KETAATAN MEMBUTUHKAN IMAN | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 

KETAATAN MEMBUTUHKAN IMAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-113, Tahun 2026: Ayub 1-4

Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

Ketaatan kepada Tuhan sering kali tidak disertai dengan kepastian yang lengkap. Kita ingin tahu semuanya terlebih dahulu: arah, hasil, dan jaminan. Namun iman bekerja sebaliknya: kita melangkah terlebih dahulu, baru kemudian melihat.

Abraham menjadi contoh nyata. Ia dipanggil Tuhan untuk pergi ke tempat yang belum ia kenal. Tidak ada peta, tidak ada kepastian manusiawi, hanya janji Tuhan. Namun ia tetap taat.

Ketaatan seperti ini hanya mungkin jika kita memiliki iman, percaya bahwa Tuhan tahu apa yang terbaik, bahkan ketika kita tidak mengerti.

Perjalanan hidup Abraham menunjukkan bahwa iman dan ketaatan tidak dapat dipisahkan. Ia melangkah bukan karena melihat, tetapi karena percaya.

Seperti seseorang yang berjalan di jalan gelap dengan senter kecil. Ia tidak melihat seluruh jalan, tetapi cukup untuk melangkah satu langkah demi satu langkah. Demikian juga iman menuntun kita dalam ketaatan setiap hari.

Ketaatan membutuhkan iman kepada Tuhan. Kita tidak perlu mengetahui semuanya untuk taat. Tuhan memimpin langkah orang yang percaya. Iman membuat kita berani melangkah.

Ketaatan sering kali menuntut kita melangkah tanpa melihat hasilnya. Abraham melangkah dengan iman saat dipanggil Tuhan. Iman dan ketaatan berjalan bersama. Percaya dan taat meskipun belum mengerti.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Amen, Iman dan ketaatan berjalan bersama

    BalasHapus
  2. Kita tidak perlu mengetahui semuanya untuk taat. Tuhan memimpin langkah orang yang percaya. Iman membuat kita berani melangkah.

    BalasHapus
  3. Ketaatan sering kali menuntut kita melangkah tanpa melihat hasilnya. Abraham melangkah dengan iman saat dipanggil Tuhan. Iman dan ketaatan berjalan bersama. Percaya dan taat meskipun belum mengerti

    BalasHapus
  4. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  5. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  6. Tuhan memimpin langkah orang yang percaya.

    BalasHapus
  7. Jesus always with us by N

    BalasHapus
  8. Tuhan memimpin langkah orang yang percaya. Iman membuat kita berani melangkah.

    BalasHapus
  9. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  10. Ketaatan kepada Tuhan sering kali tidak disertai dengan kepastian yang lengkap. Kita ingin tahu semuanya terlebih dahulu: arah, hasil, dan jaminan. Namun iman bekerja sebaliknya: kita melangkah terlebih dahulu, baru kemudian melihat.

    BalasHapus
  11. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  12. Ketaatan sering kali menuntut kita melangkah tanpa melihat hasilnya. Abraham melangkah dengan iman saat dipanggil Tuhan. Iman dan ketaatan berjalan bersama. Percaya dan taat meskipun belum mengerti

    BalasHapus
  13. Ketaatan yang sejati lahir dari iman yang berani melangkah, meski hanya satu langkah kecil, karena yakin Tuhan yang memimpin setiap langkahnya

    BalasHapus
  14. Namun iman bekerja sebaliknya: kita melangkah terlebih dahulu, baru kemudian melihat.

    BalasHapus
  15. Ketaatan juga adalah bentuk kepercayaan kita pada Tuhan, yang terus Menguatkan Iman kita

    BalasHapus
  16. Ketaatan membutuhkan iman kepada Tuhan. Kita tidak perlu mengetahui semuanya untuk taat. Tuhan memimpin langkah orang yang percaya. Iman membuat kita berani melangkah.Amen๐Ÿ™๐Ÿ™

    BalasHapus
  17. Ketaatan sering kali menuntut kita melangkah tanpa melihat hasilnya. Abraham melangkah dengan iman saat dipanggil Tuhan. Iman dan ketaatan berjalan bersama. Percaya dan taat meskipun belum mengerti.

    BalasHapus
  18. mikhael arbonanza hutasoitKamis, April 23, 2026 2:58:00 PM

    Ketaatan kepada Tuhan sering kali tidak disertai dengan kepastian yang lengkap.

    BalasHapus
  19. Ketaatan kepada Tuhan sering kali tidak disertai dengan kepastian yang lengkap.

    BalasHapus
  20. Dea yosifa artasasta sagalaKamis, April 23, 2026 3:07:00 PM

    Ketaatan kepada Tuhan sering kali tidak disertai dengan kepastian yang lengkap. Kita ingin tahu semuanya terlebih dahulu: arah, hasil, dan jaminan. Namun iman bekerja sebaliknya: kita melangkah terlebih dahulu, baru kemudian melihat.

    BalasHapus
  21. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  22. Abraham menjadi contoh nyata. Ia dipanggil Tuhan untuk pergi ke tempat yang belum ia kenal. Tidak ada peta, tidak ada kepastian manusiawi, hanya janji Tuhan. Namun ia tetap taat.

    BalasHapus
  23. Ia tidak melihat seluruh jalan, tetapi cukup untuk melangkah satu langkah demi satu langkah.

    BalasHapus
  24. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    Ketaatan

    BalasHapus
  25. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  26. Ketaatan sering kali menuntut kita melangkah tanpa melihat hasilnya. Abraham melangkah dengan iman saat dipanggil Tuhan. Iman dan ketaatan berjalan bersama. Percaya dan taat meskipun belum mengerti.

    BalasHapus
  27. Ketaatan sering kali menuntut kita melangkah tanpa melihat hasilnya. Abraham melangkah dengan iman saat dipanggil Tuhan. Iman dan ketaatan berjalan bersama. Percaya dan taat meskipun belum mengerti.

    BalasHapus
  28. Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  29. Ayat Hari Ini:
    Ibrani 11:8 “Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.”

    BalasHapus
  30. Taat butuh iman, bukan kepastian lengkap. Abraham melangkah tanpa tahu tujuan, hanya pegang janji Tuhan. Iman dan taat nggak bisa dipisah. Percaya dulu, baru jalan, setapak demi setapak.

    BalasHapus

Posting Komentar