%20(1).png)
SUARA
KEBENARAN – Mendengar Suara Kristus
Shalom, apa
kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-241, Tahun 2026: Matius 10-13
Yohanes
10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka
mengikut Aku.”
Di tengah
begitu banyak suara, Yesus berkata: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.”
Gambaran ini
menunjukkan hubungan yang dekat antara Gembala dan domba. Domba mengenal
suara gembalanya karena mereka hidup dekat dengan gembala tersebut. Demikian
juga dengan kita. Semakin dekat kita dengan Kristus, semakin kita belajar
mengenali suara-Nya.
1. DENGARKAN
SUARA KRISTUS
Mendengar
suara Kristus bukan sekadar mendengar suara dengan telinga. Kita mendengar
Kristus melalui Firman Tuhan yang menjadi dasar kehidupan kita.
Ketika
banyak suara mengatakan, “Ikuti saja keinginanmu,” Firman Tuhan mengajar
kita untuk mencari kehendak Allah. Ketika dunia berkata, “Balaslah,”
Kristus mengajar kita untuk mengasihi dan mengampuni. Karena itu, jangan
biarkan suara dunia lebih keras daripada suara Firman Tuhan.
2. KRISTUS
MENGENAL KITA
Yesus
berkata: “Aku mengenal mereka...” Ini adalah penghiburan yang besar.
Kristus
mengenal kita bukan hanya ketika kita kuat, tetapi juga ketika kita sedang
lemah. Dia mengetahui pergumulan kita, air mata kita, kekhawatiran kita, dan
perjalanan hidup kita. Kita dikenal oleh Gembala yang baik. Karena itu
kita tidak perlu menjalani kehidupan seorang diri.
3. MENDENGAR
HARUS MENGHASILKAN KETAATAN
Ayat ini
tidak berhenti pada: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku.” Tetapi
dilanjutkan: “...dan mereka mengikut Aku.” Artinya, mendengar suara
Kristus harus menghasilkan tindakan.
Jika Kristus
berkata kasihilah, kita mengasihi. Jika Kristus berkata ampunilah,
kita belajar mengampuni. Jika Kristus berkata jangan takut, kita belajar
percaya. Jika Kristus berkata ikutlah Aku, kita mengambil langkah untuk
mengikuti-Nya. Suara Kristus bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk
ditaati.
4. JANGAN
SALAH MENGENALI SUARA
Tidak semua
suara yang terdengar baik berasal dari Tuhan. Karena itu kita membutuhkan
kepekaan rohani. Ujilah setiap suara dengan:
- Firman Tuhan
- doa
- karakter Kristus
- dan kebenaran Injil.
Suara yang
membawa kita semakin dekat kepada Kristus, semakin mencintai kebenaran, semakin
mengasihi sesama, dan semakin hidup dalam kekudusan sejalan dengan panggilan
Tuhan.
“Di tengah banyaknya suara dunia, tetaplah dekat dengan Kristus; sebab
domba yang mengenal Gembalanya akan mengenali suara-Nya dan mengikuti-Nya.”
Tuhan Yesus
memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi yang
membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
Yohanes 10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
BalasHapusYohanes 10:27 “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
BalasHapusMendengar suara Kristus bukan sekadar mendengar suara dengan telinga. Kita mendengar Kristus melalui Firman Tuhan yang menjadi dasar kehidupan kita.
BalasHapusDi tengah banyaknya suara dunia, tetaplah dekat dengan Kristus; sebab domba yang mengenal Gembalanya akan mengenali suara-Nya dan mengikuti-Nya.”
BalasHapus“Di tengah banyaknya suara dunia, tetaplah dekat dengan Kristus; sebab domba yang mengenal Gembalanya akan mengenali suara-Nya dan mengikuti-Nya.”
BalasHapusDi tengah banyaknya suara dunia, tetaplah dekat dengan Kristus; sebab domba yang mengenal Gembalanya akan mengenali suara-Nya dan mengikuti-Nya.”
BalasHapusJika Kristus berkata kasihilah, kita mengasihi. Jika Kristus berkata ampunilah, kita belajar mengampuni. Jika Kristus berkata jangan takut, kita belajar percaya. Jika Kristus berkata ikutlah Aku, kita mengambil langkah untuk mengikuti-Nya. Suara Kristus bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk ditaati.
BalasHapusGambaran ini menunjukkan hubungan yang dekat antara Gembala dan domba. Domba mengenal suara gembalanya karena mereka hidup dekat dengan gembala tersebut. Demikian juga dengan kita. Semakin dekat kita dengan Kristus, semakin kita belajar mengenali suara-Nya.
BalasHapusKarena itu kita membutuhkan kepekaan rohani.
BalasHapus