.jpeg)
BERTUMBUH MENJADI DEWASA ROHANI
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan,
disayang Tuhan
Hari Ke-130, Tahun 2026: Mazmur 27-30
Ibrani 5:12–14
Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya
menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan
Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Sebab barangsiapa
masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia
adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang
karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada
yang jahat
Dalam kehidupan, pertumbuhan adalah tanda kehidupan
yang sehat. Seorang anak tidak mungkin terus-menerus minum susu tanpa akhirnya
belajar makan makanan yang lebih keras. Demikian juga dalam kehidupan rohani.
Penulis kitab Ibrani menegur jemaat karena mereka
sudah lama percaya, tetapi belum bertumbuh menjadi dewasa rohani. Mereka masih
perlu diajar hal-hal dasar, padahal seharusnya sudah mampu menguatkan orang
lain.
Tuhan rindu agar setiap orang percaya terus bertumbuh
dalam iman, pengertian firman, dan kehidupan yang semakin serupa dengan
Kristus.
1.
Dewasa Rohani Tidak Ditentukan oleh Lamanya Menjadi Kristen
Seseorang bisa lama berada di gereja, tetapi belum
tentu dewasa secara rohani.
Kedewasaan rohani terlihat dari: Cara berpikir,
cara bersikap, cara menghadapi masalah, ketaatan kepada firman Tuhan. Tuhan
ingin kita terus bertumbuh, bukan berhenti di tempat.
2.
Dewasa Rohani Bertumbuh Melalui Firman Tuhan
Penulis Ibrani berbicara tentang “makanan keras”
bagi orang dewasa rohani. Artinya, firman Tuhan harus dipelajari, direnungkan,
dan dilakukan. Orang yang bertumbuh rohani menjadikan firman Tuhan sebagai
dasar hidup.
3.
Dewasa Rohani Mampu Membedakan yang Baik dan Jahat
Ibrani 5:14 menjelaskan bahwa orang dewasa rohani
memiliki “pancaindra yang terlatih. Artinya: Tidak mudah terpengaruh, memiliki
hikmat, dapat memilih jalan yang benar. Kedewasaan rohani terlihat dari
keputusan hidup sehari-hari. Tuhan ingin kita hidup bijaksana dan dewasa.
Seperti pohon yang terus bertumbuh. Semakin besar
pohon itu, semakin kuat akarnya dan semakin banyak buahnya.
Demikian juga orang yang dewasa rohani akan semakin
kuat dalam iman dan menghasilkan buah kehidupan.
Renungan:
1.
Miliki
kerinduan untuk bertumbuh rohani.
2.
Rajin
membaca dan melakukan firman Tuhan.
3.
Belajar
membedakan yang benar dan salah.
4.
Jadilah
teladan bagi orang lain
Tuhan tidak ingin kita tetap menjadi “bayi rohani,”
tetapi bertumbuh menjadi dewasa di dalam Kristus yaitu: Dewasa dalam iman, dewasa
dalam kasih, dewasa dalam pengenalan akan Tuhan
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati,
diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat
menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)
Seperti pohon yang terus bertumbuh. Semakin besar pohon itu, semakin kuat akarnya dan semakin banyak buahnya.
BalasHapusTuhan rindu agar setiap orang percaya terus bertumbuh dalam iman, pengertian firman, dan kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.
BalasHapusTuhan rindu agar setiap orang percaya terus bertumbuh dalam iman, pengertian firman, dan kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.
BalasHapusTuhan rindu agar setiap orang percaya terus bertumbuh dalam iman, pengertian firman, dan kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.
BalasHapusDalam kehidupan, pertumbuhan adalah tanda kehidupan yang sehat. Seorang anak tidak mungkin terus-menerus minum susu tanpa akhirnya belajar makan makanan yang lebih keras. Demikian juga dalam kehidupan rohani.
BalasHapusTuhan rindu agar setiap orang percaya terus bertumbuh dalam iman, pengertian firman, dan kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.
BalasHapusKedewasaan rohani terlihat dari: Cara berpikir, cara bersikap, cara menghadapi masalah, ketaatan kepada firman Tuhan. Tuhan ingin kita terus bertumbuh, bukan berhenti di tempat.
BalasHapusKedewasaan rohani terlihat dari keputusan hidup sehari-hari. Tuhan ingin kita hidup bijaksana dan dewasa.
BalasHapusSeperti pohon yang terus bertumbuh. Semakin besar pohon itu, semakin kuat akarnya dan semakin banyak buahnya.
BalasHapusIbrani 5:12–14 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
BalasHapusSeperti pohon yang terus bertumbuh. Semakin besar pohon itu, semakin kuat akarnya dan semakin banyak buahnya.
BalasHapusIbrani 5:14 menjelaskan bahwa orang dewasa rohani memiliki “pancaindra yang terlatih. Artinya: Tidak mudah terpengaruh, memiliki hikmat, dapat memilih jalan yang benar.
BalasHapusKedewasaan rohani terlihat dari keputusan hidup sehari-hari. Tuhan ingin kita hidup bijaksana dan dewasa.
BalasHapusGod blessing
BalasHapusAmin Tuhan Yesus Memberkati
BalasHapusTuhan tidak ingin kita tetap menjadi “bayi rohani,” tetapi bertumbuh menjadi dewasa di dalam Kristus yaitu: Dewasa dalam iman, dewasa dalam kasih, dewasa dalam pengenalan akan Tuhan
BalasHapusAmin mks Tuhan Yesus memberkati 🙏😇
BalasHapusTuhan rindu agar setiap orang percaya terus bertumbuh dalam iman, pengertian firman, dan kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.
BalasHapusSebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat
BalasHapusAmenn
BalasHapuskedewasaan rohani bukanlah berdasar pada yang telah terjadi di masa lalu,tetapi dewasa yang bertumbuh melalui firman Tuhan, sehingga ketika di dalam pilihan dan sudut pandang tau mana yg baik dan yg tidak
BalasHapusIbrani 5:14 menjelaskan bahwa orang dewasa rohani memiliki “pancaindra yang terlatih. Artinya: Tidak mudah terpengaruh, memiliki hikmat, dapat memilih jalan yang benar.
BalasHapusIbrani 5:14 menjelaskan bahwa orang dewasa rohani memiliki “pancaindra yang terlatih. Artinya: Tidak mudah terpengaruh, memiliki hikmat, dapat memilih jalan yang benar.
BalasHapusAminn
BalasHapusSebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
BalasHapusSebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat Rachel Tiara Boru sijabat
BalasHapus