%20(1).png)
BUKAN SIAPA SAYA, TETAPI SAYA BERSAMA SIAPA
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan,
disayang Tuhan
Bacaan Alkitab Hari Ke-211, Tahun 2026: Yehezkiel 26-29
2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
Dalam surat 2 Korintus, Rasul Paulus membela pelayanannya yang sering dipandang lemah oleh sebagian orang. Ada yang menilai penampilan, kemampuan berbicara, bahkan penderitaan yang dialaminya sebagai tanda bahwa ia bukan rasul yang hebat. Namun Paulus menjelaskan bahwa inti pelayanannya bukanlah membesarkan dirinya, melainkan meninggikan Kristus.
Ayat ini mengajarkan bahwa hidup orang percaya
tidak berpusat pada diri sendiri. Yang terpenting bukan siapa kita, tetapi
bersama siapa kita hidup dan siapa yang kita tinggikan.
1. Hidup orang percaya berpusat pada Kristus
Paulus berkata, "Bukan diri kami yang kami
beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan."
Pelayanan Paulus bukan untuk membangun popularitas
atau mencari penghormatan bagi dirinya. Tujuan utamanya adalah agar orang
mengenal Yesus.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun dipanggil
untuk mengarahkan perhatian kepada Kristus. Keberhasilan, talenta, dan
kesempatan yang kita miliki seharusnya menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan,
bukan untuk meninggikan diri.
2.
Identitas kita adalah hamba Kristus
Paulus melanjutkan, "Kami adalah hambamu
karena kehendak Yesus."
Seorang hamba tidak hidup untuk kepentingannya
sendiri, tetapi untuk melaksanakan kehendak tuannya. Demikian pula orang
percaya dipanggil untuk melayani dengan kerendahan hati.
Ketika kita menyadari bahwa kita adalah milik
Kristus, kita tidak lagi mengejar pujian manusia, melainkan mencari perkenanan
Tuhan.
3.
Bersama Kristus, hidup memiliki dampak yang kekal
Tema "Bukan siapa saya, tetapi saya bersama
siapa" sangat nyata dalam kehidupan Paulus. Dahulu ia adalah
penganiaya jemaat, tetapi setelah hidup bersama Kristus, ia menjadi rasul yang
membawa Injil ke banyak bangsa.
Perubahan hidup Paulus bukan karena kemampuan
pribadinya, melainkan karena kuasa Kristus yang bekerja di dalam dirinya.
Hal yang sama berlaku bagi kita. Tuhan tidak
mencari orang yang paling hebat, tetapi orang yang bersedia berjalan
bersama-Nya dan dipakai untuk kemuliaan-Nya.
4.
Kemuliaan hanya bagi Tuhan
Seluruh pelayanan Paulus menunjukkan satu prinsip
penting: Kristus harus menjadi pusat, bukan manusia.
Ketika kita hidup bersama Yesus:
- Keberhasilan menjadi
kesempatan untuk memuliakan Tuhan.
- Kegagalan menjadi
kesempatan untuk bergantung kepada Tuhan.
- Pelayanan menjadi
ungkapan kasih kepada Tuhan, bukan ajang mencari nama.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk:
- Menjadikan Yesus
pusat kehidupan dan pelayanan.
- Melayani dengan
rendah hati tanpa mencari pujian.
- Menggunakan setiap
talenta untuk memuliakan Tuhan.
- Mengingat bahwa
keberhasilan sejati adalah ketika Kristus semakin dikenal melalui hidup
kita.
2 Korintus 4:5 mengingatkan bahwa hidup orang
percaya bukanlah panggung untuk meninggikan diri, melainkan kesempatan untuk
meninggikan Kristus.
Bukan
siapa saya yang menjadi pusat perhatian, tetapi bersama siapa saya hidup. Ketika Yesus menjadi pusat kehidupan,
identitas kita tidak lagi dibangun oleh prestasi atau pengakuan manusia,
melainkan oleh kasih dan panggilan-Nya.
Kiranya setiap perkataan, pelayanan, dan langkah
hidup kita selalu mengarahkan orang kepada Kristus, karena Dialah satu-satunya
yang layak menerima segala kemuliaan.
"Hidup
yang paling bermakna bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika
melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus."
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati,
diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat
menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)
Hidup yang paling bermakna bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus
BalasHapusPaulus menjelaskan bahwa inti pelayanannya bukanlah membesarkan dirinya, melainkan meninggikan Kristus.
BalasHapusKetika Yesus menjadi pusat kehidupan, identitas kita tidak lagi dibangun oleh prestasi atau pengakuan manusia, melainkan oleh kasih dan panggilan-Nya.
BalasHapusHidup yang paling bermakna bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus
BalasHapusAmen
BalasHapusKiranya setiap perkataan, pelayanan, dan langkah hidup kita selalu mengarahkan orang kepada Kristus, karena Dialah satu-satunya yang layak menerima segala kemuliaan.
BalasHapusPada saat Tuhan Yesus diberitakan oleh Kami didalam sekeluarga, pasti ada kesukaan besar menantikan kami didalam Kuasa~Nya, amien 🙏🇮🇱❤.
BalasHapus2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
BalasHapusHal yang sama berlaku bagi kita. Tuhan tidak mencari orang yang paling hebat, tetapi orang yang bersedia berjalan bersama-Nya dan dipakai untuk kemuliaan-Nya..
BalasHapusSeorang hamba tidak hidup untuk kepentingannya sendiri, tetapi untuk melaksanakan kehendak tuannya. Demikian pula orang percaya dipanggil untuk melayani dengan kerendahan hati.
BalasHapusKesempatan yang kita miliki seharusnya menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan
BalasHapusHidup yang bermakna bukan saat nama kita dikenal, tapi saat melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus.
BalasHapusHidup yang paling bermakna bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus."
BalasHapusHidup orang percaya berpusat pada Kristus
BalasHapusPaulus berkata, "Bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan."
Pelayanan Paulus bukan untuk membangun popularitas atau mencari penghormatan bagi dirinya. Tujuan utamanya adalah agar orang mengenal Yesus.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun dipanggil untuk mengarahkan perhatian kepada Kristus. Keberhasilan, talenta, dan kesempatan yang kita miliki seharusnya menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan, bukan untuk meninggikan diri.
Demikian pula orang percaya dipanggil untuk melayani dengan kerendahan hati.
BalasHapusHidup yang paling bermakna bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus
BalasHapus"Hidup yang paling bermakna bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus."
BalasHapus"Hidup yang paling bermakna bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, semakin banyak orang mengenal Yesus Kristus."
BalasHapusHidup yang paling bermakna
BalasHapusBukan ketika nama kita dikenal
Banyak orang , tetapi ketika
Melalui hidup kita, semakin
Banyak orang mengenal
Yesus Kristus
2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
BalasHapus2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
BalasHapus2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
BalasHapus2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
BalasHapusAyat Hari Ini
BalasHapus2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga By Neta
BalasHapus2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
BalasHapus2 Korintus 4:5 "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan. Dan kami adalah hambamu karena kehendak Yesus."
BalasHapus