PANGGILAN
UNTUK MENJADI BERKAT
Shalom, apa kabar? disayang
Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan Alkitab Hari Ke-269, Tahun
2026: Roma 5-8
HIDUP SEPENUHNYA BAGI ALLAH
Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan
kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang
kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Panggilan Allah bukan sekadar
tentang apa yang saya kerjakan, tetapi tentang untuk siapa saya hidup.
Setelah memahami bahwa kita dipanggil
oleh Allah, dipanggil untuk taat, diberi talenta, dipanggil untuk setia,
menghadapi tantangan, dan menjadi berkat, akhirnya kita sampai pada satu
pertanyaan penting:
Untuk siapa kita hidup?
Paulus berkata bahwa hidup orang
percaya seharusnya menjadi “persembahan yang hidup” bagi Allah.
Panggilan Allah bukan hanya
tentang apa yang kita kerjakan, tetapi tentang siapa yang menjadi
pusat kehidupan kita.
1. Hidup Kita Adalah Milik Allah
Paulus berkata: “Persembahkanlah
tubuhmu sebagai persembahan yang hidup...”
Artinya, seluruh kehidupan kita
dapat dipersembahkan kepada Tuhan.
Pikiran kita. Perkataan kita.
Waktu kita. Talenta kita. Pekerjaan kita. Keluarga kita. Pelayanan kita. Rencana
masa depan kita.
Semuanya dapat menjadi bagian
dari persembahan kepada Allah.
Kita tidak hanya menyerahkan
sebagian hidup kepada Tuhan, tetapi belajar berkata: “Tuhan, seluruh hidupku
adalah milik-Mu.”
2. Persembahan yang Hidup
Persembahan yang hidup berarti
kita tidak hanya memberikan sesuatu kepada Tuhan, tetapi menjalani kehidupan
setiap hari bagi Tuhan.
Hari Senin adalah milik Tuhan.
Hari Selasa adalah milik Tuhan.
Hari Minggu adalah milik Tuhan.
Di gereja kita menyembah Tuhan.
Di tempat kerja kita juga dapat
memuliakan Tuhan.
Di rumah kita dapat melayani
Tuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari kita
dapat menjadi saksi Kristus.
Ibadah bukan hanya apa yang kita lakukan di
gereja; seluruh kehidupan dapat menjadi ibadah kepada Allah.
3. Hidup yang Berkenan kepada Allah
Roma 12:1 berbicara tentang
persembahan yang “kudus dan yang berkenan kepada Allah.”
Karena itu, menjalani panggilan
bukan hanya soal keberhasilan, tetapi juga soal karakter.
Apa gunanya memiliki talenta
tetapi tidak memiliki integritas?
Apa gunanya memiliki jabatan
tetapi tidak memiliki kasih?
Apa gunanya keberhasilan jika hidup
kita tidak memuliakan Tuhan?
Allah memperhatikan bukan hanya apa
yang kita capai, tetapi juga bagaimana kita menjalani kehidupan.
4. Jangan Hanya Mencari Apa yang Kita Inginkan Kita sering membuat rencana: “Tuhan, inilah
yang saya inginkan.” Tetapi hidup dalam panggilan Allah mengubah doa kita
menjadi:
“Tuhan, apa yang Engkau kehendaki dalam
hidupku?”
Menyerahkan hidup kepada Allah
berarti bersedia membiarkan Tuhan mengarahkan langkah kita.
Tidak berarti kita tidak boleh
mempunyai impian atau rencana. Justru kita membawa semua impian dan rencana itu
kepada Tuhan dan berkata: “Jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.”
5. Panggilan Adalah Perjalanan Seumur Hidup
Tujuh hari renungan ini bukan
akhir dari perjalanan, tetapi awal dari komitmen yang baru. Kita telah belajar:
Aku dipanggil oleh Allah.
Aku dipanggil untuk taat.
Aku diberi talenta.
Aku dipanggil untuk setia.
Aku dipanggil tetap kuat di tengah tantangan.
Aku dipanggil menjadi berkat.
Aku dipanggil hidup sepenuhnya bagi Allah.
Pada akhirnya, panggilan bukan
hanya tentang “apa yang saya lakukan untuk Tuhan,” tetapi tentang “bagaimana
seluruh hidup saya menjadi milik Tuhan.”
Tuhan, hidupku adalah milik-Mu. Aku mau
mengenal panggilan-Mu, menaati kehendak-Mu, mengembangkan talenta yang Engkau
berikan, tetap setia dalam setiap tanggung jawab, menghadapi tantangan
bersama-Mu, dan menjadi berkat bagi sesama. Aku mempersembahkan seluruh hidupku
untuk kemuliaan nama-Mu.
Tuhan Yesus memberkati, diberkati,
diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan
konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Tuhan, hidupku adalah milik-Mu. Aku mau mengenal panggilan-Mu, menaati kehendak-Mu, mengembangkan talenta yang Engkau berikan, tetap setia dalam setiap tanggung jawab, menghadapi tantangan bersama-Mu, dan menjadi berkat bagi sesama. Aku mempersembahkan seluruh hidupku untuk kemuliaan nama-Mu.Amin 🙏🏻
BalasHapusGalang Lubis
BalasHapusRoma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.”
Menyerahkan hidup kepada Allah berarti bersedia membiarkan Tuhan mengarahkan langkah kita.
BalasHapusTuhan, hidupku adalah milik-Mu. Aku mau mengenal panggilan-Mu, menaati kehendak-Mu, mengembangkan talenta yang Engkau berikan, tetap setia dalam setiap tanggung jawab, menghadapi tantangan bersama-Mu, dan menjadi berkat bagi sesama. Aku mempersembahkan seluruh hidupku untuk kemuliaan nama-Mu.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus