WARISKAN IMAN, BUKAN HANYA HARTA | RUMAH DOA KELUARGA - RDK

 WARISKAN IMAN, BUKAN HANYA HARTA


Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan

Bacaan Alktab hari ke-21 Tahun 2026: Keluaran 31-34

Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya: pendidikan, rumah yang layak, dan masa depan yang terjamin. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa warisan terbesar bukanlah harta, melainkan iman.

Harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tetapi iman kepada Tuhan akan menuntun anak menghadapi seluruh musim hidupnya. Tuhan memanggil keluarga Kristen untuk bukan hanya sibuk mencari nafkah, tetapi juga setia menanamkan nilai rohani di dalam rumah.

1. Iman Harus Hidup di Rumah, Bukan Hanya di Gereja

Ulangan 6:7 Tuhan tidak berkata, “ajarkan iman hanya di tempat ibadah,” tetapi di rumah, dalam perjalanan, saat berbaring dan bangun. Artinya, iman harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Anak belajar iman dari: cara orang tua berdoa, sikap menghadapi masalah, ucapan saat kecewa atau marah.

2. Teladan Lebih Kuat dari Nasihat

Amsal 20:7 “Orang benar yang hidup tidak bercela, berbahagialah anak-anaknya kemudian hari.”

Anak-anak mungkin lupa nasihat panjang, tetapi tidak pernah lupa teladan hidup.
Jika orang tua ingin anak takut akan Tuhan, orang tua terlebih dahulu harus hidup takut akan Tuhan. Warisan iman bukan ditulis di buku, tetapi tercetak dalam kehidupan.

3. Mengajar Iman adalah Tanggung Jawab Rohani Orang Tua

Efesus 6:4 Sekolah dan gereja membantu, tetapi orang tua adalah guru iman utama.
Menunda atau menyerahkan sepenuhnya kepada orang lain adalah kehilangan kesempatan emas.

Menanam iman berarti: mendoakan anak setiap hari, membicarakan firman Tuhan secara sederhana, mengajarkan nilai kejujuran, kasih, dan ketaatan.

Seorang petani yang hanya menikmati panen tanpa menanam benih akan segera kehabisan hasil.
Demikian pula keluarga, jika hanya mengumpulkan harta tanpa menanam iman, generasi berikutnya akan kehilangan arah.

Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuah.

Renungan Keluarga:

  • Apa yang sedang kita wariskan kepada anak-anak?
  • Apakah anak melihat iman yang hidup di rumah?
  • Apakah firman Tuhan masih dibicarakan dalam keluarga?

Bagian Atas Formulir

Bagian Bawah Formulir

 

Bagian Bawah Formulir

Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga

Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa Keluarga (0852-5629-3956)

Komentar

  1. zefanya robintang LumbantoruanRabu, Januari 21, 2026 4:48:00 AM

    Warisan terbaik bagi anak bukanlah harta atau jabatan yang bisa habis, melainkan iman dan nilai-nilai rohani yang akan menjadi tuntunan hidup mereka selamanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. AMIN ini lah tugas orangtua semoga apa yang terucap dari mulut kita pelajaran tidak bagus ditengah keluarga mari kita tunjukkan yang terbaik bagi keluarga kita baik dari sikap ucapan semoga kita orangtua menjadi teladan bagi anak dan kekuarga

      Hapus
  2. Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuah

    BalasHapus
  3. Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

    BalasHapus
  4. Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuah.

    BalasHapus
  5. Dea yosifa artasasta sagalaRabu, Januari 21, 2026 7:13:00 AM

    Harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tetapi iman kepada Tuhan akan menuntun anak menghadapi seluruh musim hidupnya. Tuhan memanggil keluarga Kristen untuk bukan hanya sibuk mencari nafkah, tetapi juga setia menanamkan nilai rohani di dalam rumah.

    BalasHapus
  6. Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuah...Lebih baik sebuah tindakan kecil daripada ungkapan kata, Gbu

    BalasHapus
  7. Harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tetapi iman kepada Tuhan akan menuntun anak menghadapi seluruh musim hidupnya

    BalasHapus
  8. Segalah sesuatu yang kita pandang di dunia ini hanyalah sementara saja oleh sebab itu jangan gantikan iman kita dengan sesuatu yang sementara 🔥❤️❤️

    BalasHapus
  9. Puji Tuhan, terima kasih Pak utk firmannya🙏🏻

    BalasHapus
  10. Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuah Rachel Tiara Boru sijabat

    BalasHapus
  11. Tuhan memberkati FirmanNya hari ini menjadi motivasi buat orang yang membacanya. Gbu

    BalasHapus
  12. Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

    BalasHapus
  13. Warisan terbesar adalah iman kepada Tuhan

    BalasHapus
  14. Cindy Rosdame LumbantoruanRabu, Januari 21, 2026 1:39:00 PM

    orang tua adalah guru atau pengajar utama kita dimana kita di ajarkan mengenal iman dan kasih

    BalasHapus
  15. Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuahh

    BalasHapus
  16. Warisan terbaik bagi anak bukanlah harta atau jabatan yang bisa habis, melainkan iman dan nilai-nilai rohani yang akan menjadi tuntunan hidup mereka selamanya.

    BALAS

    Anonim

    BalasHapus
  17. Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

    Eci

    BalasHapus
  18. iman kepada Tuhan akan menuntun anak menghadapi seluruh musim hidupnya.

    BalasHapus
  19. Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuah. Iman kepada Tuhan akan menuntun anak menghadapi seluruh musim hidupnya.

    BalasHapus
  20. Harta dan jabatan bisa hilang, tetapi iman kepada Tuhan menuntun hidup karena itu keluarga Kristen perlu menanamkan nilai rohani di rumah.

    BalasHapus
  21. Amsal 20:7 “Orang benar yang hidup tidak bercela, berbahagialah anak-anaknya kemudian hari.”

    BalasHapus
  22. Iman adalah benih yang kecil, tetapi bila ditanam dengan setia, akan menghasilkan kehidupan yang berbuah.
    (GRACE NABABAN)

    BalasHapus
  23. MIRACLE GLORY PASARIBURabu, Januari 21, 2026 4:40:00 PM

    Seorang petani yang hanya menikmati panen tanpa menanam benih akan segera kehabisan hasil.
    Demikian pula keluarga, jika hanya mengumpulkan harta tanpa menanam iman, generasi berikutnya akan kehilangan arah.

    BalasHapus
  24. Amin, warisan iman lebih berharga dari apapun

    BalasHapus
  25. iman kepada Tuhan akan menuntun anak menghadapi seluruh musim hidup.

    BalasHapus
  26. Ayat Hari Ini:
    Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

    BalasHapus
  27. Seorang petani yang hanya menikmati panen tanpa menanam benih akan segera kehabisan hasil.

    BalasHapus
  28. Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”,

    BalasHapus
  29. Harta bisa habis, jabatan bisa hilang, tetapi iman kepada Tuhan akan menuntun anak menghadapi seluruh musim hidupnya.

    BalasHapus
  30. Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

    BalasHapus
  31. Ulangan 6:6–7 “Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

    BalasHapus

Posting Komentar