%20(1).png)
BUKAN KARENA TERPAKSA, TETAPI KARENA
KASIH.
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-277, Tahun 2026: 2 Korintus 5-8
Filemon
1:8–9 “Tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu.” Filemon
1:9
Filemon
1:8–22 mengajarkan bahwa kasih Kristen tidak hanya berbicara tentang perintah,
tetapi tentang kerelaan hati.
Keluarga
yang hidup dalam kasih Kristus belajar: Mengasihi tanpa memaksa. Melihat nilai
setiap anggota keluarga. Mengampuni dengan tulus. Memberikan kesempatan untuk
berubah. Menerima satu sama lain sebagai saudara. Saling menanggung beban. Melakukan
yang benar dengan hati yang rela.
Paulus
memiliki kedudukan dan keberanian untuk memerintahkan Filemon melakukan
sesuatu. Namun, Paulus memilih jalan kasih. Ia tidak menggunakan otoritasnya
untuk memaksa Filemon, melainkan memintanya dengan penuh kasih.
Di sinilah
kita melihat bahwa kasih sejati tidak bergantung pada paksaan.
Sesuatu yang
dilakukan karena takut mungkin menghasilkan tindakan, tetapi belum tentu
menghasilkan hati yang berubah. Seseorang dapat melakukan sesuatu karena takut
dimarahi, takut dihukum, atau takut mengecewakan orang lain.
Namun,
ketika kasih menjadi dasar, seseorang melakukan sesuatu karena ia rela dan
sadar bahwa tindakannya adalah sesuatu yang baik. Hal ini sangat penting
dalam kehidupan keluarga.
Orang tua
tentu memiliki tanggung jawab mendidik anak. Anak perlu diajar untuk
menghormati orang tua, bertanggung jawab, disiplin, dan melakukan yang benar.
Tetapi pendidikan keluarga tidak berhenti pada kalimat: “Lakukan karena Ayah
atau Ibu menyuruhmu.”
Lebih dalam
daripada itu adalah: “Lakukan karena kamu mengerti bahwa ini benar dan Tuhan
mengajarkan kita untuk hidup demikian.”
Demikian
juga dalam hubungan suami dan istri. Kasih tidak seharusnya menjadi alat untuk
mengendalikan pasangan. Kasih tidak berkata, “Kalau kamu mengasihi saya,
kamu harus melakukan apa yang saya mau.”
Kasih justru
memberikan ruang untuk berbicara, memahami, mengampuni, dan mengambil keputusan
dengan hati yang rela.
Paulus
memberikan teladan bahwa otoritas dapat digunakan dengan kasih. Ia tidak
kehilangan wibawa karena tidak memaksa. Sebaliknya, ia menunjukkan kedewasaan
rohani dengan memberikan kesempatan kepada Filemon untuk merespons berdasarkan
kasih.
Kasih
dalam keluarga bukan:
- memaksa orang lain mengikuti
keinginan kita;
- menggunakan rasa takut untuk
mendapatkan ketaatan;
- mengancam ketika keinginan kita
tidak dipenuhi;
- mengungkit pengorbanan supaya
orang lain merasa berutang.
Kasih
dalam keluarga adalah:
- berbicara dengan lembut;
- memberi kesempatan untuk
memahami;
- mengajarkan kebenaran dengan
sabar;
- menghargai keputusan yang
bertanggung jawab;
- melakukan kebaikan dengan hati
yang rela.
Ada
perbedaan besar antara ketaatan karena terpaksa dan ketaatan karena
kasih.
Ketaatan
karena terpaksa berkata: “Saya melakukannya karena tidak punya pilihan.”
Ketaatan
karena kasih berkata: “Saya melakukannya karena saya mengerti ini benar dan
saya ingin menyenangkan Tuhan.”
Keluarga
Kristen dipanggil untuk bertumbuh dari sekadar “harus” menjadi “rela.”
Ketika kasih
Kristus memenuhi hati, melakukan yang baik tidak lagi terasa sebagai beban
semata. Kita mulai belajar berkata: “Saya mau melakukannya karena saya
mengasihi Tuhan dan mengasihi keluarga saya.”
Filemon 1:21 menjadi penutup yang indah: “Aku yakin akan ketaatanmu...”
Keluarga yang dewasa secara rohani tidak dibangun hanya dengan banyak aturan. Keluarga dibangun ketika setiap anggota belajar membiarkan kasih Kristus mengubah hati dan menghasilkan tindakan.
Dari
paksaan → kepada kerelaan
Dari
kesalahan → kepada pemulihan
Dari
kepahitan → kepada pengampunan
Dari
tuntutan → kepada pelayanan
Dari
“harus” → kepada “mau”
Dari
hidup untuk diri sendiri → menjadi berkat bagi keluarga
Keluarga yang hidup dalam kasih Kristus tidak hanya melakukan yang benar karena harus, tetapi melakukan yang benar karena hati telah belajar mengasihi.
Keluarga yang dibangun dengan kasih tidak bertanya, ‘Apa yang terpaksa harus kulakukan?’ tetapi berkata, ‘Apa yang dengan rela dapat kulakukan karena aku mengasihi Tuhan dan keluargaku?’”
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
Galang Lubis
BalasHapusKeluarga yang hidup dalam kasih Kristus belajar: Mengasihi tanpa memaksa. Melihat nilai setiap anggota keluarga. Mengampuni dengan tulus. Memberikan kesempatan untuk berubah. Menerima satu sama lain sebagai saudara. Saling menanggung beban. Melakukan yang benar dengan hati yang rela.
Filemon 1:8–22 mengajarkan bahwa kasih Kristen tidak hanya berbicara tentang perintah, tetapi tentang kerelaan hati
BalasHapusCHRISTIAN RICARDO LUBIS
BalasHapusCHRISTIAN RICARDO LUBIS
BalasHapusTuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKetaatan karena kasih berkata: “Saya melakukannya karena saya mengerti ini benar dan saya ingin menyenangkan Tuhan.”
BalasHapusKetika kasih menjadi dasar, seseorang melakukan sesuatu karena ia rela dan sadar bahwa tindakannya adalah sesuatu yang baik.
BalasHapusTuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
BalasHapusPaulus memberikan teladan bahwa otoritas dapat digunakan dengan kasih.
BalasHapusNamun, ketika kasih menjadi dasar, seseorang melakukan sesuatu karena ia rela dan sadar bahwa tindakannya adalah sesuatu yang baik. Hal ini sangat penting dalam kehidupan keluarga.
BalasHapusDi sinilah kita melihat bahwa kasih sejati tidak bergantung pada paksaan.
BalasHapusFilemon 1:8–9 “Tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu.” Filemon 1:9
BalasHapusFilemon 1:8–22 mengajarkan bahwa kasih Kristen tidak hanya berbicara tentang perintah, tetapi tentang kerelaan hati..
BalasHapusKasih justru memberikan ruang untuk berbicara, memahami, mengampuni, dan mengambil keputusan dengan hati yang rela.
BalasHapusKairos
BalasHapusKetaatan karena kasih berkata: “Saya melakukannya karena saya mengerti ini benar dan saya ingin menyenangkan Tuhan.”
Kairos
BalasHapusKetaatan karena kasih berkata: “Saya melakukannya karena saya mengerti ini benar dan saya ingin menyenangkan Tuhan.”
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPoltak:
BalasHapusRoma 12:16
Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama
Ketika kasih Kristus memenuhi hati, melakukan yang baik tidak lagi terasa sebagai beban semata.
BalasHapusmelakukan kebaikan dengan hati yang rela.
BalasHapusmelakukan kebaikan dengan hati yang rela.
BalasHapusRonatio Gracia Hutasoit
BalasHapusFilemon 1: 8-22
Mengajarkan bahwa kasih kristen tidak hanya berbicara tentang perintah,tapi tentang kerelaan hati
Filemon 1:8–22 mengajarkan bahwa kasih Kristen tidak hanya berbicara tentang perintah, tetapi tentang kerelaan hati.
BalasHapusFilemon 1:8–22 mengajarkan bahwa kasih Kristen tidak hanya berbicara tentang perintah, tetapi tentang kerelaan hati.
BalasHapusKeluarga yang hidup dalam kasih Kristus tidak hanya melakukan yang benar karena harus, tetapi melakukan yang benar karena hati telah belajar mengasihi.
BalasHapusKeluarga yang hidup dalam kasih Kristus belajar: Mengasihi tanpa memaksa. Melihat nilai setiap anggota keluarga. Mengampuni dengan tulus. Memberikan kesempatan untuk berubah. Menerima satu sama lain sebagai saudara. Saling menanggung beban. Melakukan yang benar dengan hati yang rela.
BalasHapusFilemon 1:8–9 “Tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu.”
BalasHapusFilemon 1:8–9 “Tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu.”
BalasHapusKeluarga yang hidup dalam kasih Kristus tidak hanya melakukan yang benar karena harus, tetapi melakukan yang benar karena hati telah belajar mengasihi.
BalasHapus