BAB 4
BERTUMBUH MENJADI PRIBADI DEWASA
Bacaan
Alkitab:
Efesus
4:15 “Tetapi dengan
teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala
hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”
Apakah
seseorang yang sudah bertambah usia otomatis menjadi dewasa?
Seseorang
dapat bertambah usia, tetapi kedewasaan membutuhkan proses.
APA ITU
KEDEWASAAN?
Kedewasaan
bukan hanya berkaitan dengan usia.
Kedewasaan
adalah proses pertumbuhan seseorang sehingga mampu berpikir, merasakan,
mengambil keputusan, dan bertindak secara bertanggung jawab. Orang yang dewasa belajar:
- mengenali dirinya,
- mengendalikan diri,
- bertanggung jawab,
- menghargai orang lain,
- mengambil keputusan dengan
bijaksana,
- menerima konsekuensi,
- belajar dari kesalahan.
DIMENSI
KEDEWASAAN
Kedewasaan
mencakup beberapa aspek.
1. Dewasa
secara fisik
Mengalami
pertumbuhan dan perubahan tubuh.
2. Dewasa
secara intelektual
Mampu
berpikir kritis dan mempertimbangkan berbagai informasi.
3. Dewasa
secara emosional
Mampu
mengenali dan mengelola emosi.
4. Dewasa
secara sosial
Mampu
membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.
5. Dewasa
secara moral
Mampu
membedakan yang benar dan yang salah.
6. Dewasa
secara spiritual
Semakin
mengenal Tuhan dan hidup sesuai kehendak-Nya.
G. DEWASA
SECARA EMOSIONAL
Remaja
mengalami berbagai emosi:
- senang,
- sedih,
- marah,
- kecewa,
- takut,
- cemas,
- frustrasi.
Memiliki
emosi bukan berarti tidak dewasa. Yang penting adalah bagaimana kita
mengelolanya.
Pribadi
yang dewasa: Merasakan → Memahami → Mengendalikan → Memilih respons yang tepat
Bukan: Merasakan
→ Langsung bereaksi.
H.
PENGENDALIAN DIRI
Salah satu
tanda kedewasaan adalah kemampuan mengendalikan diri.
Pengendalian
diri berarti kemampuan mengatur:
- perkataan,
- emosi,
- keinginan,
- tindakan,
- penggunaan waktu,
- penggunaan teknologi.
Prinsip: “Dewasa
bukan berarti tidak memiliki emosi, tetapi mampu mengelola emosi dengan
bijaksana.”
DEWASA
DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN
Setiap
keputusan memiliki konsekuensi.
Sebelum
mengambil keputusan, tanyakan:
1.
Apakah
keputusan ini benar?
2.
Apakah
sesuai dengan firman Tuhan?
3.
Apa
akibatnya bagi saya?
4.
Apa
akibatnya bagi orang lain?
5.
Apakah
keputusan ini menunjukkan tanggung jawab?
6.
Apakah
saya siap menerima konsekuensinya?
Prinsip: Berpikir
sebelum bertindak adalah tanda kedewasaan.
J.
BELAJAR DARI YESUS
Yesus
menjadi teladan pertumbuhan yang seimbang.
Lukas
2:52 berkata:
“Dan Yesus
makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin
dikasihi oleh Allah dan manusia.”
Ayat ini
menunjukkan pertumbuhan dalam:
- pertumbuhan fisik,
- hikmat,
- hubungan dengan Allah,
- hubungan dengan manusia.
Pelajaran:
Kedewasaan Kristen
bukan hanya menjadi pintar, tetapi bertumbuh secara menyeluruh.
DEWASA
SECARA SPIRITUAL
Kedewasaan
spiritual berarti semakin mengenal Allah dan semakin menyerupai Kristus. Ciri-cirinya:
- mencintai firman Tuhan,
- memiliki kehidupan doa,
- mau belajar,
- menaati Tuhan,
- mengasihi sesama,
- mau mengampuni,
- melayani,
- hidup dalam kebenaran.
Prinsip: “Pertumbuhan
rohani terlihat dari perubahan karakter.”
KRISTUS
SEBAGAI TELADAN
Sebagai
orang Kristen, standar kedewasaan kita bukan sekadar apa yang dilakukan
masyarakat.
Kita belajar
dari Kristus: Kasih-Nya → Kerendahan hati-Nya → Ketaatan-Nya →
Pengampunan-Nya → Pelayanan-Nya
Karena itu,
pertanyaan penting bukan hanya: “Apa yang boleh saya lakukan?” Tetapi: “Apakah
tindakan saya mencerminkan karakter Kristus?”
DEWASA
DALAM KELUARGA
Kedewasaan
terlihat dari cara kita memperlakukan keluarga. Contohnya:
- menghormati orang tua,
- mau mendengar nasihat,
- membantu keluarga,
- bertanggung jawab,
- tidak egois,
- berkomunikasi dengan baik,
- berani mengakui kesalahan.
Menjadi
dewasa bukan berarti merasa tidak membutuhkan keluarga.
Sebaliknya,
kedewasaan berarti semakin mampu menjalankan tanggung jawab dalam keluarga.
DEWASA
DALAM PERSAHABATAN
Persahabatan
yang sehat membutuhkan kedewasaan. Teman yang dewasa:
- menghargai batasan orang lain,
- tidak memaksa,
- tidak mudah iri,
- tidak menyebarkan rahasia,
- mau meminta maaf,
- mau mengampuni,
- memberi nasihat dengan kasih,
- tidak mengikuti teman dalam hal
yang salah.
Prinsip: Teman
yang baik tidak selalu mengatakan apa yang ingin kita dengar, tetapi berani
mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan.
DEWASA
DALAM DUNIA DIGITAL
Kedewasaan
juga terlihat dalam penggunaan teknologi. Pribadi yang dewasa secara
digital:
- berpikir sebelum mengunggah,
- memeriksa informasi,
- menjaga privasi,
- menghargai orang lain,
- tidak melakukan perundungan,
- tidak menyebarkan fitnah,
- menggunakan teknologi untuk
belajar dan berkarya.
DEWASA
DAN TEKANAN TEMAN
Remaja dapat
mengalami tekanan untuk mengikuti teman. Misalnya: “Kalau kamu teman kami, kamu
harus ikut.”
Pribadi yang
dewasa mampu berkata: “Saya menghargai kalian, tetapi saya memilih melakukan
yang benar.” Tidak semua ajakan harus diikuti.
Kedewasaan
berarti mampu mengatakan: YA kepada yang benar. TIDAK kepada yang salah.
DEWASA
DAN TANGGUNG JAWAB
Kedewasaan
tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab. Orang dewasa belajar bertanggung
jawab terhadap:
- pilihan,
- perkataan,
- waktu,
- pendidikan,
- pergaulan,
- penggunaan uang,
- penggunaan teknologi,
- hubungan dengan Tuhan.
Prinsip: “Kedewasaan
terlihat bukan dari seberapa bebas kita, tetapi dari seberapa bertanggung jawab
kita menggunakan kebebasan.”
DEWASA
BUKAN BERARTI SEMPURNA
Tidak ada
manusia yang sempurna. Orang yang dewasa masih dapat:
- salah,
- kecewa,
- gagal,
- marah,
- membuat keputusan yang kurang
tepat.
Namun ia mau
belajar.
Siklus
pertumbuhan: Salah → Mengakui → Belajar → Memperbaiki → Bertumbuh
KOMITMEN
“BERTUMBUH
DEWASA DALAM KRISTUS” Saya berkomitmen untuk:
☐ belajar mengendalikan emosi
☐
bertanggung jawab terhadap keputusan
☐ menghargai
orang lain
☐ menerima
nasihat
☐ berani
mengakui kesalahan
☐ meminta maaf
ketika bersalah
☐ menolak
tekanan yang membawa kepada hal yang salah
☐
menggunakan media sosial dengan bijaksana
☐ membangun
hubungan yang sehat
☐ bertumbuh
dalam firman dan doa
☐ menjadikan
Kristus sebagai teladan hidup
RANGKUMAN
1. Kedewasaan
merupakan proses pertumbuhan yang menyeluruh.
2. Kedewasaan
tidak hanya berkaitan dengan usia.
3. Kedewasaan
mencakup aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, moral, dan spiritual.
4. Pengendalian
diri merupakan salah satu tanda kedewasaan.
5. Orang
dewasa belajar bertanggung jawab atas pilihannya.
6. Yesus
merupakan teladan pertumbuhan dan kedewasaan.
7. Kedewasaan
Kristen berarti semakin bertumbuh dalam Kristus.
8. Kedewasaan
terlihat dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama.
9. Kesalahan
dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan bertumbuh.
Tugas
hari ini:
1.
Apakah saya menggunakan teknologi, atau justru teknologi
yang mengendalikan saya?
2. Andi merasa sangat marah karena
temannya mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Ia ingin langsung membalas
dengan kata-kata kasar. Apa yang sebaiknya dilakukan Andi? Apakah membalas
dengan kemarahan merupakan tindakan dewasa? Bagaimana pengendalian diri dapat
diterapkan? Apa yang akan dilakukan Yesus dalam situasi tersebut?

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussaya menggunakan teknologi dan saya yang mengendalikannya, karna pada sejatinya manusia lah yang seharusnya mengendalikan seluruh teknologi (raja evan gabriel sitorus)
BalasHapusIya, saya menggunakan teknologi,tidak, karena manusia yang menciptakan maka manusia juga yang mengendalikannya
BalasHapussaya menggunakan teknologi, karena manusia yang menciptakan maka manusia juga yang mengendalikannya
BalasHapusya, saya menggunakan dan mengendalikan teknologi karna manusia yang menciptakan maka manusia juga yang mengendalikannya
BalasHapus2. Jangan membalas perkataan, bersabar, dan menasehati untuk tidak mengatakan hal yang tidak menyenangkan kepada orang lain lagi. tidak, karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar,tidak mengambil keputusan dengan amarah. Ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar. Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus2.Nama: Sintyaaa
BalasHapusjangan membalas perkataan,bersabar, dan menasihati untuk tidak mengatakan hal tidak menyenangkan kepada orang lain lagi.Tidak,karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar dan tidak mengambil keputusan dengan amarah.Ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar.Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar.
1. Saya menggunakan teknologi, karena manusia yang menciptakan maka manusia juga yang akan mengendalikannya dirinya.
BalasHapus2. Jangan membalas perkataan, bersabar, dan menasehati untuk tidak mengatakan hal yang tidak menyenangkan kepada orang lain lagi. tidak, karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar, tidak mengambil keputusan dengan amarah. Ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar. Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata yang kasar.
BalasHapus2.
● jangan membalas perkataan,bersabar, dan menasihati untuk tidak mengatakan hal tidak menyenangkan kepada orang lain lagi.
● tidak,karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar,tidak mengambil keputusan dengan amarah
● ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar.
● Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar.
1. iya, saya menggunakan teknologi dan saya yang mengendalikannya, karna pada sejatinya manusia lah yang seharusnya mengendalikan seluruh teknologi
BalasHapus2. Janganlah membalas perkataan,bersabar, dan menasihati untuk tidak mengatakan hal tidak menyenangkan kepada orang lain lagi. tidak,karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar,tidak mengambil keputusan dengan amarah. ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar, Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar
1. aku menggunakan teknologi, karena manusia yang menciptakan maka manusia juga yang akan mengendalikannya dirinya.
BalasHapus2. Jangan membalas perkataan, bersabar, dan menasehati untuk tidak mengatakan hal yang tidak menyenangkan kepada orang lain lagi. tidak, karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar, tidak mengambil keputusan dengan amarah. Ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar. Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata yang kasar.
1. saya menggunakan teknologi dan sayalah yang mengendalikannya, karna pada sejatinya manusia lah yang seharusnya mengendalikan seluruh teknologi (Cahaya Putri Ayu Sihombing)
BalasHapus2. Menurut ayu: bersabar, tidak membalas perkataan, dan menasihati untuk tidak mengatakan hal tersebut lagi.tidak, karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar dan tidak mengambil keputusan dengan amarah. Ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar. Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar.
Nama:Sintya Sihombing
BalasHapusKelas:10
1.iya, aku menggunakan dan mengendalikan teknologi karna manusia yang menciptakan maka manusia juga yang mengendalikannya.
2.jangan membalas perkataan,bersabar, dan menasihati untuk tidak mengatakan hal tidak menyenangkan kepada orang lain lagi.Tidak,karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar dan tidak mengambil keputusan dengan amarah.Ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar.Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar.
1. saya menggunakan teknologi & saya yang mengendalikannya, karena pada sejatinya manusia lah yang seharusnya mengendalikan seluruh teknologi
BalasHapus2. Jangan membalas perkataan, bersabar, dan menasihati untuk tidak mengatakan hal tidak menyenangkan kepada orang lain lagi. Tidak, karna tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar, tidak mengambil keputusan dengan amarahIa harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar. Yesus memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar.
1. saya menggunakan teknologi & saya yang mengendalikannya, karena pada sejatinya manusia lah yang seharusnya mengendalikan seluruh teknologi.
BalasHapus2.● jangan membalas perkataan,bersabar, dan menasihati untuk tidak mengatakan hal tidak menyenangkan kepada orang lain lagi.
● tidak,karena tindakan dewasa itu menghadapi dengan bijak dan sabar dan tidak mengambil keputusan dengan amarah
● ia harus mengendalikan dirinya agar ia tidak membalasnya dengan kata kata yang kasar.
● Yesus akan memilih untuk tetap tenang, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan mengampuni. Ia akan menanggapi dengan kasih dan perkataan yang baik, bukan dengan kemarahan ataupun kata kata kasar.