jatuh cinta, tapi ya apa boleh buat, cinta datang tiba-tiba” Teman, ini adalah pernyataan yang sama sekali tidak bertanggungjawab. Cinta dan benci/sakit hati dan perasaan lainnya adalah hal yang kita bangkitkan. Jadi kita bisa memilih untuk tidak jatuh cinta atau sakit hati. 

Bagi  yang masih muda, pertimbangkan ini sematang mungkin. Semua kisah percintaan di dalam Alkitab terjadi di antara usia 25-35 tahun dan lebih. Alkitab tidak pernah salah. Usia 25-35 tahun adalah usia matang bagi pria ataupun wanita untuk memiliki cinta. Pisau berguna untuk memotong buah, kertas, atau daging, tapi di tangan anak kecil, pisau itu menjadi alat yang sangat membahayakan bagi si anak tersebut ataupun orang lain di sekitarnya. Cinta di saat yang tepat dapat membuat hidup seseorang jadi lebih baik, sebaliknya, cinta di tangan anak kecil, hanya akan membawa sakit hati, kepahitan, dan kekecewaan. 

Kidung Agung 6:9 Tetapi dialah satu-satunya merpatiku, idam-idamanku, satu-satunya anak ibunya, anak kesayangan bagi yang melahirkannya; puteri-puteri melihatnya dan menyebutnya bahagia, permaisuri-permaisuri dan selir-selir memujinya. 

Salomo merupakan raja Israel yang memiliki istri dan selir paling banyak. Bahkan ayahnya, Raja Daud, dikalahkan oleh Salomo dalam hal ini. Namun tahukah Anda bahwa sekalipun Salomo memiliki banyak wanita di dalam hidupnya, namun dia hanya jatuh cinta kepada satu wanita saja? Mungkin Anda berpikir dan berkata kepada saya, “Memangnya Salomo tidak mencintai istri atau selirnya yang lain?” 

Manusia hanya bisa jatuh cinta kepada satu orang saja. Jika Anda bertemu dengan orang yang mengatakan dia jatuh cinta kepada dua atau tiga orang atau lebih, itu artinya dia tidak sedang jatuh cinta kepada pasangan-pasangannya. Dia sedang jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Ya, sekali lagi saya katakan, manusia hanya bisa jatuh cinta kepada satu orang saja. Entah itu kepada dirinya sendiri atau pun kepada orang lain. 

Bagi yang sudah memiliki pasangan atau sedang mencari pasangan hari ini. Mari kita untuk setia hanya kepada satu orang saja. Berikan cinta kita kepada orang yang tepat dan di saat yang tepat. Jika mencintai seseorang, berikanlah cinta sepenuhnya kepada orang tersebut, sampai tidak ada lagi yang tersisa yang bisa kita berikan untuk orang lain. 

Sebagai contoh: Kita tahu alasan paling dasar kenapa orang selingkuh? Karena orang tersebut tidak mencintai pasangannya sepenuh hati. Masih ada cinta yang bisa dia sisakan untuk diberikan bagi orang lain, dalam hal ini adalah selingkuhannya. Dan pada dasarnya orang tersebut tidak sedang mencintai pasangannya atau pun selingkuhannya, melainkan dia sedang mencintai dirinya sendiri. Akhir kata saya ingin katakan, tidak ada yang salah dengan jatuh cinta di saat kita sudah dewasa dan sudah saatnya memiliki pasangan, hanya saja jangan sampai cinta itu menjatuhkan kita dari TUHAN 

Firman Tuhan katakan dalam Kidung Agung 2:5 untuk tidak membangkitkan cinta pada waktunya. Kenapa? Alasannya sederhana, Kidung Agung 8:6 menjelaskan, ” … karena cinta kuat seperti maut.” 

Sebagian anak TUHAN mungkin kuat ketika diperhadapkan dengan urusan menyontek, korupsi, mencuri, atau membunuh, namun jika sudah bicara urusan cinta, biasanya cenderung “terjun bebas” alias tidak ada rem-nya. Tidak sedikit yang berpikir, “Kesempatan tidak datang dua kali.” 

Jatuh cinta bisa membuat seseorang kehilangan akal sehatnya. Tidak sedikit orang yang meninggalkan TUHAN, entah dengan cara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, hanya karena jatuh cinta. Bahkan, media massa pun melaporkan kisah-kisah di mana orang bunuh diri hanya karena cinta. Oh, sungguh bodoh! 

“Saya tahu saya salah, tapi saya sudah terlajur jatuh cinta, bagaimana cara meredamnya?” Sama seperti orang obesitas (kelebihan berat badan yang tidak wajar). Tidak ada orang yang dilahirkan obesitas. Obesitas adalah pilihan. Yang artinya, Anda bisa memilih untuk menjadi kurus. Begitu juga jatuh cinta. Kita tidak tiba-tiba jatuh cinta. Faktanya adalah kita memilih untuk jatuh cinta (JATUH CINTA ITU PILIHAN). Dengan kata lain, kita bisa memilih untuk tidak jatuh cinta. 

Jangan terburu-buru jatuh cinta (SABAR MENCARI PASANGAN), apalagi jatuh cinta hanya karena ada kesempatan atau pun karena merasa memiliki banyak kesamaan. Percayalah, bukan hal-hal itu yang membuat hubungan suami-istri bertahan sampai maut memisahkan. 

Pastikan ketika kita mencintai seseorang, kita memilihnya berdasarkan Firman Tuhan. Artinya, kita memilihnya sesuai standar Tuhan (SEPADAN DAN SEIMAN), kita mencintainya dengan cara TUHAN (PASANGAN YANG MENCINTAI TUHAN), dan mendapatkannya dengan cara TUHAN (JATUH CINTA HANYA KE SATU ORANG). 

Jangan menjadi bodoh dan mengorbankan TUHAN hanya karena kita sedang jatuh cinta. Sebaliknya, jadikan Firman Tuhan sebagai dasar kita jatuh cinta. Ketika kita jatuh cinta kepada ORANG yang tepat, di WAKTU yang tepat, dan dengan CARA yang tepat, dijamin kita akan sangat menikmati masa-masa jatuh cinta kita dalam damai dan sukacita, bukan dengan ketakutan dan perasaan tertuduh

 

Komentar

  1. Kitab puisi bukan sekadar indah secara bahasa, tapi:
    -Mengajarkan hikmat bagi pembacanya
    -Menggambarkan kedalaman hati manusia
    -Menuntun pada relasi yang lebih dekat dengan Tuhan

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Kitab puisi mengajarkan bahwasannya:
    1.mengajarkan cara menghikmati kebenaran dari firman tuhan
    2.mengingat sejarah alkitab
    3.menuruti ajaran dari firman tuhan

    BalasHapus
  4. Alkitab adalah buku terbaik di dunia. Dalam Alkitab tidak hanya berisi tentang cerita fiksi tapi sebuah realita. Salah satu bagian dari Alkitab adalah kitab-kitab puisi. Kitab puisi terdiri dari kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung. Kitab-kitab ini berisi sebuah kenyataan dan pelajaran yang dapat memberi kita kekuatan untuk terus berjalan dalam kebenaran Tuhan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lirik lagu: Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di Padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Iya menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Kebajikan dan kemurahan belakang akan mengikuti aku seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

      Hapus
  5. Kitab puisi ini mengajarkan banyak hal dimana dalam stiap kitab dari ayub,mazmur,amsal,dan juga pengkhotbah mempunyai makna tersendiri melalui suara manusia atau orang-orang yang di pakai Tuhan pada waktu itu untuk menjawab setiap segala situasi keadaan manusia baik senang sakit hingga bimbang .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kitab puisi yang sudah di baca dari ayub 1-15 dan masih berlanjt

      Hapus
    2. Lagu Mulia Nama-Nya (maz 96:1-5)
      Nyanyikanlah lagu baru
      Tentang kasih setiamu

      Agungkanlah namanya selalu
      Sbab besar kemuliaannya

      Seluruh bumi lihatlah karyanya
      Mulia Namanya
      Mulia Namanya …

      Hapus
    3. Sabtu-senin ..
      Baca ayub 25-40

      Hapus
    4. Hari ini kita ayub sudah selesai di baca ,lanjut kitab mazmur pasal 1-15

      Hapus
    5. Rabu-kamis-jumat-sabtu-minggu
      Lanjt maz pasal 16-45

      Hapus
  6. Shalomm Fi sayang Tuhan fi sayang Tuhan

    Salah satu bagian dari Alkitab adalah kitab-kitab puisi. Kitab puisi terdiri dari kitab Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung. Kitab-kitab ini berisi sebuah kenyataan dan pelajaran yang dapat memberi kita kekuatan untuk terus berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan.
    Gbu Family

    BalasHapus
  7. Alkitab merupakan salah satu buku yang sangat berpengaruh bagi Dunia.
    Kitab puisi terdiri dari Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung agung, Kitab puisi adalah Bahasa hati Iman. Kitab Puisi sangat memperkaya pemahaman Rohani dan bukan hanya sekedar karya sastra tapi menunjukkan ekspresi iman, pergumulan hidup serta memperdalam relasi dengan Tuhan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang di dapat hari ini: kitab Puisi yang terdiri dari beberapa kitab, Mengajarkan kita juga mengerti dan memahami jati diri kita, Pribadi kita, karakter kita, bukan cuma sekedar materi tetapi harus di praktekkan, kitab Puisi juga bisa membantu kita mengungkapkan Apa yang menjadi isi Hati kita 🙏

      Hapus
    2. Judul lagu: Tenang bersama Tuhan.(Mazmur 62:2-3)
      Hanya dekat Allah saja aku tenang
      Dari pada-Nyalah keslamatanku
      Hanya Dia gunung batuku
      Dan keselamatanku
      Kota bentengku aku tidak goyah

      Hapus
    3. Jumat, Sabtu, Minggu, Senin Ayub 25-36

      Hapus
    4. Hari ini bacaan kitab Ayub sudah selesai, lanjut mazmur 1-10

      Hapus
  8. Kitab Puisi adalah bahasa HATI IMAN.
    ALKITAB menjelaskan pertanyaan' mengenai kehidupan yang seringkali manusia pertanyakan, dan juga menginspirasi orang untuk melakukan hal yang benar, salah satu bagian dari kitab yaitu kitab puisi bagian alkitab yang memberi petuah dan nasihat bagaimana untuk berperilaku, bagaimana doa dan pujian, serta ibadah, menganarkan hikmat yang praktis, juga cinta dan relasi, tentang penderitaan dan keadilan yang Allah lakukan, dan terakhir arti dari makna hidup manusia yg sesungguhnya, semua ditulis dalam tulisan Alkitab sebelum kita mengalami nya, Tuhan terlebih dulu memberikan petuah, agar kita tahu apa yg harus kita lakukan jika kita berada dalam salah satu posisi tersebut, MAKA ALLITAB ADALAH KITAB YANG PALING SUCI DAN TULISANNYA AJAIB, memberikan kekuatan bagi orang yang merasa lerih lesu, dan tidak punya arah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya senang bisa berbagi sesuatu yang baik dengan teman' saya, berpuisi dan mengungkapkan kasih lewat kata', bgitu juga ketika membaca kitab mazmur ada puisi dari dalam hati yg dilamtunkan dengan kata yg penuh arti, setiap hari kita butuh Tuhan, dan kota harus setia pada panggilannya, sehingga kita percaya bahwa ada upah yg Tuhan sediakan bagi kita

      Hapus
    2. Lagu Maz 27 " Pada-Nya aku berlindung"

      Tuhan adalah terangku dan Keselamatan ku, kepada siapakah aku harus takut?

      Tuhan Kau benteng hidupku
      Terhadap siapakah ku harus gemetar?

      Satu hal yang ku minta kepada Tuhan, itu yang kuingini diam di rumah Tuhan

      Seumur hidupku menyaksikan kemurahan Tuhan
      Dan menikmati baitnya

      Dengarlah Tuhan seruan hatiku...

      Hapus
    3. bacaan kitab puisi: rabu, kamis, jumat, sabtu, minggu, senin, selasa, rabu : mazmur 40-70

      Hapus
    4. Mengenai hal-hal bodoh yang pernah kita lakukan, saya tidak ada nasihat selain segera perbaiki, bangkit dari kejatuhan kita, dan jadi lebih baik di masa mendatang. Saya percaya Tuhan ingin agar kehidupan kita selalu naik, bukan turun. TUHAN tidak ingin anak-anaknya hidup dalam kebodohan dan kesia-siaan belaka, maka ia membuat tulisan yang dapat mengajarkan kepada kita supaya hidup untuk tetap mencintai Tuhan sepenuhnya, kepada siapakah kita jatuh cinta hari?? jangan sampai salah dalam memusatkan cinta kita, karena JATUH CINTA ADALAH KEPUTUSAN, yang benar adalah CINTA KEPADA BAPA lebih dari segala yang sia-sia ada di dunia.

      Hapus
  9. Alkitab merupakan salah satu buku yang paling berpengaruh di dunia. Menjelaskan pertanyaan-pertanyaan besar mengenai kehidupan. Buku ini menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang besar. Kitab puisi adalah: “bahasa hati iman” dalam Alkitab. Ia tidak hanya memberi informasi teologis, tetapi: Membentuk cara berpikir, mengarahkan kehidupan, memperdalam relasi dengan Tuhan

    Secara umum terdiri dari:

    1. Ayub → penderitaan & keadilan Allah

    2. Mazmur → doa, pujian, ibadah

    3. Amsal → hikmat praktis

    4. Pengkhotbah → makna hidup

    5. Kidung Agung → cinta & relasi.

    BalasHapus
  10. Kitab puisi adalah: “bahasa hati iman” dalam Alkitab. Ia tidak hanya memberi informasi teologis, tetapi: Membentuk cara berpikir, mengarahkan kehidupan, memperdalam relasi dengan Tuhan
    terdiri dari:
    1. Ayub → penderitaan & keadilan Allah
    2. Mazmur → doa, pujian, ibadah
    3. Amsal → hikmat praktis
    4. Pengkhotbah → makna hidup
    5. Kidung Agung → cinta & relasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang saya dapat hari ini: saya bisa mengungkapkan secara tulus atau dari hati kata" yang bisa menyemangati teman"

      Hapus
    2. Judul Lagu "bentuk hatiku"

      Ajarku rendah hati
      Di hadapanMu
      Jauhkan dari yang jahat
      Bentuk hati ku s'perti Mu

      Bukan pada pengertian ku
      Di setiap jalanku ku akui
      Sbab ku percaya padaMu
      Dan kau luruskan arah hidupku

      Hapus
  11. KITAB PUISI

    Alkitab merupakan salah satu buku yang paling berpengaruh di dunia. Menjelaskan pertanyaan-pertanyaan besar mengenai kehidupan. Buku ini menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal-hal yang besar
    d. Pengampunan
    a. Jangan Menyerah
    d. Perubahan
    a. Mengenal
    b. Berbeda

    BalasHapus
  12. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  13. Alkitab, kitab puisi adalah bagian dari Perjanjian Lama yang berisi tulisan-tulisan dalam bentuk syair, nyanyian, doa, hikmat, dan perenungan tentang kehidupan serta hubungan manusia dengan Allah. Kitab-kitab ini tidak terutama menceritakan sejarah seperti Kejadian atau Raja-raja, tetapi lebih mengekspresikan perasaan, pengalaman iman, penderitaan, hikmat, dan penyembahan kepada Tuhan. Bahasa yang digunakan sering memakai kiasan, perbandingan, dan gambaran yang indah.

    BalasHapus
  14. Dervan bauronga
    Selasa, april 14, 2026
    Mazmur penuh dengan ucapan syukur kepada Tuhan atas kebaikan-Nya.
    Contoh: Mazmur 107:1 — “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik...”
    Banyak mazmur ditulis saat penderitaan, tetapi tetap menunjukkan iman dan harapan.
    Contoh: Mazmur 23 — Tuhan sebagai gembala yang menuntun dan melindungi.

    BalasHapus
  15. Balasan
    1. melalui kitab puisi saya belajar bagaimana jadi seorang yang kuat mengahapi cobaan(Ayub)dan dari Amsal saya mendapat hikmat untuk terus mensyukuri setiap didikan

      Hapus
  16. Alkitab adalah buku terbaik yang berisi kebenaran nyata, bukan sekadar cerita. Salah satu bagiannya adalah kitab-kitab puisi yang menjadi ungkapan hati iman dan memberi pelajaran untuk membentuk hidup serta memperdalam hubungan dengan Tuhan.
    Kitab puisi terdiri dari:
    Ayub (penderitaan & keadilan Allah),
    Mazmur (doa & pujian),
    Amsal (hikmat hidup),
    Pengkhotbah (makna hidup),
    Kidung Agung (cinta & relasi).
    Melalui kitab-kitab ini, kita belajar kebenaran yang menguatkan kita untuk tetap berjalan dalam kehendak Tuhan.

    Pesan:
    Jangan bangkitkan cinta sebelum waktunya, karena cinta kuat seperti maut.

    BalasHapus
  17. Pembacaan hari ini kitab amsal 8:1-36

    BalasHapus
  18. Kitab puisi bukan hanya sekadar kumpulan tulisan, tetapi merupakan karya seni yang menyampaikan pesan secara indah dan mendalam.
    - Kitab Ayub = penderitaan & keadilan Allah.
    - Kitab Mazmur = doa & pujian
    - kitab Amsal = Hikmat hidup
    - kitab pengkhotbah = makna hidup
    - kitab kidung agung =cinta & relasi

    Maka sebab itu dari kitab tersebut kita dapat berjalan di dalam kehendak TUHAN.

    BalasHapus
  19. Yg aku dpt hari ini :
    >Bisa berpantun di kitab kidung Agung 1:5 biar aku hitam tapi aku manis
    >Bisa sharing sama kak Giska dan kak Rutte bersama kak Nova
    >Ungkapan hati hari ini bisa membuat Tesy legah

    BalasHapus
  20. Tugas lagu aku ambil di kidung Agung
    (Judul lagu:kasih-Mu

    Sekalipun dunia berlalu
    segala menjadi Sia-sia
    Namun satu yang kupegang
    Kasih-MuTuhan kekal selamanya

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Tugas lagu aku ambil di kidung agung
    (Judul: kasih hatiku)
    Rasa sayange, oh kekasih hatiku,
    kasihmu mengalir lembut seperti embun pagi.
    Rasa sayange oh kekasih hatiku,
    jiwaku bersukacita dan tenang dihatiku.

    BalasHapus
  23. 1. Amsal 21:23
    “Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.”
    2. Amsal 21:24
    “Si congkak dan si sombong pengolok itulah namanya, ia bertindak dalam kecongkakan yang meluap-luap.”
    3. Amsal 21:25
    “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.”

    BalasHapus
  24. TUGAS HARI INI

    KITAB AMSAL 📖
    Kitab Amsal mengajarkan banyak hal untuk kita yg pertama tentang hikmat dari hikmatlah kita akan menjadi orang yang bijaksana sana.
    Yang kedua takut akan Tuhan dari kita belajar takut akan Tuhan kita bisa menjauhi sgl kejahatan dunia.
    Yang ketiga nasehat dari nasehatlah kita menjadi pribadi yang benar di mata Tuhan supaya kita tidak keliru dengan dakwaanh si iblis
    Yang keempat didikan dari didikanlah kita menjadi pribadi yang kuat di dalam Tuhan
    Yang kelima Alkitab yg menjadi pedoman kita yg menuntun dan mengarahkan ke jln yg benar

    BalasHapus
  25. Shalomm
    Tanggal 06-04-2026 sampai 20-04-2026
    Amsal pasal 1 sampai pasal 20

    BalasHapus
  26. Tugas Kitab Puisi 📖

    Wow sangat sungguh luar biasa kitab puisi PD hari ini....
    Jadi setelah aku membaca kitab puisi ternyata ada banyak hal yg Tuhan nyatakan.
    Dan banyak hal berbicara tentang cinta manusia ternyata kita ngak asal asalan memilih pasangan cinta itu kuat seperti maut kenapa hari² ini anak² muda banyak jauh di hal yg salah karna cinta, karena sebelum diinginkan jangan membangkitkan cinta
    Aku pelajari dari cinta adalah klw kita selalu memprioritaskan seseorang dari pada Tuhan maka kita adalah orang yg bodoh kenapa aku katakan kita adalah org yg bodoh karna kita sedang didakwa oleh si ibliss memang cinta itu dibuat Tuhan tapi jangan sampai kita salah memproritaskan seseorang dari kasih Tuhan yang paput kita terima sng cinta-Nya Tuhan
    Klw aku melihat di hari2 ini banyak orang lebih mengutamakan cinta dari PD Tuhan makanya bnyk org di hari skrg gila karna cinta depresi karna cinta banyak orang gangguan jiwa karna cinta dan penolakan

    Alkitab 📖 adalah sumber umat kristen yg sangat berpengaruh bagi setiap orang bahkan ALKITAB bisa mengubah kehidupan seseorang untuk menjadi baik dari sebelumnya dan membentuk kita membawa cari pikiran kita cara hdup kita agar tinggal di jln yg benar sesuai ALKITAB dan hubungan kita dengan Tuhan
    Kitab amsal:moral, etika, perubahan

    BalasHapus
  27. KITAB AMSAL 📖
    Pasal 1 sampai pasal 17 sudah di baca
    Banyak hal yg aku dpt tentang hikmat, takut Tuhan bahkan kita jdi org yg bijaksana hidup dengan Tuhan
    Jauh hi kejahatan tinggal jln yg benar

    BalasHapus
  28. KITAB MAZMUR 📖

    Pasal 1 sampai pasal 5 sudah di baca

    BalasHapus
  29. KITAB KIDUNG AGUNG 📖
    Pasal 1 dan 2

    BalasHapus
  30. Shalomm hari ini saya membaca
    Amsal 21-1:31 dan Amsal 22:1-29
    By= Karina Tamariska Br Sembiring

    BalasHapus
  31. Pembacaan hari ini
    Kitab Ayub Pasal 1 Ayat 1-22

    BalasHapus
  32. KITAB PENGKHOTBAH
    Pasal 1 dan 2

    BalasHapus

Posting Komentar