BAB 4
MENJADI PRIBADI YANG BERINTEGRITAS
Bacaan
Alkitab:
Amsal
10:9 “Siapa bersih
kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan
diketahui.”
Pernahkah
kamu berada dalam situasi ketika melakukan hal yang benar terasa lebih sulit
daripada melakukan hal yang salah? Misalnya:
- menemukan barang milik orang
lain,
- mendapat kesempatan menyontek,
- mengetahui kesalahan teman,
- diminta berbohong,
- melihat berita yang belum tentu
benar,
- mendapat pujian atas sesuatu
yang sebenarnya bukan hasil pekerjaanmu.
APA ITU
INTEGRITAS?
Integritas adalah kesatuan antara apa yang
diyakini, dikatakan, dan dilakukan.
Orang yang
berintegritas tidak hanya terlihat baik di depan orang lain, tetapi juga
berusaha melakukan yang benar ketika tidak ada yang melihat.
Integritas
berarti: Pikiran benar → Perkataan benar → Tindakan benar
INTEGRITAS
DAN KEJUJURAN
Kejujuran
merupakan bagian penting dari integritas. Orang yang jujur:
- berkata sesuai kenyataan,
- tidak menipu,
- tidak mengambil milik orang
lain,
- tidak memalsukan sesuatu,
- berani mengakui kesalahan.
Namun
integritas lebih luas daripada sekadar kejujuran. Integritas juga mencakup:
- tanggung jawab,
- kesetiaan,
- konsistensi,
- disiplin,
- keberanian melakukan kebenaran.
INTEGRITAS
SEBAGAI KARAKTER KRISTEN
Sebagai
pengikut Kristus, kehidupan kita dipanggil untuk mencerminkan karakter Kristus.
Integritas
berarti kehidupan kita sesuai dengan iman yang kita akui. Jangan sampai:
Di gereja
berkata baik, tetapi di luar gereja berlaku buruk.
Mengaku
mengasihi Tuhan, tetapi tidak jujur kepada sesama.
Rajin
beribadah, tetapi suka menipu.
Prinsip: “Iman
yang benar seharusnya terlihat dalam karakter dan tindakan.”
BELAJAR
DARI DANIEL
Daniel
merupakan salah satu contoh tokoh Alkitab yang menunjukkan integritas.
Daniel hidup
di lingkungan yang berbeda dengan iman yang ia pegang, tetapi ia tetap berusaha
setia kepada Allah.
Daniel 6:5
menggambarkan bahwa para pejabat tidak menemukan alasan untuk mendakwa Daniel
selain dalam hal ibadahnya kepada Allah.
Pelajaran
dari Daniel:
- tetap setia kepada Tuhan,
- tidak mudah mengikuti tekanan
lingkungan,
- menjaga karakter,
- dapat dipercaya,
- berani mempertahankan kebenaran.
INTEGRITAS
DI SEKOLAH
Sekolah
merupakan tempat penting untuk membangun integritas. Contohnya:
Tidak menyontek.
Tidak memalsukan tugas.
Tidak mengambil karya orang lain.
Mengerjakan tugas sendiri.
Mengakui kesalahan.
Menghargai guru dan teman.
Nilai yang
diperoleh dengan kejujuran lebih berharga daripada nilai tinggi yang diperoleh
dengan kecurangan.
INTEGRITAS
DALAM PERSAHABATAN
Persahabatan
membutuhkan kepercayaan. Teman yang berintegritas:
- tidak mengkhianati kepercayaan,
- tidak menyebarkan rahasia
pribadi,
- tidak memfitnah,
- berani menegur dengan kasih,
- tidak memanfaatkan teman,
- tetap jujur walaupun sulit.
Prinsip: “Persahabatan
yang sehat dibangun di atas kejujuran dan kepercayaan.”
INTEGRITAS
DALAM KELUARGA
Integritas
juga dimulai dari rumah. Contohnya:
- berkata jujur kepada orang tua,
- mengakui kesalahan,
- melaksanakan tanggung jawab,
- tidak menyembunyikan sesuatu
yang seharusnya diketahui orang tua,
- menghormati anggota keluarga,
- menepati janji.
Keluarga
merupakan tempat pertama kita belajar menjadi pribadi yang dapat dipercaya.
INTEGRITAS
DI DUNIA DIGITAL
Integritas
juga diperlukan ketika menggunakan internet.
Jangan
berpikir: “Karena saya menggunakan akun anonim, saya boleh melakukan apa saja.”
Tidak
demikian. Karakter seseorang juga terlihat dari perilaku digitalnya.
Integritas
digital berarti:
- tidak menyebarkan berita palsu,
- tidak melakukan perundungan,
- tidak mengambil karya orang lain
tanpa izin,
- tidak menggunakan identitas
palsu untuk merugikan orang,
- menghargai privasi,
- menggunakan media sosial secara
bertanggung jawab.
TEKANAN
TEMAN SEBAYA
Remaja
sering menghadapi tekanan dari teman. Misalnya:
“Semua teman
melakukan ini.”
“Kalau kamu
tidak ikut, kamu bukan teman kami.”
“Tidak
apa-apa menyontek, semua juga melakukannya.”
Di sinilah
integritas diuji.
Ingat: Benar
tidak selalu berarti populer.
Sebagai
murid Kristus, kita dipanggil untuk memilih kebenaran meskipun berbeda dari
lingkungan.
INTEGRITAS
DAN KEPUTUSAN
Setiap hari
kita mengambil keputusan. Sebelum mengambil keputusan, tanyakan:
1. Apakah
ini benar?
2. Apakah
ini sesuai firman Tuhan?
3. Apakah
tindakan ini merugikan orang lain?
4. Apakah
saya berani mempertanggungjawabkannya?
5. Apakah
saya tetap akan melakukan ini jika orang tua atau guru melihatnya?
Pertanyaan-pertanyaan
tersebut dapat membantu kita membuat keputusan yang bijaksana.
KETIKA
MELAKUKAN KESALAHAN
Memiliki
integritas bukan berarti tidak pernah melakukan kesalahan.
Orang yang
berintegritas berani: Mengakui → Meminta maaf → Memperbaiki → Belajar
Jangan
mempertahankan kebohongan hanya untuk menutupi kesalahan.
Prinsip: “Kesalahan
yang diakui dapat diperbaiki; kebohongan yang dipertahankan akan memperbesar
masalah.”
INTEGRITAS
DAN KEPERCAYAAN
Kepercayaan
dibangun secara perlahan.
Namun
kepercayaan dapat hilang dengan cepat.
Integritas
membangun: Kejujuran → Kepercayaan → Hubungan sehat → Kesaksian yang baik
Karena itu,
menjadi pribadi yang dapat dipercaya merupakan kesaksian penting bagi seorang
Kristen.
KOMITMEN
“AKU MEMILIH HIDUP BERINTEGRITAS” Saya berkomitmen untuk:
☐ berkata jujur
☐
mengerjakan tugas dengan jujur
☐ tidak
menyontek
☐ menepati
janji
☐ menjaga
kepercayaan
☐ berani
mengakui kesalahan
☐ menghargai
karya orang lain
☐ menolak
ajakan yang salah
☐
menggunakan media sosial secara bertanggung jawab
☐ melakukan
kebenaran walaupun tidak populer
☐ menjadi
teladan bagi orang lain
RANGKUMAN
1.
Integritas
berarti kesatuan antara apa yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan.
2.
Kejujuran
merupakan bagian penting dari integritas.
3.
Integritas
adalah karakter yang penting bagi murid Kristus.
4.
Integritas
harus diterapkan di rumah, sekolah, gereja, masyarakat, dan dunia digital.
5.
Tekanan
teman tidak boleh membuat kita meninggalkan kebenaran.
6.
Orang
berintegritas berani mengakui kesalahan.
7.
Integritas
membangun kepercayaan.
Hidup
berintegritas merupakan kesaksian iman Kristen.
Tugas
hari ini:
1.
Besok ada ujian. Seorang teman mengirimkan foto
jawaban kepada kamu dan berkata: “Pakai saja. Tidak ada yang tahu.” Apa pilihan
yang berintegritas? Apa risiko dari pilihan yang salah? Bagaimana kamu menjawab
ajakan teman tersebut? Apa yang akan Yesus kehendaki?
2.
“Apa yang akan saya lakukan ketika tidak ada seorang
pun yang melihat?”
3. Apakah kita
tetap melakukan yang benar ketika teman-teman memilih melakukan yang salah?

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus1. tolak dan mengerjakan ujian sendiri dengan jujur
BalasHapus2. saya tetap akan menolak, karena setiap apa yang saya lakukan Tuhan maha melihat
3.ya, saya tetap melakukan hal yg benar walaupun teman saya melakukan yg salah
1.menolak foto jawaban tersebut dan belajar dengan jujur untuk ujian besok.resikonya mendapat dosa dan belum tantu jawaban yang diberikan benar. Maaf saya tidak perlu. Kejujuran di hadapan Allah
BalasHapus2.tetap mengerjakan dengan jujur
3.iya saya akan tetap mengerjakan benar jujur karena tuhan Maha melihat
Jawabannya
BalasHapus1.menolaknya dengan baik-baik .
Resikonya berdosa. Dan belum tentu jawaban yg mengasihnya benar.
Menjawabnya "maaf sebelumnya terimakasih karena sudah membantu saya tapi maaf sekali aku tidak perlu karena harus belajar dari diri sendiri dan harus memahaminya. Kejujuran di dahadapan allah
2.tetap mengerjakan dengan jujur dan kalo tidak mengerti bertanya tetapi tidak meminta jawabannya langsung.
3.iya.
1. Tidak menggunakan foto jawaban yang dikirim dan tetap belajar serta mengerjakan ujian dengan jujur. risikonya kita berdosa, aku akan menjawab "ga perlu makasih, sebisa saya besok aja'' dan menasehatinya,Kejujuran di hadapan Allah
BalasHapus2. Tetap mengerjakan dengan jujur dan bertanggungjawab.
3. Ya, karena Tuhan maha melihat dimanapun kita berada.
1. Menolaknya dengan halus agar mengerjakan sendiri bisa dan paham.
BalasHapusRisikonya bisa saja jawaban yg diberikan salah atau tidak benar dan bisa dosa
"Maaf aku akan mengerjakannya sendiri agar aku paham. "
Yesus mengajarkan agar kita bisa bertanggungjawab trhadap pekerjaan sendiri.
2. Tidak berbuatny curang krna Yesus melihat.
3. Ya, jalan ke yg benar. Memberitahu teman-teman jika mereka memilih yg salah dan tak benar.
jawaban:
BalasHapus1.tolak, mengerjakan dengan jujur dan resikonya berdosa.
2.yang sayalakukan itu tetap mengerjakan dengan jujur dan tidak mengikuti orang yang nyontek.
3.iya
1. Kita harus menolaknya karena itu tidak baik, dikarenakan itu tidak baik, justru sebaiknya kita mengerjakan sendiri agar kita lebih percaya diri karena tidak akan bingung apakah jawaban teman benar?
BalasHapus2.Segera berhenti karena kita tau itu tidak baik.
3.ya benar harus benar, tapi jika teman teman melakukan yang salah kita seharusnya menyadarkan mereka bahwa itu tidak baik.
-Cristofer Putra
1.)tidak, menerimanya karena mungkin bisa ada kesalahan pada pengerjaan nya dan mengurangin nilai lebih baik kita percaya pada diri sendiri tapi jangan terlalu percaya dengarkan teman yang menjelaskan cara dengan setengah percaya, Tuhan Yesus akan menolak nya karena itu tidak benar
BalasHapus2.)bengon, main game,menggambar, membaca, dan mengerjakan berkat Tuhan
3).ya, karena jangan mengikuti orang karena Mayoritas memilih itu tapi ikuti lah jalan yang benar
-menolaknya karena itu tidak baik dan mengerjakan dengan jujur
BalasHapus-jika ketahuan akan dapat sanksi dari sekolah, berdosa karena perilaku itu bukanlah kehendak Tuhan
- "maaf aku tidak ingin berbuat curang, aku ingin mengisi ujian sebisa / semampu ku.
- yesus ingin anaknya selalu jujur
2.saya akan mengisi ujian sebisa dan semampunya dengan hasil jujur.
3.iya, karena allah menghehendaki setiap anaknya berbuat jujur dan memilih apa yang benar di hadapan Tuhan.
BalasHapus1. menolak ny karna itu salah satu tidakan curang yg dapat merugikan semua pihak (anak kelas yg lain)
2. Berkata jujur bahwa saya tidak akan menyerupai jawaban yg kamu kasih untuk saya karena saya menghargai perjuangan teman² yg belajar sungguh-sungguh Tampa melihat jawaban yg di konfirmasi oleh kamu
3. Ya karna kita boleh melakukan hal curang seperti itu karna itu adalah perbuatan dosa
1.menolak tawaran yang di berikan teman kepada saya,
BalasHapusjika ketahuan dengan guru akan di hukum dan di suruh Keluar dari kelas,
tidak bro saya tidak mau dengan melihat contekan lebih baik jujur dari pada menyontek,
memberkati.
2.tetap teguh pada yang kita ucapkan dengan tidak menyontek walaupun tidak ada orang yang melihat.
3.tetap di jalan yang benar dengan cara tidak menyontek.
1.Aku gak mau dikasih lihat contekannya, lebih baik jujur dari pada menyontek, dan sudah selesai dengan baik
BalasHapus2.Tetep teguh pada yg kita ucapkan dengan tidak menyontek walaupun tidak ada orang yang melihat
3.tetep dijalani yang benar dengan cara tidak menyontek
1.Tidak membocorkan jawaban nya dan tetap mengerjakan menjawab jawaban dengan kemampuan sendiri.
BalasHapusResiko jika memilih yang salah:
-Nilai tidak jujur
-Bisa kena sanksi sekolah
-Kebiasaan buruk yang membawa ke masa depan.
Cara menjawab ajakan teman:
Makasih ya tapi saya akan menjawab jawaban sendiri dengan kemampuan saya.
Apa yang Yesus kehendaki:
Hidup dalam kejujuran.
2.Ketika tidak ada yang melihat, tetap melakukan yang benar—jujur, tidak menyontek, dan bertanggung jawab atas pilihan sendiri. Karena integritas itu terlihat dari apa yang kita lakukan saat tidak diawasi, dan Tuhan tetap melihat.
3.Ya, tetap lakukan yang benar. Pilihan orang lain tidak menentukan nilai diri kita.
Kalau ikut yang salah bisa kena konsekuensi
1.
BalasHapus• Menolaknya dengan tegas dan memilih tetap jujur
• Akan mendapatkan konsekuensi atas perbuatan tersebut
•Memperingati tindakan yang ia lakukan
•Hidup dalam kebenaran dan menjaga integritas
2.
Saya akan tetap jujur walaupun tidak ada yang mengetahuinya
3.
ya,kita harus melakukan yang benar walau temen teman melakukan yang salah
Jawabannya
BalasHapus1. Integritas sejati adalah berbuat jujur walau temen-temen melakukan sesuatu yang salah
2. menjaga integritas dengan cara menolak tawaran dan melakukan ujian dengan jujur.
3. Bener karena tuhan mau anak-anaknya melakukan dalam segala hal sesuatu dengan jujur
Integritas adalah kesatuan antara apa yang diyakini, dikatakan, dan dilakukan.
BalasHapus