MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS - NEHEMIA PASARIBU | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 


MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-214, Tahun 2026: Yehezkiel 37-40

Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

Banyak orang percaya menganggap tujuan utama kekristenan adalah memperoleh berkat, hidup yang nyaman, atau masuk surga. Namun, Roma 8:29 mengajarkan bahwa tujuan terbesar Allah bagi setiap orang percaya adalah menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Allah tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga mengubah karakter kita agar semakin mencerminkan Anak-Nya.

Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma sekitar tahun 57–58 M. Dalam pasal 8, Paulus menjelaskan kehidupan orang percaya yang dipimpin oleh Roh Kudus. Setelah membahas penderitaan dan pengharapan (Roma 8:18–28), Paulus menunjukkan bahwa di balik setiap keadaan, Allah sedang mengerjakan rencana-Nya yang kekal bagi umat-Nya.

Roma 8:29 merupakan bagian dari rangkaian karya Allah yang sering disebut sebagai "rantai emas keselamatan" (Roma 8:29–30): dipilih, ditentukan, dipanggil, dibenarkan, dan dimuliakan.

Menjadi pengikut Kristus bukan hanya berarti percaya kepada-Nya, tetapi juga bertumbuh menjadi semakin serupa dengan-Nya. Keselamatan adalah anugerah, tetapi keserupaan dengan Kristus adalah proses yang dikerjakan Roh Kudus sepanjang hidup orang percaya.

1. "Semua orang yang dipilih-Nya dari semula"

Kata Yunani proegnō (προέγνω) berarti "mengenal sebelumnya". Dalam konteks Alkitab, "mengenal" tidak sekadar mengetahui fakta, tetapi menunjuk pada relasi kasih dan pilihan Allah. Paulus menegaskan bahwa keselamatan berasal dari inisiatif Allah, bukan dari usaha manusia.

Keselamatan adalah anugerah Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat menyombongkan diri.

2. "Ditentukan-Nya dari semula"

Kata proōrisen (προώρισεν) berarti "menetapkan sebelumnya" atau "menentukan tujuan". Penentuan ini bukan sekadar menentukan nasib, tetapi menunjukkan bahwa Allah telah menetapkan tujuan akhir bagi umat-Nya.

Tujuan tersebut bukan pertama-tama kekayaan, kesehatan, atau kenyamanan, melainkan keserupaan dengan Kristus.

3. "Menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya"

Kata symmorphos (σύμμορφος) berarti "memiliki bentuk atau karakter yang sama". Ini menunjuk pada proses transformasi yang dikerjakan Roh Kudus.

Keserupaan dengan Kristus mencakup: Kasih yang tanpa pamrih. Kerendahan hati. Ketaatan kepada Bapa. Kekudusan hidup. Pengampunan. Kesediaan melayani dan berkorban.

Allah memakai Firman, Roh Kudus, doa, persekutuan, dan bahkan penderitaan untuk membentuk karakter orang percaya.

4. "Supaya Ia menjadi yang sulung di antara banyak saudara"

Istilah yang sulung (prōtotokos, πρωτότοκος) tidak terutama berbicara tentang urutan kelahiran, tetapi tentang kedudukan dan keutamaan Kristus.

Yesus adalah: Yang terutama. Pewaris segala sesuatu. Kepala umat tebusan. Teladan bagi keluarga Allah.

Semua orang percaya dipanggil menjadi bagian dari keluarga Allah yang hidup menyerupai Sang Anak Sulung.

Renungan:

1.   Tujuan hidup orang percaya adalah menjadi seperti Kristus, bukan sekadar mengejar keberhasilan duniawi.

2.   Penderitaan dapat menjadi alat pembentukan karakter. Allah memakai setiap keadaan untuk membentuk kita.

3.   Pertumbuhan rohani adalah proses seumur hidup. Keserupaan dengan Kristus terjadi sedikit demi sedikit melalui karya Roh Kudus.

4.   Kristus harus terlihat melalui hidup kita. Dunia mengenal Yesus melalui karakter, perkataan, dan tindakan orang percaya.

Seorang pemahat mengambil sebongkah batu yang kasar. Dengan pahat dan palu ia membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan hingga terbentuk sebuah patung yang indah. Batu itu mungkin "merasakan" setiap pukulan, tetapi setiap pukulan memiliki tujuan.

Demikian pula Allah sering memakai pengalaman hidup, keberhasilan, kegagalan, bahkan penderitaan untuk membuang kesombongan, egoisme, dan dosa sehingga karakter Kristus semakin nyata dalam diri kita.

Roma 8:29 mengingatkan bahwa Allah tidak hanya memanggil kita untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menjadi serupa dengan-Nya. Inilah tujuan utama kehidupan Kristen. Semakin kita menyerahkan diri kepada Roh Kudus, semakin nyata karakter Yesus dalam hidup kita, sehingga Kristus dimuliakan melalui kita.

"Ukuran kedewasaan rohani bukanlah seberapa banyak pengetahuan kita tentang Kristus, melainkan seberapa jelas Kristus terlihat dalam hidup kita."

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Ruth Kezia Christa Bela SitinjakMinggu, Agustus 02, 2026 5:34:00 AM

    Ukuran kedewasaan rohani bukanlah seberapa banyak pengetahuan kita tentang Kristus, melainkan seberapa jelas Kristus terlihat dalam hidup kita."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin marilah kita menjadi pengikut yang setia karena itu tetaplah jita di jalan yang di inginkan oleh Tuhan Jesus

      Hapus
  2. Dea yosifa artasasta sagalaMinggu, Agustus 02, 2026 5:34:00 AM

    "Ukuran kedewasaan rohani bukanlah seberapa banyak pengetahuan kita tentang Kristus, melainkan seberapa jelas Kristus terlihat dalam hidup kita."

    BalasHapus
  3. YOSUA CHRISTOPHER SITINJAKMinggu, Agustus 02, 2026 5:42:00 AM

    Banyak orang percaya menganggap tujuan utama kekristenan adalah memperoleh berkat, hidup yang nyaman, atau masuk surga. Namun, Roma 8:29 mengajarkan bahwa tujuan terbesar Allah bagi setiap orang percaya adalah menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Allah tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga mengubah karakter kita agar semakin mencerminkan Anak-Nya.

    BalasHapus
  4. Allah tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga mengubah karakter kita agar semakin mencerminkan Anak-Nya.

    BalasHapus
  5. tujuan terbesar Allah bagi setiap orang percaya adalah menjadi serupa dengan Yesus Kristus.
    Di berkati di berkati di berkati🥰💜

    BalasHapus
  6. Keselamatan adalah anugerah Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat menyombongkan diri

    BalasHapus
  7. Stevania Aulia Sheren Br. TinjakMinggu, Agustus 02, 2026 7:11:00 AM

    Semakin kita menyerahkan diri kepada Roh Kudus, semakin nyata karakter Yesus dalam hidup kita, sehingga Kristus dimuliakan melalui kita.

    BalasHapus
  8. Menjadi pengikut Kristus bukan hanya berarti percaya kepada-Nya, tetapi juga bertumbuh menjadi semakin serupa dengan-Nya. Keselamatan adalah anugerah, tetapi keserupaan dengan Kristus adalah proses yang dikerjakan Roh Kudus sepanjang hidup orang percaya.

    BalasHapus
  9. Demikian pula Allah sering memakai pengalaman hidup, keberhasilan, kegagalan, bahkan penderitaan untuk membuang kesombongan, egoisme, dan dosa sehingga karakter Kristus semakin nyata dalam diri kita.

    BalasHapus
  10. Tujuan hidup orang percaya adalah menjadi seperti Kristus, bukan sekadar mengejar keberhasilan duniawi.

    BalasHapus
  11. Allah memakai Firman, Roh Kudus, doa, persekutuan, dan bahkan penderitaan untuk membentuk karakter orang percaya.

    BalasHapus
  12. Irianne junika Putri SiahaanMinggu, Agustus 02, 2026 7:48:00 AM

    Keserupaan dengan Kristus mencakup: Kasih yang tanpa pamrih. Kerendahan hati. Ketaatan kepada Bapa. Kekudusan hidup. Pengampunan. Kesediaan melayani dan berkorban.

    BalasHapus
  13. Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

    BalasHapus
  14. Banyak orang percaya menganggap tujuan utama kekristenan adalah memperoleh berkat, hidup yang nyaman, atau masuk surga. Namun, Roma 8:29 mengajarkan bahwa tujuan terbesar Allah bagi setiap orang percaya adalah menjadi serupa dengan Yesus Kristus. Allah tidak hanya menyelamatkan kita dari dosa, tetapi juga mengubah karakter kita agar semakin mencerminkan Anak-Nya.

    BalasHapus
  15. Seorang pemahat mengambil sebongkah batu yang kasar. Dengan pahat dan palu ia membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan hingga terbentuk sebuah patung yang indah. Batu itu mungkin "merasakan" setiap pukulan, tetapi setiap pukulan memiliki tujuan.

    BalasHapus
  16. Keserupaan dengan Kristus mencakup: Kasih yang tanpa pamrih. Kerendahan hati. Ketaatan kepada Bapa. Kekudusan hidup. Pengampunan. Kesediaan melayani dan berkorban.

    BalasHapus
  17. Demikian pula Allah sering memakai pengalaman hidup, keberhasilan, kegagalan, bahkan penderitaan untuk membuang kesombongan, egoisme, dan dosa sehingga karakter Kristus semakin nyata dalam diri kita.

    BalasHapus
  18. Anugrah adalah dari tuhan tidak siapun boleh menyombongkan diri nya

    BalasHapus
  19. Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

    BalasHapus
  20. Yesus adalah: Yang terutama. Pewaris segala sesuatu. Kepala umat tebusan. Teladan bagi keluarga Allah.

    BalasHapus
  21. Allah telah menetapkan tujuan akhir bagi umat-Nya.

    BalasHapus
  22. Tuhan yang telah menentukan segala sesuatu dalam hidup kita🔥

    BalasHapus
  23. Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

    BalasHapus
  24. Semakin kita menyerahkan diri kepada Roh Kudus semakin nyata karakter Yesus dalam hidup kita sehingga Kristus dimuliakan melalui kita

    BalasHapus
  25. Seorang pemahat mengambil sebongkah batu yang kasar. Dengan pahat dan palu ia membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan hingga terbentuk sebuah patung yang indah. Batu itu mungkin "merasakan" setiap pukulan, tetapi setiap pukulan memiliki tu

    BalasHapus
  26. Ayat Hari Ini
    Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

    BalasHapus
  27. Ukuran kedewasaan rohani bukanlah seberapa banyak pengetahuan kita tentang Kristus, melainkan seberapa jelas Kristus terlihat dalam hidup kita."

    BalasHapus
  28. Tujuan hidup orang percaya adalah menjadi semakin serupa dengan Kristus, bukan hanya mengenal-Nya, tetapi juga memiliki karakter seperti-Nya

    BalasHapus
  29. Roma 8:29 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

    BalasHapus

Posting Komentar