KOMITMEN KELUARGA DALAM VISI DAN MISI TUHAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK


KOMITMEN KELUARGA DALAM VISI DAN MISI TUHAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-248, Tahun 2026: Markus 10-13

Yosua 24:15 “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Memiliki visi dan misi keluarga adalah hal yang penting, tetapi visi dan misi tidak akan berarti tanpa komitmen untuk melakukannya.

Komitmen berarti keputusan yang sungguh-sungguh untuk tetap berjalan dalam kehendak Tuhan, bukan hanya ketika keadaan baik, tetapi juga ketika keluarga menghadapi kesulitan.

Yosua memberikan sebuah teladan yang kuat: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Ini bukan sekadar pernyataan, tetapi sebuah keputusan keluarga.

1. Komitmen berarti memilih Tuhan sebagai pusat keluarga

Keluarga Kristen harus menentukan siapa yang menjadi pusat kehidupannya. Kristus harus menjadi pusat keluarga.

Ketika Kristus menjadi pusat, keluarga memiliki dasar untuk menghadapi perubahan dan persoalan.

Keluarga yang berpusat pada Kristus memiliki dasar yang kuat ketika menghadapi badai kehidupan.

2. Komitmen terhadap visi: menjadi serupa dengan Kristus

Visi keluarga kita adalah: “Menjadi keluarga yang semakin serupa dengan Kristus.” Keserupaan dengan Kristus harus menjadi tujuan. Setiap hari keluarga belajar menjadi lebih seperti Kristus. 

3. Komitmen terhadap misi: menghadirkan Kerajaan Allah

Misi keluarga adalah: “Menghadirkan Kerajaan Allah melalui kehidupan keluarga.” Artinya, keluarga tidak hanya menikmati kasih Tuhan, tetapi juga membagikan kasih Tuhan kepada orang lain.

Misi Kerajaan Allah dimulai dari rumah dan bergerak keluar melalui kehidupan kita.

4. Komitmen harus diwujudkan dalam tindakan

Komitmen bukan hanya berkata: “Kami mau hidup bagi Tuhan.” Komitmen harus terlihat dalam tindakan.

Kami berkomitmen untuk berdoa bersama. Kami berkomitmen membaca Firman. Kami berkomitmen menjaga komunikasi. Kami berkomitmen saling mengampuni. Kami berkomitmen melayani.
Kami berkomitmen menjadi saksi Kristus.

Dengan demikian: Visi memberikan arah, misi memberikan tugas, dan komitmen membuat kita tetap setia menjalankannya.

5. Komitmen harus bertahan ketika menghadapi masalah

Keluarga yang berkomitmen kepada Tuhan bukan berarti tidak pernah mengalami konflik. Ada saatnya keluarga mengalami: masalah ekonomi, perbedaan pendapat, kegagalan, kekecewaan, kesibukan, atau masa-masa sulit.

Namun komitmen berkata: “Apa pun yang terjadi, kami tetap memilih Tuhan.” Inilah makna perkataan Yosua: “Aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”

Bukan “kalau keadaan baik.” Tetapi “kami akan.” Ada keteguhan di dalamnya.

6. Komitmen keluarga adalah investasi bagi generasi

Apa yang dilakukan keluarga hari ini akan memengaruhi generasi berikutnya.

Jika anak melihat orang tua berdoa, mereka belajar berdoa. Jika anak melihat orang tua mengampuni, mereka belajar mengampuni. Jika anak melihat orang tua melayani Tuhan dengan setia, mereka belajar bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri.

Karena itu: Warisan terbesar keluarga bukan hanya harta, tetapi iman, karakter, dan teladan hidup.

“Visi tanpa komitmen hanya menjadi impian. Misi tanpa komitmen hanya menjadi rencana. Tetapi keluarga yang berkomitmen kepada Tuhan akan mengubah visi dan misi menjadi kehidupan nyata.”

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar