SALING MELAYANI TANPA HITUNG-HITUNGAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan Alktab hari ke-13 Tahun 2026: Kejadian 49-50, Keluaran 1-2
Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk
melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Tuhan mengingatkan gereja bahwa kasih sejati tidak berhenti pada
kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan pelayanan yang tulus.
Pelayanan yang sejati bukanlah yang dihitung dengan ukuran keuntungan atau
pengakuan, tetapi yang lahir dari kasih yang murni kepada Tuhan dan sesama.
Dalam dunia yang sering menghitung imbalan dan keuntungan, Tuhan
memanggil umat-Nya untuk melayani tanpa pamrih, seperti Kristus yang
tidak menuntut balasan saat Ia mencuci kaki murid-murid-Nya.
Pelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan,
melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
Yesus Membasuh Kaki Murid-Murid-Nya (Yohanes 13:3–5, 12–15)
“Maka bangunlah Yesus dari perjamuan itu, menanggalkan jubah-Nya, dan
mengikatkan sehelai kain lenan pada pinggang-Nya... Lalu Ia mulai membasuh kaki
murid-murid-Nya.”
Yesus, Sang Guru dan Tuhan, merendahkan diri menjadi pelayan. Ia
menunjukkan bahwa kerendahan hati adalah inti dari pelayanan sejati.
Ia tidak mencari penghargaan, tetapi menunjukkan kasih yang nyata melalui
tindakan kecil namun penuh makna.
Pelayanan tanpa hitung-hitungan dimulai ketika kita rela turun tangan,
bahkan dalam hal-hal yang tidak terlihat oleh orang lain.
Orang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10:33–37)
“Tetapi seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan datang ke tempat
itu, dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.”
Orang Samaria itu tidak menghitung biaya atau waktu. Ia menolong orang
yang terluka, bahkan membayar penginapan dengan biaya sendiri.
Pelayanannya tidak terbatas pada kata simpati — ia bergerak dengan kasih
yang nyata.
Pelayanan sejati lahir dari hati yang tergerak oleh belas kasihan, bukan
dari keinginan untuk dikenal atau dibalas.
Pesan Tuhan
“Anakku, Aku memanggilmu untuk melayani bukan karena engkau kuat, tetapi
karena kasih-Ku telah memenuhi hatimu. Janganlah engkau melayani untuk dilihat,
sebab mata-Ku melihat yang tersembunyi. Setiap kali engkau melayani dengan
tulus, engkau sedang menyentuh hati-Ku. Jadilah tangan-Ku yang bekerja, dan
kaki-Ku yang berjalan bagi mereka yang membutuhkan.”
Pelayanan tanpa hitung-hitungan adalah tanda kedewasaan rohani. Saat
kita melayani tanpa pamrih, Tuhan sendiri yang akan mencatat, menghargai, dan
melipatgandakan kasih itu.
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan
doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
Klik Video berikut ini:
kerendahan hati adalah inti dari pelayanan sejati.
BalasHapusAMIN amin semoga dalam pelayanan yang tulus Tuhan akan melihat bagi yang melayani dengan hati tulus
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTuhan mengingatkan gereja bahwa kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan pelayanan yang tulus
BalasHapusTuhan mengingatkan gereja bahwa kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan pelayanan yang tulus
BalasHapusMelayani dengan tulus adalah salah satu cara Tuhan melayani Umat² yang dikasihinya😇
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapusYess, dalam perkembangan zaman umat percaya hari2 ini mulai di murnikan dan semakin diuji dalam mengasihi Tuhan dan sesama, jadi tetap taat dalam segala hal, kalau kita berhasil melayani Tuhan maka kita akan berhasil juga melayani manusia😇
BalasHapuskerendahan hati adalah inti dari pelayanan sejati.
BalasHapusJanganlah engkau melayani untuk dilihat, sebab mata-Ku melihat yang tersembunyi.
BalasHapusTuhan mengingatkan gereja bahwa kasih sejati tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan pelayanan yang tulus
BalasHapusYes..Amin..God bless
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapusAminn
HapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan tetapi seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.🙏
BalasHapusAmin, Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapusOrang Samaria yang Murah Hati (Lukas 10:33–37)
BalasHapusSetiap kali engkau melayani dengan tulus, engkau sedang menyentuh hati-Ku. Jadilah tangan-Ku yang bekerja, dan kaki-Ku yang berjalan bagi mereka yang membutuhkan.” By N
BalasHapusPelayanan sejati lahir dari hati yg tergerak oleh belas kasihan,bukan untuk dikenal atau dibalas.
BalasHapusPelayanan yang sejati ketika kita mau menaruh hati kita kedalam pelayanan itu, Gbu🙏🏻
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapusPelayanan tanpa hitung-hitungan adalah tanda kedewasaan rohani. Saat kita melayani tanpa pamrih, Tuhan sendiri yang akan mencatat, menghargai, dan melipatgandakan kasih itu.
BalasHapusMelayani bukan apa yang nanti kita terima tetapi melayani apa yang nanti kita berikan kepada orang lain🔥❤️❤️
BalasHapusHaleluyahhhh
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusPelayanan tanpa hitung-hitungan adalah tanda kedewasaan rohani. Saat kita melayani tanpa pamrih, Tuhan sendiri yang akan mencatat, menghargai, dan melipatgandakan kasih itu.
BalasHapusAmin, Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusBerikan yang terbaik setiap kali kamu punya kesempatan😇jangan pernah hitung2an dengan apa yg kita kerjakan😇
BalasHapusPelayanan tanpa hitung-hitungan adalah tanda kedewasaan rohani. Saat kita melayani tanpa pamrih, Tuhan sendiri yang akan mencatat, menghargai, dan melipatgandakan kasih itu.
BalasHapusPelayanan tanpa hitung-hitungan adalah tanda kedewasaan rohani. Saat kita melayani tanpa pamrih, Tuhan sendiri yang akan mencatat, menghargai, dan melipatgandakan kasih itu.
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapuskerendahan hati adalah inti dari pelayanan sejati.
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMaka bangunlah Yesus dari perjamuan itu, menanggalkan jubah-Nya, dan mengikatkan sehelai kain lenan pada pinggang-Nya... Lalu Ia mulai membasuh kaki murid-murid-Nya.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusPelayanan tanpa hitung-hitungan adalah tanda kedewasaan rohani.
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapus(GRACE NABABAN)
Markus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusPelayanan sejati adalah tindakan kasih tanpa pamrih, seperti Yesus yang membasuh kaki murid-Nya dan orang Samaria yang murah hati. Tuhan memanggil kita untuk melayani dengan tulus, bukan untuk dilihat, tapi untuk menyentuh hati-Nya.
BalasHapusPelayanan tanpa hitung hitungan itu adalah kedewasaan dalam rohani, melayani Tuhan harus dengan hati yang tulus tanpa meminta upah, sebab Tuhan pun melayani dengan setulus hati..
BalasHapusPelayanan sejati lahir dari hati yang tergerak oleh belas kasihan, bukan dari keinginan untuk dikenal atau dibalas.
BalasHapuskerendahan hati adalah inti dari pelayanan sejati.
BalasHapusMarkus 10:45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
BalasHapusPelayanan sejati lahir dari hati yang tergerak oleh belas kasihan, bukan dari keinginan untuk dikenal atau dibalas.
BalasHapusPelayanan sejati bukan tentang berapa banyak yang kita lakukan, melainkan seberapa dalam kasih yang kita tanamkan dalam setiap tindakan.
BalasHapus