TAAT LEBIH BAIK DARI KORBAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 

TAAT LEBIH BAIK DARI KORBAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-110, Tahun 2026: Nehemia 12=13, Ester 1-2

1 Samuel 15:22 “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, dan memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”

Berkat Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa Tuhan lebih mengutamakan ketaatan daripada sekadar tindakan lahiriah. Seseorang bisa saja terlihat rohani: beribadah, melayani, memberi persembahan, tetapi jika tidak taat kepada firman Tuhan, semua itu kehilangan maknanya.

Saul adalah contoh nyata. Ia diperintahkan Tuhan untuk melakukan sesuatu dengan tepat, tetapi ia memilih mengikuti pikirannya sendiri. Secara luar, ia tetap mempersembahkan korban, tetapi hatinya tidak taat sepenuhnya.

Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau mendengar dan taat. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.

Kegagalan Saul menunjukkan bahwa ketaatan tidak bisa digantikan oleh aktivitas rohani. Tuhan melihat hati, bukan hanya tindakan luar.

Seperti seorang anak yang diminta orang tuanya untuk melakukan sesuatu, tetapi ia malah melakukan hal lain yang menurutnya “lebih baik.” Walaupun kelihatannya baik, tetap saja itu adalah ketidaktaatan.

Demikian juga Tuhan menginginkan kita melakukan apa yang Ia kehendaki, bukan apa yang kita anggap baik.

Tuhan lebih mengutamakan ketaatan daripada ritual. Ketaatan harus dilakukan sepenuh hati. Tidak semua yang terlihat baik adalah kehendak Tuhan. Tuhan melihat hati yang taat.

Tuhan lebih menghargai ketaatan daripada sekadar ritual. Saul gagal karena memilih tidak taat sepenuhnya kepada Tuhan. Ketidaktaatan kecil bisa berdampak besar. Belajar taat sepenuhnya, bukan setengah-setengah.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. 1 Samuel 15:22 “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, dan memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”

    BalasHapus
  2. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.

    BalasHapus
  3. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau mendengar dan taat. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan

    BalasHapus
  4. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.

    BalasHapus
  5. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau mendengar dan taat. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.

    BalasHapus
  6. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau mendengar dan taat. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.
    -YOPI

    BalasHapus
  7. 1 Samuel 15:22 “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, dan memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”

    BalasHapus
  8. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau mendengar dan taat. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.

    BalasHapus
  9. Dea yosifa artasasta sagalaSenin, April 20, 2026 6:21:00 AM

    Tuhan lebih mengutamakan ketaatan daripada ritual. Ketaatan harus dilakukan sepenuh hati. Tidak semua yang terlihat baik adalah kehendak Tuhan. Tuhan melihat hati yang taat.

    BalasHapus
  10. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau mendengar dan taat. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.

    BalasHapus
  11. Tuhan tidak mencari kesempurnaan, tetapi hati yang mau mendengar dan taat.

    BalasHapus
  12. Tuhan lebih menghargai ketaatan daripada sekadar ritual. Saul gagal karena memilih tidak taat sepenuhnya kepada Tuhan. Ketidaktaatan kecil bisa berdampak besar. Belajar taat sepenuhnya, bukan setengah-setengah.

    BalasHapus
  13. 1 Samuel 15:22 “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, dan memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.”

    BalasHapus
  14. Ketaatan yang sejati datang dari hati yang tunduk kepada Tuhan.

    BalasHapus
  15. Belajar taat sepenuhnya, bukan setengah-setengah.

    BalasHapus
  16. TESY MARERAY 📌Senin, April 20, 2026 8:27:00 AM

    Tuhan melihat hati yang taat, bukan sekedar kita melakukan tanggung jawab kita sbg rutinitas tapi itu benar2 terlahir dari hati kecil kita 🕊️

    BalasHapus

Posting Komentar