TAAT MESKI HARUS MENGALAH | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 TAAT MESKI HARUS MENGALAH


Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alktab hari ke-35 Tahun 2026: Bilangan 12-15

1 Petrus 5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah adalah tanda hati yang dewasa dan taat kepada Tuhan. Tuhan sering meminta kita mengalah bukan karena kita salah, tetapi karena Tuhan lebih mementingkan kasih dan damai daripada ego kita.

Yesus sendiri memberi teladan dengan mengalahkan keegoisan dan memilih jalan kasih. Ketaatan kepada Tuhan kadang memang mengharuskan kita melepaskan keinginan pribadi.

Di dalam rumah, kakak dan adik sering memiliki keinginan yang berbeda. Kadang mereka berebut mainan, saling marah, dan tidak mau mengalah. Lalu orang tua meminta salah satu untuk mengalah agar suasana kembali damai.

Mengalah terasa tidak adil, tetapi setelah itu rumah kembali tenang dan hubungan menjadi lebih baik.

Renungan Keluarga:

1.   Kapan terakhir kita harus mengalah?

2.   Bagaimana perasaan kita saat mengalah?

3.   Apa yang berubah setelah kita mengalah?

Bagian Atas Formulir

Bagian Bawah Formulir

 

Bagian Bawah Formulir

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. 1 Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

    BalasHapus
  2. Mengalah terasa tidak adil, tetapi setelah itu rumah kembali tenang dan hubungan menjadi lebih baik.

    BalasHapus
  3. Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah adalah tanda hati yang dewasa dan taat kepada Tuhan...

    BalasHapus
  4. Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah adalah tanda hati yang dewasa dan taat kepada Tuhan..

    BalasHapus
  5. 1 Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

    Eci

    BalasHapus
  6. Mengalah bukanlah tanda kekalahan, melainkan bukti kedewasaan rohani dan ketaatan kepada Tuhan. Tuhan seringkali meminta kita untuk mengalah demi menjaga kasih dan kedamaian, yang jauh lebih penting daripada mempertahankan ego atau kepentingan pribadi.

    BalasHapus
  7. Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga By N

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Yesus sendiri memberi teladan dengan mengalahkan keegoisan dan memilih jalan kasih. Ketaatan kepada Tuhan kadang memang mengharuskan kita melepaskan keinginan pribadi.

    BalasHapus
  10. Mengalah bukan berarti kalah.Tetap semangat menghadapi segala tantangan Tuhan tetap melindungi

    BalasHapus
  11. 1 Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Rachel Tiara Boru sijabat

    BalasHapus
  12. Kalu ada firman dalam hidup ini pasti selalu ada ketundukan hati tanpa di printakan🔥❤️❤️

    BalasHapus
  13. Taat meski harus mengalah sesuatu hal yg sulit dilakukan namun bersama Tuhan kita mampu😇,Gbu

    BalasHapus
  14. Ketaatan kepada Tuhan kadang memang mengharuskan kita melepaskan keinginan pribadi.

    BalasHapus
  15. Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

    BalasHapus
  16. 1 Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

    BalasHapus
  17. mengalah memanglah terasa tidak adil tetapi dengan mengalah kita bisa lebih tenang dan damai

    BalasHapus
  18. 1 Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati

    BalasHapus
  19. Mengalah terasa tidak adil, tetapi setelah itu rumah kembali tenang dan hubungan menjadi lebih baik.
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  20. Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah adalah tanda hati yang dewasa dan taat kepada Tuhan.

    Nama: Ami marbun
    Kelas:12

    BalasHapus
  21. Tuhan lebih mementingkan kasih dan damai daripada ego kita.

    BalasHapus
  22. Mengalah bukan berarti kalah

    BalasHapus
  23. Ayat Hari Ini:
    1 Petrus 5:5 “Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: ”Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”

    BalasHapus
  24. tetapi karena Tuhan lebih mementingkan kasih dan damai daripada ego kita.

    BalasHapus
  25. Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah adalah tanda hati yang dewasa dan taat kepada Tuhan.

    BalasHapus
  26. zefanya robintang LumbantoruanRabu, Februari 25, 2026 11:42:00 AM

    Mengalah adalah tanda hati yang dewasa dan taat kepada Tuhan. Tuhan sering meminta kita mengalah bukan karena kita salah, tetapi karena Tuhan lebih mementingkan kasih dan damai daripada ego kita.

    BalasHapus
  27. Mengalah terasa tidak adil, tetapi setelah itu rumah kembali tenang dan hubungan menjadi lebih baik

    BalasHapus

Posting Komentar