DARI SALIB MENUJU KEBANGKITAN - NEHEMIA PASARIBU | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 

DARI SALIB MENUJU KEBANGKITAN

Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alkitab Hari Ke-88, Tahun 2026: 2 Raja-raja 24-24, 1 Tawarikh 1-2

Lukas 23:33–34 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Matius 28:5–6  Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: 'Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.'Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.

Perjalanan dari salib menuju kebangkitan adalah inti dari iman Kristen. Di kayu salib, Yesus menunjukkan kasih yang terbesar dengan menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa manusia. Salib bukan akhir, melainkan jalan menuju kemenangan.

Dalam penderitaan-Nya, Ia tidak membalas kejahatan, tetapi justru mengampuni: “Ya Bapa, ampunilah mereka.” Salib adalah bukti kasih dan pengorbanan. Di sana, Yesus menanggung dosa manusia agar kita menerima pengampunan dan hidup yang baru.

Namun cerita tidak berhenti di salib. Pada hari ketiga, kubur menjadi kosong. Malaikat berkata bahwa Yesus telah bangkit. Kebangkitan adalah tanda kemenangan, Yesus mengalahkan dosa dan maut.

Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menjadi kemenangan dan pengharapan.

Kematian Yesus tampak seperti kekalahan, tetapi sebenarnya itulah rencana Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Dan pada hari ketiga, Yesus bangkit dari kematian, membuktikan bahwa Ia berkuasa atas dosa dan maut.

Kebangkitan-Nya memberi pengharapan baru: bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup yang baru dan kemenangan yang kekal.

Seperti biji yang harus ditanam dan “mati” di dalam tanah sebelum bertumbuh menjadi tanaman yang baru, demikian juga kematian Yesus membawa kehidupan yang baru bagi manusia.

1. Petrus – Dari Kegagalan Menuju Pemulihan
Peter the Apostle pernah menyangkal Yesus tiga kali. Ia merasa gagal dan hancur. Namun setelah kebangkitan Yesus, Petrus dipulihkan dan dipakai Tuhan menjadi saksi yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kegagalan bukan akhir. Tuhan dapat memulihkan hidup kita.

2. Maria Magdalena – Dari Dukacita Menuju Sukacita
Mary Magdalena datang ke kubur dengan hati penuh kesedihan. Namun ia menjadi orang pertama yang melihat Yesus yang bangkit. Tuhan mampu mengubah air mata menjadi sukacita.

3. Tomas – Dari Keraguan Menuju Iman
Thomas meragukan kebangkitan Yesus. Namun ketika ia melihat Yesus yang bangkit, ia percaya dan berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Tuhan mengubah keraguan menjadi iman yang teguh.

Seperti malam yang gelap tidak berlangsung selamanya. Setelah malam, pasti datang pagi yang terang. Demikian juga salib yang penuh penderitaan diikuti oleh kebangkitan yang membawa harapan baru.

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

 

Komentar

  1. Kebangkitan adalah tanda kemenangan, Yesus mengalahkan dosa dan maut.

    BalasHapus
  2. Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menjadi kemenangan dan pengharapan.

    BalasHapus
  3. Lukas 23:33–34 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

    BalasHapus
  4. Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menjadi kemenangan dan pengharapan.

    BalasHapus
  5. setelah malam, pasti datang pagi yang terang. Demikian juga salib yang penuh penderitaan diikuti oleh kebangkitan yang membawa harapan baru

    BalasHapus
  6. Lukas 23:33–34 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

    BalasHapus
  7. Salib bukan akhir, melainkan jalan menuju kemenangan.

    BalasHapus
  8. Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menja

    BalasHapus
  9. Seperti malam yang gelap tidak berlangsung selamanya. Setelah malam, pasti datang pagi yang terang. Demikian juga salib yang penuh penderitaan diikuti oleh kebangkitan yang membawa harapan baru.

    BalasHapus
  10. Perjalanan dari salib menuju kebangkitan adalah inti iman kita. Dari salib, kita belajar tentang kasih dan pengampunan yang begitu besar, bahkan di tengah penderitaan. Dan melalui kebangkitan, kita diingatkan bahwa selalu ada pengharapan dan kemenangan di dalam Tuhan.

    BalasHapus
  11. Salib adalah tanda pemulihan gambar Kristus dalam diri manusia🔥💗💗

    BalasHapus
  12. Kebangkitan adalah tanda kemenangan, Yesus mengalahkan dosa dan maut.

    BalasHapus
  13. Dea yosifa artasasta sagalaMinggu, Maret 29, 2026 3:00:00 PM

    Kematian Yesus tampak seperti kekalahan, tetapi sebenarnya itulah rencana Tuhan untuk menyelamatkan manusia. Dan pada hari ketiga, Yesus bangkit dari kematian, membuktikan bahwa Ia berkuasa atas dosa dan maut.

    BalasHapus
  14. Amin...
    Salib membawa kemerdekaan dari perbudakan ✝️

    BalasHapus
  15. Seperti malam yang gelap tidak berlangsung selamanya. Setelah malam, pasti datang pagi yang terang. Demikian juga salib yang penuh penderitaan diikuti oleh kebangkitan yang membawa harapan baru.

    BalasHapus
  16. Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menjadi kemenangan dan pengharapan.
    (Grace Nababan)

    BalasHapus
  17. setelah malam, pasti datang pagi yang terang. Demikian juga salib yang penuh penderitaan diikuti oleh kebangkitan yang membawa harapan baru Rachel Tiara Boru sijabat

    BalasHapus
  18. Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menjadi kemenangan dan pengharapan.

    BalasHapus
  19. Tuhan mengubah keraguan menjadi iman yang teguh.

    BalasHapus
  20. Tuhan mengubah keraguan menjadi iman yang teguh.

    BalasHapus
  21. Di sana, Yesus menanggung dosa manusia agar kita menerima pengampunan dan hidup yang baru.

    BalasHapus
  22. Seperti biji yang harus ditanam dan “mati” di dalam tanah sebelum bertumbuh menjadi tanaman yang baru, demikian juga kematian Yesus membawa kehidupan yang baru bagi manusia.

    BalasHapus
  23. Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menjadi kemenangan dan pengharapan.

    BalasHapus
  24. Salib tanpa kebangkitan adalah penderitaan, tetapi kebangkitan mengubah penderitaan menjadi kemenangan dan pengharapan.

    BalasHapus
  25. Kematian dan kebangkitannya membawa kemenangan bagi kita. Amin

    BalasHapus
  26. Di sana, Yesus menanggung dosa manusia agar kita menerima pengampunan dan hidup yang baru.

    BalasHapus
  27. Di kayu salib, Yesus menunjukkan kasih yang terbesar dengan menyerahkan nyawa-Nya untuk menebus dosa manusia.

    BalasHapus
  28. Ayat Hari Ini:
    Lukas 23:33–34 Ketika mereka sampai di tempat yang bernama Tengkorak, mereka menyalibkan Yesus di situ dan juga kedua orang penjahat itu, yang seorang di sebelah kanan-Nya dan yang lain di sebelah kiri-Nya. Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

    BalasHapus
  29. Salib bukan akhir, melainkan jalan menuju kemenangan.

    BalasHapus

Posting Komentar