MEMAAFKAN SAAT HATI TERLUKA | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 MEMAAFKAN SAAT HATI TERLUKA


Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alktab hari ke-12 Tahun 2026: Kejadian 45-48

Efesus 4:31–32 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Tuhan sedang berbicara kepada umat-Nya tentang keberanian untuk memaafkan di tengah luka. Luka hati sering kali menjadi benteng yang menghalangi kasih karunia bekerja di dalam diri kita. Tuhan mengingatkan: pengampunan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kemenangan rohani.

Ketika engkau memilih untuk mengampuni, engkau menyerahkan penghakiman kepada Allah dan membuka jalan bagi pemulihan. Tuhan tidak menuntut engkau melupakan, tetapi Ia mengundangmu untuk melepaskan agar kasih-Nya dapat menyembuhkan.

Yusuf dan Saudara-saudaranya (Kejadian 50:15–21)

Yusuf pernah dikhianati oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, dan mengalami penderitaan bertahun-tahun. Namun, ketika ia berkuasa di Mesir dan memiliki kesempatan membalas dendam, Yusuf memilih untuk mengampuni.

“Janganlah takut, sebab aku inilah yang memelihara kamu dan anak-anakmu.” (Kejadian 50:21)

Yusuf tidak membalas jahat dengan jahat, melainkan membalas jahat dengan kebaikan. Ia memahami bahwa Tuhan bekerja di balik semua luka untuk mendatangkan kebaikan.

Pesan Tuhan:

“Anakku, Aku melihat air matamu yang tersembunyi dan sakit yang kau pendam. Aku tidak menuntutmu untuk kuat, tetapi Aku mengundangmu untuk menyerahkan luka itu kepada-Ku. Saat engkau memilih mengampuni, engkau sedang membuka pintu bagi damai-Ku untuk masuk. Luka yang engkau serahkan akan Kuubah menjadi kesaksian kasih-Ku.”

 

Bagian Bawah Formulir

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Klik Video berikut ini:

Komentar

  1. pengampunan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kemenangan rohani.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Amin, “Anakku, Aku melihat air matamu yang tersembunyi dan sakit yang kau pendam. Aku tidak menuntutmu untuk kuat, tetapi Aku mengundangmu untuk menyerahkan luka itu kepada-Ku. Saat engkau memilih mengampuni, engkau sedang membuka pintu bagi damai-Ku untuk masuk. Luka yang engkau serahkan akan Kuubah menjadi kesaksian kasih-Ku.”

    BalasHapus
  4. “Janganlah takut, sebab aku inilah yang memelihara kamu dan anak-anakmu.” (Kejadian 50:21)

    BalasHapus
  5. Amin, Ketika engkau memilih untuk mengampuni, engkau menyerahkan penghakiman kepada Allah dan membuka jalan bagi pemulihan. Tuhan tidak menuntut engkau melupakan, tetapi Ia mengundangmu untuk melepaskan agar kasih-Nya dapat menyembuhkan.

    BalasHapus
  6. Tuhan mengingatkan: pengampunan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kemenangan rohani.

    BalasHapus
  7. Efesus 4:31–32 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

    BalasHapus
  8. >> Saat engkau memilih mengampuni, engkau sedang membuka pintu bagi damai-Ku untuk masuk

    BalasHapus
  9. Mengampuni itu indah oleh sebab itu ampunilah orang yang bersalah kepada kepada kita ๐Ÿ”ฅ❤️❤️

    BalasHapus
  10. Tuhan sedang berbicara kepada umat-Nya tentang keberanian untuk memaafkan di tengah luka

    BalasHapus
  11. Kalimat "BERANI MEMAAFKAN LUKA" Sering kli mengajarkan kita untuk merasakan bagaiman kasih Yesus bekerja di dalam hidup kita sehingga mengajarkan kita mengampuni sampai ke titik terendah sama seperti Yesus๐Ÿ˜‡

    BalasHapus
  12. Tuhan sedang berbicara kepada umat-Nya tentang keberanian untuk memaafkan di tengah luka.

    BalasHapus
  13. Amen, keberanian untuk memaafkan di tengah luka

    BalasHapus
  14. Damai itulah yang menjadi kunci kehidupan kita๐Ÿ˜‡

    BalasHapus
  15. Mari kita melepaskan pengampunan, Tuhan Yesus memberkati ๐Ÿ™

    BalasHapus
  16. Ketika engkau memilih untuk mengampuni, engkau menyerahkan penghakiman kepada Allah dan membuka jalan bagi pemulihan.

    BalasHapus
  17. Janganlah takut, sebab aku inilah yang memelihara kamu dan anak-anakmu.” (Kejadian 50:21)

    BalasHapus
  18. Amen,,,Tuhan bekerja di balik semua luka untuk mendatangkan kebaikan.

    BalasHapus
  19. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  20. Ayat Hari Ini:
    Efesus 4:31–32 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

    BalasHapus
  21. Tuhan mengingatkan Pengampunan Bukan tanda kelemahan tetapi tanda kremenangan rohani.Amen๐Ÿ™

    BalasHapus
  22. Amin, Efesus 4:31–32 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

    BalasHapus
  23. Yusuf pernah dikhianati oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, dan mengalami penderitaan bertahun-tahun. Namun, ketika ia berkuasa di Mesir dan memiliki kesempatan membalas dendam, Yusuf memilih untuk mengampuni.

    BalasHapus
  24. Luka yg engkau serahkan,akan Ku ubah menjadi kesaksian kasihKu

    BalasHapus
  25. Anakku, Aku melihat air matamu yang tersembunyi dan sakit yang kau pendam. Aku tidak menuntutmu untuk kuat, tetapi Aku mengundangmu untuk menyerahkan luka itu kepada-Ku. Saat engkau memilih mengampuni, engkau sedang membuka pintu bagi damai-Ku untuk masuk. Luka yang engkau serahkan akan Kuubah menjadi kesaksian kasih-Ku.”Amin ๐Ÿ™๐Ÿป

    BalasHapus
  26. Efesus 4:31–32 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

    BalasHapus
  27. Efesus 4:31–32 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

    BalasHapus
  28. Pengampunan bukan tanda kelemahan, tetapi tanda kemenangan rohani

    BalasHapus
  29. Efesus 4:31–32 “Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah

    BalasHapus

Posting Komentar