PERUMPAMAAN
TENTANG ANAK YANG HILANG - KASIH DAN
PENGAMPUNAN
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-251, Tahun 2026: Lukas 6-9
Lukas
15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan
menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” (Lukas 15:32)
Dalam
perumpamaan ini, Yesus menceritakan seorang ayah yang mempunyai dua orang anak.
Anak yang bungsu meminta bagian harta miliknya, kemudian pergi meninggalkan
rumah. Ia menjalani kehidupannya sendiri dan akhirnya mengalami keadaan yang
sangat sulit.
Dalam
keadaan tersebut, ia menyadari kesalahannya. Ia memutuskan untuk kembali kepada
ayahnya dan mengakui bahwa ia telah berbuat salah.
Ketika anak
itu masih jauh, ayahnya melihatnya dan menyambutnya dengan penuh kasih. Sang
ayah tidak menolak anaknya, tetapi menerimanya kembali dan bersukacita karena
anaknya yang hilang telah kembali.
Perumpamaan
ini menunjukkan betapa besar kasih dan pengampunan. Tuhan menghendaki
agar kita juga belajar memiliki hati yang mau mengampuni.
Dalam
kehidupan keluarga, kita tidak selalu sempurna. Kita bisa melakukan kesalahan,
berkata-kata dengan tidak baik, mengecewakan orang tua, atau berselisih dengan
saudara.
Ketika
melakukan kesalahan, kita perlu belajar mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Sebaliknya, ketika orang lain meminta maaf kepada kita, kita juga perlu belajar
mengampuni.
Mengampuni
bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu tidak penting. Mengampuni berarti
memilih untuk tidak terus memelihara kebencian dan memberikan kesempatan untuk
memperbaiki hubungan.
Keluarga
yang saling mengasihi dan mengampuni akan menjadi tempat yang penuh damai dan
pertumbuhan. Mari kita belajar dari kasih sang ayah dalam perumpamaan ini dan
membawa kasih serta pengampunan itu ke dalam keluarga kita.
“Kita mau
belajar mengakui kesalahan, meminta maaf dengan rendah hati, dan mengampuni
dengan tulus.”
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)

Kita mau belajar mengakui kesalahan, meminta maaf dengan rendah hati, dan mengampuni dengan tulus
BalasHapusBetapa besar kasih dan pengampunan, Tuhan menghendaki agar kita juga belajar memiliki hati yang mau mengampuni
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” (Lukas 15:32)
BalasHapusRaja:Dalam kehidupan keluarga, kita tidak selalu sempurna. Kita bisa melakukan kesalahan, berkata-kata dengan tidak baik, mengecewakan orang tua, atau berselisih dengan saudara.
BalasHapusMengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu tidak penting. Mengampuni berarti memilih untuk tidak terus memelihara kebencian dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan.
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” (Lukas 15:32)
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
BalasHapusPerumpamaan ini menunjukkan betapa besar kasih dan pengampunan. Tuhan menghendaki agar kita juga belajar memiliki hati yang mau mengampuni.
BalasHapus“Kita mau belajar mengakui kesalahan, meminta maaf dengan rendah hati, dan mengampuni dengan tulus.”
BalasHapusKeluarga yang saling mengasihi dan mengampuni akan menjadi tempat yang penuh damai dan pertumbuhan. Mari kita belajar dari kasih sang ayah dalam perumpamaan ini dan membawa kasih serta pengampunan itu ke dalam keluarga kita.
BalasHapusKeluarga yang saling mengasihi dan mengampuni akan menjadi tempat yang penuh damai dan pertumbuhan. Mari kita belajar dari kasih sang ayah dalam perumpamaan ini dan membawa kasih serta pengampunan itu ke dalam keluarga kita.
BalasHapusKita mau belajar mengakui kesalahan, meminta maaf dengan rendah hati, dan mengampuni dengan tulus
BalasHapusPerumpamaan ini menunjukkan betapa besar kasih dan pengampunan. Tuhan menghendaki agar kita juga belajar memiliki hati yang mau mengampuni.
BalasHapuschristian
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira
Betapa besar kasih dan pengampunan, Tuhan menghendaki agar kita juga belajar memiliki hati yang mau mengampuni
BalasHapusMengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan itu tidak penting. Mengampuni berarti memilih untuk tidak terus memelihara kebencian dan memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan.
BalasHapusLukas 15:11–32 “Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
BalasHapusPerumpamaan ini menunjukkan betapa besar kasih dan pengampunan. Tuhan menghendaki agar kita juga belajar memiliki hati yang mau mengampuni.
BalasHapus"Kita mau belajar mengakui kesalahan, meminta maaf dengan rendah hati, dan mengampuni dengan tulus.”
BalasHapusKita mau belajar mengakui kesalahan, meminta maaf dengan rendah hati, dan mengampuni dengan tulus.”
BalasHapusKita bisa melakukan kesalahan, berkata-kata dengan tidak baik, mengecewakan orang tua, atau berselisih dengan saudara.
BalasHapusMari kita belajar dari kasih
BalasHapus