BERHENTI SEBELUM MARAH

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan Alktab hari ke-17 Tahun 2026: Keluaran 15-18
Amsal 14:29 “Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa yang lekas marah
membesarkan kebodohan.”
Tuhan menasihati umat-Nya untuk belajar berhenti sejenak sebelum
kemarahan mengambil alih hati dan tindakan.
Amarah sering muncul karena perasaan disakiti, dikhianati, atau tidak
dimengerti. Namun Tuhan ingin umat-Nya tidak dikuasai oleh emosi, melainkan
dipimpin oleh kasih dan hikmat Roh Kudus.
Amarah yang tidak dikendalikan bisa merusak hubungan, menghancurkan
karakter, dan menutup telinga terhadap suara Tuhan.
“Berhenti sebelum marah” berarti melatih diri untuk diam, berdoa, dan
menimbang dengan hati Kristus sebelum bereaksi.
Langkah kecil menahan diri sering kali menyelamatkan dari luka yang besar.
Musa dan Batu di Meriba (Bilangan 20:7–12)
Tuhan berfirman kepada Musa: “Katakanlah kepada gunung batu itu supaya
memberi airnya.” Tetapi Musa, karena marah kepada bangsa Israel, memukul
batu itu dua kali dengan tongkatnya.
Tuhan tetap mengeluarkan air bagi bangsa itu, tetapi Musa kehilangan
kesempatan masuk Tanah Perjanjian karena tindakannya yang terburu oleh amarah.
Satu tindakan yang lahir dari amarah dapat menghapus tahun-tahun
ketaatan.
Tuhan tidak ingin kita gagal karena emosi sesaat, tetapi menang melalui
penguasaan diri yang dipimpin Roh.
Daud Menahan Diri terhadap Saul (1 Samuel 24:4–7)
Ketika Saul masuk ke dalam gua tempat Daud bersembunyi, para pengikut
Daud berkata: “Sekaranglah saatnya Tuhan menyerahkan musuhmu ke tanganmu!”
Namun Daud berkata: “Jauhkanlah kiranya aku dari pada Tuhan untuk melakukan hal
yang demikian kepada tuanku.”
Daud memiliki kesempatan untuk membalas dendam, tetapi ia berhenti
sebelum marah menguasai dirinya.
Ia memilih jalan damai dan menghormati Tuhan.
Orang yang berhenti sebelum marah bukan lemah, tetapi kuat di dalam
kasih Tuhan.
Pesan Tuhan
“Anakku, Aku melihat saat hatimu panas oleh ketidakadilan, saat engkau
ingin membalas atau membuktikan diri. Tetapi Aku berkata kepadamu: berhentilah
sejenak, tarik napas dalam hadirat-Ku, dan biarkan damai-Ku menguasaimu. Marah
itu mudah, tetapi menahan diri adalah tanda kedewasaan rohani. Aku ingin engkau
menjadi pribadi yang hati dan lidahnya dipimpin oleh kasih, bukan emosi.”
Saat amarah mulai menguasai, berhentilah sejenak, bukan karena takut,
tetapi karena ingin bijak. Hentikan lidah sebelum melukai, tenangkan hati
sebelum bertindak. Orang yang mampu berhenti sebelum marah sedang berjalan
dalam damai Kristus.
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan
doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
Klik Video berikut ini:
Komentar
Posting Komentar