INJIL YANG MENGIKAT KITA - NEHEMIA PASARIBU | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 INJIL YANG MENGIKAT KITA


Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alktab hari ke-60 Tahun 2026: Hakim-hakim 18-21

Filipi 1:3–6: Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Rasul Paulus menulis surat kepada jemaat Filipi dari dalam penjara. Secara manusia, penjara adalah tempat keluhan. Namun yang keluar dari hati Paulus justru ucapan syukur dan sukacita. Mengapa? Karena Injil telah mengikat hatinya dengan jemaat Filipi dalam kasih dan pengharapan.

Paulus tidak terikat oleh rantai Romawi, tetapi diikat oleh kasih Kristus.

Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita. Apa pun keadaan kita hari ini, Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.

Kita mengingat peristiwa ketika Paulus dan Silas dipenjara di Filipi (Kisah Para Rasul 16). Mereka dipukuli dan dibelenggu. Namun di tengah malam, mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan. Rantai mereka memang mengikat tangan dan kaki, tetapi Injil mengikat hati mereka dengan sukacita.

Apa yang terjadi? Gempa bumi mengguncang penjara, pintu-pintu terbuka, dan kepala penjara itu akhirnya percaya kepada Tuhan Yesus bersama keluarganya.

Injil bukan hanya membebaskan Paulus dari belenggu fisik, tetapi juga mengikat banyak orang dalam keselamatan.

Sering kali kita merasa “terpenjara” oleh masalah: tekanan pekerjaan, konflik keluarga, atau kekhawatiran masa depan. Namun Injil mengingatkan bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun.

Paulus percaya: “Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.” Artinya, Tuhan tidak pernah berhenti mengerjakan sesuatu yang indah dalam hidup kita.

Renungan Keluarga:

1. Apakah aku tetap bersyukur meskipun situasiku tidak ideal?

2. Apakah aku tetap bersyukur saat keadaan tidak sesuai harapan?

3. Apakah Injil sungguh mengikat hatiku dengan Tuhan dan sesama?

Bagian Atas Formulir

Bagian Bawah Formulir

 

Bagian Bawah Formulir

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. Filipi 1:3–6: Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita

    BalasHapus
  2. Injil bukan hanya membebaskan Paulus dari belenggu fisik, tetapi juga mengikat banyak orang dalam keselamatan.

    BalasHapus
  3. Injil kekuatan Allah, kekuatan saya dan Bapak/Ibu tetap sama begitu pula dengan injil setiap kita tetap satu😇

    BalasHapus
  4. Dea yosifa artasasta sagalaMinggu, Maret 01, 2026 5:29:00 AM

    Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita. Apa pun keadaan kita hari ini, Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.

    BalasHapus
  5. Sukacita itu bagian dari hidup kita oleh sebab itu hiduplah di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita🔥❤️❤️

    BalasHapus
  6. Sering kali kita merasa “terpenjara” oleh masalah: tekanan pekerjaan, konflik keluarga, atau kekhawatiran masa depan. Namun Injil mengingatkan bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun.

    BalasHapus
  7. Filipi 1:3–6: Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

    BalasHapus
  8. Di tempat tertentu bisa sulit memberitakan injil, tapi cara hidup adalah injil yg terbuka yg bisa di baca semua orang.selamat bersaksi.

    BalasHapus
  9. Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita. Apa pun keadaan kita hari ini, Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. Injil mengingatkan bahwa Tuhan tetap bekerja, bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun.

    BalasHapus
  12. Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita. Apa pun keadaan kita hari ini, Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.

    Nama: Ami marbun
    kelas:12

    BalasHapus
  13. Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita.

    BalasHapus
  14. sukacita ada karena Tuhan, bukan karena diri kita sendiri.

    BalasHapus
  15. Suka cita sejati tidak tergantung situasi tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita

    BalasHapus
  16. Sukacita sejati itu bukan tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita semua.

    BalasHapus
  17. Ayat Hari Ini:
    Filipi 1:3–6: Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

    BalasHapus
  18. Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita. ...Apa pun keadaan kita hari ini, Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya....

    BalasHapus
  19. Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam kehidupan kita.

    BalasHapus
  20. Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita..........

    BalasHapus
  21. saya akan tetap bersyukur dalam situasi tidak ideal dan tidak sesuai harapan,dan menurut saya injil sangat mengikat hati saya dengan Tuhan dan sesama,seperti pada cerita paulus yang dimana injil bukan hanya membebaskan Paulus dari belenggu fisik, tetapi juga mengikat banyak orang dalam keselamatan.

    BalasHapus
  22. Sukacita sejati tidak tergantung situasi, tetapi pada karya Tuhan dalam hidup kita. Apa pun keadaan kita hari ini, Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.
    Eci

    BalasHapus
  23. Paulus tidak terikat oleh rantai Romawi, tetapi diikat oleh kasih Kristus.

    BalasHapus
  24. Filipi 1:3–6: Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

    BalasHapus
  25. Kita diajak untuk memeriksa diri apakah kita tetap bisa bersyukur saat keadaan tidak ideal, serta memastikan bahwa hati kita benar-benar terikat oleh kasih Tuhan dan sesama melalui pesan Injil.

    BalasHapus
  26. Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.

    BalasHapus
  27. Filipi 1:3–6: Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita.

    BalasHapus
  28. Injil bukan hanya membebaskan Paulus dari belenggu fisik, tetapi juga mengikat banyak orang dalam keselamatan..

    BalasHapus
  29. Injil bukan hanya membebaskan Paulus dari belenggu fisik, tetapi juga mengikat banyak orang dalam keselamatan

    BalasHapus
  30. Apa pun keadaan kita hari ini, Tuhan yang memulai pekerjaan baik akan menyelesaikannya.

    BalasHapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  32. “Ia yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya.” Artinya, Tuhan tidak pernah berhenti mengerjakan sesuatu yang indah dalam hidup kita.

    BalasHapus
  33. God bless pak nem

    BalasHapus

Posting Komentar