KARAKTER YANG BERKENAN KEPADA TUHAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 


KARAKTER YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-292, Tahun 2026: Ibrani 10-13

Titus 1:5–9 Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri – Titus 1:7-8

Setiap orang dapat memiliki jabatan, gelar, kemampuan, dan talenta. Namun, tidak semua orang memiliki karakter yang berkenan kepada Tuhan.

Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita kerjakan, tetapi juga siapa kita di hadapan-Nya.

Karakter sejati tidak terutama terlihat ketika kita berada di atas panggung atau di hadapan banyak orang, melainkan ketika kita menjalani kehidupan sehari-hari, menghadapi masalah, menggunakan kekuasaan, dan memperlakukan sesama.

Tiga Karakter yang Berkenan kepada Tuhan:

A. Memiliki integritas dalam kehidupan

Dalam Kejadian 39:7–12, Yusuf menghadapi godaan dari istri Potifar. Meskipun memiliki kesempatan untuk melakukan kejahatan tanpa diketahui orang lain, Yusuf memilih untuk tetap setia kepada Tuhan.

Yusuf berkata dalam Kejadian 39:9 bahwa ia tidak mau melakukan kejahatan itu dan berdosa terhadap Allah.

B. Mampu menguasai diri dan rendah hati

Bilangan 12:3 menggambarkan Musa sebagai seorang yang sangat lembut hatinya. Dalam perjalanan memimpin bangsa Israel, Musa menghadapi berbagai keluhan, pemberontakan, dan tekanan.

Musa mengingatkan kita bahwa kepemimpinan rohani membutuhkan kerendahan hati dan pengendalian diri, bukan sekadar keberanian memberikan perintah.

Titus 1:7–8 menekankan bahwa seorang pemimpin tidak boleh angkuh, lekas marah, atau dikuasai oleh kepentingan pribadi. Sebaliknya, ia harus mampu mengendalikan diri, mencintai kebaikan, bijaksana, adil, dan saleh.

C. Menjadi teladan dalam perkataan dan perbuatan

Dalam Yohanes 13:3–15, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Sebagai Guru dan Tuhan, Ia memberikan teladan kerendahan hati dan pelayanan.

Yesus tidak hanya mengajarkan kasih, tetapi juga memperlihatkan kasih melalui tindakan nyata.

Titus 1:8 menyatakan bahwa seorang pemimpin harus mencintai kebaikan, hidup bijaksana, adil, saleh, dan mampu menguasai diri.

Karakter yang berkenan kepada Tuhan harus tampak dalam tindakan nyata. Kita tidak cukup hanya pandai berbicara tentang kasih, tetapi harus mengasihi. Kita tidak cukup hanya mengajarkan kejujuran, tetapi harus hidup jujur.

Yusuf mengajarkan integritas. Musa mengingatkan kita tentang kerendahan hati dan pengendalian diri. Yesus Kristus menjadi teladan tertinggi dalam kasih, pelayanan, dan keteladanan hidup.

Karena itu, jangan hanya mengejar keberhasilan, jabatan, gelar, atau pengakuan manusia. Bangunlah karakter yang berkenan kepada Tuhan.

Jabatan dapat membuat seseorang dihormati manusia, tetapi karakter yang berkenan kepada Tuhan menunjukkan kedewasaan iman dan integritas hidupnya.

Kiranya kehidupan kita menjadi kesaksian yang nyata, sehingga melalui perkataan, sikap, dan tindakan kita, nama Tuhan Yesus semakin dimuliakan.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Karakter yang berkenan kepada Tuhan harus tampak didalam tindakan nyata

    BalasHapus
  2. Karakter yang berkenan kepada Tuhan harus tampak dalam tindakan nyata Amen.

    BalasHapus
  3. Musa mengingatkan kita tentang kerendahan hati dan pengendalian diri. Yesus Kristus menjadi teladan tertinggi dalam kasih, pelayanan, dan keteladanan hidup.

    BalasHapus
  4. Titus 1:8 menyatakan bahwa seorang pemimpin harus mencintai kebaikan, hidup bijaksana, adil, saleh, dan mampu menguasai diri.

    BalasHapus
  5. Alexsa oktaviani najegesSenin, Oktober 19, 2026 5:06:00 AM

    jangan hanya mengejar keberhasilan, jabatan, gelar, atau pengakuan manusia. Bangunlah karakter yang berkenan kepada Tuhan.

    BalasHapus

Posting Komentar