MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 

MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-218, Tahun 2026: Daniel 5-8

Galatia 2:20 "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."

Setiap orang memiliki identitas yang membentuk cara hidupnya. Sebelum mengenal Kristus, identitas kita dibangun oleh dosa, ambisi pribadi, dan keinginan dunia. Namun ketika seseorang percaya kepada Kristus, identitasnya berubah secara radikal.

Galatia 2:20 menyatakan bahwa kehidupan orang percaya bukan lagi berpusat pada diri sendiri, melainkan pada Kristus yang hidup di dalam dirinya. Inilah inti dari menjadi serupa dengan Kristus: Kristus menjadi pusat kehidupan, sehingga karakter, pikiran, dan tindakan kita semakin mencerminkan Dia.

Surat Galatia ditulis oleh Rasul Paulus untuk menegaskan bahwa keselamatan diperoleh oleh kasih karunia melalui iman, bukan melalui pelaksanaan hukum Taurat. Dalam pasal 2, Paulus menceritakan bagaimana ia menegur Petrus yang bersikap tidak konsisten terhadap orang percaya bukan Yahudi.

Di tengah pembahasan itu, Paulus memberikan kesaksian pribadinya bahwa hubungan dengan Allah tidak dibangun melalui usaha manusia, tetapi melalui persatuan dengan Kristus. Karena itu, hidup orang percaya adalah hidup yang telah disalibkan bersama Kristus dan kini dipimpin oleh-Nya.

1. "Aku telah disalibkan dengan Kristus"

Kata Yunani synestaurōmai (συνεσταύρωμαι) berbentuk perfect passive, yang menunjukkan tindakan yang telah terjadi dengan hasil yang terus berlangsung.

Artinya: manusia lama telah dihukum bersama Kristus, kuasa dosa telah dipatahkan, identitas lama tidak lagi menguasai orang percaya.

Ini bukan berarti kita kehilangan kepribadian, tetapi pusat kehidupan kita telah berubah.

2. "Bukan lagi aku"

Paulus tidak mengatakan bahwa dirinya tidak lagi ada, tetapi bahwa ego dan keinginan diri bukan lagi penguasa hidupnya.

Yesus sekarang menjadi Tuhan atas seluruh kehidupan.

3. "Kristus hidup di dalam aku"

Inilah inti kehidupan Kristen. Roh Kudus menghadirkan kehidupan Kristus di dalam orang percaya sehingga karakter-Nya semakin nyata: kasih, kekudusan, kerendahan hati, pengampunan, ketaatan.

4. "Hidup oleh iman"

Kehidupan Kristen bukan hidup berdasarkan perasaan, keadaan, atau kekuatan sendiri, tetapi berdasarkan iman kepada Kristus.

Iman berarti mempercayakan seluruh hidup kepada Tuhan setiap hari.

I. Manusia Lama Disalibkan Bersama Kristus

"Aku telah disalibkan dengan Kristus." Keselamatan bukan sekadar pengampunan dosa, tetapi juga kematian terhadap manusia lama.

Yang harus disalibkan antara lain: kesombongan, egoisme, hawa nafsu, kebencian, ambisi yang berdosa.

II. Kristus Menjadi Pusat Kehidupan

"Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Orang percaya hidup di bawah kepemimpinan Kristus.

Pertanyaan yang perlu diajukan setiap hari bukan lagi:
"Apa yang saya inginkan?"

Melainkan: "Apa yang Kristus kehendaki?"

III. Hidup oleh Iman kepada Anak Allah

"Hidup oleh iman..." Iman bukan hanya percaya bahwa Yesus ada. Iman adalah hidup setiap hari dengan bersandar kepada-Nya.

Orang yang hidup oleh iman akan: tetap taat ketika keadaan sulit, tetap berharap saat menghadapi penderitaan, tetap mengasihi ketika disakiti, tetap setia dalam pelayanan.

IV. Motivasi Hidup Berasal dari Kasih Kristus

"Yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku." Seluruh kehidupan Kristen lahir dari kasih Kristus.

Ketaatan bukan karena takut dihukum, melainkan sebagai respons syukur atas kasih-Nya. Semakin seseorang memahami salib Kristus, semakin ia terdorong hidup menyerupai Kristus.

Hubungan dengan Menjadi Serupa dengan Kristus

Galatia 2:20 mengajarkan bahwa keserupaan dengan Kristus bukan hanya soal meniru tindakan Yesus, tetapi hidup dalam persekutuan dengan-Nya sehingga Kristus sendiri berkarya melalui hidup kita.

Serupa dengan Kristus berarti: mati terhadap dosa, hidup bagi Allah, dipimpin Roh Kudus, hidup oleh iman, memancarkan kasih Kristus.

Bayangkan sebuah sarung tangan. Sarung tangan tidak dapat melakukan apa pun tanpa tangan yang mengisinya. Namun ketika tangan masuk ke dalamnya, sarung tangan dapat bergerak dan bekerja.

Demikian pula kehidupan orang percaya. Tanpa Kristus kita tidak dapat menghasilkan kehidupan yang memuliakan Allah. Tetapi ketika Kristus hidup dan memimpin kita melalui Roh Kudus, hidup kita menjadi alat yang dipakai-Nya untuk memberkati orang lain.

Galatia 2:20 menegaskan bahwa inti kehidupan Kristen adalah persatuan dengan Kristus. Orang percaya dipanggil untuk meninggalkan manusia lama, hidup oleh iman, dan membiarkan Kristus hidup melalui dirinya.

Keserupaan dengan Kristus bukan dicapai melalui usaha manusia semata, tetapi melalui kehidupan yang terus melekat kepada Kristus dan dipimpin oleh Roh Kudus.

"Ketika ego semakin kecil dan Kristus semakin besar dalam hidup kita, saat itulah dunia mulai melihat wajah Kristus melalui kehidupan kita."

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar