MENGAKHIRI DENGAN SYUKUR, MEMULAI DENGAN HARAPAN - NEHEMIA PASARIBU | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 MENGAKHIRI DENGAN SYUKUR, 
MEMULAI DENGAN HARAPAN


Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Mazmur 65:11-12 “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak.”

Kita telah hampir mencapai penghujung tahun 2025. Waktu berjalan begitu cepat, ada sukacita, ada duka, ada keberhasilan, dan ada pula tantangan. Namun satu hal yang pasti: Tuhan telah menyertai kita. Mazmur 65 mengingatkan bahwa setiap tahun, Tuhan memahkotainya dengan kebaikan-Nya. Artinya, tidak ada satu tahun pun yang lewat tanpa kasih dan penyertaan Tuhan.

Saat menengok kembali ke belakang, mungkin kita melihat ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan. Tetapi renungan hari ini mengajak kita untuk tidak terjebak pada apa yang hilang, melainkan mensyukuri apa yang masih Tuhan pelihara.

  • Kita masih diberi napas kehidupan.
  • Kita masih memiliki keluarga yang saling menopang.
  • Dan yang terutama, kita masih memiliki Tuhan yang setia.

Mazmur 65 juga berkata bahwa jejak Tuhan mengeluarkan lemak, artinya setiap langkah yang kita tempuh bersama Tuhan akan membawa berkat, meskipun tidak selalu mudah.

Tahun 2025 mungkin penuh tantangan, namun bila kita menapaki tahun 2026 nanti bersama Dia, maka masa depan bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan janji baru dari kasih-Nya.

Renungan Keluarga

1.   Luangkan waktu bersama untuk mengingat berkat Tuhan sepanjang tahun ini.
Masing-masing anggota keluarga boleh menyebutkan satu hal yang paling disyukuri.

2.   Berdoalah bersama, mengucap syukur atas penyertaan Tuhan dan menyerahkan tahun yang baru ke dalam tangan-Nya.

3.   Buat komitmen keluarga, misalnya: lebih rajin beribadah bersama, mempererat kasih, dan menjadi berkat bagi sesama di tahun yang baru.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Tuhan mengingatkan untuk kita tidak terjebak pada apa yang hilang, melainkan mensyukuri apa yang masih Tuhan pelihara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin ku bersyukur saya melewati banyak pergumulan puji Tuhan selalu hadir dalam perjalanan hidup kami bila Tuhan selalu kita undang dalam hidup kita percaya Tuhan selalu menguatkan kita

      Hapus
  2. setiap langkah yang hidup yang aku tempuh bersama Tuhan akan membawa berkat, meskipun tidak selalu mudah.

    BalasHapus
  3. untuk tidak terjebak pada apa yang hilang, melainkan mensyukuri apa yang masih Tuhan pelihara.

    BalasHapus
  4. Tetaplah bersyukur apa yang telah kita terimah setiap hariπŸ”₯❤️❤️

    BalasHapus
  5. Tahun 2025 mungkin penuh tantangan, namun bila kita menapaki tahun 2026 nanti bersama Dia, maka masa depan bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan janji baru dari kasih-Nya.

    BalasHapus
  6. Mazmur 65:11-12 “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak.”

    BalasHapus
  7. setiap langkah yang kita tempuh bersama Tuhan akan membawa berkat, meskipun tidak selalu mudah.

    BalasHapus
  8. Mazmur 65:11-12 “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak.”
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  9. Amin puji Tuhan πŸ₯°πŸ™

    BalasHapus
  10. Bersyukur buat pemeliharaan Tuhan sepanjang tahun 2025 dan dengan harapan yang pasti bersama Tuhan akan menyongsong tahun 2026.
    Terimakasih buat setiap renungan yang sangat memberkati πŸ™πŸŒ·πŸ”₯

    BalasHapus
  11. Mazmur 65 mengingatkan bahwa setiap tahun, Tuhan memahkotainya dengan kebaikan-Nya. Artinya, tidak ada satu tahun pun yang lewat tanpa kasih dan penyertaan Tuhan.

    BalasHapus
  12. Biarlah Yesus menjadi pengharapan kitaπŸ˜‡

    BalasHapus
  13. Ayat Hari Ini:
    Mazmur 65:11-12 “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak.”

    BalasHapus
  14. Engkau memahkotai Tahun dengan kebaikanMu,Jejakmu mengeluarkan lemak.πŸ™πŸ™

    BalasHapus
  15. Mazmur 65:11-12 “Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak.

    BalasHapus
  16. SALURAN BERKAT TUHAN

    Pertobatan, Pembaruan Pola Pikir, dan Menyerahkan Hidup kepada Tuhan | Rumah Doa Keluarga - RDK
    pada tanggal Januari 26, 2026

    Pertobatan, Pembaruan Pola Pikir, dan Menyerahkan Hidup kepada Tuhan



    Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

    Bacaan Alkitab Hari Ke-26, Tahun 2026: Imamat 7-10

    Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.


    Matius 3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.



    Di awal tahun, Tuhan memanggil gereja bukan sekadar untuk membuat resolusi baru, melainkan untuk mengalami perubahan hidup yang sejati. Pertobatan membuka jalan bagi pembaruan pola pikir, dan pembaruan pola pikir menuntun kita untuk menyerahkan seluruh hidup kepada kehendak Tuhan. Inilah dasar kehidupan Kristen yang berkenan kepada Allah.

    1. Pertobatan adalah awal perubahan sejati

    Pertobatan bukan hanya penyesalan atas dosa, tetapi perubahan arah hidup, berbalik dari jalan lama menuju kehendak Tuhan. Gereja dipanggil untuk terus hidup dalam pertobatan, rendah hati mengakui dosa, dan membuka diri untuk dibentuk oleh Allah.

    2. Pembaruan pola pikir membawa transformasi hidup

    Rasul Paulus menegaskan bahwa perubahan hidup dimulai dari pikiran yang diperbarui. Ketika cara berpikir duniawi digantikan oleh kebenaran Firman Tuhan, sikap, perkataan, dan tindakan kita pun diubahkan. Gereja yang pikirannya diperbarui akan mampu membedakan kehendak Allah di tengah dunia yang semakin kompleks.

    3. Menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan

    Roma 12:1–2 mengingatkan bahwa hidup orang percaya adalah persembahan yang hidup. Menyerahkan hidup berarti membiarkan Tuhan memimpin rencana, keputusan, pelayanan, dan masa depan kita. Penyerahan diri bukan kelemahan, melainkan wujud iman dan ketaatan sejati.

    Pertobatan Rasul Paulus (Kisah Para Rasul 9:1–19)
    Saulus mengalami perjumpaan dengan Kristus yang mengubah arah hidupnya. Dari penganiaya jemaat, ia menjadi pemberita Injil. Pertobatan yang sejati menghasilkan pembaruan pikiran dan penyerahan hidup sepenuhnya kepada kehendak Tuhan.

    BalasHapus

Posting Komentar