MENJADI KELUARGA YANG RAJIN BERBUAT
BAIK
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-297, Tahun 2026: 1 Yohanes 4-5, 2 Yohanes 1, 3 Yohanes 1
Titus
3:9–15 "Dan biarlah orang-orang kita juga
belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang
pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah." - Titus 3:14
Keluarga
Kristen tidak hanya dipanggil untuk hidup rukun di dalam rumah, tetapi juga
menjadi berkat bagi orang lain. Tuhan menghendaki agar setiap anggota keluarga
memiliki hati yang peduli, tangan yang siap menolong, dan kehidupan yang
menghasilkan buah kebaikan.
Titus 3:14
mengajarkan bahwa orang percaya harus belajar melakukan pekerjaan yang baik
untuk memenuhi kebutuhan hidup yang penting, sehingga kehidupan mereka tidak
menjadi sia-sia.
Artinya,
iman kepada Tuhan harus terlihat melalui tindakan nyata. Keluarga yang
mengasihi Tuhan akan belajar mengasihi sesama, membantu orang yang membutuhkan,
dan melayani tanpa harus menunggu diminta.
Keluarga
yang diberkati Tuhan bukan hanya keluarga yang menikmati berkat-Nya, tetapi
keluarga yang menjadi saluran berkat bagi orang lain.
Tiga
Kebenaran bagi Keluarga Kristen
Pertama,
keluarga harus menghindari pertengkaran yang tidak membangun.
Titus 3:9
mengingatkan agar kita menghindari perdebatan yang sia-sia. Dalam keluarga,
jangan habiskan energi untuk saling menyalahkan. Belajarlah mendengarkan,
mengampuni, dan mencari penyelesaian dengan kasih.
Keluarga
yang damai memiliki ruang lebih besar untuk bertumbuh dan melayani.
Kedua,
setiap anggota keluarga dipanggil melakukan kebaikan.
Titus 3:14 menekankan
pentingnya belajar melakukan pekerjaan baik. Ayah, ibu, dan anak-anak dapat
mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.
- Ayah menjadi teladan dalam
tanggung jawab dan kejujuran.
- Ibu membangun suasana kasih dan
kepedulian.
- Anak-anak belajar menghormati,
membantu, dan berbagi.
- Seluruh anggota keluarga
bersama-sama melayani Tuhan dan sesama.
Ketiga,
keluarga harus menjadi saluran berkat.
Kebaikan
tidak boleh berhenti di dalam rumah. Keluarga dapat mengunjungi orang sakit,
membantu tetangga yang kesulitan, mendukung pelayanan gereja, atau memberikan
perhatian kepada orang yang kesepian.
Kebaikan
yang dilakukan bersama-sama akan membentuk karakter anak dan menjadi kesaksian
tentang kasih Kristus.
Keluarga
yang kuat dalam Tuhan adalah keluarga yang bersatu dalam kasih, bertumbuh dalam
iman, dan bergerak bersama untuk melakukan kebaikan.
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)

Galang Lubis
BalasHapusTitus 3:9 mengingatkan agar kita menghindari perdebatan yang sia-sia. Dalam keluarga, jangan habiskan energi untuk saling menyalahkan. Belajarlah mendengarkan, mengampuni, dan mencari penyelesaian dengan kasih.
Titus 3:14 mengajarkan bahwa orang percaya harus belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk memenuhi kebutuhan hidup yang penting, sehingga kehidupan mereka tidak menjadi sia-sia.
BalasHapusDan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.
BalasHapusCHRISTIAN RICARDO LUBIS
BalasHapusKeluarga yang kuat dalam Tuhan adalah keluarga yang bersatu dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan bergerak bersama untuk melakukan kebaikan.
Keluarga yang kuat dalam Tuhan adalah keluarga yang bersatu dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan bergerak bersama untuk melakukan kebaikan.
BalasHapusKeluarga yang kuat dalam Tuhan adalah keluarga yang bersatu dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan bergerak bersama untuk melakukan kebaikan.
BalasHapusRonatio Gracia hutasoit
BalasHapusKeluarga yang kuat dalam Tuhan adalah keluarga yang bersatu dalam kasih,bertumbuh dalam iman dan bergerak bersama untuk melakukan kebaikan