%20(1).png)
BUKAN SIAPA SAYA, TETAPI SAYA BERSAMA SIAPA
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan,
disayang Tuhan
Bacaan Alkitab Hari Ke-208, Tahun 2026: Yehezkiel 15-18
Yohanes
3:30 "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."
Yohanes Pembaptis adalah nabi yang dipakai Allah
untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias. Ketika pelayanan Yesus mulai semakin
dikenal, sebagian murid Yohanes merasa khawatir karena banyak orang mulai
mengikuti Yesus (Yohanes 3:26). Namun, Yohanes tidak merasa tersaingi.
Sebaliknya, ia dengan rendah hati berkata, "Ia harus makin besar,
tetapi aku harus makin kecil."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa fokus hidup orang
percaya bukanlah membesarkan diri sendiri, melainkan meninggikan Kristus. Bukan
siapa saya yang menjadi pusat, tetapi bersama siapa saya hidup.
1. Hidup
bukan berpusat pada diri sendiri, tetapi pada Kristus
Yohanes menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang
utusan. Tugasnya adalah menunjuk kepada Yesus, bukan mencari kemuliaan bagi
dirinya sendiri.
Dalam dunia saat ini, banyak orang terdorong untuk
mencari pengakuan, popularitas, dan pujian. Namun Firman Tuhan mengajarkan
bahwa kebesaran sejati adalah ketika Kristus semakin nyata melalui hidup kita.
2.
Semakin dekat dengan Kristus, semakin rendah hati
Kalimat "aku harus makin kecil"
bukan berarti Yohanes merasa dirinya tidak berharga. Ia memahami bahwa segala
kemuliaan adalah milik Kristus.
Kerendahan hati lahir ketika kita menyadari bahwa
setiap kemampuan, kesempatan, dan keberhasilan merupakan anugerah Tuhan. Orang
yang hidup bersama Kristus tidak perlu meninggikan dirinya, karena ia percaya
Tuhan yang akan berkarya melalui hidupnya.
3.
Bersama Kristus, hidup menemukan tujuan yang sejati
Tema "Bukan siapa saya, tetapi saya bersama
siapa" menemukan maknanya dalam ayat ini.
Nilai hidup kita bukan ditentukan oleh jabatan,
gelar, atau pencapaian, melainkan oleh hubungan kita dengan Yesus. Ketika
Kristus menjadi pusat hidup, kita tidak lagi hidup demi ambisi pribadi, tetapi
untuk memuliakan Allah.
Rasul Paulus juga berkata: "Hidupku bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." (Galatia 2:20)
Inilah kehidupan yang berpusat pada Kristus. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk:
- Mengutamakan
kemuliaan Kristus daripada kepentingan diri sendiri.
- Melayani dengan hati
yang rendah, bukan untuk mencari pujian.
- Menyadari bahwa
keberhasilan sejati adalah hidup yang semakin menyerupai Kristus.
- Membangun hubungan
yang intim dengan Tuhan melalui doa, Firman, dan ketaatan.
Yohanes Pembaptis mengajarkan bahwa hidup yang
berhasil bukanlah hidup yang membuat nama kita semakin besar, tetapi hidup yang
membuat nama Kristus semakin dimuliakan.
Bukan
siapa saya yang menentukan arti hidup saya, tetapi bersama siapa saya berjalan. Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita
akan menemukan identitas, tujuan, dan sukacita yang sejati.
"Kebesaran
hidup bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup
kita, nama Kristus semakin dikenal dan dimuliakan."
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati,
diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat
menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)
ketika kita menyadari bahwa setiap kemampuan, kesempatan, dan keberhasilan merupakan anugerah Tuhan. Orang yang hidup bersama Kristus tidak perlu meninggikan dirinya, karena ia percaya Tuhan yang akan berkarya melalui hidupnya.
BalasHapus"Kebesaran hidup bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, nama Kristus semakin dikenal dan dimuliakan."
BalasHapusBukan siapa saya yang menentukan arti hidup saya, tetapi bersama siapa saya berjalan. Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita akan menemukan identitas, tujuan, dan sukacita yang sejati.
BalasHapusYohanes Pembaptis adalah nabi yang dipakai Allah untuk mempersiapkan jalan bagi Mesias. Ketika pelayanan Yesus mulai semakin dikenal, sebagian murid Yohanes merasa khawatir karena banyak orang mulai mengikuti Yesus (Yohanes 3:26). Namun, Yohanes tidak merasa tersaingi. Sebaliknya, ia dengan rendah hati berkata, "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."
BalasHapusAda rencana yg indah didalam hidup keluarga kami oleh karena Tuhan Yesus kami tinggikan dan besarkan, ada hubungan yg semakin kuat dalam Doa, walaupun kami lemah tetapi Tuhan Yesus adalah kekuatan besar dalam hidup ini, amien 🙏🇮🇱✝.
BalasHapusBiarlah Kristus yg semakin nampak dalam hidup ini.
BalasHapus@revivalhukubun
Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita akan menemukan identitas, tujuan, dan sukacita yang sejati.
BalasHapusKetika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita akan menemukan identitas, tujuan dan suka cita yg sejati
BalasHapusYohanes 3:30 "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."
BalasHapusRasul Paulus juga berkata: "Hidupku bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." (Galatia 2:20)
BalasHapusKetika Tuhan Yesus yang menjadi pusat segalanya dalam hidup kita, apapun yang terjadi kita pasti katakan biarlah kehendak-Mu yang jadi bukan kehendak ku🔥
BalasHapusKebesaran hidup bukan ketika nama kita dikenal banyak orang, tetapi ketika melalui hidup kita, nama Kristus semakin dikenal dan dimuliakan.
BalasHapusKerendahan hati lahir ketika kita menyadari bahwa setiap kemampuan, kesempatan, dan keberhasilan merupakan anugerah Tuhan. Orang yang hidup bersama Kristus tidak perlu meninggikan dirinya, karena ia percaya Tuhan yang akan berkarya melalui hidupnya.
BalasHapusNilai hidup kita bukan ditentukan oleh jabatan, gelar, atau pencapaian, melainkan oleh hubungan kita dengan Yesus. Ketika Kristus menjadi pusat hidup, kita tidak lagi hidup demi ambisi pribadi, tetapi untuk memuliakan Allah.
BalasHapusKekuatan hidup tidak bergantung pada siapa diri kita, melainkan pada siapa yang menyertai kita. Jika Tuhan bersama kita, keterbatasan bukanlah penghalang.
BalasHapusAyat Hari Ini
BalasHapusYohanes 3:30 "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."
Yohanes Pembaptis mengajarkan bahwa hidup yang berhasil bukanlah hidup yang membuat nama kita semakin besar, tetapi hidup yang membuat nama Kristus semakin dimuliakan.
BalasHapusKiranya hidup kita bukan lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi pada Kristus. Biarlah nama-Nya semakin dimuliakan melalui setiap perkataan dan tindakan kita
BalasHapusOrang yang hidup bersama Kristus tidak perlu meninggikan dirinya, karena ia percaya Tuhan yang akan berkarya melalui hidupnya.
BalasHapusBukan siapa saya yang menentukan arti hidup saya, tetapi bersama siapa saya berjalan. Ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, kita akan menemukan identitas, tujuan, dan sukacita yang sejati...,
BalasHapus