PANGGILAN DI TENGAH TANTANGAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 


PANGGILAN DI TENGAH TANTANGAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-267, Tahun 2026: Kisah Para Rasul 25-28

Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

Panggilan Allah mungkin membawa kita melewati tantangan, tetapi penyertaan Allah memberi kita kekuatan untuk terus melangkah.

Menjalani panggilan Allah bukan berarti kita akan selalu berjalan di jalan yang mudah. Ada saatnya panggilan Tuhan membawa kita menghadapi tantangan, ketidakpastian, perubahan, dan tanggung jawab yang besar.

Yosua berada dalam situasi seperti itu. Setelah Musa meninggal, Yosua menerima tanggung jawab untuk memimpin bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian. Tugas itu tentu tidak ringan.

Namun Allah tidak hanya memberikan tugas kepada Yosua. Allah juga memberikan jaminan penyertaan-Nya. Tuhan berkata: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.”

1. Panggilan Tidak Berarti Tanpa Tantangan

Kadang kita berpikir, jika sesuatu benar-benar berasal dari Tuhan, semuanya pasti berjalan lancar.

Namun Alkitab menunjukkan bahwa panggilan Allah dapat membawa kita melewati berbagai tantangan.

Tantangan bukan selalu tanda bahwa kita berada di jalan yang salah.

Terkadang tantangan justru menjadi bagian dari proses Tuhan untuk membentuk iman, karakter, ketekunan, dan kedewasaan kita.

2. Jangan Membiarkan Ketakutan Menghentikan Langkah

Allah berkata kepada Yosua: “Janganlah kecut dan tawar hati.”

Ketakutan dapat membuat seseorang berhenti sebelum memulai. Kita mungkin berkata:

  • “Saya takut gagal.”
  • “Saya tidak mampu.”
  • “Bagaimana kalau saya salah?”
  • “Bagaimana kalau orang lain menolak saya?”
  • “Bagaimana dengan masa depan saya?”

Tuhan tidak mengatakan bahwa kita tidak akan pernah merasa takut. Tetapi Tuhan mengingatkan bahwa ketakutan tidak boleh mengendalikan langkah kita.

Iman bukan berarti tidak mempunyai rasa takut. Iman berarti tetap melangkah bersama Tuhan di tengah ketakutan.

3. Kekuatan Kita Ada dalam Penyertaan Tuhan

Alasan Yosua harus kuat bukan karena Yosua memiliki kemampuan yang luar biasa.

Dasarnya adalah: “Sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau.” Inilah inti penguatan Tuhan.

Kita mungkin tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok. Kita mungkin belum mengetahui seluruh jalan yang harus ditempuh. Tetapi kita dapat mengetahui satu hal:

Tuhan menyertai kita.

Bukan hanya ketika keadaan baik.

Bukan hanya ketika pelayanan berhasil.

Bukan hanya ketika semua orang mendukung.

Tuhan menyertai kita dalam setiap perjalanan panggilan.

4. Tantangan Membutuhkan Ketekunan

Panggilan Allah membutuhkan orang yang mau terus berjalan.

Ketika hasil belum terlihat, tetaplah setia.

Ketika menghadapi kesulitan, tetaplah berdoa.

Ketika dikritik, tetaplah belajar.

Ketika mengalami kegagalan, bangkitlah kembali.

Ketika jalan terasa panjang, ingatlah bahwa Tuhan tidak meninggalkan kita.

Panggilan tidak hanya membutuhkan keberanian untuk memulai, tetapi ketekunan untuk menyelesaikan.

5. Fokus kepada Tuhan, Bukan Hanya kepada Tantangan

Yosua bisa saja melihat besarnya tanggung jawab dan merasa takut.

Tetapi Tuhan mengarahkan perhatian Yosua kepada penyertaan-Nya.

Dalam menghadapi tantangan, kita juga perlu mengubah pertanyaan:

Bukan hanya: “Seberapa besar masalah saya?” Tetapi:

“Seberapa besar Tuhan yang menyertai saya?” Bukan:

“Apakah saya mampu?” Tetapi: “Apakah saya bersedia percaya dan melangkah bersama Tuhan?”

Saya tidak akan membiarkan tantangan menghentikan panggilan Tuhan dalam hidup saya. Saya mau menguatkan hati, tetap percaya, dan terus melangkah karena Tuhan menyertai saya ke mana pun saya pergi.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

 

Komentar

  1. Yosua 1:9
    “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  2. Panggilan tidak hanya membutuhkan keberanian untuk memulai, tetapi ketekunan untuk menyelesaikan.

    BalasHapus
  3. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  4. Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga by Neta

    BalasHapus
  5. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  6. zefanya Robintang LumbantoruanKamis, September 24, 2026 6:22:00 AM

    Iman bukan berarti tidak mempunyai rasa takut. Iman berarti tetap melangkah bersama Tuhan di tengah ketakutan.

    BalasHapus
  7. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  8. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  9. Fokus kepada Tuhan, Bukan Hanya kepada Tantangan

    Yosua bisa saja melihat besarnya tanggung jawab dan merasa takut.

    Tetapi Tuhan mengarahkan perhatian Yosua kepada penyertaan-Nya.

    Dalam menghadapi tantangan, kita juga perlu mengubah pertanyaan:

    Bukan hanya: “Seberapa besar masalah saya?” Tetapi:

    “Seberapa besar Tuhan yang menyertai saya?” Bukan:

    “Apakah saya mampu?” Tetapi: “Apakah saya bersedia percaya dan melangkah bersama Tuhan?”

    BalasHapus
    Balasan
    1. CHRISTIAN RICARDO LUBIS

      Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

      Hapus
  10. Galang Lubis

    Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  11. Iman bukan berarti tidak mempunyai rasa takut. Iman berarti tetap melangkah bersama Tuhan di tengah ketakutan.

    BalasHapus
  12. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  13. Menjalani panggilan Allah bukan berarti kita akan selalu berjalan di jalan yang mudah. Ada saatnya panggilan Tuhan membawa kita menghadapi tantangan, ketidakpastian, perubahan, dan tanggung jawab yang besar.

    BalasHapus
  14. Saya tidak akan membiarkan tantangan menghentikan panggilan Tuhan dalam hidup saya. Saya mau menguatkan hati, tetap percaya, dan terus melangkah karena Tuhan menyertai saya ke mana pun saya pergi.

    BalasHapus
  15. Kita mungkin tidak mengetahui apa yang akan terjadi besok. Kita mungkin belum mengetahui seluruh jalan yang harus ditempuh

    BalasHapus
  16. Ayat Hari Ini
    Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  17. tantangan bukan alasan untuk menyerah dalam menjalani panggilan Tuhan, karena Tuhan selalu menyertai dan memberi kita kekuatan.

    BalasHapus
  18. Panggilan ada tantangannya, tapi Tuhan menyertai. Jangan takut, kuatkan hati.

    BalasHapus
  19. Yosua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi.”

    BalasHapus
  20. Saya mau menguatkan hati, tetap percaya, dan terus melangkah karena Tuhan menyertai saya ke mana pun saya pergi...

    BalasHapus
  21. Terkadang tantangan justru menjadi bagian dari proses Tuhan untuk membentuk iman, karakter, ketekunan, dan kedewasaan kita.

    BalasHapus
  22. Ada saatnya panggilan Tuhan membawa kita menghadapi tantangan, ketidakpastian, perubahan, dan tanggung jawab yang besar.

    BalasHapus

Posting Komentar