SETIA SAMPAI AKHIR | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 

SETIA SAMPAI AKHIR

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-107, Tahun 2026: Ezra 10, Nehemia 1-3

Wahyu 2:10 “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

Kesetiaan sejati bukan hanya tentang bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mengakhiri. Banyak orang dapat memulai dengan semangat, tetapi tidak semua bertahan sampai akhir.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa akan ada tantangan, bahkan penderitaan. Namun Tuhan memanggil kita untuk tetap setia, bukan hanya saat mudah, tetapi juga saat sulit.

Yesus sendiri telah memberi teladan kesetiaan sampai akhir. Ia taat sampai mati di kayu salib demi keselamatan kita.

Kesetiaan seperti ini tidak lahir dari kekuatan manusia, tetapi dari iman yang terus melekat kepada Tuhan.

Daniel adalah contoh orang yang setia sampai akhir. Meskipun menghadapi ancaman gua singa, ia tetap berdoa dan tidak meninggalkan imannya. Ia memilih tetap setia kepada Tuhan daripada menyelamatkan dirinya sendiri.

Seperti pelari maraton yang terus berlari sampai garis akhir, walaupun lelah dan hampir menyerah. Kemenangan bukan ditentukan di awal, tetapi di akhir.

Demikian juga hidup kita, yang terpenting adalah tetap setia sampai akhir.

Kesetiaan adalah perjalanan seumur hidup. Tantangan tidak boleh menghentikan iman kita. Tuhan memberi kekuatan untuk bertahan. Ada mahkota kehidupan bagi yang setia.

 

Kesetiaan sejati adalah kesetiaan yang bertahan sampai akhir. Daniel tetap setia meskipun menghadapi ancaman gua singa. Ia tidak meninggalkan imannya. Tetap setia dalam iman sampai akhir hidup.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Meskipun menghadapi ancaman gua singa, ia tetap berdoa dan tidak meninggalkan imannya. Ia memilih tetap setia kepada Tuhan daripada menyelamatkan dirinya sendiri

    BalasHapus
  2. Wahyu 2:10 “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

    BalasHapus
  3. Meskipun menghadapi ancaman gua singa, ia tetap berdoa dan tidak meninggalkan imannya. Ia memilih tetap setia kepada Tuhan daripada menyelamatkan dirinya sendiri

    BalasHapus
  4. Wahyu 2:10 “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

    BalasHapus
  5. Dea yosifa artasasta sagalaJumat, April 17, 2026 7:21:00 AM

    Firman Tuhan mengingatkan bahwa akan ada tantangan, bahkan penderitaan. Namun Tuhan memanggil kita untuk tetap setia, bukan hanya saat mudah, tetapi juga saat sulit

    BalasHapus

  6. Firman Tuhan mengingatkan bahwa akan ada tantangan, bahkan penderitaan. Namun Tuhan memanggil kita untuk tetap setia, bukan hanya saat mudah, tetapi juga saat sulit

    BalasHapus
  7. Wahyu 2:10 “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

    BalasHapus
  8. Kesetiaan seperti ini tidak lahir dari kekuatan manusia, tetapi dari iman yang terus melekat kepada Tuhan.

    BalasHapus
  9. Wahyu 2:10 “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”

    BalasHapus
  10. Wahyu 2:10 “Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
    Tuhan tidak mencari yang sempurna, tapi yang mau tetap berjalan bersama-Nya sampai akhir. Tetap setia, meski pelan, yang penting tidak berhenti.

    BalasHapus
  11. Kesetiaan sejati bukan hanya tentang bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mengakhiri. Banyak orang dapat memulai dengan semangat, tetapi tidak semua bertahan sampai akhir.

    BalasHapus

Posting Komentar