BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan,
disayang Tuhan
Bacaan Alktab hari ke-65 Tahun 2026: 1 Samuel 13-16
Filipi 4:11–13 Kukatakan ini bukanlah karena
kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku
tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan
dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik
dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun
dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi
kekuatan kepadaku.
Paulus menulis ayat ini bukan dari tempat yang
nyaman, melainkan dari penjara. Ia pernah mengalami kelimpahan, tetapi juga
kekurangan. Ia tahu rasanya dihormati, tetapi juga ditolak. Namun ia berkata,
“Aku telah belajar mencukupkan diri.”
Mencukupkan diri bukan berarti menyerah pada
keadaan, tetapi percaya bahwa Kristus cukup dalam segala situasi. Kekuatan kita
bukan dari kondisi yang stabil, melainkan dari Tuhan yang setia.
Ayat 13 sering dikutip untuk keberhasilan, tetapi
konteksnya berbicara tentang bertahan dalam segala keadaan. Artinya,
Kristus memberi kekuatan bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk tetap
setia saat sulit.
Kehidupan Elia menunjukkan pelajaran tentang
kecukupan dalam Tuhan. Setelah kemenangan besar di Gunung Karmel, Elia justru
melarikan diri karena ancaman Izebel. Ia merasa takut, lelah, bahkan putus asa.
Dalam keadaan kekurangan dan kelelahan itu, Tuhan memeliharanya melalui makanan
sederhana dan suara lembut-Nya. Elia belajar bahwa kekuatan sejati bukan dari
pengalaman spektakuler, tetapi dari perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang
mencukupkan.
Belajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur
sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain.
Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan
kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
Paulus berkata ia telah belajar mencukupkan diri
dalam segala keadaan. Rahasianya bukan kekuatan diri, tetapi Kristus yang
memberi kekuatan. Kecukupan bukan berarti memiliki segalanya, melainkan merasa
cukup karena Tuhan ada bersama kita.
Renungan Keluarga:
1. Apakah aku mudah mengeluh atau belajar bersyukur?
2. Apakah aku mudah mengeluh saat keadaan tidak
sesuai harapan?
3. Apakah aku sungguh percaya Kristus cukup bagiku?
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati,
diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat
menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Tuhan Yesus Kristus memberi kekuatan bukan hanya untuk membuat kita menang, tetapi juga membuat kita untuk tetap setia saat sulit.
BalasHapusAmin marilah kita bersyukur apa yang kita dapat berterimakasih karena Tuhan selalu menyertai kita melindungi kita tidak perlu memandang apa yang didapat orang lain tetaplah kita tulus bersama Tuhan
HapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusKadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusDalam keadaan kekurangan dan kelelahan itu, Tuhan memeliharanya melalui makanan sederhana dan suara lembut-Nya. Elia belajar bahwa kekuatan sejati bukan dari pengalaman spektakuler, tetapi dari perjumpaan pribadi dengan Tuhan yang mencukupkan.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusKristus memberi kekuatan bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk tetap setia saat sulit
BalasHapusKekuatan kita bukan dari kondisi yang stabil, melainkan dari Tuhan yang setia.
BalasHapusWaktu kita bermegah di dalam Tuhan disitulah kekuatan kita karena Tuhan lah sumber segalahnya🔥❤️❤️
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusMencukupkan diri bukan berarti menyerah pada keadaan, tetapi percaya bahwa Kristus cukup dalam segala situasi. Kekuatan kita bukan dari kondisi yang stabil, melainkan dari Tuhan yang setia.
BalasHapusAyat 13 sering dikutip untuk keberhasilan, tetapi konteksnya berbicara tentang bertahan dalam segala keadaan. Artinya, Kristus memberi kekuatan bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk tetap setia saat sulit.
BalasHapuskecukupan sejati tidak bergantung pada keadaan hidup, tetapi pada hubungan kita dengan Kristus. kekuatan orang percaya bukan berasal dari kondisi yang nyaman, melainkan dari Kristus yang memberi kekuatan untuk tetap setia.
BalasHapusTuhan Yesus Kristus memberi kekuatan bukan hanya untuk membuat kita menang, tetapi juga membuat kita untuk tetap setia saat sulit.
BalasHapusAyat 13 sering dikutip untuk keberhasilan, tetapi konteksnya berbicara tentang bertahan dalam segala keadaan. Artinya, Kristus memberi kekuatan bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk tetap setia saat sulit.
BalasHapusMencukupkan diri bukan berarti menyerah pada keadaan, tetapi percaya bahwa Kristus cukup dalam segala situasi.
BalasHapusMencukupkan diri bukan berarti menyerah pada keadaan, tetapi percaya bahwa Kristus cukup dalam segala situasi. Kekuatan kita bukan dari kondisi yang stabil, melainkan dari Tuhan yang setia.
BalasHapusFilipi 4:11–13 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
BalasHapusKekuatan kita bukan dari kondisi yang Stabil, melainkan dari Tuhan yang Setia.Amen
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusKecukupan bukan berarti memiliki segalanya, melainkan merasa cukup karena Tuhan ada bersama kita.
BalasHapusSegala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
BalasHapusbertahan dalam segala keadaan. Artinya, Kristus memberi kekuatan bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk tetap setia saat sulit.
BalasHapusAmen
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusFilipi 4:11–13 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan
BalasHapusKadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya
BalasHapusKecukupan bukan berarti memiliki segalanya, melainkan merasa cukup karena Tuhan ada bersama kita.
BalasHapus(GRACE NABABAN)
Kami sekeluarga percaya Tuhan Yesus cukup bagi kami semua, karena Dia pemilik kehidupan, amien 🇮🇱🙏❤️.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan.
BalasHapusKristus memberi kekuatan bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk tetap setia saat sulit.
BalasHapusFilipi 4:11–13 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusFilipi 4:11–13 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
BalasHapusBelajar mencukupkan diri berarti: Tidak mengukur sukacita dari apa yang kita miliki. Tidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Kadang Tuhan mengizinkan kekurangan supaya kita belajar bersandar penuh kepada-Nya.
BalasHapusTidak iri terhadap keberhasilan orang lain. Percaya bahwa Tuhan tahu apa yang kita butuhkan
BalasHapusAmin haleluyah
BalasHapusAmin haleluyah
BalasHapusKristus memberi kekuatan bukan hanya untuk menang, tetapi juga untuk tetap setia saat sulit.
BalasHapus