KASIH YANG TIDAK MUDAH MENYERAH
Shalom,
apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan
Alkitab Hari Ke-51, Tahun 2026: Yosua 6-9
1 Korintus 13:7 “Kasih itu
menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu,
sabar menanggung segala sesuatu.”
Kasih
sejati bertahan bukan karena keadaan mudah, tetapi karena komitmen. Ia tidak
bergantung pada suasana hati, tidak berhenti saat terluka, dan tidak pergi
ketika badai datang. Kasih yang dewasa memilih tetap tinggal, tetap berjuang,
dan tetap setia.
1. Bertahan di Tengah Kesulitan
Setiap
hubungan pasti mengalami musim sulit, salah paham, kekecewaan, atau pergumulan
hidup. Namun kasih yang sejati tidak berkata, “Aku menyerah.” Ia berkata, “Mari
kita hadapi ini bersama.” Menyerah sering kali lebih mudah daripada bertahan.
Tetapi kasih memilih jalan yang lebih kuat.
Renungkan:
Apakah saya bertahan hanya saat semuanya baik-baik saja?
2. Komitmen Lebih Besar dari
Perasaan
Perasaan
bisa naik turun, tetapi komitmen menjaga kasih membuat kita tetap setia. Kasih
yang tidak mudah menyerah berdiri di atas keputusan: “Aku memilih mengasihi,
bahkan saat sulit.” Inilah kasih yang mencerminkan hati Tuhan, kasih yang tidak
meninggalkan kita walau kita sering gagal.
3. Bertumbuh Melalui Proses
Tidak
menyerah bukan berarti tidak pernah lelah.
Kadang kita merasa capek, kecewa, bahkan ingin berhenti. Namun di situlah kasih
diuji dan dimurnikan.
Ketika
kita tetap bertahan, karakter kita dibentuk. Kesabaran, kerendahan hati, dan
pengampunan bertumbuh dalam proses itu.
Kasih
yang tidak mudah menyerah adalah kasih yang kuat, setia, dan dewasa. Ia memilih
memperbaiki daripada meninggalkan, memilih berdamai daripada menjauh, dan
memilih berjuang daripada menyerah.
Hari ini
mari bertanya pada diri sendiri: Apakah saya masih mau berjuang untuk hubungan
yang Tuhan percayakan? Apakah komitmen saya lebih besar dari rasa kecewa saya?
Tuhan
Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami
#RumahDoaKeluarga
Bagi
yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)

Tidak menyerah bukan berarti tidak pernah lelah.
BalasHapusKadang kita merasa capek, kecewa, bahkan ingin berhenti. Namun di situlah kasih diuji dan dimurnikan.
Ketika kita tetap bertahan, karakter kita dibentuk. Kesabaran, kerendahan hati, dan pengampunan bertumbuh dalam proses itu.
BalasHapusPerasaan bisa naik turun, tetapi komitmen menjaga kasih membuat kita tetap setia.
BalasHapusKasih yang tidak mudah menyerah merupakan kasih yang kuat, setia, dan dewasa. Kasih juga memilih memperbaiki daripada meninggalkan, memilih berdamai daripada menjauh atau menghindari, dan memilih berjuang daripada menyerah.
BalasHapus1 Korintus 13:7 “Kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu
BalasHapusKasih sejati bertahan bukan karena keadaan mudah, tetapi karena komitmen. Ia tidak bergantung pada suasana hati, tidak berhenti saat terluka, dan tidak pergi ketika badai datang. Kasih yang dewasa memilih tetap tinggal, tetap berjuang, dan tetap setia.
BalasHapusKasih yang tidak mudah menyerah adalah kasih yang kuat, setia, dan dewasa. Ia memilih memperbaiki daripada meninggalkan, memilih berdamai daripada menjauh, dan memilih berjuang daripada menyerah.
BalasHapus