BERKAT UNTUK MENJADI BERKAT
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-275, Tahun 2026: 1 Korintus 13-16
2 Korintus
9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan
dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi
dengan sukacita.”
Setiap
keluarga tentu memiliki kebutuhan.
Kita
membutuhkan makanan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan berbagai
kebutuhan lainnya. Karena itu, kita bekerja dan mengelola penghasilan dengan
bertanggung jawab.
Namun
kehidupan yang diberkati Tuhan tidak berhenti pada pertanyaan: “Apa yang
bisa kami dapatkan?” Ada pertanyaan yang lebih penting: “Apa yang bisa
kami berikan?”
Tuhan
memberkati kita bukan hanya supaya kita menikmati berkat itu sendiri, tetapi
supaya melalui kehidupan kita, orang lain juga dapat merasakan kasih dan
kebaikan Tuhan.
Paulus
mengajarkan bahwa memberi bukan terutama tentang jumlah, tetapi tentang hati.
Ada orang
yang memberi banyak tetapi melakukannya dengan terpaksa. Ada pula orang yang
memiliki sedikit tetapi mampu berbagi dengan tulus.
Karena itu,
Alkitab berkata: “Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Memberi
dengan sukacita berarti kita tidak melihat pemberian sebagai kehilangan
semata-mata.
Kita
melihatnya sebagai kesempatan untuk menjadi saluran berkat. Ketika keluarga
memberi, kita sedang mengajarkan sebuah nilai penting: “Apa yang Tuhan
percayakan kepada kami bukan hanya untuk kami.”
KELUARGA
YANG BELAJAR BERBAGI
Budaya
memberi dapat dimulai dari rumah. Anak-anak dapat diajar berbagi makanan. Berbagi
mainan yang masih layak.
Membantu
teman yang membutuhkan. Memberikan sebagian dari apa yang mereka miliki. Orang
tua memberikan teladan melalui kepedulian kepada sesama.
Dengan
demikian, anak-anak belajar bahwa kekayaan bukan hanya tentang memiliki,
tetapi juga tentang berbagi.
Keluarga
yang terbiasa berbagi akan semakin memahami bahwa berkat Tuhan memiliki tujuan
yang lebih besar daripada sekadar memenuhi keinginan pribadi.
TIGA CARA
MENJADI BERKAT
1.
Memberi dengan hati yang rela.
Jangan
memberi hanya karena terpaksa atau ingin dipuji. Berilah dengan kasih dan
ketulusan.
2.
Memberi sesuai kemampuan.
Tidak perlu
membandingkan pemberian kita dengan orang lain. Setiap keluarga memiliki
kemampuan dan keadaan yang berbeda.
Yang Tuhan
lihat adalah hati yang tulus dan rela.
3.
Memberi dengan tujuan yang baik.
Gunakan apa
yang Tuhan percayakan untuk menolong, mendukung, menguatkan, dan menghadirkan
kasih kepada orang lain.
Memberi
tidak selalu berbentuk uang.
Kita dapat
memberikan waktu, tenaga, perhatian, makanan, pertolongan, atau kata-kata
yang menguatkan.
BERKAT
YANG MENGALIR
Bayangkan
sebuah sungai. Air yang terus mengalir akan membawa kehidupan ke tempat-tempat
yang dilaluinya. Demikian pula berkat Tuhan dalam kehidupan kita.
Ketika
berkat hanya berhenti pada diri sendiri, kita kehilangan kesempatan untuk
menjadi saluran kasih. Tetapi ketika kita belajar berbagi, apa yang Tuhan
percayakan dapat membawa sukacita dan pertolongan bagi orang lain.
Kita
menerima berkat dari Tuhan dan meneruskannya kepada sesama.
Inilah salah
satu bentuk kemerdekaan keuangan: Kita tidak lagi hidup hanya untuk
mengumpulkan dan memiliki, tetapi belajar menggunakan apa yang kita miliki
untuk tujuan yang lebih besar.
MEMBERI
BUKAN KARENA BERLEBIHAN
Kadang-kadang
kita berpikir: “Nanti kalau saya sudah punya banyak, baru saya bisa
memberi.”
Namun
kemurahan hati tidak selalu menunggu sampai kita memiliki kelebihan.
Kita dapat
mulai dari hal sederhana. Satu makanan. Satu bantuan.
Satu waktu
untuk menolong. Satu perhatian kepada seseorang yang sedang mengalami
kesulitan.
Yang penting
bukan seberapa besar yang diberikan, tetapi kasih yang menyertai pemberian
itu.
Kami
tidak hanya ingin menjadi keluarga yang menerima berkat.
Kami ingin
menjadi keluarga yang menjadi berkat. Kami akan belajar memberi dengan
sukacita, sesuai kemampuan, tanpa paksaan dan tanpa mencari pujian.
Kami akan
mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa yang Tuhan percayakan kepada kami dapat
digunakan untuk menolong dan memberkati orang lain.
Berkat
Tuhan tidak berhenti di rumah kami.
Berkat Tuhan mengalir melalui kehidupan kami.
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
%20(1).png)
raja::Keluarga yang terbiasa berbagi akan semakin memahami bahwa berkat Tuhan memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar memenuhi keinginan pribadi.
BalasHapusKorintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
BalasHapusKorintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
BalasHapusPaulus mengajarkan bahwa memberi bukan terutama tentang jumlah, tetapi tentang hati.
BalasHapusKairos
BalasHapusKorintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
BalasHapusKairos
BalasHapusKorintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Kita membutuhkan makanan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya. Karena itu, kita bekerja dan mengelola penghasilan dengan bertanggung jawab.
BalasHapusCHRISTIAN RICARDO LUBIS
BalasHapusSatu waktu untuk menolong. Satu perhatian kepada seseorang yang sedang mengalami kesulitan.
Ketika berkat hanya berhenti pada diri sendiri, kita kehilangan kesempatan untuk menjadi saluran kasih. Tetapi ketika kita belajar berbagi, apa yang Tuhan percayakan dapat membawa sukacita dan pertolongan bagi orang lain
BalasHapusCHRISTIAN RICARDO LUBIS
BalasHapusKadang-kadang kita berpikir: “Nanti kalau saya sudah punya banyak, baru saya bisa memberi.”
Paulus mengajarkan bahwa memberi bukan terutama tentang jumlah, tetapi tentang hati.
BalasHapus2 Korintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
BalasHapus“Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
BalasHapusGalang Lubis
BalasHapusKita membutuhkan makanan, tempat tinggal, pendidikan, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya. Karena itu, kita bekerja dan mengelola penghasilan dengan bertanggung jawab.
Poltak:
BalasHapusAmen
Kita menerima berkat dari Tuhan dan meneruskannya kepada sesama.
BalasHapusAyat Hari Ini
BalasHapus2 Korintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Tuhan memberkati kita agar kita dapat menjadi saluran berkat bagi sesama melalui kemurahan hati, kerelaan, dan kepedulian yang dimulai dari lingkup keluarga.
BalasHapusTuhan percayakan kepada kami dapat digunakan untuk menolong dan memberkati orang lain.
BalasHapus2 Korintus 9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”
Hapus