
KESADARAN AKAN ROH KUDUS
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan,
disayang Tuhan
Bacaan Alkitab Hari Ke-187, Tahun 2026: Yesaya 54-57
Yohanes
14:26 “Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus,
yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala
sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan
kepadamu.”
Sebelum Yesus naik ke surga, Ia memberikan janji
yang menenangkan hati para murid. Mereka tidak akan ditinggalkan sendirian.
Yesus mengutus Roh Kudus sebagai Penghibur, Penolong, dan Guru yang akan
menyertai mereka.
Kesadaran akan Roh Kudus berarti menyadari bahwa
kita tidak menjalani hidup dan pelayanan dengan kekuatan sendiri. Dalam setiap
keputusan, tantangan, dan pergumulan, Roh Kudus hadir untuk menuntun kita
kepada kebenaran.
Roh Kudus mengingatkan kita akan firman Tuhan pada
saat kita membutuhkannya, memberi hikmat ketika kita menghadapi pilihan yang
sulit, dan menguatkan kita ketika iman mulai goyah.
Bagi setiap orang percaya, terutama mereka yang belajar dan melayani, Roh Kudus bukan hanya membantu memahami isi Alkitab, tetapi juga menolong kita menghidupi Firman itu.
Pengetahuan tanpa ketaatan akan
menghasilkan kesombongan, tetapi pengetahuan yang dipimpin oleh Roh Kudus akan
menghasilkan kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.
Karena itu, bangunlah kebiasaan untuk melibatkan Roh Kudus dalam setiap aspek kehidupan. Sebelum belajar, berdoalah agar Roh Kudus menerangi pikiran. Sebelum melayani, mintalah hikmat-Nya.
Sebelum
berbicara, mohonlah agar setiap perkataan dipimpin oleh-Nya. Semakin kita peka
terhadap pimpinan Roh Kudus, semakin nyata buah-Nya dalam kehidupan kita.
Filipus adalah salah satu tokoh Alkitab yang
menunjukkan kehidupan yang peka terhadap pimpinan Roh Kudus. Setelah melayani
dengan baik di Samaria, Tuhan melalui malaikat menyuruhnya pergi ke jalan yang
sunyi menuju Gaza. Secara manusia, perintah itu mungkin terasa tidak masuk akal
karena Filipus sedang berada di tengah pelayanan yang berhasil.
Namun, Filipus taat. Ketika tiba di jalan itu, Roh
Kudus berfirman kepadanya, "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta
itu!" (Kisah Para Rasul 8:29). Filipus tidak menunda atau
mempertanyakan pimpinan tersebut. Ia segera menghampiri kereta seorang
sida-sida Etiopia yang sedang membaca kitab Yesaya.
Karena kepekaannya terhadap pimpinan Roh Kudus,
Filipus mendapat kesempatan menjelaskan Injil kepada sida-sida itu. Orang tersebut
kemudian percaya kepada Yesus dan dibaptis. Dari satu tindakan ketaatan, Injil
dibawa sampai ke negeri Etiopia.
Yohanes 14:26 mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah Penghibur dan Guru yang membimbing orang percaya kepada kebenaran. Kesadaran akan Roh Kudus berarti kita belajar mendengarkan suara-Nya melalui Firman Tuhan, doa, dan ketaatan.
Roh Kudus tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi
juga menuntun kita mengambil langkah yang sesuai dengan kehendak Allah.
Seperti Filipus, kita mungkin tidak selalu memahami
mengapa Tuhan memimpin kita ke suatu tempat atau mempertemukan kita dengan
seseorang. Namun ketika kita taat, Tuhan dapat memakai hidup kita untuk menjadi
berkat yang besar bagi orang lain.
Roh Kudus tidak hanya memberi pengertian tentang
Firman Tuhan, tetapi juga memberi kekuatan untuk menghidupi Firman Tuhan setiap
hari. Kesadaran akan Roh Kudus bukan hanya mendengar suara-Nya, tetapi juga
memiliki keberanian untuk taat pada setiap pimpinan-Nya.
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati,
diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat
menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)
Komentar
Posting Komentar