PERUMPAMAAN
TENTANG PENABUR - HATI YANG SIAP
MENERIMA FIRMAN
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-249, Tahun 2026: Markus 14-16, Lukas 1
Selama tujuh
hari kita akan belajar bahwa perumpamaan Yesus bukan hanya cerita, tetapi
mengajarkan bagaimana kita menjalani kehidupan.
Matius
13:1–23 “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman
itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah...” (Matius 13:23)
Dalam
perumpamaan ini, Tuhan Yesus berbicara tentang seorang penabur yang menaburkan
benih. Benih itu jatuh di tempat yang berbeda-beda: di pinggir jalan, di tanah
berbatu, di tengah semak duri, dan di tanah yang baik.
Yesus
menjelaskan bahwa benih menggambarkan firman tentang Kerajaan Allah,
sedangkan berbagai jenis tanah menggambarkan keadaan hati manusia ketika
mendengar firman Tuhan.
Ada orang
yang mendengar firman, tetapi tidak memahaminya. Ada yang menerimanya dengan
sukacita, tetapi tidak berakar dengan kuat. Ada pula yang mendengar firman,
tetapi kemudian berbagai kekhawatiran dan keinginan duniawi menghambat
pertumbuhannya.
Namun, ada
benih yang jatuh di tanah yang baik. Benih itu bertumbuh dan menghasilkan buah.
Berkat Tuhan
hari ini mengajak setiap anggota keluarga untuk bertanya: “Bagaimana keadaan
hati saya ketika mendengar firman Tuhan?”
Mendengar
firman Tuhan saja belum cukup. Kita perlu menerimanya, memahaminya, dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai keluarga,
kita dapat membangun kebiasaan membaca Alkitab, berdoa bersama, saling
mengingatkan dengan kasih, dan melakukan kebaikan. Dengan demikian, firman
Tuhan tidak hanya tinggal sebagai pengetahuan, tetapi menghasilkan perubahan
dalam kehidupan keluarga.
Seperti
tanah yang baik menghasilkan buah, demikian pula hati yang menerima firman
Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan kasih, ketaatan, kesabaran,
pengampunan, dan perbuatan baik.
Kita mau menjadi keluarga yang bukan hanya mendengar firman Tuhan, tetapi juga melakukannya dan menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari.
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)

Dengan demikian, firman Tuhan tidak hanya tinggal sebagai pengetahuan, tetapi menghasilkan perubahan dalam kehidupan keluarga.
BalasHapusYesus menjelaskan bahwa benih menggambarkan firman tentang Kerajaan Allah, jenis tanah menggambarkan keadaan hati manusia ketika mendengar firman Tuhan.
BalasHapusSeperti tanah yang baik menghasilkan buah, demikian pula hati yang menerima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan kasih, ketaatan, kesabaran, pengampunan, dan perbuatan baik.
BalasHapusMatius 13:1–23 “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah...” (Matius 13:23)
BalasHapusMatius 13:1–23 “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah...” (Matius 13:23)
BalasHapusSperti tanah yang baik menghasilkan buah, demikian pula hati yang menerima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan kasih, ketaatan, kesabaran, pengampunan, dan perbuatan baik.
BalasHapusJika kita merespon firman dengan baik ingat firman mampu mengubah hidup kita🔥
BalasHapushati adalah tanah dan firman adalah benih, hati yg yg siap menerima Firman adalah hati bagaikan tanah subur yg akan membuahkan hasil dari benih yg di tanam, yaitu setiap orang yg mendengarkan Firman Tuhan serta menanamkan nya di dalam hatinya serta melakukannya.
BalasHapuskarna hati manusia memiliki bermacam jenis, ada yg seperti tanah subur, ada yg seperti semak belukar, dan ada yg seperti bebatuan keras. tergantung bagaimana kita membuat bentuk hati kita yg mau di arahkan.
hati adalah tanah dan firman adalah benih, hati yg yg siap menerima Firman adalah hati bagaikan tanah subur yg akan membuahkan hasil dari benih yg di tanam, yaitu setiap orang yg mendengarkan Firman Tuhan serta menanamkan nya di dalam hatinya serta melakukannya.
BalasHapuskarna hati manusia memiliki bermacam jenis, ada yg seperti tanah subur, ada yg seperti semak belukar, dan ada yg seperti bebatuan keras. tergantung bagaimana kita membuat bentuk hati kita yg mau di arahkan.
Siapa saja bisa diubah kan dgn Firman krna Firman itu penuh kuasa🙌🏻
BalasHapus@revivalhukubun
Kita mau menjadi keluarga yang bukan hanya mendengar firman Tuhan, tetapi juga melakukannya dan menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusSeperti tanah yang baik menghasilkan buah, demikian pula hati yang menerima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan kasih, ketaatan, kesabaran, pengampunan, dan perbuatan baik.
BalasHapusMendengar firman Tuhan saja belum cukup. Kita perlu menerimanya, memahaminya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusYesus menjelaskan bahwa benih menggambarkan firman tentang Kerajaan Allah, jenis tanah menggambarkan keadaan hati manusia ketika mendengar firman Tuhan.
BalasHapusSebagai keluarga, kita dapat membangun kebiasaan membaca Alkitab, berdoa bersama, saling mengingatkan dengan kasih, dan melakukan kebaikan. Dengan demikian, firman Tuhan tidak hanya tinggal sebagai pengetahuan, tetapi menghasilkan perubahan dalam kehidupan keluarga.
BalasHapusMatius 13:1–23 “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah...” (Matius 13:23)
BalasHapusmendengar firman Tuhan secara cuma cuma, itu belum sangat cukup. . .kita harus memahaminya dan menerapkannya dalam kehidupan kita
BalasHapusRaja:Mendengar firman Tuhan saja belum cukup. Kita perlu menerimanya, memahaminya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusMendengar firman Tuhan saja belum cukup. Kita perlu menerimanya, memahaminya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusFirman Tuhan tidak hanya tinggal sebagai pengetahuan, tapi juga menghasilkan perubahan dalam kehidupan keluarga.
BalasHapusSebagai keluarga, kita dapat membangun kebiasaan membaca Alkitab, berdoa bersama, saling mengingatkan dengan kasih, dan melakukan kebaikan. Dengan demikian, firman Tuhan tidak hanya tinggal sebagai pengetahuan, tetapi menghasilkan perubahan dalam kehidupan keluarga.
BalasHapusDalam perumpamaan ini, Tuhan Yesus berbicara tentang seorang penabur yang menaburkan benih. Benih itu jatuh di tempat yang berbeda-beda: di pinggir jalan, di tanah berbatu, di tengah semak duri, dan di tanah yang baik.
BalasHapusMatius 13:1–23 “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah...” (Matius 13:23)
BalasHapusMendengar firman Tuhan saja belum cukup. Kita perlu menerimanya, memahaminya, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusSeperti tanah yang baik menghasilkan buah, demikian pula hati yang menerima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan kasih, ketaatan, kesabaran, pengampunan, dan perbuatan baik.
BalasHapusMendengar firman Tuhan saja tidak cukup, melainkan perlu diterima, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
BalasHapusharus memiliki hati yang siap menerima Firman Tuhan dan menerapkannya supaya menghasilkan perubahan yang baik dalam hidup.
BalasHapusBiarlah hati kita seperti tanah yg baik menerima firman memahami dan melakukan sehingga menghasilkan buah
BalasHapusSeperti tanah yang baik menghasilkan buah, demikian pula hati yang menerima firman Tuhan dengan sungguh-sungguh akan menghasilkan kasih, ketaatan, kesabaran, pengampunan, dan perbuatan baik.
BalasHapusTuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga by Neta
BalasHapusTuhan Yesus memberkati
BalasHapus