
KUASA PERKATAAN
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan,
disayang Tuhan
Bacaan Alkitab Hari Ke-180, Tahun 2026: Yesaya 26-29
Matius
12:34b "...Karena
yang diucapkan mulut meluap dari hati."
Yesus mengajarkan bahwa perkataan adalah cermin
hati. Apa yang keluar dari mulut menunjukkan apa yang memenuhi batin seseorang.
Oleh karena itu, untuk menghasilkan perkataan yang membangun, Tuhan terlebih
dahulu ingin memperbarui hati kita.
Perkataan memiliki kuasa yang luar biasa. Kata-kata
yang kita ucapkan dapat menguatkan atau melemahkan, menghibur atau melukai,
membangun atau meruntuhkan. Namun, Yesus mengajarkan bahwa akar dari setiap
perkataan bukanlah lidah, melainkan hati. Apa yang keluar dari mulut merupakan
luapan dari apa yang memenuhi hati.
Jika hati dipenuhi kasih, perkataan kita akan
membawa penghiburan. Jika hati dipenuhi iman, perkataan kita akan menumbuhkan
pengharapan. Sebaliknya, jika hati dipenuhi kemarahan, iri hati, atau
kepahitan, hal-hal itulah yang akan keluar melalui ucapan kita.
Karena itu, perubahan yang Tuhan inginkan bukan
hanya pada cara kita berbicara, tetapi pada hati kita. Ketika hati dipenuhi
oleh firman Tuhan, doa, dan karya Roh Kudus, perkataan kita pun akan
mencerminkan karakter Kristus. Kita akan lebih mudah mengucapkan kata-kata yang
penuh kasih, mengampuni daripada menyalahkan, serta memberi semangat daripada
menjatuhkan.
Di zaman ketika komunikasi begitu cepat melalui
percakapan maupun media sosial, kita dipanggil untuk berhikmat. Sebelum
berbicara atau menulis, baiklah kita bertanya: Apakah perkataan ini benar?
Apakah perkataan ini membangun? Apakah perkataan ini mencerminkan kasih
Kristus?
Kiranya setiap kata yang keluar dari mulut kita
menjadi saluran kasih karunia Tuhan, sehingga orang lain dikuatkan dan nama
Tuhan dimuliakan.
Salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan kuasa
perkataan adalah Barnabas. Namanya berarti "anak
penghiburan" (Kisah Para Rasul 4:36). Barnabas dikenal sebagai pribadi
yang menggunakan perkataannya untuk membangun, menguatkan, dan memberi
kesempatan kepada orang lain.
Ketika Saulus (Paulus) baru bertobat, banyak murid
takut menerimanya karena masa lalunya sebagai penganiaya jemaat. Namun Barnabas
berbicara membela Saulus di hadapan para rasul (Kisah Para Rasul 9:26–28).
Perkataan Barnabas membuka jalan sehingga Saulus diterima dalam persekutuan
orang percaya. Kelak, Saulus menjadi Rasul Paulus yang dipakai Tuhan secara
luar biasa.
Barnabas juga menguatkan jemaat di Antiokhia.
Alkitab mencatat bahwa ia menasihati mereka supaya mereka semua tetap setia
kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 11:23). Kata-katanya membawa semangat dan
keteguhan iman bagi banyak orang.
Sebaliknya, perkataan yang lahir dari hati yang
dipenuhi iri hati, kemarahan, atau kepahitan dapat menghancurkan hubungan dan
memadamkan semangat orang lain. Karena itu, Yesus mengajak kita untuk menjaga
hati agar dipenuhi kasih-Nya. Ketika hati dipenuhi Kristus, perkataan kita akan
menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk membawa penghiburan, pengharapan, dan
damai.
Hari ini, Tuhan memanggil kita menjadi seperti
Barnabas, menggunakan perkataan untuk membangun, bukan menjatuhkan; menguatkan,
bukan melemahkan; membawa orang semakin dekat kepada Kristus, bukan menjauh
dari-Nya.
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati,
diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)
BalasHapusPerkataan memiliki kuasa yang luar biasa. Kata-kata yang kita ucapkan dapat menguatkan atau melemahkan, menghibur atau melukai, membangun atau meruntuhkan. Namun, Yesus mengajarkan bahwa akar dari setiap perkataan bukanlah lidah, melainkan hati.
Matius 12:34b "...Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."
BalasHapusMatius 12:34b "...Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."
BalasHapusHidup kami didalam keluarga menjaga perkataan yg keluar dari ucapan mulut karena semua dari hati dan layaklah kami mengagungkan Engkau yah Allah kami, didalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan pimpinan Roh Kudus membuat perkataan kami memuliakan Nama Tuhan Yesus, amien 🙏🇮🇱❤.
BalasHapusTuhan terlebih dahulu ingin memperbarui hati kita.
BalasHapusTuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga By Neta
BalasHapusYesus mengajarkan bahwa perkataan adalah cermin hati. Apa yang keluar dari mulut menunjukkan apa yang memenuhi batin seseorang. Oleh karena itu, untuk menghasilkan perkataan yang membangun, Tuhan terlebih dahulu ingin memperbarui hati kita.
BalasHapusMatius 12:34b "...Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."
BalasHapusPerkataan memiliki kuasa yang luar biasa. Kata-kata yang kita ucapkan dapat menguatkan atau melemahkan, menghibur atau melukai, membangun atau meruntuhkan. Namun, Yesus mengajarkan bahwa akar dari setiap perkataan bukanlah lidah, melainkan hati.
BalasHapusPerkataan memiliki kuasa yang luar biasa. Kata-kata yang kita ucapkan dapat menguatkan atau melemahkan, menghibur atau melukai, membangun atau meruntuhkan. Namun, Yesus mengajarkan bahwa akar dari setiap perkataan bukanlah lidah, melainkan hati. Apa yang keluar dari mulut merupakan luapan dari apa yang memenuhi hati.
BalasHapusPerkataan memiliki kuasa yang luar biasa.
BalasHapusKetika hati dipenuhi Kristus, perkataan kita akan menjadi alat yang dipakai Tuhan untuk membawa penghiburan, pengharapan, dan damai.
BalasHapusakar dari setiap perkataan bukanlah lidah, melainkan hati. Apa yang keluar dari mulut merupakan luapan dari apa yang memenuhi hati.
BalasHapusJika hati dipenuhi kasih, perkataan kita akan membawa penghiburan. Jika hati dipenuhi iman, perkataan kita akan menumbuhkan pengharapan. Sebaliknya, jika hati dipenuhi kemarahan, iri hati, atau kepahitan, hal-hal itulah yang akan keluar melalui ucapan kita.
BalasHapusAmen, perkataan kita pun akan mencerminkan karakter Kristus.
BalasHapusKutipan Hari Ini
BalasHapusYesus mengajak kita untuk menjaga hati agar dipenuhi kasih-Nya.
Amin
BalasHapusakar dari setiap perkataan bukanlah lidah, melainkan hati. Apa yang keluar dari mulut merupakan luapan dari apa yang memenuhi hati.
BalasHapusJika hati dipenuhi kasih, perkataan kita akan membawa penghiburan
BalasHapusMatius 12:34b "...Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati."
BalasHapusKetika hati dipenuhi oleh firman Tuhan, doa, dan karya Roh Kudus, perkataan kita pun akan mencerminkan karakter Kristus.
BalasHapusKiranya setiap kata yang keluar dari mulut kita menjadi saluran kasih karunia Tuhan, sehingga orang lain dikuatkan dan nama Tuhan dimuliakan.
BalasHapus