KELUARGA YANG HIDUP OLEH IMAN DAN BERTEKUN DALAM TUHAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK



KELUARGA YANG HIDUP OLEH IMAN 
DAN BERTEKUN DALAM TUHAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-298, Tahun 2026: Yudas 1, Wahyu 1-3

Ibrani 10:19–25 "Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia."  -  Ibrani 10:23

Keluarga yang Berakar dalam Iman

Keluarga adalah anugerah Tuhan yang harus dipelihara dengan kasih, kesabaran, dan tanggung jawab. Dalam perjalanan kehidupan keluarga, ada saat-saat penuh sukacita, tetapi ada pula masa ketika kita menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan rumah tangga, perbedaan pendapat, dan kekhawatiran akan masa depan.

Kitab Ibrani mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus adalah dasar pengharapan yang teguh. Karena itu, keluarga Kristen tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi harus terus belajar percaya kepada Tuhan.

Keluarga yang kuat bukanlah keluarga yang tidak pernah menghadapi masalah, melainkan keluarga yang tetap berpegang kepada Tuhan ketika masalah datang.

Tiga pelajaran dari Kitab Ibrani

A. Keluarga harus hidup oleh iman

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Dalam kehidupan keluarga, iman berarti tetap percaya kepada Tuhan sekalipun jawaban doa belum terlihat. Orang tua perlu mengajarkan kepada anak-anak bahwa Tuhan tetap setia, baik dalam keadaan mudah maupun sulit.

Nuh percaya kepada firman Tuhan dan menaati perintah-Nya dengan membangun bahtera. Ia menunjukkan iman melalui tindakan nyata, meskipun harus menghadapi keadaan yang tidak mudah.

B. Keluarga harus saling menguatkan

Firman Tuhan mengajak kita untuk saling memperhatikan, mendorong dalam kasih, dan melakukan pekerjaan baik.

Rumah seharusnya menjadi tempat setiap anggota keluarga memperoleh dukungan dan penguatan. Jangan sampai rumah menjadi tempat yang dipenuhi kritik, kemarahan, dan perkataan yang melukai.

Ketika Musa merasa lelah saat bangsa Israel berperang, Harun dan Hur menopang tangannya. Mereka menunjukkan bahwa seseorang dapat menjadi lebih kuat ketika mendapat dukungan dari orang lain.

Demikian pula dalam keluarga: ketika suami lelah, istri dapat menguatkan; ketika orang tua menghadapi kesulitan, anak-anak dapat memberikan dukungan; dan ketika anak mengalami kegagalan, orang tua dapat mendampingi dengan kasih.

C. Keluarga harus tekun dan tidak mudah menyerah

Penulis kitab Ibrani mengajak orang percaya untuk berlomba dengan tekun dalam perjalanan iman dan memandang kepada Yesus.

Kehidupan keluarga adalah perjalanan panjang. Membangun komunikasi yang sehat, mendidik anak, menjaga kesetiaan, dan menyelesaikan konflik membutuhkan ketekunan.

Kita tidak selalu melihat perubahan dengan cepat. Namun, keluarga perlu terus berusaha melakukan yang benar dan meminta pertolongan Tuhan.

Abraham menaati panggilan Tuhan dan berangkat ke negeri yang akan diterimanya sebagai milik pusaka, meskipun ia belum mengetahui sepenuhnya tempat yang ditujunya. Hidupnya mengajarkan kepercayaan dan ketaatan kepada Tuhan dalam perjalanan yang belum jelas.

Kitab Ibrani mengajarkan bahwa keluarga Kristen perlu hidup oleh iman, saling menguatkan, dan bertekun dengan memandang kepada Yesus.

Jangan biarkan kesibukan, masalah, atau perbedaan pendapat menjauhkan keluarga dari Tuhan. Jadikan rumah sebagai tempat iman bertumbuh, kasih dinyatakan, dan pengharapan dipelihara.

Keluarga yang berpegang kepada Tuhan tidak selalu berjalan tanpa badai, tetapi belajar tetap beriman, saling menopang, dan terus melangkah bersama Yesus.”

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Firman Tuhan mengajak kita untuk saling memperhatikan, mendorong dalam kasih, dan melakukan pekerjaan baik.

    BalasHapus
  2. Firman Tuhan mengajak kita untuk saling memperhatikan, mendorong dalam kasih, dan melakukan pekerjaan baik.

    BalasHapus
  3. Kitab Ibrani mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus adalah dasar pengharapan yang teguh. Karena itu, keluarga Kristen tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi harus terus belajar percaya kepada Tuhan

    BalasHapus
  4. Jadikan rumah sebagai tempat iman bertumbuh, kasih dinyatakan, dan pengharapan dipelihara.

    BalasHapus
  5. Kitab Ibrani mengingatkan kita bahwa Tuhan Yesus adalah dasar pengharapan yang teguh

    BalasHapus
  6. Galang Lubis

    Dalam kehidupan keluarga, iman berarti tetap percaya kepada Tuhan sekalipun jawaban doa belum terlihat. Orang tua perlu mengajarkan kepada anak-anak bahwa Tuhan tetap setia, baik dalam keadaan mudah maupun sulit

    BalasHapus
  7. Dalam kehidupan keluarga, iman berarti tetap percaya kepada Tuhan sekalipun jawaban doa belum terlihat.

    BalasHapus
  8. Poltak:
    Amsal 12:22
    Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya

    BalasHapus
  9. Rumah seharusnya menjadi tempat bagi setiap anggota keluarga memperoleh dukungan dan penguatan 🙏

    BalasHapus
  10. Keluarga adalah anugerah Tuhan yang harus dipelihara dengan kasih, kesabaran, dan tanggung jawab. Dalam perjalanan kehidupan keluarga, ada saat-saat penuh sukacita, tetapi ada pula masa ketika kita menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan rumah tangga, perbedaan pendapat, dan kekhawatiran akan masa depan.

    BalasHapus
  11. Jangan biarkan kesibukan, masalah, atau perbedaan pendapat menjauhkan keluarga dari Tuhan. Jadikan rumah sebagai tempat iman bertumbuh, kasih dinyatakan, dan pengharapan dipelihara.

    BalasHapus
  12. Keluarga adalah anugerah Tuhan yang harus dipelihara dengan kasih, kesabaran, dan tanggung jawab. Dalam perjalanan kehidupan keluarga, ada saat-saat penuh sukacita, tetapi ada pula masa ketika kita menghadapi kesulitan ekonomi, persoalan rumah tangga, perbedaan pendapat, dan kekhawatiran akan masa depan.

    BalasHapus
  13. Jangan biarkan kesibukan, masalah, atau perbedaan pendapat menjauhkan keluarga dari Tuhan. Jadikan rumah sebaga

    BalasHapus
  14. Keluarga yang berpegang kepada Tuhan tidak selalu berjalan tanpa badai, tetapi belajar tetap beriman, saling menopang, dan terus melangkah bersama Yesus.”

    BalasHapus
  15. Jangan biarkan kesibukan, masalah, atau perbedaan pendapat menjauhkan keluarga dari Tuhan. Jadikan rumah sebagai tempat iman bertumbuh, kasih dinyatakan, dan pengharapan dipelihara.

    BalasHapus
  16. jadikan keluarga menjadi tempat bertumbuhnya iman kita, dan tempat untuk saling menguatkan.

    BalasHapus

Posting Komentar