VISI MEMBERIKAN ARAH, MISI MENGHASILKAN TINDAKAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-246, Tahun 2026: Markus 2-5

Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”

Setiap keluarga sedang melakukan sebuah perjalanan. Dalam perjalanan, kita membutuhkan arah dan langkah.

Demikian juga kehidupan keluarga. Visi memberikan arah: Keluarga ini mau menjadi seperti apa di hadapan Tuhan? Misi menghasilkan tindakan: Apa yang harus kita lakukan untuk mencapai arah tersebut?

Keluarga yang tidak memiliki visi dapat menjadi keluarga yang sibuk tetapi tidak tahu ke mana sedang berjalan. Sebaliknya, keluarga yang memiliki visi tetapi tidak menjalankan misi hanya akan memiliki impian tanpa tindakan.

1. Visi membuat keluarga memiliki arah

Visi keluarga bukan terutama tentang kekayaan, jabatan, pendidikan, atau keberhasilan duniawi. Visi yang utama adalah: “Menjadi keluarga yang semakin serupa dengan Kristus.”

Visi seperti kompas. Kompas tidak membawa kita berjalan, tetapi menunjukkan arah yang benar. Visi menjawab: “Ke mana keluarga kita akan pergi?”

2. Misi mengubah visi menjadi tindakan

Visi yang baik harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Jika visi kita adalah menjadi serupa dengan Kristus, maka misi keluarga harus terlihat dalam kehidupan sehari-hari:

·       Rumah Doa Keluarga : Keluarga membangun hubungan dengan Tuhan. Membaca dan melakukan Firman, dan mempraktikannya

·       Mengasihi dan mengampuni: Keluarga belajar menyelesaikan konflik dengan kasih.

·       Melayani: Setiap anggota keluarga belajar menjadi berkat bagi orang lain.

·       Bersaksi: Keluarga menunjukkan Kristus melalui perkataan dan perbuatan.

Misi menjawab: “Apa yang harus keluarga kita lakukan?”

3. Visi tanpa misi hanya menjadi impian

Kita dapat mengatakan: “Keluarga kami mau menjadi keluarga yang takut akan Tuhan.” Tetapi jika tidak pernah berdoa, tidak membaca Firman, tidak saling mengampuni, dan tidak melayani, maka visi tersebut hanya menjadi kata-kata.

Demikian pula: “Kami ingin anak-anak kami memiliki iman yang kuat.” Maka iman itu harus diajarkan, dicontohkan, dan dijalani di dalam rumah. Apa yang kita ingin lihat dalam diri anak-anak, harus terlebih dahulu mereka lihat dalam kehidupan orang tua.

4. Misi tanpa visi membuat keluarga kehilangan arah

Ada keluarga yang sangat sibuk: bekerja, sekolah, pelayanan, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas lainnya. Namun kesibukan belum tentu berarti memiliki arah.

Kita dapat melakukan banyak hal tetapi lupa bertanya: “Apakah semua yang kami lakukan membawa keluarga semakin dekat kepada tujuan Tuhan?”

5. Keluarga yang memiliki visi akan memiliki prioritas

Semuanya penting, tetapi Tuhan harus menjadi pusat dan prioritas utama. Ketika Tuhan menjadi pusat, keluarga belajar mengambil keputusan berdasarkan kehendak-Nya.

 “Visi menunjukkan ke mana kita pergi; misi menunjukkan apa yang kita lakukan; dan kesetiaan setiap hari membawa keluarga semakin dekat kepada tujuan Tuhan.”

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Irianne junika Putri SiahaanKamis, September 03, 2026 4:33:00 AM

    Amsal 29:18
    “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”

    BalasHapus
  2. Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”

    BalasHapus
  3. Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”

    BalasHapus
  4. > VISI MEMBERIKAN ARAH, MISI MENGHASILKAN TINDAKAN

    BalasHapus
  5. Kesetiaan setiap hari membawa keluarga semakin dekat pada Tujuan Tuhan

    BalasHapus
  6. Keluarga belajar menyelesaikan konflik dengan kasih.

    BalasHapus
  7. renungan ini mengingatkan bahwa keluarga perlu memiliki tujuan yang jelas dari Tuhan dan mewujudkannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  8. Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”

    BalasHapus
  9. Amsal 29:18 “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.”

    BalasHapus
  10. Setiap keluarga sedang melakukan sebuah perjalanan. Dalam perjalanan, kita membutuhkan arah dan langkah.

    BalasHapus
  11. Visi utama keluarga bukanlah kekayaan atau keberhasilan duniawi, melainkan menjadi keluarga yang semakin serupa dengan Kristus. Visi berfungsi seperti kompas yang menunjukkan arah tujuan.

    BalasHapus

Posting Komentar