Mengenal Hati Bapa: Bapa yang Mengangkat Kita Menjadi Anak-Nya | Rumah Doa Keluarga - RDK

 

Mengenal Hati Bapa: Bapa yang Mengangkat Kita Menjadi Anak-Nya

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-194, Tahun 2026: Yeremia 16-19

Roma 8:15 “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: ‘Ya Abba, ya Bapa!’”

Allah bukan hanya Pencipta, tetapi juga Bapa yang menerima kita sebagai anak-anak-Nya. Kita dapat datang kepada-Nya dengan penuh keyakinan karena hubungan kita didasarkan pada kasih karunia, bukan ketakutan.

Salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada kita adalah hak untuk menjadi anak-anak-Nya

Melalui karya keselamatan Yesus Kristus, kita tidak lagi hidup sebagai hamba dosa atau orang asing di hadapan Allah, tetapi diterima sebagai anggota keluarga-Nya.

Roma 8:15 mengajarkan bahwa kita menerima Roh yang menjadikan kita anak Allah. Karena itu, kita dapat memanggil-Nya, "Abba, ya Bapa!" 

Sebutan Abba menggambarkan hubungan yang akrab, penuh kasih, dan penuh kepercayaan. Allah bukan Bapa yang jauh dan sulit dijangkau, melainkan Bapa yang selalu membuka tangan-Nya bagi anak-anak-Nya.

Sebagai anak Allah, kita tidak perlu hidup dalam ketakutan akan penolakan. Bapa mengenal setiap pergumulan, air mata, dan kebutuhan kita. 

Dia mendengar doa-doa kita, menyertai setiap langkah kita, dan bekerja mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya.

Namun, menjadi anak Allah juga berarti belajar hidup seperti Bapa kita. Kita dipanggil untuk mencerminkan kasih, pengampunan, kerendahan hati, dan ketaatan kepada-Nya. 

Identitas kita sebagai anak Allah seharusnya terlihat dalam karakter dan cara hidup kita setiap hari.

Hari ini, ingatlah bahwa nilai hidup kita tidak ditentukan oleh pendapat manusia, tetapi oleh kasih Bapa yang telah menerima kita sebagai anak-anak-Nya.

Identitas terbesar seorang percaya bukanlah apa yang dimilikinya, melainkan bahwa ia adalah anak yang dikasihi oleh Bapa di surga.

Ketika kita mengenal Allah sebagai Bapa, kita tidak lagi hidup dalam ketakutan, tetapi dalam kasih, pengharapan, dan kepastian sebagai anak-Nya.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar