PERCAYA
KEPADA TUHAN DALAM SEGALA KEADAAN - MENGANDALKAN
TUHAN
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-259, Tahun 2026: Yohanes 14-17
Amsal 3:5 “Percayalah
kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri.”
Dalam
kehidupan, tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana kita. Ada saat ketika
keluarga mengalami sukacita, keberhasilan, dan jawaban doa. Tetapi ada juga
saat ketika kita menghadapi masalah, kekhawatiran, kegagalan, atau sesuatu yang
tidak kita mengerti.
Pada saat
seperti itu, kepada siapa kita bersandar? Amsal 3:5–6 mengajarkan kita untuk percaya
kepada Tuhan dengan segenap hati dan tidak hanya mengandalkan pengertian
kita sendiri.
Mengandalkan
Tuhan bukan berarti kita tidak boleh berpikir, merencanakan, atau berusaha.
Tuhan memberikan kita akal budi dan kemampuan untuk melakukan tanggung jawab
kita. Namun, kita menyadari bahwa pengetahuan dan kemampuan kita terbatas. Kita
tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi Tuhan
mengetahui semuanya.
Karena itu,
ketika mengambil keputusan, kita tidak hanya bertanya, “Apa yang saya
inginkan?” tetapi juga: “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki dalam hidup kami?”
Ketika
Kita Tidak Mengerti
Ada kalanya
kita berdoa tetapi jawaban Tuhan belum terlihat. Ada masalah yang tidak
langsung selesai. Ada rencana yang tidak berjalan seperti yang kita harapkan.
Dalam
keadaan seperti itu, mudah bagi kita untuk merasa takut atau kecewa. Namun,
percaya kepada Tuhan berarti tetap memegang Dia sekalipun kita belum memahami
seluruh jalan yang sedang kita lalui.
Kita boleh
berkata: “Tuhan, saya belum mengerti, tetapi saya percaya kepada-Mu.”
Iman tidak
selalu berarti kita mengetahui semua jawabannya. Iman berarti kita mengenal
siapa yang kita percaya.
Mengandalkan
Tuhan dalam Keluarga
Mengandalkan
Tuhan dapat menjadi kebiasaan bersama dalam keluarga.
Ketika ada
masalah, jangan hanya membicarakan masalahnya, tetapi bawa masalah itu dalam
doa.
Ketika harus
mengambil keputusan, mintalah hikmat Tuhan.
Ketika
menerima keberhasilan, jangan lupa mengucap syukur.
Ketika
mengalami kegagalan, jangan langsung menyerah, tetapi belajar melihat apa yang
Tuhan ingin ajarkan.
Ketika ada
anggota keluarga yang sedang takut atau khawatir, kita dapat saling menguatkan
dengan mengingatkan bahwa Tuhan tetap menyertai.
Dengan
demikian, keluarga belajar bahwa Tuhan bukan hanya dicari ketika keadaan sulit.
Tuhan adalah tempat kita bersandar dalam segala keadaan.
“Akuilah
Dia dalam Segala Lakumu”
Ayat 6
berkata: “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Mengakui
Tuhan berarti memberikan tempat bagi Tuhan dalam seluruh kehidupan kita, bukan
hanya dalam kehidupan ibadah, tetapi juga dalam sekolah, pekerjaan,
persahabatan, penggunaan waktu, keuangan, rencana masa depan, dan setiap
keputusan.
Tidak ada
bagian hidup yang terlalu kecil untuk diserahkan kepada Tuhan.
Ketika kita
melibatkan Tuhan dalam seluruh kehidupan, kita belajar berjalan dengan lebih
rendah hati dan percaya bahwa Dia memimpin langkah kita.
Hari ini,
keluarga dapat mengambil waktu untuk menyebutkan hal-hal yang sedang menjadi
kekhawatiran atau pergumulan masing-masing.
Setelah itu, bawalah semuanya dalam doa. Katakan bersama: “Kami tidak dapat mengendalikan semua keadaan, tetapi kami percaya bahwa Tuhan memegang kehidupan kami.”
Latihlah
keluarga untuk membiasakan diri berdoa sebelum mengambil keputusan,
bersyukur ketika menerima berkat, dan tetap percaya ketika menghadapi
kesulitan.
Kita mau
percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Kita tidak mau hanya mengandalkan
kekuatan dan pengertian kita sendiri. Dalam setiap rencana, keputusan, keberhasilan,
maupun kesulitan, kita mau melibatkan Tuhan dan percaya bahwa Dia memimpin
jalan hidup ini
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Amsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapusKita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya.
BalasHapusKetika ada anggota keluarga yang sedang takut atau khawatir, kita dapat saling menguatkan dengan mengingatkan bahwa Tuhan tetap menyertai...
BalasHapusKetika mengalami kegagalan, jangan langsung menyerah, tetapi belajar melihat apa yang Tuhan ingin ajarkan.
BalasHapusSetelah itu, bawalah semuanya dalam doa. Katakan bersama: “Kami tidak dapat mengendalikan semua keadaan, tetapi kami percaya bahwa Tuhan memegang kehidupan kami.”
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapusKetika ada anggota keluarga yang sedang takut atau khawatir, kita dapat saling menguatkan dengan mengingatkan bahwa Tuhan tetap menyertai.
BalasHapusTidak ada bagian hidup yang terlalu kecil untuk diserahkan kepada Tuhan.
BalasHapusketika kita melibatkan Tuhan dalam seluruh kehidupan, kita belajar untuk berjalan dengan lebih rendah hati dan percaya bahwa Dia memimpin langkah kita
BalasHapusGalang Lubis
BalasHapusLatihlah keluarga untuk membiasakan diri berdoa sebelum mengambil keputusan, bersyukur ketika menerima berkat, dan tetap percaya ketika menghadapi kesulitan.
Galang Lubis
BalasHapusLatihlah keluarga untuk membiasakan diri berdoa sebelum mengambil keputusan, bersyukur ketika menerima berkat, dan tetap percaya ketika menghadapi kesulitan.
Ketika ada anggota keluarga yang sedang takut atau khawatir, kita dapat saling menguatkan dengan mengingatkan bahwa Tuhan tetap menyertai.
BalasHapusRachel mutiara sijabat
Kita mau percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Kita tidak mau hanya mengandalkan kekuatan dan pengertian kita sendiri. Dalam setiap rencana, keputusan, keberhasilan, maupun kesulitan, kita mau melibatkan Tuhan dan percaya bahwa Dia memimpin jalan hidup ini
BalasHapusMengandalkan Tuhan bukan berarti kita tidak boleh berpikir, merencanakan, atau berusaha. Tuhan memberikan kita akal budi dan kemampuan untuk melakukan tanggung jawab kita. Namun, kita menyadari bahwa pengetahuan dan kemampuan kita terbatas. Kita tidak dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi Tuhan mengetahui semuanya.
BalasHapusIman tidak selalu berarti kita mengetahui semua jawabannya. Iman berarti kita mengenal siapa yang kita percaya.
BalasHapusEkarawaty Lumbantoruan
BalasHapusKetika kita merasa gagal dan sedang merasa kesulitan, kita harus bisa mengingatkan kalo Tuhan itu selalu membantu memudahkan semua kegiatan kita.
Amsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapusMengandalkan Tuhan bukan berarti kita tidak boleh berpikir, merencanakan, atau berusaha
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapuspercaya kepada Tuhan berarti tetap memegang Dia sekalipun kita belum memahami seluruh jalan yang sedang kita lalui.
BalasHapuskita perlu belajar tetap percaya dan mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan, bahkan ketika kita belum mengerti apa yang sedang terjadi.
BalasHapusKita mau percaya kepada Tuhan dengan segenap hati. Kita tidak mau hanya mengandalkan kekuatan dan pengertian kita sendiri.
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapus“Kami tidak dapat mengendalikan semua keadaan, tetapi kami percaya bahwa Tuhan memegang kehidupan kami.”
BalasHapus“Kami tidak dapat mengendalikan semua keadaan, tetapi kami percaya bahwa Tuhan memegang kehidupan kami.”
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapusraja:Ketika ada masalah, jangan hanya membicarakan masalahnya, tetapi bawa masalah itu dalam doa.
BalasHapusAmsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
BalasHapusnama:Sintya
BalasHapusKelas:10
Amsal 3:5 “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
amin
BalasHapusKita belajar untuk selalu percaya kepada Tuhan, mengandalkan-Nya dalam setiap keadaan, dan tidak hanya mengandalkan pemikiran kita sendiri.
BalasHapusKetika ada masalah, jangan hanya membicarakan masalahnya, tetapi bawa ke dalam doa dan selalu andalkan tuhan
BalasHapus