KUASA PERKATAAN - NEHEMIA PASARIBU | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 


KUASA PERKATAAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-179, Tahun 2026: Yesaya 22-25

Amsal 18:21 “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan.

Perkataan memiliki kuasa yang besar. Kata-kata yang kita ucapkan dapat memberi semangat, membangun iman, dan membawa pengharapan. Sebaliknya, perkataan yang sembrono dapat melukai hati, merusak hubungan, bahkan memengaruhi arah hidup seseorang. Karena itu, Amsal mengingatkan bahwa lidah dapat menghasilkan "hidup" atau "mati", dan setiap orang akan menuai buah dari apa yang diucapkannya.

Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan. Karena itu, Alkitab mengingatkan bahwa lidah memiliki kuasa yang besar.

Setiap kata yang kita ucapkan lahir dari hati. Yesus berkata, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati” (Matius 12:34). Jika hati dipenuhi kasih, iman, dan hikmat Tuhan, perkataan kita akan membawa damai dan penguatan. Sebaliknya, jika hati dipenuhi kemarahan, iri hati, atau kepahitan, kata-kata kita dapat melukai orang lain.

Salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan kuasa perkataan adalah Daud ketika menghadapi Goliat (1 Samuel 17:45–47). Di saat semua orang Israel dipenuhi ketakutan oleh ancaman Goliat, Daud mengucapkan perkataan iman:

"Engkau mendatangi aku dengan pedang, tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam..." (1 Samuel 17:45).

Perkataan Daud bukan sekadar kata-kata yang membangkitkan semangat. Kata-katanya lahir dari iman kepada Allah. Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, melainkan kuasa Tuhan. Perkataannya mencerminkan keyakinan bahwa kemenangan berasal dari Tuhan, dan kemudian Tuhan membuktikan iman itu dengan memberikan kemenangan atas Goliat.

Sebaliknya, bangsa Israel sebelumnya dikuasai oleh perkataan yang lahir dari ketakutan. Mereka terus mengatakan bahwa Goliat terlalu kuat untuk dikalahkan. Daud memandang masalah yang sama, tetapi berbicara berdasarkan siapa Allah yang ia sembah.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menggunakan perkataan sebagai alat berkat. Mungkin kita tidak selalu mampu mengubah keadaan seseorang, tetapi satu kalimat yang penuh kasih dapat menguatkan hati yang lemah. Sebuah ucapan pengampunan dapat memulihkan hubungan yang retak. Sebuah doa dapat menguatkan mereka yang sedang menghadapi pergumulan.

Di era media sosial dan komunikasi yang begitu cepat, kita juga perlu berhikmat sebelum berbicara atau menulis. Tidak setiap hal yang benar harus disampaikan dengan cara yang kasar. Rasul Paulus mengingatkan, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun” (Efesus 4:29).

Hari ini, marilah kita menyerahkan lidah kita kepada Tuhan. Biarlah setiap perkataan yang keluar dari mulut kita menjadi saluran kasih, kebenaran, dan pengharapan yang memuliakan nama-Nya.

Berkat Tuhan hari ini mengajak kita untuk memeriksa perkataan kita. Apakah kita lebih sering mengucapkan keluhan daripada pengharapan? Apakah kata-kata kita dipenuhi ketakutan atau iman? Perkataan yang dipenuhi iman bukan berarti mengabaikan kenyataan, tetapi memilih untuk percaya bahwa Tuhan lebih besar daripada setiap persoalan yang kita hadapi.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)


Komentar

  1. Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan. Karena itu, Alkitab mengingatkan bahwa lidah memiliki kuasa yang besar.

    BalasHapus
  2. Iriannejunika Putri SiahaanMinggu, Juni 28, 2026 5:58:00 AM

    Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan.

    BalasHapus
  3. Dea yosifa artasasta sagalaMinggu, Juni 28, 2026 5:59:00 AM

    Amsal 18:21 “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

    BalasHapus
  4. Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan.

    BalasHapus
  5. Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan. Karena itu, Alkitab mengingatkan bahwa lidah memiliki kuasa yang besar.
    Rachel mutiara sijabat

    BalasHapus
  6. sama' kita jaga perkataan kita๐Ÿ’ฏ

    BalasHapus
  7. Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan. Karena itu, Alkitab mengingatkan bahwa lidah memiliki kuasa yang besar.

    BalasHapus
  8. Pengharapan kami hanya kepada Engkau yah Allah ku dan Keselamatanku, dodidalam nama Tuhan Yesus penolong dalam hidup keluarga kami, amien ❤๐Ÿ™๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฑ.

    BalasHapus
  9. Perkataan yang dipenuhi iman bukan berarti mengabaikan kenyataan, tetapi memilih untuk percaya bahwa Tuhan lebih besar daripada setiap persoalan yang kita hadapi.

    BalasHapus
  10. Salah satu tokoh Alkitab yang menunjukkan kuasa perkataan adalah Daud ketika menghadapi Goliat (1 Samuel 17:45–47).

    BalasHapus
  11. Biarlah setiap perkataan yang keluar dari mulut kita menjadi saluran kasih, kebenaran, dan pengharapan yang memuliakan nama-Nya.

    BalasHapus
  12. Perkataan adalah salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada manusia. Melalui perkataan, kita dapat membangun atau meruntuhkan, menghibur atau melukai, memberi harapan atau menimbulkan keputusasaan. Karena itu, Alkitab mengingatkan bahwa lidah memiliki kuasa yang besar.

    BalasHapus
  13. Hari ini, marilah kita menyerahkan lidah kita kepada Tuhan. Biarlah setiap perkataan yang keluar dari mulut kita menjadi saluran kasih, kebenaran, dan pengharapan yang memuliakan nama-Nya.

    BalasHapus
  14. Ayat Hari Ini
    Amsal 18:21 “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

    BalasHapus

Posting Komentar