.jpeg)
KETAATAN TOTAL
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan,
disayang Tuhan
Hari Ke-125, Tahun 2026: Mazmur 7-10
Kejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau
kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
Kejadian 22 sering disebut sebagai salah satu ujian
iman terbesar dalam Alkitab. Sebagai puncak perjalanan iman Abraham, di
mana ketaatan tidak lagi bersifat parsial, tetapi total.
Perintah Tuhan tampak bertentangan dengan janji-Nya
sendiri, sehingga ketaatan Abraham menunjukkan iman yang melampaui logika
manusia. Ini juga dipahami sebagai gambaran awal dari pengorbanan Kristus.
1.
Ketaatan Diuji Melalui Hal yang Paling Berharga
Tuhan berkata: “Ambillah anakmu… yang engkau
kasihi…” Ini bukan sekadar permintaan biasa. Ini menyentuh hal paling
berharga dalam hidup Abraham.
Ishak adalah: Anak perjanjian, jawaban doa, masa
depan Abraham. Artinya: Ketaatan sejati sering diuji melalui apa yang paling
kita pegang erat.
2.
Ketaatan Tidak Selalu Masuk Akal
Bayangkan situasinya: Tuhan berjanji melalui Ishak,
tapi sekarang Tuhan meminta Ishak dikorbankan. Secara logika ini tidak masuk
akal. Namun Abraham tetap taat. Pengikut Tuhan: Tidak selalu mengerti, tetapi
tetap percaya dan taat
3.
Ketaatan Total Membuka Jalan Penyediaan Tuhan
Saat Abraham taat sampai akhir. Tuhan menyediakan
domba pengganti. Kejadian 22:14 “Tuhan menyediakan”
Pengalaman ini membentuk konsep YHWH Jireh
(Tuhan menyediakan) dalam iman Israel.
Ketaatan membuka pintu: Pemeliharaan Tuhan,
penyertaan Tuhan. berkat Tuhan
Kadang Tuhan meminta sesuatu dari kita. Bukan untuk
mengambil, tetapi untuk membentuk dan memberkati lebih besar.
Renungkan:
1. Apa “Ishak” dalam hidup saya?
(Hal yang paling saya pegang, lebih dari Tuhan?)
2. Apakah saya taat hanya ketika mudah?
3. Apakah saya percaya Tuhan saat saya tidak
mengerti?
Hari ini, ambil langkah iman: Serahkan
kekhawatiranmu kepada Tuhan, taat dalam hal kecil, percaya walau belum melihat
hasilnya. Ketaatan bukan soal perasaan, tetapi keputusan untuk percaya.
Abraham tidak kehilangan Ishak. Dia justru: Dikuatkan
imannya, diteguhkan janjinya, dikenal sebagai bapa orang beriman Ketaatan total
tidak pernah sia-sia.
Abraham taat bahkan ketika Tuhan meminta sesuatu
yang sangat berat. Pengikut Kristus sejati: Taat bukan hanya saat mudah, Tetapi
juga saat sulit. Apakah ketaatanmu masih bersyarat?
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati,
diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat
menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)
Serahkan kekhawatiranmu kepada Tuhan, taat dalam hal kecil, percaya walau belum melihat hasilnya. Ketaatan bukan soal perasaan, tetapi keputusan untuk percaya
BalasHapusSerahkan segala kekhawatiranmu kepada Tuhan, taat dalam hal hal kecil, serta percaya walau belum melihat hasilnya. Sebab, ketaatan bukan soal perasaan, tetapi keputusan untuk percaya.
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKetaatan bukan soal perasaan, tetapi keputusan untuk percaya.
BalasHapusAmin 🙏
BalasHapusApakah mungkin Abraham sudah terlalu sibuk mengurusi anaknya? ga tertulis sih,
BalasHapusBerserah hanya pada Tuhan saja,Tuhan Jesus baik...
BalasHapusPerintah Tuhan tampak bertentangan dengan janji-Nya sendiri, sehingga ketaatan Abraham menunjukkan iman yang melampaui logika manusia. Ini juga dipahami sebagai gambaran awal dari pengorbanan Kristus.
BalasHapusAda Upah dari ketaatan.Bapa Abraham menjadi Pelopor Iman bagi orang percaya, pegang janji Tuhan taat kepada Firman Tuhan
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22 sering disebut sebagai salah satu ujian iman terbesar dalam Alkitab
BalasHapusTAAT kepada TUHAN ( Tidak Ada Alasan Tidak untuk melakukan Kehendak- Nya ) AMIN .... Terima kasih renungannya
BalasHapusAmin 🙏
BalasHapusKadang Tuhan meminta sesuatu dari kita. Bukan untuk mengambil, tetapi untuk membentuk dan memberkati lebih besar.
BalasHapusKetaatan membuka pintu: Pemeliharaan Tuhan, penyertaan Tuhan. berkat Tuhan
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusIman mendasar dari ketaatan yg memberikan kami kekuatan didalam Tuhan Yesus Kristus, amien 🙏❤🇮🇱.
BalasHapusAda Upah dari ketaatan.Bapa Abraham menjadi Pelopor Iman bagi orang percaya, pegang janji Tuhan taat kepada Firman Tuhan
BalasHapusAmin Amin terpujilah Tuhan Yesus
BalasHapusTuhan meminta sesuatu dari kita. Bukan untuk mengambil, tetapi untuk membentuk dan memberkati lebih besar.
BalasHapusPerintah Tuhan tampak bertentangan dengan janji-Nya sendiri, sehingga ketaatan Abraham menunjukkan iman yang melampaui logika manusia. Ini juga dipahami sebagai gambaran awal dari pengorbanan Kristus.
BalasHapusAmin. Tetap taat, belajar percaya ditengah masalah dan kesulitan yang ada.
BalasHapusKetaatan sejati sering diuji melalui apa yang paling kita pegang erat.
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22 sering disebut sebagai salah satu ujian iman terbesar dalam Alkitab. Sebagai puncak perjalanan iman Abraham, di mana ketaatan tidak lagi bersifat parsial, tetapi total.
BalasHapusSerahkan kekhawatiranmu kepada Tuhan, taat dalam hal kecil, percaya walau belum melihat hasilnya. Ketaatan bukan soal perasaan, tetapi keputusan untuk percaya.
BalasHapusPerintah Tuhan tampak bertentangan dengan janji-Nya sendiri, sehingga ketaatan Abraham menunjukkan iman yang melampaui logika manusia. Ini juga dipahami sebagai gambaran awal dari pengorbanan Kristus.
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22 sering disebut sebagai salah satu ujian iman terbesar dalam Alkitab. Sebagai puncak perjalanan iman Abraham, di mana ketaatan tidak lagi bersifat parsial, tetapi total.
BalasHapusKadang Tuhan meminta sesuatu dari kita. Bukan untuk mengambil, tetapi untuk membentuk dan memberkati lebih besar.
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusKejadian 22:2 “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak… dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran…”
BalasHapusDikuatkan imannya, diteguhkan janjinya, dikenal sebagai bapa orang beriman Ketaatan total tidak pernah sia-sia.
BalasHapusPuji Tuhan. Terimakasih untuk renungannya. Tuhan Yesus memberkati
BalasHapus