Hidup Beriman, Berpengharapan, dan Setia kepada Tuhan
Bacaan Alkitab: Ibrani
11:1, Yeremia 17:7, Roma 15:13, Amsal 3:5–6, Kolose 3:23, 1
Korintus 13:13
Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan
mampu:
1. Memahami makna iman, pengharapan, dan kesetiaan dalam iman Kristen.
2. Menyadari pentingnya hidup setia kepada Tuhan dalam setiap fase
kehidupan.
3. Menunjukkan sikap iman yang dewasa dalam menghadapi masa depan.
4. Mengintegrasikan iman Kristen dalam rencana hidup dan keputusan
pribadi.
A. Iman sebagai Dasar Kehidupan Orang Kristen
Iman adalah kepercayaan penuh kepada Allah
dan kesediaan menyerahkan hidup kepada-Nya.
“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang
kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani
11:1)
Makna penting:
- Iman menjadi fondasi dalam setiap keputusan
hidup.
- Iman menolong orang percaya melangkah meski
masa depan belum pasti.
- Iman mendorong manusia hidup taat kepada
kehendak Tuhan.
Pengharapan yang Memberi Arah Hidup
Pengharapan Kristen lahir dari iman kepada
Allah yang setia dan penuh kasih.
“Berbahagialah orang yang menaruh harapannya
pada TUHAN.” (Yeremia 17:7)
Pengharapan Kristen:
1. Memberi kekuatan menghadapi tantangan hidup.
2. Menolong orang percaya tetap optimis dan tidak putus asa.
3. Mengarahkan hidup kepada tujuan yang benar dan bermakna.
C. Kesetiaan dalam Menghadapi Masa Depan
Kesetiaan kepada Tuhan diuji ketika orang
menghadapi:
- Pilihan pendidikan dan pekerjaan
- Tekanan ekonomi dan sosial
- Godaan untuk mengorbankan nilai iman demi
keuntungan
- Ketidakpastian hidup
Sikap orang Kristen yang setia:
- Tetap berpegang pada nilai kebenaran
- Tidak menghalalkan segala cara
- Mengandalkan Tuhan dalam doa
- Bertanggung jawab atas setiap pilihan hidup
“Hendaklah kamu setia sampai mati.” (Wahyu
2:10a)
D. Menghidupi Iman Kristen secara Dewasa
Iman Kristen yang dewasa tampak dalam:
1. Kejujuran dan integritas dalam perkataan dan perbuatan.
2. Tanggung jawab dalam studi, pekerjaan, dan pelayanan.
3. Kepedulian terhadap sesama dan masyarakat.
4. Kesediaan menjadi berkat di mana pun ditempatkan Tuhan.
“Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan
segenap hatimu seperti untuk Tuhan.” (Kolose 3:23)
Nilai Karakter yang Dikembangkan
- Iman
- Pengharapan
- Kesetiaan
- Integritas
- Tanggung jawab
- Kemandirian
Tugas hari ini:
1. Apakah iman saya sudah menjadi dasar dalam
mengambil keputusan hidup?
2. Nilai iman apa yang ingin saya pegang teguh
di masa depan?
3. Bagaimana saya dapat tetap setia kepada Tuhan di mana pun saya berada?
.jpeg)
1. Apakah iman saya sudah menjadi dasar dalam mengambil keputusan hidup?
BalasHapusMenurut saya, iman sudah mulai menjadi dasar dalam mengambil keputusan hidup, walaupun belum selalu sempurna. Saya berusaha mempertimbangkan apakah keputusan yang saya ambil sesuai dengan ajaran Tuhan, seperti memilih untuk bersikap jujur, berbuat baik kepada orang lain, dan menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Saya menyadari bahwa saya masih perlu terus belajar dan memperkuat iman saya.
2. Nilai iman apa yang ingin saya pegang teguh di masa depan?
Nilai iman yang ingin saya pegang teguh di masa depan adalah kejujuran, kasih terhadap sesama, dan kesetiaan kepada Tuhan. Saya ingin menjadi pribadi yang dapat dipercaya, peduli terhadap orang lain, dan tetap berpegang pada ajaran Tuhan dalam keadaan apa pun.
3. Bagaimana saya dapat tetap setia kepada Tuhan di mana pun saya berada?
Saya dapat tetap setia kepada Tuhan dengan cara rajin berdoa, berusaha melakukan perbuatan baik, serta menjaga sikap dan perilaku agar sesuai dengan ajaran Tuhan. Selain itu, saya juga ingin memilih lingkungan pergaulan yang positif dan selalu mengingat Tuhan dalam setiap aktivitas yang saya lakukan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus1.Menurut saya, iman sudah mulai menjadi dasar dalam mengambil keputusan hidup, walaupun belum selalu sempurna. Saya berusaha mempertimbangkan apakah keputusan yang saya ambil sesuai dengan ajaran Tuhan, seperti memilih untuk bersikap jujur, berbuat baik kepada orang lain, dan menghindari hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
BalasHapus2. Nilai iman yang ingin saya pegang teguh di masa depan adalah kejujuran, kasih terhadap sesama, dan kesetiaan kepada Tuhan. Saya ingin menjadi pribadi yang dapat dipercaya, peduli terhadap orang lain, dan tetap berpegang pada ajaran Tuhan dalam keadaan apa pun.
3. Tuhan dengan cara rajin berdoa, berusaha melakukan perbuatan baik, serta menjaga sikap dan perilaku agar sesuai dengan ajaran Tuhan.
1. Menurut saya, iman sudah mulai menjadi dasar dalam mengambil keputusan, walau belum selalu sempurna. Saya akan berusaha mempertimbangkan keputusan yang saya ambil itu sesuai dengan ajaran Tuhan, seperti memilih untuk bersikap jujur, berbuat baik kepada oranhain dan menghindari hal hal yang merugikan diri kita sendiri
BalasHapus2. Nulai iman yang sta pegang teguh di masa depan adalah kejujuran, masih terhadap sesama, dan kesetiaan kepada Tuhan. Saya ingin menjadi pribadi yang baik, taat akan perintah Tuhan, peduli terhadap orang lain.
3. Dengan cara rajin berdoa, tidak melakukan hal hal yang Tuhan marah, dan menjaga sikap dan perilaku agar sesuai yang di ajarkan tuhan.