TUHAN HARUS MENJADI FONDASI, BUKAN TAMBAHAN
Shalom, apa kabar? disayang Tuhan, disayang Tuhan, disayang Tuhan
Bacaan Alktab hari ke-22 Tahun 2026: Keluaran 35-38
1 Korintus 3:11 “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari
pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
Banyak keluarga membangun hidup di atas fondasi yang tampak kuat di mata
dunia: ekonomi, pendidikan, jabatan, atau relasi. Namun firman Tuhan dengan
tegas menyatakan bahwa hanya ada satu fondasi yang benar dan kekal, yaitu
Yesus Kristus.
Ketika Tuhan hanya menjadi tambahan, Ia dicari saat masalah
datang, tetapi dilupakan saat keadaan baik. Namun Tuhan tidak mau menjadi
pelengkap hidup; Ia harus menjadi dasar yang menopang seluruh bangunan
keluarga.
Fondasi menentukan kekuatan rumah. Jika fondasinya salah, bangunan
seindah apa pun akan runtuh ketika badai datang.
1. Fondasi Menentukan Arah dan Ketahanan Keluarga
Matius 7:24–25
Keluarga yang dibangun di atas Kristus tidak berarti bebas masalah,
tetapi memiliki ketahanan rohani. Saat tekanan datang, ekonomi, konflik,
sakit penyakit, keluarga tetap berdiri karena dasarnya kuat.
Tanpa fondasi Kristus: kasih mudah berubah jadi tuntutan, masalah kecil
menjadi pertengkaran besar, iman mudah goyah.
2. Tuhan Tidak Bisa Ditempatkan di Pinggir
Wahyu 3:20
Banyak keluarga mengundang Tuhan masuk hanya di waktu tertentu, padahal
Tuhan ingin tinggal dan memimpin setiap aspek hidup: keuangan,
pendidikan anak, relasi suami-istri, dan keputusan sehari-hari.
Menjadikan Tuhan fondasi berarti: memulai hari dengan doa, menjadikan
firman Tuhan pedoman, mencari kehendak Tuhan sebelum mengambil keputusan.
3. Bangun di Atas Kristus untuk Generasi Berikutnya
Mazmur 78:4
Fondasi yang benar hari ini akan menjadi berkat bagi generasi
mendatang. Anak-anak yang tumbuh di rumah yang berpusat pada Kristus akan
memiliki nilai hidup yang kokoh.
Apa yang kita bangun hari ini akan dirasakan anak-anak kita di masa
depan.
Sebuah rumah yang dibangun di atas pasir tampak sama indahnya dengan
rumah di atas batu. Perbedaannya baru terlihat saat badai datang.
Yesus adalah Batu Karang yang tidak pernah goyah.
Renungan Keluarga
- Apakah Tuhan sudah menjadi fondasi keluarga
kita?
- Atau hanya tambahan ketika keadaan darurat?
- Apakah Kristus memimpin keputusan keluarga
kita?
Tuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan
doa kami #RumahDoaKeluarga
Bagi yang membutuhkan konseling/doa dapat menghubungi: Rumah Doa
Keluarga (0852-5629-3956)
.jpg)
Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar yang sejati bagi keluarga. Ketika Kristus menjadi pusat dan fondasi hidup, keluarga dibangun dalam iman, ketaatan, dan pengharapan yang tidak tergoncangkan, apa pun keadaan yang dihadapi.
BalasHapusAMIN jadilah kita khususnya orang tua di keluarga melihat kita sikap kita menjadi pondasi buat anak kita jadilah kita di gugu dan ditiru oleh anak kita tetaplah kita mengandalkan Tuhan
HapusFondasi yang benar hari ini akan menjadi berkat bagi generasi mendatang. Anak-anak yang tumbuh di rumah yang berpusat pada Kristus akan memiliki nilai hidup yang kokoh
BalasHapusAmen
BalasHapusSebuah rumah yang dibangun di atas pasir tampak sama indahnya dengan rumah di atas batu. Perbedaannya baru terlihat saat badai datang.
BalasHapusYesus adalah Batu Karang yang tidak pernah goyah.
Hanya ada satu fondasi yang benar dan kekal, yaitu Yesus Kristus.Yesus adalah batu karang yang yidak pernah goyah.
BalasHapusfirman Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa hanya ada satu fondasi yang benar dan kekal, yaitu Yesus Kristus.
BalasHapusFondasi yang benar hari ini akan menjadi berkat bagi generasi mendatang
BalasHapusrumah atau keluarha harus mempunyai kasih Tuhan,agar tercipta fondasi yang kuat terhadal keluarga
BalasHapusBanyak keluarga membangun hidup di atas fondasi yang tampak kuat di mata dunia
BalasHapus>> 1 Korintus 3:11 “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
BalasHapuskeluarga Kristen kuat di atas dasar Kristus, walaupun sedang ada masalah yg terjadi dalam keluarga nya, tetapi keluarga tetap brdiri karna dasar nya kuat
BalasHapusApa yang kita bangun hari ini akan dirasakan anak-anak kita di masa depan.
BalasHapusAyat Hari Ini:
BalasHapus1 Korintus 3:11 “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
Tanpa fondasi Kristus: kasih mudah berubah jadi tuntutan, masalah kecil menjadi pertengkaran besar, iman mudah goyah.
BalasHapusFondasi yang benar hari ini akan menjadi berkat bagi generasi mendatang.
BalasHapusAmin
BalasHapusYesus adalah segala-galanya🔥❤️❤️
BalasHapusMatius 7:24–25
BalasHapusKeluarga yang dibangun di atas Kristus tidak berarti bebas masalah, tetapi memiliki ketahanan rohani. Saat tekanan datang, ekonomi, konflik, sakit penyakit, keluarga tetap berdiri karena dasarnya kuat.
(GRACE NABABAN)
Amen, Tuhan ingin tinggal dan memimpin setiap aspek hidup
BalasHapusTuhan Yesus memberkati, diberkati, diberkati, diberkati Tuhan, salam dan doa kami #RumahDoaKeluarga By N
BalasHapusTingkat perceraian lebih tinggi pada saat ini dikarenakan tidak memposisikan Tuhan sesuai dengan firman Tuhan berkata, baik sebagai pondasi maupun sebagai nakoda di tengah-tengah keluarga 😇
BalasHapusTuhan Yesus memberkati
BalasHapusTanpa fondasi Kristus: kasih mudah berubah jadi tuntutan, masalah kecil menjadi pertengkaran besar, iman mudah goyah...
BalasHapusKeluarga yang dibangun di atas Kristus tidak berarti bebas masalah, tetapi memiliki ketahanan rohani.
BalasHapusMenjadikan Tuhan fondasi berarti: memulai hari dengan doa, menjadikan firman Tuhan pedoman, mencari kehendak Tuhan sebelum mengambil keputusan.
BalasHapusFondasi yang kuat harus dibangun dalam Kristus
BalasHapusMenjadikan Firman Tuhan pedoman
BalasHapusfondasi akan kokoh jika fondasi tersebut dibangun dalam kristus,dalam artian kita tidak hanya datang pada Yesus ketika kita ada masalah saja tetapi kita datang kepada Yesus kapanpun itu saat kita senang maupun saat kita sedang ada masalah
BalasHapusMenjadikan Yesus sebagai fondasi berarti mengandalkan doa dan firman-Nya dalam setiap keputusan sehari-hari agar keluarga memiliki ketahanan rohani yang kekal.
BalasHapusMenjadikan Yesus sebagai fondasi berarti mengandalkan doa dan firman-Nya dalam setiap keputusan sehari-hari agar keluarga memiliki ketahanan rohani yang kekal.
BalasHapusBanyak keluarga membangun hidup di atas fondasi yang tampak kuat di mata dunia: ekonomi, pendidikan, jabatan, atau relasi.
BalasHapusMenjadikan Yesus sebagai fondasi berarti mengandalkan doa dan firman-Nya dalam setiap keputusan sehari-hari agar keluarga memiliki ketahanan rohani yang kekal.
BalasHapus