PAK KELAS 8 - BAB 5 | HIDUP SEBAGAI MURID KRISTUS - 2026

 


BAB 5

HIDUP SEBAGAI MURID KRISTUS

Bacaan Alkitab: Matius 4:18–22, Yohanes 13:34–35, Efesus 4:32, Mazmur 119:105

Lukas 9:23 “Setiap hari ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

APA ARTINYA MENJADI MURID KRISTUS?

Murid Kristus bukan hanya orang yang mengetahui siapa Yesus. Murid Kristus adalah orang yang percaya kepada Yesus, belajar dari-Nya, mengikuti ajaran-Nya, dan berusaha melakukan kehendak-Nya.

Yesus memanggil manusia untuk mengikuti-Nya. Matius 4:19 “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Panggilan tersebut menunjukkan bahwa mengikut Yesus merupakan sebuah perjalanan kehidupan.

Menjadi murid Kristus berarti: Percaya → Belajar → Mengikuti → Melakukan → Menjadi Teladan

CIRI-CIRI MURID KRISTUS

1. Mengasihi Tuhan

Murid Kristus menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupannya.

Matius 22:37

Mengasihi Tuhan berarti memberikan hati, pikiran, waktu, dan kehidupan kita untuk melakukan kehendak-Nya.

2. Mengasihi Sesama

Yesus mengajarkan agar manusia mengasihi sesamanya.

Yohanes 13:34–35

Kasih tidak hanya berupa kata-kata, tetapi diwujudkan melalui tindakan. Contohnya:

  • menolong teman;
  • tidak melakukan bullying;
  • menghargai perbedaan;
  • mau mendengarkan;
  • tidak menyebarkan kebencian;
  • mengampuni.

3. Hidup dalam Firman Tuhan

Murid Kristus perlu mengenal Firman Tuhan.

Mazmur 119:105

Firman Tuhan menjadi pedoman dalam mengambil keputusan.

Ketika menghadapi masalah, seorang murid Kristus bertanya: “Apa yang sesuai dengan kehendak Tuhan?” bukan hanya: “Apa yang saya inginkan?”

4. Taat kepada Tuhan

Ketaatan berarti melakukan kehendak Tuhan meskipun terkadang tidak mudah. Ketaatan dapat diwujudkan melalui:

  • jujur;
  • menghormati orang tua;
  • bertanggung jawab;
  • menghindari perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain;
  • menjaga perkataan;
  • melakukan tugas dengan sungguh-sungguh.

5. Mau Mengampuni

Murid Kristus dipanggil untuk belajar mengampuni.

Efesus 4:32

Mengampuni bukan berarti menganggap kesalahan sebagai sesuatu yang benar. Mengampuni berarti memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan dan menyerahkan keadilan kepada Tuhan.

MEMIKUL SALIB DAN MENGIKUT YESUS

Lukas 9:23

Yesus berkata bahwa orang yang mengikuti-Nya harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Dia. Hal ini berarti seorang murid Kristus harus belajar:

  • mengendalikan keinginan yang salah;
  • memilih kebenaran;
  • bertanggung jawab;
  • setia kepada Tuhan;
  • berani melakukan yang benar;
  • tidak mudah mengikuti tekanan teman.

Mengikuti Kristus bukan berarti kehidupan selalu mudah. Namun, dalam setiap keadaan, seorang murid belajar tetap percaya dan setia kepada Tuhan.

MENJADI MURID KRISTUS DI ERA DIGITAL

Kehidupan remaja saat ini tidak dapat dipisahkan dari teknologi dan media sosial.

Karena itu, menjadi murid Kristus juga terlihat dari cara menggunakan teknologi. Murid Kristus menggunakan media digital untuk:

  • belajar;
  • memperoleh informasi yang bermanfaat;
  • membangun hubungan yang sehat;
  • membagikan hal yang positif;
  • menyampaikan kebenaran dengan kasih;
  • mengembangkan talenta.

Hindari:

  • menghina orang lain;
  • menyebarkan berita palsu;
  • melakukan cyberbullying;
  • menyebarkan kebencian;
  • menggunakan media sosial untuk merendahkan orang lain;
  • mengikuti konten yang merusak kehidupan.

MURID KRISTUS DI DALAM KELUARGA

Keluarga merupakan tempat pertama bagi seorang anak untuk belajar hidup sebagai murid Kristus. Praktik nyata:

Kepada orang tua:

  • menghormati;
  • menaati nasihat yang baik;
  • membantu pekerjaan rumah;
  • berbicara dengan sopan.

Kepada saudara:

  • tidak egois;
  • berbagi;
  • saling menolong;
  • mengampuni.

Menjadi murid Kristus bukan hanya terlihat di gereja, tetapi juga terlihat di rumah.

MURID KRISTUS DI SEKOLAH

Sekolah merupakan tempat untuk mempraktikkan iman. Seorang murid Kristus:

  • mengerjakan tugas dengan jujur;
  • tidak menyontek;
  • menghormati guru;
  • menghargai teman;
  • tidak melakukan bullying;
  • mau bekerja sama;
  • bertanggung jawab terhadap tugas.

Prinsip: Iman yang benar menghasilkan kehidupan yang benar.

Menjadi murid Kristus membutuhkan keberanian untuk memilih yang benar meskipun pilihan tersebut tidak selalu populer.

 

KOMITMEN

“Saya mau menjadi murid Kristus yang bukan hanya mengenal Yesus, tetapi juga mengikuti, menaati, dan melakukan ajaran-Nya. Saya mau menjadi teladan dalam keluarga, sekolah, gereja, pertemanan, dan media digital.”

RANGKUMAN

1.    Murid Kristus adalah orang yang percaya, belajar, dan mengikuti Yesus.

2.    Menjadi murid Kristus berarti melakukan kehendak Tuhan.

3.    Murid Kristus hidup dalam kasih.

4.    Firman Tuhan menjadi pedoman kehidupan.

5.    Murid Kristus belajar mengampuni.

6.    Mengikuti Kristus membutuhkan ketaatan dan keberanian.

7.    Kehidupan sebagai murid Kristus harus terlihat di rumah, sekolah, gereja, masyarakat, dan dunia digital.

8.    Murid Kristus dipanggil untuk menjadi teladan dan membawa dampak positif.

 

TUGAS HARI INI:

1.     “Mengikuti Teman atau Mengikuti Kristus? Riko diajak beberapa temannya untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya ia tahu tidak benar. Teman-temannya berkata: “Kalau kamu tidak ikut, berarti kamu bukan teman kami.” Riko mengalami tekanan untuk mengikuti teman. Apa masalah yang dihadapi Riko? Apa yang seharusnya dilakukan Riko? Bagaimana Lukas 9:23 dapat diterapkan dalam situasi tersebut? Mengapa seorang murid Kristus harus berani mengatakan tidak terhadap sesuatu yang salah? Bagaimana cara menolak ajakan teman tanpa menyakiti mereka?

2.     “Apakah seorang Kristen dapat disebut murid Kristus jika ia hanya rajin beribadah tetapi tidak menerapkan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari?” Berikan alasan berdasarkan Alkitab.

Komentar

  1. 1.Murid Kristus adalah orang yang percaya, belajar, dan mengikuti Yesus.
    2.Mengikuti Kristus bukan berarti kehidupan selalu mudah. Namun, dalam setiap keadaan, seorang murid belajar tetap percaya dan setia kepada Tuhan.

    BalasHapus
  2. calistajennifet@gmail.comSelasa, September 08, 2026 3:34:00 PM

    1.Firman Tuhan menjadi pedoman kehidupan,Murid Kristus belajar mengampuni.

    2.Kehidupan sebagai murid Kristus harus terlihat di rumah, sekolah, gereja, masyarakat, dan dunia digital.

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. 1.berani berkata tidak dengan tegas namun sopan karna kebernaran lebih penting dari pada ikut ikutan.

    2.murid sejati harus melakukan firman bukan hanya mendengarkan atau beribadah

    BalasHapus
  5. 1. masalahnya: menghadapi tekanan dari teman-temannya.
    yang seharusnya dilakukan Riko adalah menolak secara halus dan mengampuni mereka. dengan cara tidak terpengaruh oleh ajakan teman-temannya. karena mereka dipanggil untuk hidup kudus dan taat kepada kebenaran Allah. menolak secara halus agar tidak menyinggung mereka.
    2. seorang Kristen tidak dapat disebut sebagai murid Kristus yang sejati jika ia hanya rajin beribadah secara seremonial tetapi tidak menerapkan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  6. 1.Riko siap menanggung risiko yang tidak enak, seperti diejek, dijauhi, atau dimusuhi teman karena memilih jalan yang benar.
    2Saya mau menjadi murid Kristus yang bukan hanya mengenal Yesus, tetapi juga mengikuti, menaati, dan melakukan ajaran-Nya. Saya mau menjadi teladan dalam keluarga, sekolah, gereja, pertemanan, dan media digital.”

    BalasHapus
  7. Ajakin teman untuk mengikuti kristus

    BalasHapus
  8. Dea yosifa artasasta sagalaSelasa, September 08, 2026 3:42:00 PM

    1.-Masalah:Riko mengalami tekanan dari teman nya
    -yang harus dilakukan Riko:Mengampuni dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
    -Bagaimana:tidak terpengaruh oleh ajakan teman nya
    -mengapa:karna mereka dipanggil untuk hidup Kudus dan taat kepada kebenaran Allah
    -Bagaimana cara menolak:Berkata dengan lembut dan halus,untuk menolak ajakan dari teman nya.

    2.seorang kristen tidak dapat disebut sebagai murid Kristus yang sejati jika ia hanya rajin ibadah secara seremonial tetapi tidak menerapkan ajaran Yesus dalam kehidupan sehari-hari

    BalasHapus

Posting Komentar