HIDUP
UNTUK MELAYANI - MELAYANI DENGAN KASIH
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-261, Tahun 2026: Kisah Para Rasul 1-4
Yosua 24:15 “Tetapi
aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Dalam
kehidupan, kita selalu diperhadapkan dengan berbagai pilihan. Kita memilih
bagaimana menggunakan waktu, dengan siapa kita berteman, apa yang kita lakukan,
bagaimana kita berbicara, dan nilai-nilai apa yang akan kita pegang.
Namun, ada
satu pilihan yang jauh lebih penting daripada semua pilihan lainnya, yaitu memilih
untuk tetap mengikuti Tuhan.
Yosua 24:15
merupakan sebuah pernyataan iman yang tegas. Yosua meminta bangsa Israel untuk
menentukan siapa yang akan mereka sembah dan ikuti. Di tengah berbagai pilihan
yang ada, Yosua menyatakan keputusan pribadinya:
“Aku dan
seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
Yosua tidak
menunggu orang lain mengambil keputusan terlebih dahulu. Ia terlebih dahulu
menentukan sikapnya sendiri dan mengajak keluarganya untuk bersama-sama hidup
bagi Tuhan.
Setia
Bukan Hanya Saat Keadaan Baik
Kesetiaan
kepada Tuhan mudah dibicarakan ketika kehidupan berjalan dengan baik. Ketika
doa dijawab, keluarga sehat, pekerjaan berjalan lancar, dan berbagai harapan
terpenuhi, kita mudah mengucapkan syukur.
Namun,
kesetiaan kita juga diuji ketika keadaan tidak sesuai dengan harapan.
Ada saat
ketika kita menghadapi masalah. Ada doa yang belum mendapatkan jawaban seperti
yang kita harapkan. Ada kegagalan, kekecewaan, atau masa depan yang belum
jelas.
Dalam
keadaan seperti itu, kita tetap dapat berkata:
“Tuhan,
saya belum mengerti semuanya, tetapi saya tetap mau mengikuti-Mu.”
Setia kepada
Tuhan berarti terus memilih jalan-Nya, bukan hanya ketika mudah, tetapi juga
ketika membutuhkan iman dan ketekunan.
Memilih
Tuhan Setiap Hari
Mengikuti
Tuhan bukan hanya keputusan yang dibuat satu kali. Setiap hari kita memiliki
kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan melalui pilihan-pilihan sederhana.
Ketika kita
memiliki kesempatan untuk berbohong, kita memilih kejujuran.
Ketika kita
diperlakukan tidak baik, kita belajar merespons dengan kasih dan tidak membalas
kejahatan dengan kejahatan.
Ketika teman
mengajak melakukan sesuatu yang tidak benar, kita berani mengatakan tidak.
Ketika
melakukan kesalahan, kita mau mengakuinya dan meminta maaf.
Ketika
mendapatkan keberhasilan, kita tetap rendah hati dan mengingat bahwa Tuhanlah
sumber segala sesuatu.
Kesetiaan
kepada Tuhan dibangun melalui keputusan-keputusan kecil yang terus kita lakukan
setiap hari.
“Aku dan
Seisi Rumahku”
Perkataan
Yosua juga mengingatkan kita tentang pentingnya kehidupan rohani dalam
keluarga.
Keluarga
dapat menjadi tempat untuk saling menguatkan dalam mengikuti Tuhan. Orang tua
dapat memberikan teladan kepada anak-anak. Anak-anak dapat belajar menghormati
dan menaati orang tua. Saudara-saudara dapat saling mengingatkan dan mendoakan.
Keluarga
dapat bertumbuh bersama melalui:
- doa keluarga;
- membaca dan merenungkan firman
Tuhan;
- beribadah bersama;
- saling mengampuni;
- berbicara dengan jujur dan penuh
kasih;
- membantu satu sama lain;
- serta mengambil keputusan berdasarkan
prinsip firman Tuhan.
Dengan
demikian, iman tidak hanya menjadi sesuatu yang kita lakukan di gereja, tetapi
menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di rumah.
Ketika
Kita Harus Memilih
Ada banyak
suara dan pengaruh di sekitar kita. Tidak semuanya membawa kita semakin dekat
kepada Tuhan.
Karena itu,
kita perlu belajar bertanya sebelum mengambil keputusan:
“Apakah
pilihan ini sesuai dengan firman Tuhan?”
“Apakah
pilihan ini membuat saya semakin dekat kepada Tuhan?”
“Apakah
melalui pilihan ini saya dapat menjadi berkat bagi orang lain?”
Tidak selalu
mudah untuk memilih jalan yang benar. Namun, Tuhan memberikan firman-Nya
sebagai pedoman dan memberikan hikmat kepada kita ketika kita mencari
kehendak-Nya.
Hari ini, setiap anggota keluarga dapat mengambil waktu untuk memikirkan satu keputusan atau kebiasaan yang perlu diperbaiki agar semakin setia kepada Tuhan. Misalnya:
- menyediakan waktu khusus untuk
berdoa;
- lebih rajin membaca Alkitab;
- menjaga perkataan;
- berhenti menyimpan kemarahan;
- belajar mengampuni;
- menjadi lebih jujur;
- atau berani melakukan yang benar
meskipun tidak mudah.
Kemudian
keluarga dapat mengucapkan bersama-sama:
“Aku dan
seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.”
Aku dan seisi rumahku memilih
untuk tetap mengikuti Tuhan. Kami mau beribadah kepada-Nya, menaati firman-Nya,
dan tetap setia dalam keadaan apa pun. Kami mau saling menguatkan agar keluarga
kami terus berjalan bersama Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)

Setia kepada Tuhan berarti terus memilih jalan-Nya, bukan hanya ketika mudah, tetapi juga ketika membutuhkan iman dan ketekunan.
BalasHapusKesetiaan kepada Tuhan mudah dibicarakan ketika kehidupan berjalan dengan baik.
BalasHapusMemikirkan satu keputusan atau kebiasaan yang perlu diperbaiki agar semakin setia kepada Tuhan
BalasHapusCHRISTIAN RICARDO LUBIS
BalasHapusAda saat ketika kita menghadapi masalah. Ada doa yang belum mendapatkan jawaban seperti yang kita harapkan. Ada kegagalan, kekecewaan, atau masa depan yang belum jelas.
Galang Lubis
BalasHapusYosua 24:15 merupakan sebuah pernyataan iman yang tegas. Yosua meminta bangsa Israel untuk menentukan siapa yang akan mereka sembah dan ikuti. Di tengah berbagai pilihan yang ada, Yosua menyatakan keputusan pribadinya:
Albert simatupang
BalasHapusKesetiaan kepada Tuhan mudah dibicarakan ketika kehidupan berjalan dengan baik. Ketika doa dijawab, keluarga sehat, pekerjaan berjalan lancar, dan berbagai harapan terpenuhi, kita mudah mengucapkan syukur.
Albert simatupang
BalasHapusKesetiaan kepada Tuhan mudah dibicarakan ketika kehidupan berjalan dengan baik. Ketika doa dijawab, keluarga sehat, pekerjaan berjalan lancar, dan berbagai harapan terpenuhi, kita mudah mengucapkan syukur.
Memikirkan satu keputusan atau kebiasaan yang perlu diperbaiki agar semakin setia kepada Tuhan
BalasHapusTuhan, saya belum mengerti semuanya, tetapi saya tetap mau mengikuti-Mu.”
BalasHapusAku dan seisi rumahku memilih untuk tetap mengikuti Tuhan. Kami mau beribadah kepada-Nya, menaati firman-Nya, dan tetap setia dalam keadaan apa pun. Kami mau saling menguatkan agar keluarga kami terus berjalan bersama Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain.
BalasHapusTidak selalu mudah untuk memilih jalan yang benar.
BalasHapusYosua 24:15 “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
BalasHapus